Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.40



"Kalau begitu aku beri kamu nama Ming Xing" ucap Ming Can.


"Saya merasa terhormat atas pemberian nama yang anda berikan pada saya, terlebih atas marga anda yang dipasangkan pada nama saya" ucap Ming Xin.


"Aku sengaja memberikan nama margaku padamu, dengan alasan untuk membuatmu tahu bahwa kau bagian dari keluargaku" ucap Ming Can.


"Kelihatannya Ming Xing spesial dan berbeda dari para rekan-rekan dan bawahanmu yang lainnya" goda Mu Haiji.


"Aku memang akan menyuruh semua bawahan dan rekanku untuk mencantumkan marga Ming didepan nama mereka" ucap Ming Can.


"Kalau begitu biarkan diriku yang menyampaikan pada para bawahan dirimu di dalam kediaman ilusi" ucap Mu Haiji sambil menghilang dari sana dan masuk kedalam kediaman ilusi.


"Tuan, sekarang kita mau apa?" tanya Ming Xing.


"Kau dan aku akan menjelajahi reruntuhan pelangi ini" ucap Ming Can.


"Baik" jawab Ming Xing.


Mereka berdua pergi dari tempat tersebut menuju arah barat, sedangkan Jin Shu dengan kelompoknya pergi menempuh arah timur dari lokasi sebelumnya.


Ming Can dengan Ming Xing tengah menempuh arah barat dengan terbang, dan mereka bergerak dengan santai.


"Tuan" panggil Ming Xing.


"Iya, kenapa?" tanta Ming Can.


"Apakah saya bisa menanyakan sesuatu?" tanya?" ucap Ming Xing.


"Silahkan, akan kujawab setahu diriku" ucap Ming Can.


"Bagaimana cara anda bertemu dengan Mu Haiji?" tanya Ming Xing.


"Aku dulu hanyalah seorang pria biasa, kemudian saat mencari kayu bakar dihutan malah dikejar binatang buas sampai jatuh kejurang dengan sengaja sebagai pertaruhan hidupku"


"Namun tidak disangka bahwa aku jatuh tepat pada sebuah sungai yang membawa diriku pada suatu tempat, hingga menemukan sebuah kediaman"


"Didalam kediaman tersebut aku menemukan tengkorak guru, dan mulai mengikuti semua arahan yang ditinggalkannya pada sebuah buku catatan yang dirinya tinggalkan" ucap Ming Can mejelaskan.


"Begitu.....lalu anda menghidupkan kembali Mu Haiji?" tanya Ming Xing.


"Benar" jawab Ming Can.


"Anda sungguh berbakat bisa membangkitkan orang yang sudah mati hingga kembali hidup" puji Ming Xing dengan tulus.


"Itu semua berkat apa yang telah ditinggalkan oleh guru" jawab Ming Can.


Saat mereka sedang terbang menempuh arah barat sambil mengobrol, Ming Xing menyadari ada sebuah pertarungan sedang terjadi di arah depan.


"Ada pertarungan" ucap Ming Xing.


"Kita lewati saja, kita pergi saja kesana" ucap Ming Can sambil menunjuk sebuah tempat dikejauhan yang terlihat seperti sebuah bukit atau gunung.


"Baik" jawab Ming Xing.


"Oh iya, kau adalah hewan panggilanku benar bukan?" tanya Ming Can.


"Benar" jawab Ming Xing.


"Lalu, apakah kau secara otomatis akan selalu menuruti perkataan dan perintah dariku apapun itu?" tanya Ming Can.


"Tapi aku tidak memasangkan segel apapun pada tubuhmu bukan?" tanya Ming Can.


"Memang benar anda tidak melakukannya dengan sengaja, namun ketika proses pemanggilan terjadi disanalah saya mendapatkan sebuah segel dari anda" ucap Ming Xing.


"Begitu, apakah kau tidak takut aku akan menyuruhmu melakukan sesuatu hal yang menurutmu kurang ajar?" tanya Ming Can.


"Saya tidak takut" ucap Ming Xing.


"Kenapa?" tanya Ming Can.


"Sebagai bawahan anda, seluruh hak hidup saya adalah milik anda. Termasuk diri dan nyawa saya" ucap Ming Xing.


Obrolan berakhir, hingga mereka sampai di tpat yang terlihat seperti gunung.


Ming Can dengan Ming Xing beristirahat disebuah gua yang ditemukan.


"Kita istirahat disini" ucap Ming Can.


"Baik" jawab Ming Xing.


Tidak lama kemudian keluarlah Mu Haiji dengan seluruh bawahan milik Ming Can.


Swush!


"Tuan" sapaan hormat yang diberikan oleh seluruh bawahan Ming Can.


Ming Can yang melihat kehadiran seluruh bawahannya menjadi bingung, karena dirinya tidak pernah menyuruh mereka untuk keluar dari dalam kediaman ilusi.


"Aku yang sengaja membawa mereka keluar dari dalam kediaman ilusi" ucap Mu Haiji memberikan penjelasan.


"Begitu, yasudah sekarang tolong buatkan makanan" ucap Ming Can.


"Biar saya saja" ucap Ming Xing.


"Tidak, biarkan 7 permata yang melakukannya" ucap Ming Can.


"Baik tuan" jawab Zu dengan yang lainnya.


Akhirnya mereka semua melakukan kegiatan makan secara bersama-sama.


... .......


Ming Ca dengan yang lainnya sudah selesai makan dan sedang berkumpul bersama didalam gua tersebut.


"Mulai sekarang kalian akan memakai margaku, yaitu Ming didepan nama kalian" ucap Ming Can memberikan penjelasan pada para bawahannya.


"Baik" jawab mereka semua.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.