Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.6



Saat sedang makan dengan nikmat, terdengar sebuah ledakan dari jarak yang tidak jauh dari keberadaan mereka bertiga yang sedang makan.


Boom!


Boom!


"Apa yang terjadi?" tanya yun mei.


"Kita lebih baik mengeceknya" ucap yu tianlang.


"Ide bagus" jawab ming can.


Mereka bertiga keluar dari bangunan reot dan rapuh tersebut, sampai mereka bertiga dapat melihat pertarungan antara kelompok lin dong dengan feng shui.


"Mereka lagi" ucap yun mei.


"Kita lebih baik tidak terlibat antara pertarungan mereka berdua" ucap ming can menambahkan.


"Memangnya mereka orang yang kuat? Padahal mereka yang paling kuat saja di tingkat langit 1, kenapa kita harus menjauh dari mereka saudara ming?" tanya yu tianlang bingung.


"Mereka memang bukan orang yang kuat, namun mereka orang yang merepotkan jika sampai kita bertemu dengan mereka" ucap ming can.


"Maksudnya?" tanya yu tianlang masih belum paham.


"Mereka itu orang arogant,sombong dan juga keras kepala" tambah yun mei.


"Begitu.....,aku mengerti" ucap yu tianlang.


Ketiganya kemudian pergi dari sana dan bersembunyi pada tempat yang agak jauh dari lokasi pertempuran antara kelompok lin dong dengan feng shui.


"Sepertinya disini sudah cukup jauh dan aman" ucap ming can.


"Aku harap keduanya terbunuh disini" ucap yun mei.


"Kenapa kau bilang begitu?" tanya yu tianlang.


"Itu karena mereka selalu berusaha mengejar cintaku dengan segala cara apapun, dan terlebih lagi mereka ingin sekali menikmati tubuhku" ucap yun mei kesal dengan kedua orang arogant tersebut.


"Jika itu maumu, kurasa saudara ming bisa bantu" saran yu tianlang.


"Benar juga, bisa tolong aku tidak ming?" tanya yun mei.


"Aku sebenarnya tidak mau membunuh orang yang tidak mengganggu diriku, namun karena kau sebagai temanku meminta tolong begitu padaku, maka akan kubantu walau aku tidak suka melakukannya" ucap ming can.


"Terimakasih" ucap yun mei.


Ming can hendak keluar dari persembunyian tersebut, namun langkahnya terhenti sebab kedatangan para manusia batu yang pernah ming can lawan.


"Sepertinya aku tidak perlu untuk turun tangan membunuh dua tuan muda arogant tersebut" ucap ming can.


"Memang kenapa?" tanya yun mei.


"Mereka akan kedatangan tamu yang tidak akan bisa mereka kalahkan, sehingga jalan akhir bagi keduanya sudahlah pasti kematian saja" ucap ming can menjelaskan.


"Siapa?" tanya yu tianlang.


"Itu" tunjuk ming can pada sekelompok manusia batu yang datang menghampiri kelompok dua tuan muda arogant tersebut yang sedang bertarung sekarang ini.


"Apa itu manusia batu?" tanya yun mei.


"Benar" jawab ming can.


"Sepertinya ucapan ming can benar, soal akhir yang akan dua tuan muda itu temui adalah sebuah kematian saja sekarang ini" ucap yu tianlang.


Para manusia batu tersebut datang dari segala arah dan mengepung kelompok dua tuan muda tersebut, sampai kedua kelompok tuan muda ini terkaget-kaget dengan kedatangan para manusia batu yang tiba-tiba muncul dari segala penjuru arah ini.


"Sial! Kita lengah sampai terkepung oleh mereka" ucap feng shui.


"Hei feng shui, sepertinya kali ini kita semua harus bekerja sama dengan baik jika ingin melarikan diri dari sini secara hidup-hidup" ucap lin dong memberikan usulan.


"Kurasa kau benar, untuk sekarang kita lebih baik bekerja sama" ucap feng shui menyetujui usulan dari lin dong.


Kedua kelompok yang semulanya berseteru tersebut menjadi bersatu untuk menyatukan kekuatan melawan para manusia batu yang sudah mengepung keberadaan mereka sekarang ini.


"Seraang!" teriak lin dong dengan feng shui bersamaan.


Para bawahan dua tuan muda tersebut maju menyerang kearah para manusia batu yang juga maju menuju kearah mereka.


Trang!


Tring!


Boom!


Tring!


Boom!


Trang!


Pukulan dan tebasan pedang dilepaskan kedua belah pihak sekarang ini, ming can dengan dua temannya tersebut dari kejauhan hanya memperhatikan saja jalannya pertempuran.


"Mereka cukup kuat ternyata" ucap yu tianlang.


"Itu sudah pasti, sebab mereka berdua merupakan tuan muda dari keluarga besar di kota air hitam. Maka mereka berdua pasti memiliki beberapa kekuatan dan trik" ucap ming can mengutarakan pendapat dirinya soal dua tuan muda tersebut.


"Aku harap mereka berdua cepat mati, agar hidupku lebih tenang setelah kematian keduanya" ucap yun mei dengan kesal.


"Kau sampai sekesal dan sebenci itu pada mereka?" tanya yu tianlang.


"Itu karena mereka benar-benar merepotkan jika sudah berusaha untuk mendekati diriku" ucap yun mei kesal.


"Ming berikan serangan diam-diam untuk membunuh mereka" ucap yun mei.


Ming can tersenyum dan mengelus kepala yun mei dengan lembut, kemudian berkata "sabar dong, mereka pasti akan mati di pertempuran ini"


"Hei lihat, kelompok mereka terbunuh satu demi satu" ucap yu tianlang memberitahukan.


Yun mei dengan ming can melirik kearah pertempuran yang sedang berlangsung, dan mendapati kelompok dua tuan muda arogant tersebut mati terbunuh satu demi satu anggotanya.


Sampai satu batang dupa berlalu, semua orang dalam kelompok dua tuan muda arogant tersebut terbunuh satu demi satu.


"Lihat, mereka semua pada akhirnya mengalami kematian seperti apa yang aku bilang sebelumnya bukan?" tanya ming can sambil menatap kearah yun mei.


"Benar, rupa-rupanya para manusia batu ini kuat sekali dan setara dengan seorang kultivator tahap langit 1-3" ucap yun mei.


"Begitulah" jawab ming can.


"Kalau begitu kita pergi dari sini, karena akan menjadi merepotkan jika sampai para manusia batu tersebut menemukan kita berada disini" ucap yu tianlang.


Mereka bertiga pergi dari sana dengan segera untuk menghindari bentrokan dengan para manusia batu tersebut.


Sampai mereka tiba disebuah lokasi berupa hulu sungai.


"Kita istirahat disini saja" ucap ming can.


"Kalau begitu aku ingin sekalian mandi" ucap yun mei.


"Tunggu" ucap ming can.


"Kenapa?" tanya yun mei heran.


"Benar juga" ucap yun mei.


Ming can kemudian mengetes air sungai tersebut dengan cara yang dia ketahui dari buku pengobatan, nyatanya air sungai tersebut aman tidak beracun.


"Air nya tidaklah beracun, namun kau harus tetap waspada ketika mandi" ucap ming can.


"Kalau begitu, temani aku mandi" ucap yun mei dengan muka memerah padam.


"Apa!" teriak yu tianlang dengan ming can kaget secara bersamaan.


"Kau gila ya? Masa meminta lelaki yang bukan siapa-siapa bagimu untuk menemani dirimu mandi?" tanya yu tianlang.


"Aku tidak gila!! Maksud perkataanku barusan adalah ming berjaga didekatku namun tidak boleh mengintip" ucap yun mei.


"Kirain kau mengajak ming can mandi bersama-sama" ucap yu tianlang.


"Tidak!!" teriak yun mei membantah.


"Kalau begitu kami akan menjaga dirimu dari dekat saat kau mandi, dan aku tidak akan mengintip" ucap ming can.


"Kau juga jangan mengintip!!" ucap yun mei menunjuk yu tianlang.


"Iya, aku mengerti" jawab yu tianlang.


Yun mei kemudian segera masuk kedalam air tanpa mengenakan sehelai benangpun dibalik sebuah batu besar, sementara ming can dengan yu tianlang berjaga disisi berlawanan batu besar tersebut.


"Hei saudara, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap yu tianlang.


"Apa?" tanya ming can.


"Hubungan kalian sepertinya tidak biasa, apakah kalian pacaran?" tanya yu tianlang.


"Tidak, seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa kami hanya kebetulan bertemu dipintu masuk portal menuju reruntuhan lima elemen ini" jelas ming can.


"Namun sikap dan perhatian yang dia berikan padamu seolah berbeda, kau pasti menyadarinya juga" ucap yu tianlang.


"Aku tahu, namun aku belum memutuskan untuk memiliki hubungan seperti itu untuk sekarang" jawab ming can.


"Kenapa?" tanya yu tianlang.


"Aku masihlah lemah dan belum mempunyai kekuatan untuk melindungi diri sendiri, apa lagi harus melindungi orang lain pula" jawab ming can.


"Owh....begitu" ucap yu tianlang.


"Kenapa tidak kau dekati saja yun mei" ucap ming can.


"Aku bisa bilang dia cantik dan baik, serta punya sifat yang ambisius jika menyangkut suatu hal. Namun aku tidak memiliki perasaan lebih padanya selain sebagai teman" ucap yu tianlang.


Aaaahhhhkkkk!


Terdengar bahwa yun mei berteriak dibelakang sana, membuat ming can dengan yu tianlang bergegas menemuinya dibalik batu besar tersebut.


"Yun mei ada apa?" tanya ming can.


Yun mei yang baru mengenakan pakaian segera berlari masuk kedalam pelukan ming can dan memeluknya dengan erat.


"Kenapa?" tanya ming can.


"Tadi aku melihat ada sebuah pergerakan yang cepat didalam hutan dengan ukuran yang besar dan mata merah" jelas yun mei.


Ming can dengan yu tianlang segera menatap kearea sekitar hutan, namun tidak menemukan sesuatu apapun disekitaran sana sekarang ini.


"Tidak ada apapun disini" ucap ming can.


"Tadi ada, dan dia sungguh besar dan mengerikan" ucap yun mei.


"Kau tenanglah dulu, sekarang sudah ada kami disini jadi pasti aman" ucap ming can.


Yun mei kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh ming can dan segera mengajak pergi dari tempat tersebut, ming can dengan yu tianlang tidak keberatan dan segera pergi dari sana.


.......


Malam sudah tiba, mereka bertiga sekarang tengah berada disebuah bangunan reruntuhan bekas kuil kecil.


"Malam ini kita akan beristirahat disini" ucap ming can.


"Baiklah, aku tidak masalah" jawab yu tianlang.


"Akupun tidak masalah" jawab yun mei.


Mereka kemudian menyalakan perapian untuk penerangan dan memberikan sebuah kehangatan dalam suasana dinginnya malam tersebut.


"Masih ada tersisa dua hari lagi, apakah kalian ada target tertentu saat masuk kedalam reruntuhan lima elemen ini?" tanya ming can.


"Tujuan ku sudah tercapai" jawab yu tianlang.


"Kalau aku berharap dapat sebuah keberuntungan yang dapat membuat diriku lebih kuat lagi" ucap yun mei.


"Apa yang kau inginkan?" tanya yu tianlang pada yun mei.


"Mungkin sesuatu yang bisa membuatku mendapatkan kenaikan tingkat, atau senjata berupa tipe serangan atau bertahan" ucap yun mei menjawab.


"Kalau begitu dimulai dari besok sampai dua hari kedepannya, akan kita gunakan untuk mencari sebuah peruntungan yang berguna bagi kita semua kedepannya, dalam reruntuhan lima elemen ini" ucap ming can menjelaskan.


"Yun mei kau tidur saja, biar aku dengan yu tianlang yang gantian jaga" jelas ming can.


"Sebelum tidur aku akan buatkan makan malam untuk kita semua makan malam ini" ucap yun mei.


"Boleh, pasti enak seperti sebelumnya" ucap yu tianlang antusias.


Setelah kegiatan makan malam selesai, mereka mulai mengantuk dan berniat istirahat.


"Segeralah istirahat" ucap ming can.


"Kalau begitu mohon bantuannya dan maaf merepotkan kalian untuk berjaga malam secara bergantian" ucap yun mei sambil agak mengambil jarak untuk berbaring tidur diatas sebuah selimut yang dia keluarkan dari dalam cincin spatial miliknya.


"Kau juga istirahatlah duluan tianlang" ucap ming can.


"Baiklah, nanti bangunkan aku untuk gantian jaga malam" ucap yu tianlang menjawab.


"Iya" jawab ming can.


Dua batang dupa berlalu, ming can melihat kedua temannya tersebut sudah tertidur dengan nyenyak dan pulas.


"Sekarang waktu yang tepat untuk membuat pill itu, dan juga dua pill untuk membantu kultivasi mereka berdua" ucap ming can dalam hati.


Segeralah kegiatan penyulingan pill dilakukan oleh ming can dengan mudah dan tenang, karena memang sudah sering melakukan kegiatan menyuling pill selama setahun di kediaman dulu.


Ming can tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat ketiga pill dengan tingakatan yang berbeda-beda tersebut.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.