Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.17



Ming Can bersama dengan Liuren sedang mengobrol berdua, dan membahas mengenai kota ini.


"Kota seperti apa ini, dan jumlah kekuatan yang dimiliki seperti apa?" tanya Ming Can.


"Kota ini merupakan kota menengah, namun kekuatan kota ini berada diatas kota-kota menengah lainnya yang ada"


"Untuk kekuatan sendiri, kota ini memiliki 3 keluarga besar disini" ucap Liuren.


"Jelaskan lebih jauh" pinta Ming Can.


"Keluarga Shen, merupakan penguasa kota ini yang juga memobilisasi pasukan militer kota"


"Keluarga Xin, merupakan keluarga saudagar senjata dan bahan obat"


"Keluarga Meng, merupakan keluarga yang menjual pill dan ramuan obat" ucap Liuren.


"Keluarga mana yang terlihat kurang baik, dan apakah hubungan ketiga keluarga ini baik atau bagaimana?" tanya Ming Can.


"Mereka ketiga keluarga saling bersaing masing-masing, dan yang paling kuat adalah keluarga Meng dan paling menyebalkan dalam keluarga Meng adalah Meng Tian" ucap Liuren.


"Kau punya dendam atau bagaimana?" tanya Ming Can menebak pikiran Liuren.


"Meng Tian adalah orang yang selalu berusaha mengejarku untuk mendapatkan tubuhku" ucap Liuren.


Belum sempat Ming Can menjawab perkataan dari Liuren barusan, terdengar teriakan dari luar kediaman Liuren.


"Liuren, aku datang akan membawa dirimu!" ucapan arogant tersebut menggema didalam wilayah kediaman Liuren.


"Itu dia!" ucap Liuren.


"Orang bernama Meng Tian itu?" tebak Ming Can.


"Benar, saya periksa dahulu tuan" ucap Liuren pamit undur diri untuk pergi melihat apa yang diinginkan Meng Tian itu sebenarnya sekarang dirumahnya ini.


Liuren pergi keluar dan mendapati Meng Tian bersama dengan para pengikutnya yang merupakan antek-antek setianya.


"Apa yang kau inginkan Meng Tian?!?" geram Liuren.


"Dirimu" jawab Meng Tian datar.


"Aku tidak mau ikut dengan bajingan stempel kaleng sepertimu" ucap Liuren.


"Tapi suka tidak suka, dan mau tidak mau"


"Hari ini dirimu akan berada diatas tempat tidurku dan menerima keperkasaan diriku saat mengagahi dirimu yang bertubuh molek itu sampai berteriak-teriak dan menjerit-jerit memohon ampunan padaku" ucap Meng Tian arogant.


"Kau!" Liuren benar-benar dibuat geram sekali dengan akhlak yang dimiliki Meng Tian ini.


"Cepat bawa wanita itu dan kita kembali kerumah!" perintah Meng Tian pada para pengikutnya.


Para pengikut Meng Tian bergerak maju dan berniat menangkap Liuren, mereka berjumlah 8 orang dan masing-masing memiliki kekuatan tahap Raja 7.


"Bajingan kau Meng Tian!" geram Liuren berteriak marah.


Belum sempat kedelapan orang suruhan Meng Tian menyentuh sehelai benang pakaian ditubuh Liuren, datang sebuah serangan berupa lonceng hitam yang mengurung kedelapan orang tersebut.


Dan setelah itu hanya ada keheningan terjadi disana, padahal kedelapan orang didalam lonceng tengah dincincang hingga tubuh mereka terpotong-potong.


Sampai akhirnya diledakan menjadi kabut darah.


Kejadian tersebut hanya berlangsung selama beberapa saat saja, sebelum lonceng hitam tersebut menghilang dan tidak ada nampak satu helai pakaianpun dari delapan orang sebelumnya yang terkurung didalam lonceng tersebut.


Meng Tian yang melihat itu begitu kaget dan sesaat kemudian rasa marah muncul dari dalam dirinya "sialan! siapa yang menyerang secara diam-diam ini, keluar!!" teriaknya.


Swush.


Ming Can berada disamping Liuren dan memeluk pinggangnya, membuat Liuren tersentak kaget dengan kelakukan tuannya tersebut.


"Kau pria bodoh darimana?!" teriak Meng Tian.


"Hahahah, aku adalah pemilik dari Liuren" ucap Ming Can tak kalah arogant.


"Apa yang kau lakukan bajingan bodoh!!" teriak marah Meng Tian saat mendengar perkataan dari Ming Can.


Liuren sendiri mukanya bersemu merah merona sekarang ini, karena rasa malu dan senang juga pada saat yang bersamaan.


"Cepat lepaskan lenganmu dari wanita milikku itu!!" teriak Meng Tian meraung marah.


Ming Can menyunggingkan senyum penuh kemenangan, dan menarik tubuh Liuren agar menempel dan melekat dengan tubuhnya sendiri.


"Kau bajingan hentikan itu!!!" teriak Meng Tian meraung marah.


Ming Can menarik tengkuk wajah Liuren, kemudian mengecup bibirnya perlahan demi perlahan sampai berubah menjadi sebuah *******.


Liuren yang awalnya kaget dan tersentak, perlahan demi perlahan mulai menerima dan menikmati permainan sang majikan Ming Can.


"BAJINGAN" teriak marah Meng Tian sambil melesat maju kearah Ming Can yang masih setia menikmati ******* bibirnya pada Liuren sekarang.


Bahkan ketika melihat kedatangan Meng Tian sendiripun, hanya menggunakan lonceng hitam untuk mengurung dirinya.


Lalu lonceng hitam tersebut mengeluarkan serangan lanjutannya, berupa pasukan pembunuh bayangan.


Sampai selesai mengurus Meng Tian, sekarang ini Ming Can menghilangkan teknik lonceng hitamnya.


Lalu Ming Can masih menikmati percumbuan yang dirinya lakukan sekarang dengan Liuren, Ming Can mengankak tubuh Liuren ala tuan putri tanpa melepas percumbuan bibir yang dirinya lakukan.


Ming Can membawa Liuren masuk kedalam rumah dan masuk kedalam kamar, dengan Liuren yang terbaring dibawah kungkungan dirinya diatas tempat tidur sekarang ini.


Liuren nampak tidak menunjukan perlawanan sama sekali, hanya menikmati permainan yang sedang dilakukan mereka saja.


Ming Can segera melepas ciuman barusan, lalu melirik kearah Liuren terengah-engah kehabisan oksigen.


Ming Can mengelus pipi Liuren dengan lembut.


"Maaf, aku kelewatan dan hampir melanggar dirimu" ucap Ming Can.


"Huft....Hah....Huft.....saya siap jika anda mau" ucap Liuren.


Ming Ca meyingkir dari atas tubuh Liuren dan duduk ditepi ranjang.


"Aku tidak bisa lakukan itu, karena kau masihla bukan miliku sepenuhnya" ucap Ming Can.


Grep!


Liuren memeluk tubuh Ming Can dari belakang, dan berkata dengan lembut "saya mau jika anda mau melakukannya dengan saya, walau hanya sebagai nafsu semata dan sesaat saja"


"Tidak boleh, kau harus menemukan pria yang kau cintai dan orang yang pantas untuk menerima mahkota mu" ucap Ming Can.


"Sekarang rapihkan penampilanmu, dan lanjutkan pekerjaanmu yang aku minta" ucap Ming Can sebelum pergi dari dalam kamar.


"Saya mengerti tuan, mohon maaf atas kelancangan saya sebelumnya" ucap Liuren.


"Itu bukanlah salahmu, jadi jangan merasa bersalah begitu" ucap Ming Can.


Ming Can segera pergi dari dalam kamar tersebut.


...


Saat ini Ming Can tengah berada didalam kamar sedang membuat pill.


Proses pembuatan pill dapat dengan mudah dilakukan olehnya, sampai berhasil membuat tiga buah pill dengan tingkatan yang tidak biasa.


"Aku bisa konsumsi satu, dan sisanya aku berikan pada Liuren dengan Xingtian"


"Nmun aku juga perlu untuk membuat pill bagi 7 pernata"


Ming Can mulai mengkonsumsi satu pill yang telah dirinya buat barusan, lalu memulai proses penyerapan khasiat pill yang dirinya tengah makan barusan.


Proses penyerapan khasiat pill berlangsung selama satu hari penuh dengan terdengar bunyi ledakan teredam dalam tubuh Ming Can, menandakan bahwa dirinya telah menerobos batasan kultivasi menuju tingkatan berikutnya.


Dan proses penerobosan kultivasi tersebut entah sudah berapa kali Ming Can rasakan sampai akhirnya semua khasiat pill sudah terserap habis.


Selesai dengan menyetabilkan pondasi kultivasinya, Ming Can membuka mata dan merasakan peningkatan yang dirinya rasakan dan alami sekarang.


"Kaisar 5"


Ming Can menyunggingkan senyuman diwajah tampannya.


"Tinggal berikan dua pill sisanya pada mereka"


Ming Can keluar dari dalam kamar dan menemui Xingtian dengan Liuren yang berada didepan pintu menyambut dirinya.


"Selamat karena telah mengalami penerobosan kultivasi, tuan muda"


Sambut keduanya di depan pintu kamar Ming Can.


"Terimakasih, kalian berdua ambil masing-masing satu dan segera konsumsi" perintah Ming Can sambil memberikan dua pill ditangannya.


Xingtian dengan Liuren langsung menerima masing-masing satu pill, dan mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih" ucap keduanya.


"Segera konsumsi" ucap Ming Can meberikan perintah.


"Baik" jawab keduanya.


Mereka berdua pergi, sementara Ming Can memilih untuk mandi di belakang.


.....


Saat sedang mandi, dan berendam dengan nyaman didalam air untuk menyegarkan badannya.


Tiba-tiba datang 7 permata yang langsung bergabung mandi dengan Ming Can.


Ming Can merasakan ada yang masuk kedalam air dan tengah mendekat kearahnya, maka dari itu Ming Can yang sedang menutup mata menjadi membuka mata untuk melihat siapa yang datang.


"Kalian!" ucap Ming Can kaget karena melihat kedatangan 7 permata yang bergabung kedalam air.


"Tuan, kami ingin melayani anda" ucap Zu.


"Bukanya aku sudah bilang bahwa kalian tidak perlu melakukan hal seperti ini?" tanya Ming Can.


"Kami tetap ingin melakukan kewajiban kami sebagai budak anda, untuk selalu melayani diri anda" jawab Qin.


"Huft.....kalau begitu cukup temani diriku mandi saja, tidak lebih dan tidak kurang" ucap Ming Can.


"Baik!" jawab mereka antusias sekali.


Akhirnya kegiatan mandi itu selesai dengan penuh godaan bagi Ming Can, namun semua iti dianggapnya sebagai cobaan.


.....


Selesai mandi, Ming Can bersama 7 permata sedang mengobrol bersama diruangan tengah.


"Kalian tidak ada keinginan untuk melakukan sesuatu begitu?" tanya Ming Can.


"Tidak, kami hanya ingin selalu dekat dengan tuan saja" jawab Zu.


"Huft.....Baiklah, sekarang kalian berkultivasilah terlebih dahulu" ucap Ming Can sambil beranjak berdiri.


"Tuan mau kemana?" tanya Lian.


"Keluar sebentar, untuk olahraga" jawab Ming Can.


"Hati-hati tuan" jawab Mei.


Ming Can tersenyum dan kemudian mendekati 7 permata satu persatu dan memberikan kecupan singkat di bibir manis dan menggoda mereka semua.


"Aku pergi dulu, kalian jangan lupakan tugas yang aku berikan sebelumnya"


Ming Can segera pergi menuju keramaian kota, tujuan dirinya pergi menuju kota adalah untuk membereskan seluruh orang di keluarga Meng.


Namun sebelum membereskan mereka semua, Ming Can harus memiliki cukup bukti kejahatan dari orang-orang keluarga meng yang sebenarnya.


"Aku akan memata-matai keluarga Meg terlebih dahulu"


Ming Can bergerak masuk kedalam kediaman keluarga Meng, kemudian dengan kemampuan seorang tingkat Kaisar 5 akan dengan mudah dirinya keluar masuk kediaman Meng tanpa diketahui siapapun.


Ming Can selama seharian, terus demi terus memata-matai kelakukan semua anggota keluarga Meng.


Hingga mata kepalanya sendiri bisa menangkap segala kelakuan dan pergerakan yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga Meng di dalam rumah mereka sendiri.


Banyak hal yang terjadi, dimulai dari pemerasan pada warga sekitar secara terang-terangan dan bahkan sampai kasus pelecehan seksual yang dilakukan orang-orang keluarga Meng ini.


"Mereka semua memang orang-orang kejam dan tidak berperasaan sekali"


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.