
Ming Can sudah sampai kembali di sekte Awan Laut, dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang di sekte karena membawa muatan seperti itu dengan gerbong kereta.
Sampai datanglah Zhantian kehadapan Ming Can dan bertanya apa yang tengah dilakukan muridnya itu.
"Muridku, apa yang kau lakukan ini?" tanya Zhantian.
Ming Can kemudian menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada Zhantian dihadapan banyak orang.
...
Setelah cerita usai, semua itu kemudian akan diurusi oleh aula hukuman.
"Karena ini sudah selesai, aku akan kembali pergi untuk menjalankan misi kembali" ucap Ming Can pada Zhantian.
"Baiklah, hati-hati" jawab Zhantian.
Ming Can kembali melakukan perjalanan untuk menjalankan misinya.
Dan kali ini Ming Can tidak lagi bergerak dengan santai, melainkan bergerak dengan cepat menuju lokasi misi yang diminta.
Ming Can yang bergerak dengan kecepatan tercepat yang dia bisa sudah sampai kota pemberhentian pertamanya.
Ming Can dapat masuk kedalam kota dengan mudah, lalu dirinya memilih untuk berjalan-jalan di kota tersebut terlebih dahulu.
"Kota ini ramai dan damai sepeerti apa yang dikatakan oleh Chiso"
Saat sedang berjalan-jalan berkeliling kota sambil melihat kesekitarnya, secara tidak sengaja Ming Can menabrak seseorang didepannya.
Bruk.
Ming Can dengan cepat menangkap tubuh seorang wanita yang dirinya tabrak barusan.
Setelah membantu wanita tersebut kembali berdiri dengan benar, Ming Can meminta maaf kepadanya.
"Maafkan aku yang telah menabrakmu nona" ucap Ming Can.
"Tidak masalah, aku juga tidak melihat kedepan barusan sehingga menabrakmu" jawab wanita tersebut.
"Tapi kau tidak ada yang luka bukan?" tanya Ming Can.
"Tidak, aku baik-baik saja" jawab wanita tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian setelah obrolan singkat berikutnya mereka berdua berpisah dan melanjutkan kembali perjalanan masing-masing.
Namun mengejutkan, saat Ming Can tengah makan disebuah restoran. Dirinya dihampiri oleh dua orang yang dirinya kenal.
"Tuan" ucap kedua orang yang berdiri dihadapan Ming Can sekarang ini.
Ming Can yang sedang fokus makan menjadi teralihkan fokusnya untuk melihat siapa yang telah menyapa dirinya.
Alangkah terkejutnya Ming Can ketika melihat ada dua orang bawahannya tepat dihadapan dirinya sekarang.
"Xingtian, Liuren" ucap Ming Can.
"Kami akhirnya bisa bertemu dengan anda kembali" ucap Liuren senang.
"Bagaimana caranya kalian bisa sampai kemari?" tanya Ming Can.
"Kami setelah mendapatkan pesan telepati dari anda sebelumnya langsung bergegas mencari jejak keberadaan anda, sampai kami dapat kabar bahwa anda diterima di sekte Awan Laut" jawab Xingtian.
"Baiklah, duduk dulu" perintah Ming Can.
Keduanya duduk di meja yang sama dengan Ming Can.
"Kekuatan kalian masihlah ditahap Kaisar 9 rupanya" ucap Ming Can.
"Maafkan kami yang tidak bisa memuaskan harapan anda tuan" jawab Liuren.
"Itu bukanlah salah kalian berdua, sekarang kalian akan kukirim kesebuah tempat agar bisa berkumpul dengan 7 permata dan pasukanku yang lainnya" ucap Ming Can.
"Kami mengerti" jawab Xingtian.
"Kalian pesanlah makanan terlebih dahulu, setelah selesai barulah kalian akan kukirim ke tempat yang kumaksudkan sebelumnya" ucap Ming Can.
"Baik tuan" jawab Xingtian dan Liuren bersamaan.
Mereka makan bersama pada akhirnya, sampai kemudian kegiatan makan telah usai.
....
....
....
Ming Can dengan dua bawahannya sudah berada disebuah gang sempit.
"Kalian disana haruslah berusaha lebih kuat lagi untuk meningkatkan kultivasi dan pengalaman bertarung kalian" ucap Ming Can.
"Baik tuan" jawab keduanya.
Ming Can kemudian mengirim kedua bawahannya tersebut ke dalam kediaman ilusi yang ada didalam tubuhnya.
Setelah selesai mengirim kedua bawahannya kedalam kediaman ilusi didalam tubuhnya, sekarang ini Ming Can kemudian memilih untuk melanjutkan perjalanannya kembali walau hari sudah menjelang sore.
Ming Can sudah keluar dari dalam kota dan bergerak menuju kota berikutnya yang harus dicapai.
Dengan bergerak sangat cepat, Ming Can sudah setengah jalan menuju kota berikutnya.
Namun kali ini Ming Can lebih memilih untuk beristirahat terlebih dahulu di hutan sambil memakan daging bakar yang dirinya buat dari daging hewan yang ditangkapnya.
"Dengan bergerak secepat sebelumnya, aku bisa sampai di lokasi misi dengan waktu tempat satu hari penuh"
"Dan lebih baik aku selesaikan misi ini dengan secepatnya"
Selesai makan, Ming Can segera pergi kembali melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan tercepat yang dirinya bisa.
1 Hari berlalu......
Ming Can telah tiba dilokasi misi, dapat dilihat ada beberapa tengkorak manusia yang ada dibagian depan pertambangan.
"Ini akan sedikit menyulitkan"
Baru saja Ming Can berjalan beberapa langkah kedepan memasuki pertambangan, ada sebuah serangan datang dari arah samping kanan secara tiba-tiba.
Ming Can melompat kebelakang untuk menghindar, namun siapa sangka dari belakang datang sebuah serangan juga berupa jari laba-laba yang tazam hendak menusuk tubuhnya.
Dengan segera Ming Can mengeluarkan pedangnya dan melakukan gerakan bertahan.
Tring!
Berhasil menahan serangan laba-laba tersebut, Ming Can memberikan serangan balik.
Dengan gerakan cepat dan tebasan kuat dalam serangan tunggal yang diberikan, membuat laba-laba yang menyerang dari sebelah kanan sebelumnya dapat terbunuh dengan mudah.
Srraaattt!
Satu laba-laba berhasil dibunuh, namun tak disangka sudah ada sekitar puluhan laba-laba disekitar dirinya berdiri.
Sebuah serangan kembali datang dari berbagai arah, membuat Ming Can harus pandai-pandai menghindar dari serangan-serangan yang datang.
Dengan gerakan menghindar yang cepat, Ming Can berhasil menghindari serangan para laba-laba tersebut satu persatu.
Dan juga memberikan serangan balasan dengan teknik berpedangnya yang hebat dan kuat.
Srat!
Trang!
Slash!
Tring!
Gempuran serangan dari berbagai sisi terus diterima oleh Ming Can, sampai akhirnya Ming Can memilih menggunakan teknik tebasan 10 arahnya.
Tebasan sepuluh arah!
Serangan dengan skala besar dilepaskan oleh Ming Can dan berhasil membunuh para laba-laba dalam jumlah banyak dari satu teknik serangannya barusan.
Serangan tebasan yang dilepaskan Ming Can tidak hanya sekali, melainkan sebanyak tiga kali.
Barulah sampai akhirnya Ming Can bisa menghabisi semua monster laba-laba tersebut dengan usaha yang cukup merepotkan.
"Apakah masih ada lagi monster laba-laba lainnya?"
Selesai dengan urusan para laba-laba yang menyambut diarea luar pertambangan, Ming Can masuk lebih kedalam lagi di area pertambangan tersebut.
Ming Can yang masuk lebih kedalam lagi di area pertambangan merasa terkejut, sebab menemukan bahan permata langka yang dirinya bisa gunakan sebagai bahan tempa.
"Aku bisa ambil beberapa"
Ming Can mengambil sekitar satu kantung permata dengan ukuran sedang, dan menyimpannya kedalam cincin spatial.
Lalu Ming Can ingat dengan laba-laba sebelumnya yang harus dirinya bawa sebagai bukti penyelesaian misi.
Selesai dengan urusan di pertambangan barusan, Ming Can kemudian memutuskan untuk kembali ke sekte terlebih dahulu.
Namun perjalanan kembalinya menuju sekte tidak terlalu terburu-buru, sebab masih ada banyak waktu bagi dirinya dalam menjalankan misi ini.
"Harusnya ada kota terdekat dari sini, aku akan pergi kesana untuk sekedar jalan-jalan"
Dengan cepat Ming Can pergi menuju kota terdekat yang dirinya maksudkan, dimana jaraknya cukup dekat dengan pertambangan permata sebelumnya.
Sampai dikota tersebut, Ming Can memilih untuk menginap didalam penginapan terlebih dahulu.
Setelah memesan kamar, Ming Can sudah berada didalam kamar tersebut dan mengeluarkan 7 permata.
"Kalian mengalami peningkatan yang pesat" ucap Ming Can memuji.
"Tuan!" ucap ketujuhnya sambil melompat kedalam pelukan Ming Can.
Membuat Ming Can terbaring diatas tempat tidur dengan dipeluk 7 permata.
"Baiklah-baiklah, kalian lepaskanlah dulu pelukannya" ucap Zen.
7 permata melepaskan pelukan mereka terhadap Ming Can dan duduk bersama disekitar Ming Can.
"Sekarang kalian sudah berada ditahap Raja 9, dan selain lebih kuat kalian juga makin cantik" ucap Ming Can memuji.
"Kami senang bisa membuat anda senang tuan" jawab Zu.
"Kalau begitu, temani aku jalan-jalan dikota ini" ucap Ming Can.
"Baik!" jawab ketujuhnya dengan semangat.
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" ucap Ming Can.
Mereka keluar dari dalam penginapan dibawah tatapan kagum dan iri dengki terhadap Ming Can, sebab bisa dikelilingi oleh 7 wanita cantik seperti itu.
"Pemuda yang beruntung bisa dikelilingi oleh 7 kecantikan seperti itu" ucap salah satu pemuda.
"Wanita-wanita itu beruntung bisa ditemani oleh pria setampan dan segagah itu" ucap salah satu perempuan disana.
Sementara Ming Can sendiri dengan 7 permata hanya terus berjalan saja tanpa menghiraukan ucapan-ucapan para warga sekitar tersebut.
Ming Can mengajak 7 permata berkeliling kota dengan pergi kesana kemari sambil membeli beberapa barang yang diinginkan oleh 7 permata.
Namun masalah datang.
Dimana ada seorang tuan muda sombong yang sepertinya berasal dari salah satu keluarga besar di kota tersebut yang ingin merampas 7 permata.
"Hey kalian berhenti!" teriak pemuda sombong tersebut.
Ming Can dengan 7 permata berhenti dan berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggil mereka.
"Ada apa?" tanya Ming Can datar.
"Kau tinggalkan 7 wanita cantik ini, dan pergilah dari sini segera" ucap pemuda tersebut.
"Aku tidak mau" jawab Ming Can datar.
"Dasar sialan! kau tidak tahu siapa aku memangnya hah?" teriak pemuda tersebut meraung marah.
"Tidak tahu" jawab Ming Can masih dengan nada datarnya.
"Kau akan mati! Aku adalah tuan muda keluarga Gu, Gu Tian" ucapnya marah.
"Benarkah?" tanya Ming Can dengan santai.
"Sialan kau!! Kalian semua habisi pemuda bodoh ini dan tangkap ketujuh wanita itu untuk dibawa kerumahku" ucap Gu Tian marah.
Para bawahan Gu Tian menyerang maju, namun langkah mereka terhenti sebab merasakan aura kuat yang dilepaskan oleh 7 orang wanita cantik tersebut.
"Kau akan mati beserta keluargamu" ucap Ming Can.
7 Permata bergerak maju dan membunuh Gu Tian dengan orang-orangnya secara mudah.
"Sepertinya ini tidak akan berakhir dengan begitu saja" ucap Ming Can ketika melihat Gu Tian dengan orang-orangnya yang terbunuh didepan banyak orang.
"Kalian sepertinya membuat masalah" ucap Ming Can pada 7 permata.
"Maafkan kami tuan" ucap 7 permata.
"Tidak usah dipikirkan, kita lebih baik bereskan mereka sekarang" ucap Ming Can pada 7 permata.
"Baik" jawab 7 permata secara bersamaan.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.