Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.43



Ming Can sekarang tiba di sebuah kota bernama Huazhuo.


Ming Can saat ini sedang berada di salah satu kedai makan yang ada di dalam kota Huazhuo, sambil makan dirinya juga mendengarkan obrolan dan perbincangan apa saja yang dilakukan oleh para penduduk lokal yang tengah makan dan minum-minum didalam kedai makan.


Alhasil, Ming Can mengetahui satu informasi yang menarik perhatian dirinya.


Dimana akan diadakan sebuah pertarungan bebas di alun-alun kota besok hari, dan bagi siapa yang bisa menang dalam 10x pertarungan berturut-turut maka dia akan diberi hadiah misterius yang spesial.


Selesai makan, Ming Can memilih mencari penginapan untuk memesan kamar bagi dirinya tinggali selama satu malam.


Namun ditengah perjalanan, dirinya baru ingat tidak memiliki uang sama sekali dalam cincin spasial miliknya.


"Mungkin menjual satu bahan obat berharga yang aku dapatkan di dasar jurang bisa memberikan diriku keuntungan"


Pada akhirnya Ming Can memutuskan untuk mengubah tujuan, sekarang Ming Can amenuju sebuah tempat yang bernama Asosiasi Wu.


Dimana Ming Can mendapatkan informasi dari warga lokal sebelumnya yang berbicara di dalam kedai makan bahwa nanti malam akan diadakan sebuah lelang di Asosiasi Wu.


Maka dari itu, Ming Can memiliki rencana untuk menjual bahan langka miliknya ini melalui lelang dalam Asosiasi Wu.


....****....


Ming Can sekarang sudah berada di dalam bangunan Asosiasi Wu, dan disambut seorang pelayan wanita muda dengan sopan.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu tuan muda?" sapa hormat sang pelayan.


"Apakah manajer kalian ada? Aku ingin mejual barang berharga" ucap Ming Can pada sang pelayan.


"Baik, kalau begitu akan saya sampaikan pada manajer. Mohon anda untuk menunggu sejenak" jawab sang pelayan sopan.


"Baiklah" jawab Ming Can.


Sementara sang pelayan pergi melaporkan permintaan dari Ming Can, Ming Can sendiri sekarang melihat area sekeliling dari tempat dirinya berdiri sekarang ini.


Terlihat bahwa disini sangatlah ramai akan orang-orang yang berkunjung selaku pembeli ataupun hanya melihat-lihat saja.


Ming Can merasa tertarik untuk melihat-lihat sekitaran sana sejenak sambil menunggu pelayan hang melapor sebelumnya kembali menemui dirinya kembali.


Ming Can berkeliling area sekitar sambil melihat-lihat, siapa tahu mendapatkan sesuatu yang berharga bagi dirinya.


Namun setelah berkeling cukup lama sampai kembali lagi ketempat sebelumnya, Ming Can tidak menemukan apapun yang menarik perhatian dirinya.


Dan terlihat pelayan sebelumnya telah kembali dan menghampiri dirinya.


"Tuan, silahkan ikuti saya untuk bertemu manajer" ucap sang pelayan sopan.


"Baik" jawab Ming Can.


Mereka berdua pergi menuju lantai atas, hingga lantai tertinggi dalam gedung tersebut dan sampai di sebuah ruangan khusus manajer.


Ming Can sudah berada didalam ruangan manajer sekarang ini, bersama dengan seorang wanita yang terlihat berusia 20 tahun yang mana seorang manajer yang dimaksudkan.


"Aku Wu Mei, jadi barang apa yang anda tawarkan pada kami?" tanya sang manajer.


"Namaku Ming, ini barang yang ingin aku jual disini melalui pelelangan nanti malam yang akan diadakan oleh kalian" ucap Ming Can sambil mengeluarkan jamur emas dan rumput krisan es yang diletakan diatas meja yang menjadi penghalang diantara mereka berdua saat duduk sekarang ini.


Wu Mei begitu terkejut saat melihat bahan obat apa yang dikrluarkan oleh Ming, bahkan jantungnya dibuat berdebar kencang.


"Tuan, apakah anda serius tentang bahan obat ini?" tanya Wu Mei semangat dan begitu antusias seakali, bahkan sampai berdiri dari posisi duduknya dengan mata dan wajah bersemangat seolah menemukan sebuah harapan dan jalan keluar dari suatu masalah besar yang dialami dirinya.


"Tentu, apa ada yang salah?" jawab Ming Can santai.


"Tuan, saya mohon jual saja bahan obat ini pada saya dan akan saya beli berapapun bayarannya" ucap Wu Mei memohon dihadapan Ming Can.


Segera Ming Can membantu Wu Mei yang sedang membungkuk dihadapan dirinya untuk berdiri tegap kembali.


"Seperti bahan-bahan obat ini begitu kau cari dan berarti sangat penting untukmu, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ming Can mencoba menebak.


"Begitu, untuk siapa?" tanya kembali Ming Can.


"Ayahku, dia terkena racun 10.000 laba-laba saat sedang melakukan pertempuran 3 tahun lalu yang membuatnya berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan dirinya sampai sekarang juga" jawab Wu Mei sedih.


Ming Can kemudian berkata "kalau begitu bolehkah aku melihat kondisi ayahmu?"


"Apakah anda bisa menyembuhkan ayahku?" tanya Wu Mei penuh semangat.


"Entahlah, namun akan kucoba semampu dan sebisa diriku" jawab Ming Can.


"Kalau begitu ikuti aku" jawab Wu Mei.


Mereka berdua kemudian pergi dari dalam ruangan manajer menuju ruangan lainnya di menara tersebut yang berada di lantai paling atas.


...-******-...


Saat ini Ming Can sudah berada didalam kamar Wu Zhong yang merupakan ayah dari Wu Mei, Ming Can dapat melihat bahwa memang Wu Zhong ini terkena racun 10.000 laba-laba.


Dan memang benar juga bahwa cara menyembuhkannya adalah dengan jamur emas dan bunga krisan, namun masih kekurangan satu bahan lagi dan itu adalah mutiara hitam.


"Jika ingin menyembuhkan ayahmu, maka kita perlu satu bahan lagi" ucap Ming Can.


"Nak Ming, bahan apa yang kurang?" tanya Yue Zi yang merupakan ibu dari Wu Mei.


"Mutiara hitam" jawab Ming Can.


"Kalau tidak salah kami memiliki persediaan mutiara hitam, dan kebetulan aku bawa satu dalam cincin spasial miliku" ucap Wu Mei sambil mengeluarkan mutiara hitam yang dimaksudkan dari dalam cincin spatialnya.


Ming Can mengambil mutiara hitam tersebut dan memulai proses pembuatan penawar racun dengan menggabungkan semua bahan jadi satu menggunakan metode khusus.


Tentu saja itu membuat Yue Zi dan Wu Mei terkejut yang melihat apa yang dilakukan secara langsung oleh Ming Can didepan mata mereka sendiri.


Namun karena tidak mau mengganggu maka mereka berdua memilih keluar kamar dan menunggu diluar.


Sementara Ming Can didalam kamar terus melakukan proses peracikan untuk membuat penawar bagi racun 10.000 laba-laba yang diderita oleh Wu Zhong.


1 Jam berlalu.....


Proses pembuatan penawar racun telah usai, Ming Can langsung memberikan penawar racun tersebut kepada Wu Zhong dengan segera.


Benar saja, tidak lama setelah diberikannya penawar racun 10.000 laba-laba, Wu Zhong sadarkan diri dari kondisi kritisnya dan memuntahkan segumpul cairan hitam keunguan yang bau busuk.


"Bagaimana kondisi anda tuan?" tanya Ming Can pada Wu Zhong.


"Anak muda, apakah kau yang menolong paman ini?" tanya Wu Zhong.


"Benar, tuan" jawab Ming Can.


"Sugguh aku ucapkan terimakasih padamu setulus-tulusnya, berkat bantuan darimu aku bisa terbebas dari penderitaan yang selama ini aku rasakan" ucap Wu Zhong dengan tulus sambil membungkuk sedikit sebagai rasa hormat.


Ming Can membantu Wu Zhong agar kembali berdiri tegap, sebelum berkata "aku melakukan ini karena menolong Wu Mei"


Tidak lama pintu terbuka dan memperlihatkan Yue Zi dan Wu Mei yang masuk kedalam ruangan kamar, mereka begitu bahagia ketika melihat sosok Wu Zhong sudah sadarkan diri dan bahkan kondisinya terlihat lebih sehat dari sebelum-sebelumnya.


"Sayang!" ucap Yue Zi ada Wu Zhong.


"Ayah!" ucap Wu Mei tak kalah bahagianya dari sang ibu.


Ming Can sendiri hanya diam dan memperhatikan adegan didepannya saja karena tidak mau mengganggu momen kumpul-kumpul mereka yang sedang berbahagia sekarang ini.


Bersambung.......


Jangan lupa Like.