
Butuh waktu sekitar satu batang dupa untuk mereka bisa sampai di makam dragonoid dengan kecepatan tempuh yang cepat mereka lakukan.
"Tempat yang terlihat menyeramkan sekali" ucap yun mei agak gemetar tubuhnya melihat tempat pemakaman yang terlihat berkabut dan ditambah pohon-pohon tua yang kering di area sekitar.
Tempat yang sunyi menambahkan kesan angker pada tempat tersebut di mata yun mei sekarang.
"Jangan ada yang masuk terlebih dahulu" ucap ming can.
Semuanya melirik kearah ming can meminta penjelasan.
"Kalian coba lihat burung gagak yang ada dipepohonan itu" ucap ming can pada mereka semua.
Memang terlihat ada banyak burung gagak disana, namun seperti sedang memejamkan mata atau bahkan bisa dibilang mereka sedang tertidur saat ini.
"Ketika masuk nanti, jangan ada yang membuat keributan secara bodoh" ucap ming can memperingati mereka semua.
"Kenapa?" tanya yu tianlang.
"Ketika kau heboh sedikit saja dan membangunkan mereka semua yang sedang tidur tersebut, maka bersiaplah mengantarkan nyawamu" ucap ming can.
"Sekuat itukah burung-burung gagak ini?" tanya yu tianlang agak getir.
"Iya, namun dibalik itu ada harta berharga yang tersimpan di tempat ini" jawab ming can sambil menunjuk sebuah bebatuan terdekat yang terlihat bersinar.
"Batu apa itu?" tanya yun mei.
"Itu adalah batu yang aku maksud sebagai material hebat dan bagus sebelumnya, yang bisa kita gunakan untuk menempah sesuatu dan membuat sesuatu dari bahan tersebut" jawab ming can.
"Apa nama untuk batu itu?" tanya yu tianlang penasaran.
"Itu adalah batu azura dragon, konon katanya itu terbentuk karena aura naga yang ada disini bercampur dengan aura dingin yang ada di sini" ucap ming can menjelaskan.
"Jadi berhati-hatilah saat kalian masuk kedalam, 7 permata kalian akan berjaga disini" ucap ming can menjelaskan sambil memberi perintah pada 7 permata untuk berjaga di luar makan.
"Baiklah" jawab 7 anggota permata.
Ketiga orang tersebut kemudian masuk kedalam area reruntuhan makam dragonoid bersama, mereka berjalan dengan penuh kehati-hatian dan teliti.
Karena mereka tidak mau mati konyol akibat diserang para burung gagak disini.
"Kalian segera ambil batu yang kalian butuhkan untuk dibuat sebagai apapun itu, dan kita akan berpencar sebelum nantinya berkumpul kembali disini" ucap ming can sambil berbisik.
"Ok" jawab yun mei dan yu tianlang.
Ketiganya berpisah arah untuk melakukan pencarian batu azura dragon yang mereka ingin dan butuhkan sebagai kebutuhan pribadi.
Ming can sendiri berjalan lurus kedepan, sedangkan yun mei ambil arah sebelah kiri dan yu tianlang ambil arah sebelah kanan dari wilayah makam dragonoid sekarang ini.
Ming can terus berjalan tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun didalam hatinya.
"Aku bisa gunakan batu azura dragon sebagai bahan untuk membuat armor dan pedang bagi 7 permata, sekaligus untuk aku simpan jikalau dibutuhkan nantinya" gumam ming can didalam pikirannya.
Hingga dirinya sampai didepan sebuah mulut gua yang cukup gelap dan minim penerangan, ming can masuk kedalam dengan berhati-hati secara penuh.
Mata ming can berbinar saat melihat ada bongkahan besar batu azura dragon dihadapan dirinya sekarang, namun tidak semudah itu untuk membawanya.
"Ada 10 ekor gagak didepan sana, jika aku mendekat lagi maka dipastikan mereka akan bangun karena kehadiranku yang mereka dapat rasakan dengan jarak sedekat itu nantinya"
Namun ming can ingat dengan sebuah teknik yang pernah dia pelajari dari salah satu buku dalam lemari ilmu didalam ruangan kerja sang supreme cultivation.
"Lonceng Hitam"
Ming can melihat dihadapannya mucul sebuah lonceng hitan yang berukuran besar yang langsung mengurung 10 ekor burung gagak tersebut didalam lonceng itu.
"Desiran pembunuh"
Ming can mengucapkan teknik lanjutan dari lonceng hitam, dimana teknik desiran pembunuh ini akan memberikan sebuah serangan bunyi yang begitu kuat dan keras sampai bisa membunuh orang yang terperangkap didalam lonceng hitam tersebut.
Namun uniknya, suara didalam lonceng yang berasal dari teknik desiran pembunuh tidak akan terdengar keluar.
Setelah berlalunya waktu sebentar saja dalam sekejap mata, ming can melepaskan teknik desiran pembunuh dan lonceng hitam milik dirinya yang digunakan untuk mengurung 10 ekor burung gagak sebelumnya.
Terlihat oleh ming can ketika lonceng hitam sudah dihilangkan oleh dirinya, bahwa 10 ekor gagak hitam sebelumnya telah mati tidak bernyawa lagi.
"Teknik lonceng hitam memang memiliki tingkatan yang lebih tinggi satu tingkat dibandingkan tebasan 10 arah miliku"
Ming can segera berjalan mendekat dan kemudian menyimpan batu azura dragon yang berukuran sebesar bola tersebut kedalam cincin spatialnya dalam jumlah banyak, sebab batu-batu azura dragon itu terlihat banyak sampai menggunung dan terlihat besar dari kejauhan.
Setelah semua batu azura dragon didalam gua tersebut habis diambil oleh ming can, dirinya segera keluar dari dalam gua dan menuju titik kumpul sebelumnya yang sudah ditentukan.
Nyatanya dua orang itu sudah sampai disana terlebih dahulu sebelum dirinya.
"Maaf membuat kalian menunggu lama" ucap ming can yang baru datang.
"Kami juga belum lama sampai disini saudara ming" jawab yu tianlang.
"Baguslah, ayo kita keluar dari dalam kawasan makam terlebih dahulu" ucap ming can.
"Baik" jawab keduanya dan mengikuti ming can berjalan keluar dari dalam kawasan makam dragonoid.
.......
Diluar kawasan makam dragonoid, mereka tegah berkumpul dan membahas pendapatan mereka dari makam dragonoid barusan.
"Dapat berapa banyak kamu ming?" tanya yun mei.
"Cuku banyak" jawab ming can santai.
"Kalau kamu sendiri?" tanya yu tianlang.
"Dapat empat batu dengan seukuran bola kecil" jawab yun mei jujur.
"Aku sendiri dapat dua batu seukuran bola besar" jawab yu tianlang jujur.
"Apakah sedari tadi tidak ada tanda-tanda orang atau pergerakan apapun disekitar sini 7 permata?" tanya ming can.
"Tidak ada, semua senyap dan seperti tidak ada kehidupan sama sekali" jawab zu dengan jujur.
"Kita akan pergi ketempat berikutnya" ucap ming can.
"Kemana?" tanya yun mei.
"Sungai beingsa" ucap ming can.
"Tempat macam apa lagi itu?" tanya yu tianlang sambil bergerak mengikuti ming can dan yang lainnya menuju lokasi yang dimaksudkan selanjutnya.
"Itu hanya sungai biasa" jawab ming can.
"Karena ditepi sungai tersebut tumbuh krisan es,teratai emas juga jamur ganoderma" jawab ming can.
"Waah bukankah itu bahan langka" jawab yu tianlang antusias.
"Itu memang bahan langka di kota seperti skala menengah, namun tidak dengan kota skala besar dan ibukota" jawab ming can.
"Walau begitu aku tetap semangat untuk mendapatkannya" jawab yun mei.
Pergerakan mereka makin dipercepat untuk segera sampai di lokasi yang dituju, yaitu sungai beingsa.
Satu batang dupa berlalu.............
Ming can sudah berada di sungai beingsa bersama dengan yang lainnya, terlihat memang aliran air sungai dan air nya itu sendiri biasa saja tidak ada yang spesial sama sekali.
Namun pada bagian tebing yang terdapat air terjun malah terlihat banyak sekali tanaman-tanaman langka yang disebutkan ming can sebelumnya.
"Saudara ming benar, memang banyak sekali tanaman-tanaman langka yang disebutkan sebelumnya di tebing tersebut" ucap yu tianlang.
"Kalau begitu ayo kita ambil, tunggu apa lagi?" ucap yun mei bertanya pada ming can yang terlihat diam saja menatap kearah air terjun.
"Ada monster penjaga yang setara dengan kultivator langit 5" ucap ming can tiba-tiba.
Deg!
"Dimana?" tanya yun mei sontak begitu mendengar perkataan ming can barusan soal monster penjaga disini.
"Dibalik air terjun" jawab ming can.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya yu tianlang yang sudah siap dengan pedangnya, begitupun yun mei yang sudah bersiap dengan pedangnya sekarang ini.
"Jika memang ingin mengambilnya, maka haruslah mengalahkan monster penjaga itu terlebih dahulu" ucap ming can santai.
"Tapi itu setara kultivator tingkat langit 5 loh ming" ucap yun mei.
"Aku tahu, kalian mundur saja bersama dengan 7 pertama kebelakang untuk bersembunyi sebentar sekarang ini" ucap ming can memberikan perintah.
"Baiklah, maaf tidak bisa banyak membantu" jawab yu tianlang yang memang tahu diri dan batas kemampuannya sendiri.
"Kau harus berhati-hati ming" ucap yun mei sebelum pergi dari sana.
Akhirnya setelah mereka pergi dan meninggalkan dirinya seorang diri didekat air terjun tersebut, sekarang ming can mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin spatial.
Setelah pedang digenggam dalam tangan, ming can mengambil satu batu krikil dan dilemparkan dengan keras menuju balik air terjun dengan bantuan energi dalam.
Wussh.
Batu melesat dan sampai pada sasaran target dengan tepat.
Suasana hening sesaat......, sebelum munculnya sebuah ular besar dari balik air terjun dengan cepat menerjang kearah ming can yang berdiri dengan senyuman yang tipis.
Melihat targetnya berhasil terpancing keluar sarang, ming can tersenyum tipis dibibirnya dan memggunakan teknik yang dia miliki.
"Tebasan 10 arah"
Entah musuhnya yang lemah, atau memang ming can mengeluarkan serangan yang begitu dasyat.
Monster ular itu yang setara kultivator tahap langit 5 mati dengan tercincang begitu saja tubuhnya dihadapan ming can.
Slash.
Slash.
Slash.
Slash.
...
Tubuh ular tersebut sudah tergeletak tidak bernyawa dihadapan ming can sekarang ini.
"Tuan ambil inti monsternya untuk diriku makan" ucap telepati kyubi dari kepalanya.
Ming can melakukan hal yang diminta kyubi dengan mudah dan menyimpan inti monster tersebut kedalam cincin spatial dirinya.
"Kalian keluarlah sekarang, sudah aman" ucap ming can sambil menyimpan pedang miliknya kedalam cincin spatial.
Setelah diberi tanda bahwa sudah aman, mereka semua langsung mendekati ming can dan berkata dengan semangat untuk memujinya.
"Sudahlah, hentikan pujian kalian semua"
"Ayo kita ambil incaran kita" ucap ming can sambil bergerak keatas tebing untuk mengambil tanaman-tanaman langka tersebut dari sana dan disimpan kedalam cincin spatial.
...........
Selesai dengan kegiatan pengumpulan tanaman-tanaman langka barusan, ming can dengan kelompoknya masih berada disungai tersebut.
"Kita akan pergi kemana lagi ming?" tanya yun mei.
"Kalian tidak ingin mandi terlebih dahulu?" tanya ming can menawarkan.
"Ide bagus, aku juga belum mandi dari kemarin" ucap yu tianlang.
"Disana ada sebuah batu melingkar, dan ditengah batu tersebut ada air yang menggenang dan cukup luas untuk digunakan mandi" jelas ming can.
"Kalau begitu kalian gunakan yang sebelah kanan, aku dengan tianlang gunakan sebelah kiri" ucap ming can.
"Ok!" jawab mereka antusias sekali.
"Tuan boleh kami bicara sebentar" ucap zu.
"Kalau begitu pergilah mandi terlebih dahulu kalian" ucap ming can pada yun mei dan yu tianlang.
Setelah yun mei dan yu tianlang pergi, ming can dengan 7 permata berbicara bersama di tepi sungai situ.
"Apa ada yang kalian butuhkan?" tanya ming can.
"I-tu apakah......" ucapan zu mendadak berhenti dan tidak dilanjutkan olehnya sekarang begitu saja.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.