
Dalam sebuah kedai makan dan minum, Ming Can dengan kelompoknya tengah asik makan dan minum sambil mengobrol.
"Bagaimana kalau kita mengenalkan diri lebih dekat lagi?" ucul Yunshan.
"Kalau begitu dimulai dari pak ketua sendiri" jawab Linzhi.
"Baiklah"
"Nama Yunshan, 22 tahun dan berasal dari kota Tian" ucapnya memperkenalkan diri.
"Jomblo?" tanya Gumin.
"Boleh tidak jawab?" tanya balik Yunshan.
"Wajib" jawab semuanya.
"Hahaha, aku jomblo" jawab Yunshan.
"Kemudian giliranku"
"Namaku Linzhi, 22 tahun dan berasal dari kota Liutian. Jomblo" ucap Linzhi memperkenalkan dirinya.
"Namaku Liuya, 22 tahun dan berasal dari kota Liutian seperti Linzhi dan masih belum ada pasangan" ucapnya.
"Namaku Yuziu, 22 tahun dan berasal dari kota Shito. Jomblo"
"Namaku Guxi, 22 tahun berasal dari desa kecil didekat kota Shito. Jomblo"
"Namaku Gumin, 22 tahun berasal dari desa yang sama dengan Guxi dan belum ada pasangan"
"Namaku Yuniu, 20 tahun dan adik dari Yunshan"
"Namaku Liozi, 20 tahun berasal dari kota yang sama dengan Yunshan. Jomblo"
"Namaku Xi, 21 tahun berasal dari kota Angin Laut. Masih belum ada pasangan"
"Namaku Ming, 20 tahun berasal dari desa kecil didekat kota Air Hitam"
"Hei Ming, sudah ada pasangan?" tanya Yuziu.
"Belum" jawab Ming.
"Berarti aku bisa deketin kamu" ucap Liuya.
"Ming adalah miliku" jawab Yuziu.
"Sudahlah, jangan bertengkar soal hal sepele begitu"
"Kita lebih baik makan dan minum, untuk mengisi tenaga kita kembali" ucap Yunshan menengahi.
"Yunshan benar, aku sudah lapar" sahut Guxi.
Pelayan datang menghampiri meja tempat mereka duduk, dan menanyakan pesanan yang diinginkan mereka semua.
Setelah semua orang memesan makanan dan minuman, pelayan segera pamit undur diri untuk menyiapak pesanan mereka semua.
Selagi menunggu pesanan tiba, Ming Can merasakan ada yang selalu memperhatikan mereka semua.
"Apakah kalian menyadarinya?" tanya Ming Can pada mereka semua dengan suara rendah.
Yunshan dengan yang lainnya menatap kearah Ming Can.
"Aku merasakan ada yang selalu memperhatikan kita sedari tadi" ucap Ming Can.
"Aku tidak merasakan apapun" jawab yang lain.
"Ming Can benar, aku juga merasakan secara samar-samar ada yang memperhatikan kita semua disini" ucap Yunshan.
"Kita harus waspada dan hati-hati, jangan lupa untuk saling menjaga satu sama lainnya" ucap Ming Can.
Yuziu dan Liuya yang kebetulan duduk disebalah kanan dan kiri Ming Can segera menempel pada Ming Can, sambil memeluk lengan Ming Can.
"Kalian ini....." ucap Ming Can.
"Aku hanya merasa akan lebih aman dan nyaman berada di dekatmu" ucap Liuya.
"Akupun begitu" ucap Yuziu.
"Sigh.....beruntung sekali dirimu Ming, bisa menggaet dua perempuan begitu" timpal Gumin.
"Hahaha, benar kata Gumin bahwa kau memang beruntung bisa mendapatkan simpati kedua wanita ini" tambah Yuniu.
Mereka lanjut mengobrol sampai makanan pesanan mereka telah tiba, namun ada sesuatu yang tidak beres disadari oleh Ming Can.
Dimulai dari pelanggan restoran yang mulai berkurang drastis satu demi satu dari yang semula ramai hingga tersisa mereka dan beberapa orang wajah garang.
Kemudian Ming Can menyadari ada yang tidak beres dari makanan dan minuman yang mereka pesan sekarang ini.
Begitu pelayan selesai menyajikan makanan dan minuman, pelayan tersebut undur diri dari sana meninggalkan Ming Can dengan kawan-kawannya yang lain.
"Semuanya, aku ingin kalian memakan pill ini terlebih dahulu sebelum makan dan minum" ucap Ming Can sambil menyerahkan satu botol pill obat.
"Apa itu?" tanya Xi.
"Makan saja, kalian akan kuberitahu nanti alasannya" ucap Ming Can.
Mereka semua memakan masing-masing satu butir pill yang diberikan oleh Ming Can, setelah itu barulah menyantap makanan dan meneguk minuman yang dipesan.
Sampai semua selesai makan.
.....
"Setelah ini masih ada waktu sebelum kompetisi, jadi ikuti aku dulu" ucap Ming Can.
"Baiklah" jawab mereka semua.
Selesai bayar pesanan, mereka semua pergi keluar dari dalam restoran dan mengikuti Ming Can yang mengarahkan mereka menuju lokasi yang sepi.
.....
Saat sudah sampai di lokasi yang sepi dan dipinggiran kota, Ming Can berhenti melangkah dan begitupun dengan mereka.
"Kalian jangan sembunyi terus-menerus, keluarlah!" ucap Ming Can dengan lantang dan agak keras.
?
Semua teman-teman Ming Can dibuat kaget dan heran dengan tindakan dari Ming Can sekarang ini.
"Sau-" belum sempat Yunshan menyelesaikan perkataannya, ada sebuah serangan datang dari arah atas mengarah pada mereka semua.
Namun dihentikan oleh Guxi dengan Gumin.
Boom!
Sehingga terjadi sebuah bentrokan serangan, sampai mereda dan selesai.
Mereka semua memgambil sikap waspada, kemudian membentuk formasi melingkar dan saling menjaga dari satu sisi masing-masing.
"Kalian rupanya" ucap Ming Can.
"Siapa mereka semua ini Ming?" tanya Yunshan.
"Sebelumnya aku sudah curiga dengan keadaan didalam restoran yang mendadak secara perlahan-lahan berubah dari ramai menjadi sepi, kemudian saat melihat makanan dan minuman yang kita pesan tiba rupanya mengandung serbuk pelemah energi" jelas Ming Can.
"Sialan! siapa kalian yang ingin mencelakai kamai?!" tanya Yuniu.
"Hahahah, kau anak yang pandai dalam menilai situasi dan kondisi rupanya. Pantas saja kalian semua bisa terlepas dati serbuk pelemah energi yang kami taburkan dalam makanan dan minuman kalian sebelumnya" ucap ketua orang-orang dengan niat jahat tersebut.
"Siapa kalian?" tanya Yunshan.
"Kami adalah orang suruhan, yang dibayar oleh beberapa tuan muda kaya yang kalian kalahkan di pertandingan seleksi tahap tiga sebelumnya" jawan ketua orang-orang kelompok jahat tersebut.
"Ternyata mau mencelakai kita" ucap Liozi.
"Benar, bahkan tadinya kami ingin menikmati tubuh-tubuh keindahan seperti mereka itu" jawab salah satu orang lainnya dalam kelompok jahat tersebut.
Gerakan Pembunuh!
Slash!
Slash!
Slash!
Slash!
.....
Semua anggota kelompok bayaran tersebut sudah dibunuh dengan cepat dan mudah oleh Ming Can menggunakan gerakan pembunuh.
"Hanya orang suruhan, tidak perlu dipermasalahkan" ucap Ming Can sambil berdiri ditengah para mayat-mayat tersebut.
Sedangkan Yunshan dengan yang lainnya malah terlihat bengong dengan apa yang baru saja mereka lihat barusan dengan mata kepala mereka sendiri dan dihadapan mereka sendiri yang begitu cepat sekali.
"Apakah ini akan menjadi masalah untuk kita?" tanya Yuniu.
"Kita segera pergi dari sini" saran Yunshan.
Mereka semua menganggukan kepala tanda mengerti, sebelum akhirnya mereka bergegas pergi dari sana.
Setelah kepergian Ming Can dengan kelompoknya dari lokasi sebelumnya, ada seorang pria tua yang muncul secara tiba-tiba di sana.
"Kekuatan yang hebat, dan kelompok yang sempurna" ucap pria tua tersebut sebelum membuat sebuah bola api kecil dan membakas semua jasad para orang suruhan tersebut hingga menjadi abu dan hilang tertiup angi dalam sekejap mata.
"Aku akan perhatikan pemuda tersebut secara langsung"
Wush!
Pria tua tersebut kembali menghilang dari sana entah kemana dengan sekejap mata.
Kembali pada Ming Can dan kawan-kawannya yang sudah berada di lokasi seleksi tahap ketiga kembali.
Diatas panggung sudah ada wanita cantik sebelumnya yang akan memulai kembali jalannya seleksi ujian tahap ketiga yang tersisa sore hari itu.
"Ada tiga kelompok yang berhasil lolos sampai sejauh sekarang ini, yaitu kelompok nomor 5,3 dan 10"
"Maka dari itu akan dilakukan sebuah pengundian, untuk menentukan dua kelompok yang akan bertarung sekarang"
Pengundian dilakukan dan tersebutkah nomor 3 dengan 10 yang akan bertarung di pertandingan sekarang, sedangkan kelompok Ming Can menunggu kelompok siapa yang akan menang dalam pertarungan tersebut untuk menjadi lawan kelompok mereka di pertandingan final.
Pertarungan antara kelompok 3 dengan kelompok 10 memakan waktu banyak dan tidak mudah bagi kedua kelompok tersebut untuk bisa memenangkan pertempuran mereka.
Bahkan diatas panggung sekarang ini sudah terjadi berbagai serangan yang dilakukan secara bergantian dan saling balas serangan antar masing-masing kelompok.
Namum kembali lagi, pertandingan tetaplah pertandingan.
Sampai hasil akhir dicapai, dengan kemenangan di pihak kelompok nomor 10 sebagai pemenang pertempuran.
"Sebelum pertarungan final, bagi kelompok nomor 10 diberikan waktu 2 batang dupa untuk beristirahat dan memulihkan tenaga serta stamina, sebelum melakukan pertempuran kembali di pertempuran final melawan kelompok nomor 5"
Jelas wanita cantik yang berada diatas panggung arena pertempuran sekarang.
.....
2 batang dupa sudah berlalu.....
Kedua kelompok sudah saling berhadapan diatas panggung pertempuran, dengan semangat dan kekuatan yang menggelora dalam diri masing-masing peserta.
"Pertandingan dimulai!"
Setelah aba-aba diberikan,semua anggota kelompol Ming Can maju menyerang bersama-sama dan saling menyerang secara bergantian.
Sehingga membuat kelompok nomor 10 merasa tertekan, selagi ada kesempatan begitu, Ming Can segera manfaatkan dengan sebail-baiknya.
Dengan langkah gerakan cepat, memberikan masing-masing satu pukulan kuat pada lawannya sampai dibuat luka parah dan terpental keluar panggung arena tak sadarkan diri.
Bugk!
Bugk!
.....
Bugk!
Bugk!
Semua anggota kelompok nomor 10 terlempar keluar panggung arena pertempuran dengan kondisi tak sadarkan diri dan luka parah pada bagian dalam tubuh mereka.
"Pertandingan berakhir, pemenang kompetisi seleksi ujian masuk sekte Awan Laut adalah kelompok nomor 5"
Begitu pengumuman diberikan oleh wanita muda nan cantik tersebut, semua orang bersorak heboh.
"Kelompok yang benar-benar kuat dan hebat" ucap salah satu penonton dibawah panggung arena pertempuran menilai pertarungan barusan yang sudah selesai dilaksanakan.
"Kau benar, bahkan hanya butuh beberapa waktu saja untuk mereka menyelesaikan pertempuran" ucap salah satu penonton lain menyahut.
"Aku rasa dengan kekuatan sebegitu kuatnya, kurasa itu sudah cocok berada di sekte Awan Laut" tambah penonton lain yang mendengarkan percakapan barusan yang membicarakan kelompok nomor 5.
"Setelah ini kalian akan ikut denganku untuk bertemu tetua, dan barulah kita bisa berangkat ke sekte" ucap wanita muda dan cantik tersebut.
"Baik" jawab mereka bersamaan.
Mereka semua satu kelompok saling bersuka cita dan berpelukan satu sama lain, karena berhasil memenangkan pertempuran barusan.
Kemudian mereka mengikuti wanita muda tersebut entah menuju kemana, yang pasti akan menemui tetua yang dimaksudkan sebelumnya.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.