
Ming Can sudah punya cukup bukti untuk dirinya sendiri demi sebuah alasan untuk membinasakan keluarga Meng.
Wush.
Ming Can datang pintu rumah kediaman Meng secara langsung, dan dihalang oleh dua penjaga.
"Siapa kau?!" tanya salah satu penjaga pintu kediaman Meng.
"Aku datang kemari untuk bertamu" jawab Ming Can.
"Sebutkan namamu" ucap penjaga pintu lainnya.
"Yama!" jawab Ming Can sambil tersenyum.
Kedua penjaga gerbang terdiam sejenak tanpa bisa berkata-kata, sebelum pada akhirnya meraung marah dan menyerang kedepan.
"Sialan! Kau mempermainkan kami rupanya" teriak kedua penjaga dengan raungan kemarahan karena merasa dipermainkan oleh pemuda dihadapan mereka ini.
Keduanya menyerang maju kehadapan Ming Can, namun siapa sangka akan langsung terbunuh oleh satu tebasan cepat dari gerakan pedang Ming Can.
Slash!
Slash!
Dua kepala terjatuh dari tubuhnya, kedua penjaga pintu kediaman keluarga Meng terpenggal tepat didepan gerbang kediaman mereka sendiri.
Orang-orang disekitar sana nampak kaget dengan apa yang dilakukan pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ming Can didepan gerbang kediaman keuarga Meng sekarang.
Karena tidak mau terlibay sebuah keributan yang tidak biasa, semua orang-orang memilih untuk kabur dan meninggalkan area sekitar kediaman keluarga Meng.
"Pemanasan yang kurang"
Ming Can berjalan kehadapan pintu gerbang kediaman keluarga Meng, lalu melakukan ancang-ancang sebuah tinjuan yang diarahkan dan dilepaskan kearah pintu gerbang.
Boom!
Pintu gerbang kediaman keluarga Meng hancur berantakan, dan mengundang perhatian semua orang-orang didalam kediaman keluarga Meng.
"Apa yang terjadi?"
"Keributan apa yang tengah terjadi?"
"Suara apa barusan?"
"Ledakan kuat apa barusan?"
Semua orang-orang kediaman keluarga Meng nampak begitu bingung mendengarkan suara ledakan barusan yang dilakukan oleh Ming Can yang baru menghancurkan pintu gerbang kediaman keluarga Meng.
Akhirnya semua orang di kediaman keluarga Meng berbondong-bondong menuju halaman depan kediaman.
Dihalaman depan kediaman keluarga Meng sendiri, Ming Can tengah berdiri dengan mengenakan topeng yang menutup seluruh wajahnya.
Dengan pedang yang mengkilap dilengan kanan, dan topeng yang berwarna hitam dengan corak mawar emas yang dikenakan dirinya menambahkan kesan misterius dan kuat.
Ming Can melihat banyak orang-orang sudah berkumpul dihadapan dirinya sekarang ini.
"Kalian datang juga" ucap Ming Can santai.
Salah satu orang tua maju kedepan dan berkata "siapakah dirimu dan apa maksud dari kedatangan dirimu kemari?"
"Aku hanya datang berkunjung" jawab Ming Can santai.
Orang tua tersebut melihat kearah gerbang kediaman yang hancur dan terlihat dibagian luar pintu kediaman ada dua mayat penjaga gerbang kediamannya.
"Jika hanya berkunjung tidak perlu sampai membunuh penjaga gerbang kami dan membuat kerusakan serta memancing keributan bukan?" tanya orang tua tersebut kembali.
"Itu karena aku sudah berniat baik-baik datang kemari untuk bertamu, namun kedua orang penjaga didepan gerbang kediaman rumah malah meraung marah dan menyerang diriku" jawab Ming Can.
"......Kau sepertinya bukan datang kemari untuk bertamu dengan baik-baik" ucap orang tua tersebut kesal.
"Hahahah.....orang tua seperti dirimu ternyata pintar sekali" jawab Ming Can dengan tertawa.
"Tangkap dia dan kita berikan hukuman atas kelakuan dirinya yang sombong tersebut!" teriak orang tua yang sedari tadi menjadi perwakilan untuk berbicara dari pihak keluarga Meng.
Swush!
Swush!
Swush!
Tiga pria orang dengan badan besar dan kultivasi tahap Langit 7 bergerak untuk memangkap Ming Can dari tiga arah berbeda.
Namun.....
Slash!
Slash!
Slash!
Mereka bertiga malah terpenggal begitu masuk dalam jarak yang cukup dekat dengan Ming Can.
Semua orang nampak terdiam melihat adegan tersebut, karena selain terkejut juga mereka bisa tahu ukuran kekuatan dari pria bertopeng hitam dihadapan mereka ini tidaklah lemah.
"Sepertinya kau memang datang dengan tujuan mencari masalah" ucap orang tua yang lainnya angkat bicara.
"Serang dia semuanya!" teriak orang tua barusan yang berbicara.
Banyak orang menyerang maju kedepan, untuk menangkap atau menghabisi Ming Can yang mengenakan topeng hitam dan terlihat misterius tersebut.
Ming Can tersenyum dibalik topeng yang dikenakan dirinya, seraya berkata "ini yang aku tunggu!"
Ming Can juga tidak diam saja dan menerjang maju kedepan sambil mengayunkan pedangnya dengan gerakan indah dan halus sekali, namun soal tenaga yang dialirkan pada pedang bukanlah angan-angan semata.
Slash!
Trang!
Tring!
Slash!
Slash!
Slash!
Tring!
Trang!
Banyak orang tewa setiap kali Ming Can mengayunkan pedangnya untuk melakukan tebasan kuat namun lembut dan halus pergerakan pedangnya.
Sampai satu demi satu semua orang yang maju terbunuh dengan mudah tanpa adanya usaha berlebih yang dilakukan oleh dirinya.
Sehingga lima orang tua yang sedari tadi diam dan memperhatikan apa yang terjadi menjadi dibuat geram dan bercampur amarah serta kekesalan dalam hati akibat melihat kelakuan pria bertopeng dihadapan mereka berlima yang dengan mudah dan leluasa membunuh para murid dan orang-orang keluarga Meng mereka.
"Anak kurang ajar!! Kubunuh kau" teriak salah satu orang tua meraung marah dan maju kedepan untul membunuh Ming Can sebagai pria bertopeng dengan diikuti empat orang tua lainnya.
Gerakan Pembunuh!
Ming Can langsung menghilang dari tempat dirinya berdiri dan melakukan tebasan cepat pada bagian leher kelima orang tua dalam waktu hampir bersamaan.
Setelah Ming Can kembali muncul, kelima orang tua sebelumnya yang bergerak maju untuk menyerang dirinya kini malah tumbang keatas tanah tanpa bernyawa akibat menerima serangan tebasan pada bagian leher mereka semua.
"Sisanya kalian yang belum sadar dengan apa yang tegah terjadi di rumah kalian sendiri"
Ming Can kemudian melakukan serangan kembali, namun dalam sekala besar yang mampu membuat semua yang terkena serangan tersebut kemungkinan besar hancur lebur atau terpotong rapih.
Tebasan sepuluh arah!
Kali ini Ming Can melepaskan sebuah tebasan dari sepuluh arah dalam skala besar, sehingga kediaman keluarga Meng ini semuanya terkena tebasan sepuluh arah sampai meledak dan hancur lebur berantakan hingga berubah menjadi puing-puing bangunan.
Boom!
Ledakan kuat tersebut menarik perhatian semua orang-orang yang ada diperskitaran kediaman Meng sekarang.
"Jangan-jangan itu adalah ulah dari pria bertopeng sebelumnya!" ucap salah seorang yang sebelumnya berada di sekitar kediaman Meng dan melihat sosok pria bertopeng yang merupakan Ming Can.
"Sepertinya keluarga Meng akan tamat setelah ini"
"Itu karena dia sepertinya menyinggung sosok kuat dan misterius"
Kembali pada Ming Can.
Setelah puas melihat kediaman keluarga Meng hancur lebur menjadi puing-puing reruntuhan, Ming Can sekarang ini dapat melihat ada satu pergerakan cepat melesat kearahnya.
Ming Can tersenyum dan menghindar kesamping dengan cepat dan melepaskan serangan kuat berupa tebasan sepuluh arah dengan target sosok yang baru menyerang dirinya barusan.
Slash!
Slash!
Slash!
Slash!
Sepuluh tebasan yang dilepaskan mengenai tubuh sosok yang baru datang barusan dengan telak hingga tubuhnya tercincang menjadi beberapa bagian.
"Selesai sudah"
Ming Can segera melakukan serangan kembali dengan skala besar.
Tebasan Sepuluh Arah!
Serangan tersebut yang kembali dilepaskan dalam skala besar membuat seluruh kediaman keluarga Meng hancur lebur dan hampir semuanya berubah menjadi debu dan rata dengan tanah.
Selesai dengan urusan di kediaman keluarga Meng, Ming Can yang mengenakan topeng hitam bercorak mawar emas segera pergi dari sana dengan cepat tanpa ada yang melihat kepergian dirinya.
....
Ming Can muncul begitu saja dihalaman kediaman Liuren.
Ming Can masuk kedalam rumah, dan disambut Liuren.
"Tuan, anda sudah kembali" sambut Liuren.
"Baik, saya akan siapkan" jawab Liuren.
"Baiklah" jawab Ming Can.
Setelah akhirnya bercakap-cakap sebentar barusan, Liuren segera pergi kebelakang dan untuk menyiapkan air manid bagi Ming Can.
Ming Can sendiri menemui Xingtian yang sedang duduk diruangan tengah.
"Kalian sudah mengalami pengingkatan kekuatan akhirnya" ucap Ming Can.
"Berkat pill yang anda berikan kemarin, kami berhasil mencapai ranah kultivasi tahap Kaisar 9 dengan mudah. Membuat kami lebih kuat dan kuat lagi untuk melindungi anda tuan muda" jawab Xingtian.
"Baguslah" jawab Ming Can.
"Tuan mohon maaf sebelumnya, saya bingung dengan 7 permata" ucap Xingtian jujur.
"Apa yang dirimu bingungkan dari mereka?" tanya Ming Can balik.
"Mereka sebelumnya hilang dan muncul tiba-tiba" jawab Xingtian.
"Akulah yang menyembunyikan mereka" jawab Ming Can santai atas perkataan dari Xingtian.
"Baiklah, saya paham" jawab Xingtian.
"Tugasmu selanjutnya adalah pantau dan selidiki segala kabar di kota ini mulai dari sekarang sampai tiga hari kedepannya" ucap Ming Can.
"Baiklah, saya akan segera berangkat untuk melaksanakan tugas anda" jawab Xingtian sambil berdiri dan memberikan hormatnya sambil sedikit membungkuk.
Setelah itu Xingtian pergi dari hadapan Ming Can untuk melaksanakan tugas, dan tidak lama kemudian datanglah Liuren.
"Tuan, air mandinya sudah siap" ucap Liuren sopan dan penuh hormat seraya membungkuk sedikit.
"Baiklah" jawab Ming Can.
Ming Can segera pergi mandi, dan lagi-lagi dirinya yang sedang mandi dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
"Tuan saya ingin melayani anda" ucap Liuren.
"Kau ini.....mengejutkanku saja" ucap Ming Can terkejut.
"Saya ingin melayani anda" ucap Liuren kembali.
"Huft.....sudahlah lupakan saja, aku tidak mau" ucap Ming Can.
"Anda tidak suka pada palayanan saya ya?" tanya Liuren sedih.
Ming Can menarik lengan Liuren dan memeluk tubuhnya seraya berkata "aku bukannya tidak puas dengan layanan dirimu, namun aku tidak terlalu terbiasa dengan semua perlakun ini"
"Saya kira anda tidak puas dengan pelayanan saya" jawab Liuren sudah mulai tidak sedih dan murung lagi.
"Kalau begitu cukup gosok punggungku saja" ucap Ming Can.
"Baik!" seru Liuren senang.
Kegiatan mandi selesai, Ming Can sudah selesai berpakaian dan tengah duduk dengan santai di kursi dengan ditemani oleh Liuren yang berdiri disampingnya.
"Tuan, saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Liuren.
"Apa yang ingin ditanyakan?" tanya Ming Can.
"Kemana 7 permata?" tanya Liuren.
"Mereka sedang kultivasi tertutup setelah aku berikan pill kultivasi untuk meningkatkan kekuatan mereka" jawab Ming Can.
"Begitu....saya juga ucapkan terimakasih atas bantuan anda kemarin yang telah memberikan saya pill hebat sebelumnya dan membuat saya bisa meningkatkan kekuatan kultivasi saya sampai seperti sekarang ini" ucap Liuren tulus berterimakasih pada Ming Can.
"Iya, kau adalah orang-orangku yang harus kuat dan tidak boleh lemah" jawab Ming Can.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.
Note :
Kultivasi :
- Bumi 1-9
- Langit 1-9
- Raja 1-9
- Kaisar 1-9
- Mahayana 1-9
- Heaven 1-9
- Emperor 1-9
- Venerate 1-9
- Immortal 1-9
- Supreme 1-5
- Absolute
Tingkatan monster :
1-10 (awal 1-3,menengah 4-6, akhir 7-9)
Teknik Bertarung :
- Kuning
- Hitam
- Bumi
- Langit
- Surga
- Dewa
- Absolute
Senjata & Armor :
- 1
- 2
- 3
- Bumi
- Raja
- Kaisar
- Surga
- Dewa
Pill :
- Bumi
- Langit
- Raja
- Kaisar
- Surga
- Saint
- Dewa
- Absolute
Pemahaman Keterampilan :
- Rendah
- Menengah
- Tinggi
- Sempurna
Bukannya author gak siapin tahapan kultivasi dan lainnya untuk ini novel, namun rencana nya adalah untuk siapkan nanti aja dimunculkan.
Tapi karena ada permintaan buat liatin kultivasi apa saja, maka author liatin tahapan kultivasi dan lainnya ke para pembaca sekalin.
Jangan Lupa Kasih Dukungan Kalian.