Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.29



Para lelaki tengah duduk bersama menunggu makanan matang, sambil menunggung mereka mengobrol.


"Guru, bagaimana kondisimu?" tanya Ming Can pada Mu Haiji.


"Kau murid yang berbakti dan baik, karena mau menuruti keinginan egoisku" ucap Mu Haiji.


"Jangan bilang seperti itu guru, aku justru harusnya yang bilang terimakasih padamu"


"Karena jika bukan karena pill peninggalanmu yang aku kuonsumsi sebelumnya, maka aku tidak akan bisa seperti sekarang ini" ucap Ming Can.


"Kau memang anak yang baik" ucap Mu Haiji memuji dengan tulus.


"Terimakasih, lalu kekuatanmu?" tanya Ming Can.


"Walau aku dihidupkan dari sebuah pecahan roh, namun kekuatanku masihlah berada dipuncaknya" jawab Mu Haiji.


"Itu berarti anda berada di tahap Supreme?" tanya Xingtian kaget.


"Benar, kekuatan miliku tidaklah menurun sama sekali setelah dihidupkan kembali walau dari sebuah pecahan jiwa" jelas Mu Haiji.


"Aku berarti punya sosok guru yang hebat sekarang, dan ada dua" ucap Ming Can.


"Ada dua?" tanya Mu Haiji.


"Aku baru saja bergabung dengan sekte Awan Laut, dan begitu diterima masuk sebagai murid sekte melalui jalur seleksi, aku langsung diangkat menjadi seorang murid dari tetua kehormatan di sekte Awan Laut" jelas Ming Can.


"Sekte Awan Laut?" ucap Mu Haiji.


"Benar" jawab Ming Can.


"Siapa nama patriaknya?" tanya Mu Haiji.


"Li Qingdi" jawab Ming Can.


"Begitu....." jawab Mu haiji.


"Apakah ada sesuatu yang salah tentang hal ini guru?" tanya Ming Can.


"Dulu sekali, aku mengenal seseorang bernama Li Qingkuan, dia merupakan seorang pendiri sekaligus leluhur sekte Awan Bintang yang berubah nama menjadi Awan Laut" ucap Mu Haiji.


"Kenapa bisa berubah?" tanya Xingtian.


"Alasanya karena Li Qingkuan terbunuh saat peperangan di laut ketika melawan para iblis, dan saat itu juga akulah yang membawa jasadnya pulang ke sekte Awan Bintang" ucap Mu Haiji.


"Jadi sejak saat itu nama sekte Awan Bintang berubah menjadi Awan Laut?" ucap Xingtian.


"Itu karena saat aku tiba di sekte Awan Bintang sambil membawa jasad Li Qinkuan waktu itu, dia sempat mengeluarkan pecahan jiwanya untuk membentuk sebuah roh sesaat dan menyampaikan sebuah pesan" ucap Mu Haiji.


"Pesan seperti apa?" giliran Ming Can yang bertanya.


"Dia berpesan untuk mengubah nama sekte tersebut menjadi Awan Laut dari Awan Bintang, tujuannya adalah mengenang dirinya" ucap Mu Haiji.


"Kemudian sejak saat itulah namanya diubah?" tanya Xingtian.


"Benar, dan pada saat itu juga terjadi kembali peperangan" ucap Mu Haiji.


"Ternyata sejarahnya sepanjang itu sekte Awan Laut tersebut" ucap Ming Can.


"Akibat dari peperangan waktu itu membuat kekuatan sekte Awan Laut atau Awan Bintang berkurang drastis sekali, dan mungkin keadaan kekuatan sekte tersebut sudah tidak lagi seperti dulu yang aku kenal" jawab Mu Haiji.


"Benar, kekuatannya sudah berkurang banyak dibandingkan dulu" ucap Xingtian.


"Sama seperti sekte Tengku, kekuatan kalian tidaklah sekuat dulu karena akibat peperangan era kekacauan tersebut" ucap Mu Haiji.


"Begitu" ucap Ming Can.


"Makanan siap" ucap Liuren yang datang membawa makanan diikuti 7 permata dari belakangnya.


"Baiklah waktunya makan, aku sudah lama tidak mencicipi makanan enak" ucap Mu Haiji.


Momen makan terjadi dengan meriah dan menyenangkan, karena selain makan mereka saling mengobrol juga bercanda.


...


Setelah selesai makan sebelumnya, sekarang ini mereka semua tengah berkumpul dihalaman depan kediaman.


Terlihat kyubi dengan sang naga tengah bermain bersama Ming Can, sedangkan yang lainnya tengah menyaksikan kegiatan mereka bertiga.


"Soal sekte Tengku, hancur karena apa?" tanya Mu Haiji pada Xingtian disamping dirinya yang tengah duduk.


"Karena fitnah" jawab Xingtian.


"Apa yang dijadikan bahan fitnah tersebut sampai bisa menghilangkan sekte Tengku?" tanya Mu Haiji.


"Kunci yang terbuat dari giok kaisar, yang katanya bisa membuat orang yang memilikinya pergi menuju alam pelangi atau apalah" ucap Xingtian.


"Hahahah...lucu sekali, kunci itu hanyalah kunci untuk teleportasi di sebuah portal perpindahan kuno, yang bisa mengirim penggunanya ke sebuah tempat secara acak"


"Dan biasanya digunakan ketika dalam keadaan mendesak saat melarikan diri dari kejaran musuh-musuh" jawab Mu Haiji sambil menjelaskan fungsi kunci tersebut.


"Apakah anda yakin akan hal tersebut?" tanya Liuren.


"Tentu saja aku sangat yakin, sebab dulu ada banyak orang yang memilikinya untuk digunakan dalam hal seperti yang aku bilang sebelumnya" jawab Mu Haiji.


"Jadi kami banar-benar terjebak dalam perangkap musuh, sampai berakhir dalam kehancuran" ucap Liuren.


"Sudah jangan larut dalam kesedihan kalian karena kehilangan sekte serta orang-orang yang kalian kenal, aku punya hadiah untuk meredakan kesedihan kalian" ucap Mu Haiji pada Liuren dengan Xingtian.


"Apa itu senior?" tanya Xingtian.


Mu Haiji mengeluarkan dua bua gulungan warna hitam dengan gambar sebuah mata warna emas dibagian luar gulungan tersebut.


"Satu orang satu" ucap Mu haiji.


Xingtian dengan Liuren masing-masing mengambil satu gulungan.


"Gulungan itu merupakan sebuah teknik khusu milik sekte Tengku, itu aku dapatkan dari temanku dulu"


"Walau hanya tingkat terlemah dari sekian banyak teknik kuat di sekte Tengku dulu, namun untuk sekarang teknik yang kalian pegang dalam gulungan tersebut adalah yang terkut dan warisan terakhir dari sekte tengku yang tersisa" ucap Mu Haiji.


Mata Penyiksaan!


"Kedengaran ini merupakan teknik yang kuat sekali" ucap Xingtian.


"Segeralah berlatih" ucap Mu Haiji.


"Baiklah, terimakasih senior" ucap Xingtian dan Liuren berterimakasih pada Mu Haiji secara bersamaan.


Xingtian dengan Liuren pergi berlatih secara bersamaan, sedangkan 7 permata giliran yang ditatap oleh Mu Haiji sekarang.


"Kalian dalam satu kelompok bukan?" tanya Mu Haiji.


"Benar, senior" ucap Zu yang mewakili anggota 7 permata yang lainnya.


"Ini untuk kami?" tanya Zu.


"Benar, nama teknik itu adalah 7 racun permata dan itu cocok dengan kalian semua yang diberikan nama 7 permata olehnya" ucap Mu Haiji.


"Terimakasih senior, saya dan saudara saya akan melakukan sebaik mungkin untuk bisa menjadi kuat dan menguasai teknik pemberian senior ini" ucap Zu sambil memberi hormat pada Mu Haiji diikuti yang lainnya.


"Kalau begitu segeralah pergi berlatih" ucap Mu Haiji.


"Baik" jawab Zu dengan yang lainnya, sebelum mereka bertujuh pergi berlatih di dalam.


Sedangkan sekarang tinggal Mu Haiji bersama Ming Can dan dua hewan kontrak milik Ming Can yang berada di halaman depan.


"Ming kemarilah" ucap Mu Haiji.


Ming Can dengan dua hewan kontraknya berhenti bermain dan menghampiri Mu Haiji.


"Ada apa guru?" tanya Ming Can.


"Berikan aku kyubi" ucap Mu Haiji.


Ming Can memberikan kyubi yang dalam mode kecil kepangkuan Mu Haiji.


Mu Haiji melihat secara dekat sosok dari kyubi dan mengingat sesuatu pada akhirnya.


"Kau pasti telur yang diperebutkan di reruntuhan bukan?" tanya Mu Haiji.


"Benar" jawab Ming Can.


"Kau membaca semua catatanku ternyata?" tanya Mu Haiji.


"Benar" jawab Ming Can.


"Dan darimana kau dapat naga ini?" tanya Mu Haiji sambil menarik si naga.


"Dari reruntuhan juga" jawab Ming Can.


"Begitu....aku tidak menyangka masih ada ras naga di alam rendah begini" ucap Mu Haiji.


"Alam rendah?" tanya Ming Can heran.


"Kau belum waktunya tahu, buatlah dirimu sekuat mungkin untuk sekarang" ucap Mu Haiji.


"Baiklah" jawab Ming Can tanpa membantah.


"Kau sekarang lebih baik kembali terlebih dahulu ke sekte" ucap Mu Haiji.


"Baiklah, dan aku minta tolong ajarkan mereka semua disini agar bisa lebih kuat lagi" ucap Ming Can.


"Baiklah" jawab Mu Haiji.


Setelah pamit pada Mu Haiji, Ming Can keluar dari dalam kediaman ilusi dan segera pulang menuju sekte.


...


Sampai di sekte, Ming Can segera melakukan laporan penyelesaian atas misi yang dirinya jalankan dan berlangsung mudah tanpa hambatan dan halangan berarti.


Setelah selesai urusan di aula misi, Ming Can pergi menuju kediaman Zhantian.


"Aku pulang" ucap Ming Can.


Dari dalam terdengar bunyi derap langkah kaki yang kencang, dan mengarah pada dirinya di pintu masuk bagian depan.


Terlihat ada Meiyuri lari dari dalam dan langsung memeluk dirinya yang berada didepan pintu masuk.


Grep!


"Akhirnya kamu pulang juga" ucap Meiyuri bahagia terdengar dari nada rindunya.


"Iya, aku bisa pulang akhirnya setelah menyelesaikan misi" jawab Ming Can.


"Kau tidak terluka bukan?" tanya Meiyuri sambil melepas pelukannya dan menatap tubuh Ming Can dari bawah sampai keatas.


"Aku baik-baik saja, dan tidak terluka sedikitpun" jawab Ming Can.


"Syukurlah" jawab Meiyuri sambil memeluk tubuh Ming Can kembali dengan erat.


"Ahem"


Terdengar suara berdehem dari belakang mereka berdua, dan ketika Ming Can menengok kebelakang ada sosok Zhantian disana.


"Jangan bermesraan disini, dalam kamar saja" ucap Zhantian.


Ming Can dan Meiyuri segera melepas pelukan mereka, kemudian mereka mengobrol didalam.


"Apakah kau tidak menemui masalah apapun?" tanya Zhantian.


"Seain dua tetua sebelumnya, tidak ada lagi yang lainnya" jawab Ming Can.


"Baguslah, dan kau punya hadiah dari sekte" ucap Zhantian.


"Apa itu?" tanya Ming Can.


Zhantian mengeluarkan sebuah token berbentuk kepala naga, berwarna emas dan bertuliskan nama Ming Can disana.


"Token tersebut melambangkan kau adalah murid kehormatan dari sekte Awan Laut" ucap Zhantian.


"Apa?" ucap Ming Can tidak percaya.


"Kontribusi yang kau lakukan sangat besar dengan membereksan dua tetua sebelumnya yang merupakan kotoran sekte" ucap Zhantian.


"Dan dengan token tersebut kau punya status yang agak lebih tinggi dari para murid yang sama denganmu dan tetua luar" ucap Zhantian.


"Dan kau juga telah diberikan ini sebagai hadiah juga" ucap Zhantian sambil memberikan sebuah kotak dengan berisi pill emas bersemu pelangi didalamnya.


"Kau tahu pill apa itu?" tanya Zhantian.


"Iya" jawab Ming Can.


"Maka aku tidak perlu menjelaskan lagi secara lebihnya kepadamu soal pill tersebut" ucap Zhantian.


Setelah itu Zhanti pergi dari sana meninggalkan Ming Can dengan Meiyuri berdua.


Setelah Ming Can menyimpan pill barusan kedalam Cincin spatialnya, sekarang ini dirinya menatap kearah Meiyuri yang berada disamping dirinya yang ternyata menatap dirinya juga.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.