Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.9



Ming can menatap 7 permata, yang mana mereka terdiam dan seperti ragu-ragu sekali untuk menyampaikan ucapan mereka.


"Kenapa?" tanya ming can.


"Apakah kami boleh melayani anda?" tanya qin.


".....Aku bukanlah tuan yang seperti itu, jadi kalian tidaklah perlu untuk melakukannya" jawab ming can.


"Tapi bukankah ini kewajiban kami sebagai budak anda?" tanya lian.


"Sigh....disini ada orang lain" jawab ming can.


"Berarti kalau tidak ada, boleh melayani anda?" tanya mei.


"Tidak begitu juga, maksudku jika kalian melakukan itu sekarang akan berdampak buruk bagi diriku di mata kedua teman-temanku nantinya" jelas ming can.


"Jadi nanti boleh kan tuan?" tanya Yun.


"Tidak" jawab ming can.


"Kenapa, apakah kami tidak cantik dan kurang menarik sehingga kami kurang memuaskan bagi anda?" tanya xun.


"Walau kalian budakku, tapi aku tidak akan memperlakukan kalian seperti itu, apalagi sampai melakukan hal yang merusak tubuh kalian" ming can menjelaskan dengan sabar.


"Tapi kami rela tubuh kami diberikan pada anda" jawab zu.


"Pokoknya sekarang kalian mandi saja, dan untuk masalah seperti ini kita bisa bahas lain kali" perintah ming can.


"Baik" jawab 7 permata.


Kegiatan mandi akhirnya berjalan dengan tenang dan damai.


.......


Selesai dengan kegiatan mandi, mereka sekarang sudah berkumpul kembali dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju lokasi berikutnya.


"Kita mau kemana setelah ini saudara ming?" tanya yu tianlang.


"Kuil jiwa" jawab ming can.


"Tempat seperti apa lagi itu ming?" tanya yun mei.


"Itu adalah tempat dimana para jiwa berada, disana banyak sekali para kultivator yang mati dan jiwa berkeliaran disana" ucap ming can menjelaskan.


"Apakah seberbahaya seperti makan dragonoid?" tanya yu tianlang.


"Kuil jiwa agak lebih aman, namun kita harus tetap waspada dari setiap jebakan yang ada di sekitar bangunan kuil" jelas ming can.


"Jebakan seperti apa?" tanya yun mei.


"Jebakan itulah yang telah banyak merenggut nyawa para kultivator terdahulu, bahkan seorang kultivator tahap Emperor sekalipun bisa terbunuh jika terkena jebakan penghancur jiwa" jelas ming can.


"Bukankah itu berarti tingkat bahayanya sama dengan makam dragonoid, atau bahkan lebih bahaya kuil jiwa dari makam dragonoid" ucap yu tianlang.


"Di dalam area kuil jiwa aku anggap tidak seberbahaya makam dragonoid karena tahu cara untuk melewatinya" jawab ming can.


"Begitu, lalu dimana kuil jiwa ini?" tanya yu tianlang.


"Ada disebelah utara dari tempat ini" ucap ming can.


"Baiklah, lalu apa yang berharga disana?" tanya yun mei.


"Kristal arwah" jawab ming can.


"Gunanya?" tanya yu tianlang.


"Bisa meningkatkan kemampuan jiwa seorang kultivator, terlebih itu sangat berguna bagi kultivator dengan tipe serangan jiwa" ucap ming can menjelaskan semua keingin tahuan teman-temannya tersebut.


"Hebat" seru yu tianlang dan yun mei bersamaan.


"Baiklah, ayo segera pergi" ucap ming can sambil bergerak pergi dari sana menuju kuil jiwa dengan diikuti segera oleh kelompoknya.


Perjalanan menuju kuil jiwa hanya butuh menempuh hutan, dan selama perjalanan tidak ada masalah saka sekali.


Satu batang dupa kemudian......


Ming can dengan kelompoknya tiba ditempat tujuan.


"Inikah kuil jiwa?" tanya yun mei.


"Benar, kalian semua berbarislah dibelakangku dengan rapih saat berjalan nantinya" perintah zen.


"Baik" jawab mereka.


Setelah itu ming can berjalan terlebih dahulu untuk memimpin mereka berjalan didepan, hingga didepan pintu masuk kedalam area kuil jiwa sekarang ming can melakukan sebuah trik.


Trik yang dilakukan adalah menyelimuti kakinya dengan energi dalam, dengan tujuan untuk menonaktifkan jebakan di area kuil yang diinjak oleh dirinya selama satu hari.


Selesai dengan menyelimuti kakinya dengan energi dalam, ming can mulai berjalan masuk kedalam area kuil jiwa.


Perjalanan berlangsung aman sesuai dengan rencanan.


"Kita akan pergi kemana?" tanya yun mei dari belakang.


"Ikuti saja langkahku terus" ucap ming can menjawab.


Berjalan dan berjalan terus, sampai mereka tiba pada aula utama dalam kuil jiwa.


"Disini sudah tidak memiliki jebakan, jadi kalian silahkan masing-masing ambil satu bola kristal jiwa didepan sana" ucap ming can menjelaskan.


"Kenapa hanya ambil satu?" tanya yu tianlang.


"Jika kau ingin mati karena diserang para jiwa-jiwa kuat disini, maka silahkan ambil lebih dari satu" jelas ming can.


"Jangan serakah" ucap yun mei.


"Iya-iya, aku kan hanya tanya" ucap yu tianlang.


Selesai ambil masing-masing satu bola kristal jiwa dan menyimpannya kedalam cincin spatial masing-masing, ming can berkata "sekarang panjatkanlah doa kalian bagi para leluhur disini"


Tanpa bantahan dan menolak, semua langsung berdoa sesuai perintah ming can dihadapan sebuah patung besar didalam aula kuil jiwa.


Kegiatan berdoa selesai, sekarang ming can menuntun kembali mereka keluar dari dalam area kuil jiwa.


.............


Diluar area kuil jiwa, mereka berhasil keluar dengan selamat.


"Tujuan kita kemana lagi?" tanya yun mei.


"Lembah suci" jawab ming can.


"Apalagi yang bisa kita dapatkan disana?" tanya yu tianlang.


"Disana ada banyak tanaman obat dan herbal spritual, jika beruntung kalian bisa dapat sesuatu hal yang berharga disana" ucap ming can menjawab.


"Namun sudah dipastikan ada penjaganya" sahut yun mei.


"Benar" jawab ming can.


"Maka itu tidak akan mudah" ucap yu tianlang.


"Tenang saja, kita hanya perlu izin pada sang penjaga dan dia akan memberikan kita izin untuk mengambil satu bahan obat atau herbal spritual dengan bebas apapun jenisnya" ucap ming can.


"Baik sekali penjaga tersebut" jawab yun mei menimpali.


"Memang, namun jika kalian mengambil lebih dari satu maka akhir kalian adalah kematian" jawab ming can menjelaskan.


"Aturannya mirip seperti saat di kuil jiwa" jawab yu tianlang.


"Reruntuhan lima elemen ini merupakan tempat bagi para kultivator untuk berlatih dan mendapat berkah" jawab ming can menjelaskan.


Mereka segera berangkat menuju lembah suci, untuk pergi kesana diperlukan menempuh jarak cukup jauh menuju timur dari kuil jiwa.


Dan perjalanan kali ini tidak semulus seperti sebelumnya, ming can dengan kelompoknya tengah bertemu sebuah perang.


"Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya yu tianlang.


"Sepertinya mereka semua berebut sesuatu sampai berperang satu sama lainnya" jawab ming can.


Tiba-tiba datang seseorang pria berbadan besar dengan satu orang pria dengan wajah tampan, namun masih kalah tampan dengan ming can.


"Kalian pasti ingin mengambil kristal naga ungu juga kan?" ucap orang dengan badan besar tersebut.


"Kristal naga ungu?" ucap yu tianlang bingung.


"Owh sepertinya kalian belum tahu ya, biar aku jelaskan dengan senang hati pada kalian sebelum kita bertarung" ucap pria wajah tampan.


"Didalam bangunan kuil kecil disana, ada sebuah kristal naga ungu yang memiliki kekuatan hebat dan bisa mengeluarkan jiwa naga yang bisa menyerang para kultivator dengan serangan jiwa hingga mati" jelas pria dengan wajah tampan.


"Darimana kalian bisa tahu ada benda seperti itu disana?" tanya yun mei.


"Sebelumnya kami adalah dua kelompok berbeda yang bergerak dalam jumlah pasukan cukup banyak, kemudian salah satu kelompokku menemukan sebuah catatan kuno yang menceritakan soal kristal naga ungu tersebut" jelas pria dengan badan besar.


"Dan kami bentrok pada akhirnya seperti sekarang ini" jawab pria dengan wajah tampan menimpali.


"Sayang sekali kami tidak tertarik pada kristal naga ungu tersebut" jawab ming can.


"Owh menarik, kalau begitu sebelum pergi dari sini serahkan semua harta benda kalian" ucap pria wajah tampan dengan senyum menjijikan.


"Tidak mau" jawab ming can.


"Kalau begitu akan kami ambil secara paksa" ucap pria badan besar.


"Silahkan jika punya kemampuan" jawab ming can.


"Semuanya hentikan pertarungan kalian, sekarang target kalian adalah untuk menghabisi 10 orang ini" teriak pria dengan wajah tampan.


Begitu perintah diberikan, semua orang yang semulanya bertempur satu sama lain berhenti dan mengeliling ming can dengan kelompoknya sekarang.


Melihat kondisi seperti sekarang, yu tianlang dengan yun mei menjadi cemas.


"Ming bagaimana sekarang?" tanya yun mei.


"Lawan mereka" jawab ming can.


"Saudara ming, kau bercanda kan?" tanya yu tianlang.


"Tidak, memang kenapa?" tanya ming can.


"Mereka ada banyak dan rata-rata berada di tahap bumi 8, belum lagi dua orang ini sepertinya berada ditahap langit" jelas yu tianlang.


"Aku akan perlihatkan pada kalian apa itu kekuatan" ucap ming can sambil berjalan kedepan sedikit.


Tatapan mata ming can menatap kearah dua pemimpin orang-orang ini, dan berkata "pergi dari sini sekarang sebelum terlambat"


Kedua orang itu malah tertawa dan mengabaikan peringatan ming can barusan.


"Hahaha....apa kau tidak lihat situasi dirimu dan kelompokmu sekarang ini?" tanya pria dengan badan besar.


"Hahahah......sepertinya dia sakit" ucap pria dengan wajah tampan.


Ming can mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin spatial dan mengeluarkan satu teknik skala besar.


"Lonceng Hitam"


Tiba-tiba langit menjadi lebih gelap, dan ketika semua orang melihat keatas rupanya ada sebuah lonceng besar berwarna hitam yang mengurung mereka semua didalam sana.


Ming can masih belum berhenti sampai disitu dan mengeluarkan teknik lanjutan dari lonceng hitam.


"Pasukan bayangan pembunuh"


Mula-mula muncul banyak bayangan dan membentuk sebuah tubuh dengan sebuah senjata berupa pedang ditangan para bayangan tersebut.


Kemudian para manusia bayangan tersebut langsung menyerang para pasukan dua orang arogant barusan, sehingga terjadilah sebuah pembantaian.


Serangan ganas dilancarkan oleh para pasukan bayangan tersebut dengan banyak varian serangan yang berbeda-beda.


Slash.


Arrgghhk!


Slash.


Arrgghhhkk!


Slash.


Arrgghkk!


Slash.


Aaarrrgggghhhkkk!


.......


Semua pasukan bayangan sudah selesai membunuh semua kultivator yang sebelumnya mengelilingi mereka.


Selesai dengan pembantaian barusan, ming can melepas teknik lonceng hitam barusan beserta pasukan bayangannya yang secara otomatis menghilang juga begitu lonceng hitam dihilangkan.


Ming can menyimpan pedangnya kedalam cincin spatial kembali, dan berbalik badan menatap yun mei dan yu tianlang beserta 7 permata yang terbongong.


"Aku adalah orang yang kejam seperti yang kalian lihat, jadi aku bukanlah orang baik dan berbelas kasihan" ucap ming can.


Mereka masih terdiam setelah menyaksikan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri barusan secara langsung.


"Jika kalian tidak mau satu kelompok lagi dengan orang kejam seperti diriku, maka silahkan berpisah dan semoga kalian bisa bertahan hidup sampai keluar dengan selamat dari reruntuhan lima elemen ini" ucap ming can sambil berbalik pergi.


Tidak lama 7 permata mengikuti dari belakang dengan patuh, namun tidak disangka yun mei dengan yu tianlang juga ikut juga.


"Kalian tidak takut padaku?" tanya ming can.


"Tadi itu keren sekali" jawab yu tianlang.


"Benar, kamu memang kuat sekali ming" ucap yun mei antusias.


"Saudara ming, kristal naga ungu itu bukankah lebih baik kita ambil?" tanya yu tianlang.


"Aku sudah ambil" jawab ming can.


"Kapan dan mana barangnya?" tanya yun mei penasaran.


"Aku sudah suruh pasukan bayangan sebelumnya untuk mengambil kristal naga ungu" ucap ming can.


"Sejak kapan?" tanya yu tianlang.


"Saat pertempuran sebelumnya, dan kalian tidak memperhatikan sekitar" jawab ming can sambil mengeluarkan sebuah bola kristal ungu dengan memiliki sisik.


"Apakah ini sesuai dengan apa yang dikatakan dua orang sebelumnya?" tanya yun mei.


"Iya" jawab ming can.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.