
Ming can dengan yang lainnya yang berada didalam hutan sedang dikelilingi sekelompok burung gagak merah.
"Kekuatan terkuat mereka berada di ranah langit 1, namun karena mereka memiliki jumlah yang banyak maka akan lebih kuat" ucap ming can menjelaskan.
"Lalu kelemahannya?" tanya yun mei.
"Api" ucap ming can.
"Aku tidak bisa menggunakan kekuatan api" ucap yu tianlang.
"Lagipula api adalah kekuatan yang biasanya dimiliki oleh seorang alkemis" ucap yun mei.
"Tidak semua kultivator dengan atribut api menjadi alkemis" ucap ming can meluruskan perkataan dari yun mei.
"Jadi sekarang hanya bisa mengandalkan kekuatan dan pedang" ucap yun mei kembali.
"Kalian maju dan seranglah bersamaan burung-burung itu" ucap ming can.
"Kau sendiri?" tanya yu tianlang.
"Aku akan bertahan dan sesekali memberikan serangan saja" jawab ming can.
"Kenapa begitu?" tanya yun mei.
"Aku akan memberikan arahan pada setiap kekurangan dalam gerakan serangan yang kalian keluarkan masing-masing, anggap sebagai tahap pembelajaran dan penyempurnaan kekuatan tempur kalian" jelas ming can.
"Kami mengerti" jawan yun mei.
"Mulai!" teriak ming can.
Mereka kemudian maju menyerang para burung gagak merah yang juga bergerak maju menyerang mereka semua secara berkelompok dan bersama-sama.
Sementara mereka semua bertarung dengan menyerang, ming can hanya bertahan sambil sesekali menyerang dan memberikan arahan pada semuanya yang sedang fokus menyerang.
"Yu tianlang lakukan gerakan tebasan dari atas menuju bawah dengan lebih cepat lagi, supaya gerakanmu serangan milikmu lebih berbobot lagi" saran ming can.
"Yun mei gunakan pedangmu juga untuk bertahan jangan hanya tahu untuk menghindar, jika kau hanya terus melakukan gerakan menghindar akan membuat musuh punya kesempatan untuk menyerangmu secara bebas sampai kau akhirnya terpojok dan kalah" ucap ming can memberikan saran.
"Kalian 7 permata memiliki kombinasi yang bagus dalam menyerang, cukup lakukan gerakan menyerang saling bergantian dan juga jangan ragu-ragu. Sekaligus harus percaya pada satu sama lainnya" ucap ming can menjelaskan.
Pergerakan bertempur mereka semua menjadi lebih baik dan kuat lagi, serta tidak terfokus pada satu jenis tipe serangan inti saja saat bertarung.
Trang!
Tring!
Slash!
Sraaat!
Slash!
Sraaat!
Tring!
Trang!
Setelah melewati banyak pertarungan yang kalah jumlah, namun menang dalam kualitas serangan dan pertahanan, mereka berhasil mengalahkan semua burung gagak merah yang sebelumnya menyerang dengan ganas secara berkelompok.
"Kerja bagu, dan terus rasakan setiap pertempuran yang kalian lakukan. Sampai kalian benar-benar bisa menyatu dengan pedang ditangan kalian menjadi sehati" ucap ming can pada mereka semua yang memang menggunakan pedang.
"Semuanya menjadi serasa lebih mudah dan kuat lagi saat diriku melakukan sebuah serangan ketika melawan para burung gagak yang ada" ucap yu tianlang.
"Sedangkan pertahanan diriku lebih baik lagi setelah mendapatkan saran dari kamu ming" ucap mei.
7 permata hanya diam dan tidak berkata apa-apa, namun ming can memberikan pujian pada mereka.
"Kalian juga menjadi lebih baik lagi dan bisa melakukan serangan kombinasi yang lebih baik lagi" puji ming can atas serangan kombinasi milik 7 permata.
"Baiklah, masih kuat untuk bertarung lagi?" tanya ming can.
"Tentu" jawab yu tianlang.
"Pasti" jawab yun mei.
"Bagus, aku suka semangat juang kalian demi berkembang menjadi lebih kuat lagi" ming can memuji.
"Sekarang kita akan segera pergi kembali untuk mencari para monster" ucap ming can.
"Ya!" teriak semuanya.
Mereka semua bergerak masuk kembali kedalam hutan dengan bersama-sama, sampai mereka menemukan 2 gorila besar.
"Ini akan bagus untuk melatih kombinasi pertempuran kalian dalam bentuk grup begini" ucap ming can.
"Kamu akan bertarung juga kan?" tanya yun mei.
"Aku akan urus yang satu, sisanya kalian bereskan dengan serangan bersama" ucap ming can sambil mengeluarkan pedangnya kembali dari dalam cincin spatial.
"Tebasan Sepuluh Arah!"
Slash!
Slash!
Slash!
Slash!
.....
.....
Slash!
Slash!
Sepuluh tebasan yang dilepaskan ming can dapat memotong-motong anggota tubuh satu gorila yang menjadi target dirinya.
"Sisanya aku serahkan pada kalian" ucap ming can pada yun mei dan yang lainnya.
Ming can menyimpan pedangnya kedalam cincin spatial, dan memilih untuk bersandar pada salah satu pohon didekat sana untuk memperhatikan pertarungan yang akan segera terjadi.
Sementara ming can diam memperhatikan dengan santai sebuah pertarungan yang tengah terjadi dengan intens antara yu tianlang dan yang lainnya melawan gorila yang satu lagi.
"Gerakan kombinasi mereka cukup baik, namun masih terlalu banyak keraguan dalam setiap bentuk serangan yang dilepaskan" gumam ming can menilai pertempuran yang dilakukan mereka.
"Yun mei jangan ragu dalam melepaskan teknikmu, jika kau ragu maka bisa saja salah satu rekanmu akan terbunuh oleh musuh" ucap ming can.
"Tianlang, kecepatan seranganmu masih kurang. Tingkatkan" ucap ming can mengkoreksi serangan yu tianlang.
Yu tianlang segera melakukan perbaikan pada pola serangannya agar bisa lebih dan lebih cepat lagi.
"Kalian bertujuh harus lebih memberikan tekanan lagi pada musuh, buat mereka sibuk dengan kalian agar perhatiannya tidak terfokus terhadap yu tianlang dengan yun mei yang berfokus menyerang dengan skala kekuatan yang besar" ucap ming can.
7 permata segera melakukan sebuah serangan yang lebih bervariatif lagi untuk memberikan tekanan yang lebih intens pada musuhnya.
Sampai sesaat kemudian berlalu, akhirnya pertempuran berakhir dengan kemenangan ditangan 7 permata dengan yun mei dan yu tianlang.
"Kerja sama kalian sudah lebih baik lagi, dan ingat apa yang kusampaikan barusan" ucap ming can.
Mereka tersenyum senang mendengar pujian dari ming can, dimana ming can memberikan pengaruh positif yang besar pada perkembangan kekuatan mereka semua.
"Baiklah, kita lanjutkan" ucap ming can.
Mereka kemudian melanjutkan kegiatan perburuan dan pertarungan melawan setiap monster-monster yang mereka temukan selama di hutan tersebut, sampai waktu malam tiba baru mereka istirahat.
..................
"Ingat semua apa yang kuajarkan pada kalian semua saat melakukan pertarungan selama siang hari tadi" jelas ming can.
"Terimakasih aku ucapkan atas segala bantuan dan kebaikan yang diberikanmu pada kami dan khususnya pada diriku" ucap yu tianlang.
"Aku juga ucapkan terimakasih atas segalanya padamu ming" sahut yun mei.
Setelah itu mereka kemudian memakan masakan yang baru matang hasil masakan yun mei, selesai makan dengan kenyang mereka mulai istirahat.
Yun mei sudah tertidur duluan dan tidak jauh dari yu tianlang yang juga sudah tertidur, sementara 7 permata masih belum tidur dan masih setia disekeliling ming can menemani.
"Kalian tidak tidur?" tanya ming can.
"Kami mana berani tidur, sementara anda sendiri harus bergadang" jawab zu.
Ming can mendapatkan sebuah ide dikepalanya.
Ming can merebahkan kepalanya dalam pangkuan zu dengan begitu nyaman.
"Kalau begitu aku tidur dipangkuanmu" ucap ming can.
"Ba-ik" jawab zu agak gugup.
"Sisanya kalian pindah duduk kesamping kanan dan kiriku" ucap ming can.
Akhirnya tiga orang anggota 7 permata masing-masing duduk disamping kiri dan kanan ming can.
"Setelah itu kalian boleh tidur sambil merebahkan kepala kalian dibadanku" ucap ming can.
"Tapi itu bukannya tidak baik tuan?" tanya qin.
"Aku suruh kalian lakukan itu agar diriku tidak kedinginan" ucap ming can.
Jadi akhirnya mereka kemudian merebahkan kepalanya ditubuh ming can dengan perasaan bahagia sekali.
Begitupun dengan zu yang mendapat kesempatan bisa membuat pahanya sebagai bantal tidur sang tuan yang begitu dihormati dan disayangi.
"Aku akan menjaga kalian bagai permata, selain indah kalian juga akan kubuat lebih kuat lagi" ucap ming can sambil memejamkan matanya.
7 permata merasakan rasa hangat pada hati mereka dan bahagia, begitu mendengar perkataan dari sang tuan yang sudah begitu baik hati dalam memperlakukan mereka semua selam ini.
.......
Pagi hari tiba, mereka semua sudah bangun dari tidur nyamannya.
Semalam ming can menyuruh 7 permata untuk tidu juga, dan tidak ada penolakan.
Sehingga membuat 7 permata tertidur dengan nyaman didekat sang tuan muda, tentu saja ming can memberikan perintah begitu karena merasakan area sekitar aman.
Dan itu terbukti ketika bangun di pagi hari, semua aman tanpa kekurangan apapun.
Setelah melakukan kegiatan sarapan pagi, mereka langsung melanjutkan kegiatan seperti kemarin.
Mereka semua mulai bertempur melawan para monster kembali seperti hari kemarin, semua itu dilakukan demi memperkuat dan mempertajam insting bertarung mereka masing-masing.
Kegiatan bertarung tersebut terus saja dilakukan oleh mereka semua sampai batas waktu untuk tinggal didalam reruntuhan lima elemen habis.
...........
Setelah keluar dari dalam reruntuhan lima elemen, kali ini ming can dengan yu tianlang beserta yun mei berniat pergi kerumah yun mei seperti janji waktu itu di dalam reruntuhan lima elemen.
Dengan 7 permata yang masih setia mengikuti ming can.
"Baiklah sekarang kalian aku akan ajak ke kediamanku" ucap yun mei.
"Baiklah, tunjukan jalannya" ucap ming can.
Mereka semua langsung pergi menuju kediaman keluarga yun, dimana keluarga yun salah satu dari tiga keluarga besar di kota ini.
Di kediaman Yun.
"Aku pulang" teriak yun mei.
Orang-orang didalam kediaman keluarga menyambut kedatangan mereka semua dengan sambutan hangat dan penuh sukacita.
"Selamat datang kembali anak ibu" ucap sosok wanita paruh baya dengan penampilannya yang tidak kalah cantik dengan sang anak yun mei.
"Kau baik-baik saja bukan nak?" tanya seorang pria paruh baya.
"Mei baik-baik saja, ayah dan ibu tidak usah khawatir begitu" ucap yun mei menjawab.
"Syukurlah kalau begitu, dan mereka ini siapa?" tanya sang pria paruh baya yang merupakan ayah yun mei.
"Mereka temanku" jawab yun mei.
"Kalau begitu kita berbicara didalam saja" ucap sang ibu.
Mereka masuk kedalam rumah dengan mendapat sebuah jamuan mewah didalam rumah, sehingga mereka akhirnya makan terlebih dahulu sebelum saling cerita dan berbincang-bincang sekaligus kenalan.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.