
Ming Can saat ini tengah melakukan perjalanan entah menuju ke tempat seperti apa, yang pasti dirinya menempuh arah timur dari tempat sebelumnya.
Mu Haiji berada disamping dirinya dengan tenng dan diam.
"Apakah kau punca cerita penghibur guru?" ucap Ming Can secara tiba-tiba.
"Cerita?" tanya Mu Haiji.
"Benar, apa saja"
"Karena aku butuh sebuah hiburan untuk perjalanan ini" ucap Ming Can.
"Dulu, ada sepasang kekasih yang sangat ditentang hubungannya oleh kedua keluarga mereka"
"Karena dasar cinta, mereka memilih untuk keluar dari dalam keluarga masing-masing dan melakukan perjalanan berdua dengan landasan tekad" ucap Mu Haiji.
"Lalu, apa yang terjadi pada mereka?" tanya Ming Can.
"Mereka saat itu masihlah lemah, dan sialnya bertemu dengan sekelompok bandit yang kuat dan merepotkan" ucap Mu Haiji.
"Dan?" tanya Ming Can saat sang guru berhenti bercerita.
"Mereka bertempur sebisa mereka dan sekuat tenaga yang mereka punya, sampai berhasil lolos karena aku datang menyelamatkan mereka" ucap Mu Haiji.
"Sombong" ucap Ming Can mengejek.
"Kau ini, diam dan dengarkanlah" ucap Mu Haiji.
"Baiklah" jawab Ming Can.
Mu Haiji kembali melanjutkan ceritanya.
"Setelah aku berhasil menolong mereka, akupun membimbing mereka berdua dalam jalur kultivasi yang aku sarankan untuk mereka berdua"
"Mereka tidak menolak, dan saat itu aku menyuruh mereka melakukan sebuah teknik kultivasi ganda yang secara tidak sengaja aku temukan dulu"
"Hasilnya sangat hebat dan diluar perkiraan diriku, bahkan pada akhirnya mereka berhasil membuat sebuah sekte mereka sendiri" ucap Mu Haiji.
"Hebat sekali, sepertinya pelatihan dan arahan yang kau berikan benar-benar berhasil dan bisa diterima dengan baik oleh kedua orang tersebut" ucap Ming Can menilai.
"Kau bisa menebak sekte apa yang mereka bangun?" tanya Mu Haiji.
"Tidak, memangnya sekte apa?" tanya Ming Can tanpa ada pikiran menebak apapun di kepalanya.
"Sekte Pedang Langit" ucap Mu Haiji.
Seketika Ming Can yang sedang bergerak mendadak berhenti dan menatap kearah Mu Haiji dengan tidak percaya.
"Bukankah sekte pedang langit merupakan sekte besar dalam wilayah kekaisaran Chiyue?" tanya Ming Can.
"Benar, dan aku tidak tahu seperti apa sekarang ini kondisi sekte tersebut" ucap Mu Haiji.
Mereka kembali bergerak, dan melanjutkan obrolan kembali.
"Aku tidak disangka ada hal seperti itu" ucap Ming Can.
"Takdir tidak ada yang tahu, bahkan aku tidak menyangka bahwa kau berhasil menghidupkan kembali diriku yang sudah mati sejak lama" ucap Mu Haiji.
Saat sedang bergerak, mereka merasakan ada sebuah gelombang energi berat yang begitu kuat terasa dari arah depan.
Mereka berdua saling melirik dan menganggukan kepala secara bersamaan, sebelum akhirnya mereka bergerak lebih cepat lagi kearah depan.
... ......
Saat sampai di lokasi aura berat yang dirasakan sebelumnya.
Ming Can dengan Mu Haiji dapat melihat seekor monster tingkat 8 tengah bertarung dengan monster tingkat 8 lainnya.
"Ini menarik, jika salah satu diantara kedua hewan itu mati akan ada sebuah hal bagus yang bisa kau dapatkan" ucap Mu Haiji.
"Inti monster" ucap Ming Can.
Mu Haiji menganggukan kepalanya dan berkata "benar, gunakan dengan sebaik mungkin jikalau ada kesempatan seperti itu"
Ming Can dengan Mu Haiji hanya memperhatikan dari kejauhan saja, untuk menyaksikan pertarungan antara kedua monster tingkat tinggi tersebut.
Kedua monster tingkat tinggi itu saling serang dan bertahan dari serangan lawan mereka masing-masing.
Saat sedang asik menyaksikan jalannya pertempuran kedua monster tingkat tinggi tersebut, malah ada sebuah kejadian berbahaya terjadi.
Dari atas langit nampak ada sebuah batu menyala dengan api disekelilingnya turun kebawah dengan cepat.
Mu Haiji yang sadar akan kedatangan sebuah serangan berbahaya tersebut segera membawa Ming Ca pergi menjauh dari sana sampai mencapai jarak aman.
Wush!
Setelah menghilang dari tempat sebelumnya berdiam diri, Ming Can bertanya "kenapa guru membawaku pergi dari sana?"
"Ada sesuatu yang membahayakan nyawa kita" ucap Mu Haiji.
Ming Can mengerutkan keningnya dan bertanya "apa hal berbahaya itu, sampai-sampai seorang supreme saja waspada"
Mu Haiji tidak menjawab dengan kata-kata, namun dirinya menunjuk kearah tempat mereka berada sebelumnya.
Ming Can melihat arah yang ditunjuk, sebelum akhirnya terkejut dengan apa yang dirinya lihat.
Sebuah batu besar yang menyala dengan api disekelilingnya jatuh dari langit dengan cepat dan menghantam tanah tanpa ada hambatan sedikitpun.
Boom!
Boom!
Ledakan kuat terdengar oleh Ming Can dan Mu Haiji, bahkan getaran yang mereka rasakan benar-benar kuat sekali.
Sampai beberapa saat berlalu barulah tenang kembali, dan terlihat oleh Ming Can bahwa tempat sekitar mereka berada sebelumnya telah berubah menjadi sebuah kawah.
Dua monster tingkat tinggi sebelumnya juga terbunuh oleh ledakans barusan yang mengejutkan.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ming Can penasaran.
"Ada seorang yang dengan sengaja menyerang kedua monster tingkat tinggi sebelumnya" ucap Mu Haiji serius.
Ming Can tahu sekarang adalah masa untuk serius, jadi dirinya segera mengeluarkan pedangnya dan bersikap siaga.
"Berapa banyak?" tanya Ming Can.
"Lima orang, da serangan barusan adalah serangan gabungan dari teknik tingkat tinggi" jawab Mu Haiji.
"Dimana?" tanya Ming Can.
"Tepat diatas tempat kita berada sebelumnya" ucap Mu Haiji.
Ming Can berangguk paham dan kemudian dirinya mempersiapkan diri jikalau ada serangan mendadak ataupun terjadi sebuah pertempuran tiba-tiba yang harus dirinya hadapi.
Dapat Mu Haiji rasakan kelima orang sebelumnya telah pergi dari lokasi sebelumnya.
"Mereka sudah pergi" ucap Mu Haiji.
"Huft....benar-benar membuat tegang" ucap Ming Can.
"Kelima orang sebelumya memiliki kultivasi yang lebih lemah dari diriku, namun yang berbahaya dari mereka berlima adalah serangan gabungan yang mereka miliki" ucap Mu Haiji.
"Apakah kita lebih baik pergi saja dari sini?" tanya Ming Can.
"Periksa terlebih dahulu lokasi sebelumnya" ucap Mu Haiji.
"Baiklah" jawab Ming Can.
Setelah kembali mendatangi lokasi sebelumnya yang menjadi area pertempuran kedua monster tigkat 8, Ming Can dan Mu Haiji menemukan dua inti monster yang masih utuh dan dalam kondisi baik-baik saja.
"Kita beruntung bisa mendapatkan dua inti monster tingkat tinggi ini" ucap Mu Haiji.
"Benar, dengan dua inti monster ini aku bisa membuat hal yang lebih hebat lagi" ucap Ming Can.
"Segera simpan, dan kita lekas pergi dari tempat ini" ucap Mu Haiji.
"Baik" jawab Ming Can setelah menyimpan kedua inti monster tingkat 8 tersebut kedalam cincin spatial milikya.
Kemudian mereka segera pergi dari sana.
... ........
Sekarang Ming Can dengan Mu Haiji sedang berada didalam sebuah banguna reruntuhan bekas kuil.
"Aku merasa ada sesuatu disini, namun tidak tahu apa itu?" ucap Mu Haiji.
"Akupun merasakan hal yang sama, dan membuatku jadi penasaran" ucap Ming Can menimpali perkataan dari Mu Haiji.
"Kita harus memeriksa semua ruangan dan tempat di reruntuhan kuil ini" ucap Mu Haiji.
Ming Can dengan Mu Haiji pada akhirnya melakukan kegiatan penjelajahan didalam bangunan rerutuhan kuil tersebut.
Sampai setelah beberapa waktu berlalu, mereka sampai kembali di tempat awal mereka masuk kedalam bangunan reruntuhan kuil.
"Tidak ada hal aneha atau spesial" ucap Ming Can.
"Benar, namun coba lihat dibawah kaki mu" ucap Mu Haiji.
Ming Can melihat kearah dirinya berpijak, dan mendapati sebuah ukiran-ukiran tulisan kuno diatas lantai batu.
"Benar, jika tidak ada pada dinding maka ada pada lantai" ucap Ming Can.
Ming can meyingkir dari tempat dirinya berdiri dan kemudian melihat area lantai sekitar, begitupun dengan Mu Haiji.
Setelah diperhatikan selama beberapa saat, akhirnya mereka dapat menyimpulkan bahwa ada sesuatu dengan pola tulisan kuno yang tertera pada lantai.
"Bagaimana jika kita coba salurkan energi dalam kita pada bagian tegah pola-pola tulisan di atas lantai ini?" saran Ming Can.
"Kalau begitu, kau yang lakukan" ucap Mu Haiji.
Ming Can kemudian melakukan apa yang dirinya katakan sampai setelah dilakukan, tidak ada reaksi apapun selama sesaat sebelum akhirnya terasa sebuah getaran kecil.
Ming Can dan Mu Haiji tersenyum.
"Ini adalah sebuah kejutan" ucap Mu Haiji.
"Benar, sebuah reruntuhan kuno seperti ini selalu saja terdapat sebuah peninggalan dan harta" ucap Ming Can.
"Namun tetap waspada da berhati-hatilah" ucap Mu Haiji.
Begitu getaran kecil hilang dan tidak terasakan kembali, sekarag tulisan-tulisan kuno yang terukir diatas lantai tersebut secara perlahan-lahan bersinar.
Sampai benar-benar bersinar terang, dan terbukalah sebuah jalan menuju kebawah tanah.
"Ayo kita masuk kedalam" ucap Mu Haiji.
"Baik" jawab Ming Can.
Mereka kemudian masuk kedalam ruangan bawah tanah tersebut, sampai pada bagian dasar.
...
...
...
...
Ming Can dengan Mu Haiji sudah mencapai bagian dasar dari jalan menurun kebawah yang mereka lalui sebelumnya.
"Apakah kau tida tahu sama sekali soal reruntuhan pelangi ini guru?" tanya Ming Can.
"Tidak, aku malah baru dengar" ucap Mu Haiji.
"Itu berarti bisa saja reruntuhan ini muncul atau ditemukan setelah kau meninggal guru" ucap Ming Can pada Mu Haiji.
"Mungkin saja" jawab Mu Haiji.
Sekarang ini mereka berjalan lurus mengikuti satu jalan lorong agak gelap yang ada, dan hanta diterangi sebuah pencahayaan dari batu bersinar yang ada pada dinding yang menempel.
"Jika yang kita temukan adalah peti mati, maka kita beruntung" ucap Mu Haiji.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Ming Can.
"Itu artinya tempat ini adalah makan salah seorang kultivator kuat dan sudah pasti memiliki banyak harta pada cincin spatial yang dirinya simpan juga didalam peti matinya" jelas Mu Haiji.
"Jika yang kita temukan hal lain?" tanya Ming Can.
"Itu berarti kita harus bersiap akan segala kemungkinan yang ada, dan harus siap menghadapi segala tantangan yang ada" ucap Mu Haiji memberikan pengarahan.
"Baiklah" jawab Ming Can santai.
Terus dan terus mereka berjalan menyusuri lorong dengan pencahayaan agak gelap tersebut, sampai menemukan sebuah ruangan besar dan terdapat sebuah peti ditengah ruangan yang disimpan diatas altar.
"Kita beruntug" ucap Mu Haiji.
Ming Can hanya tersenyum dan berangguk.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.