
Pemuda yang berada disamping dirinya kini ikut berdiam diri dan memperhatikan jalannya pertempuran yang akan segera terjadi diatas arena pertandingan.
"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya pria tersebut.
"Pria dengan baju hijau" ucap Ming Can asal menebak.
"Kau asal menebak?" tanya pria tersebut.
"Begitulah, lagipula aku tidak mengenal dekat mereka dan bahkan nama mereka saja aku tidaklah tahu" jawab Ming Can.
"Kau berasal dari mana, yang pasti bukan kota ini bukan?" tanya pria tersebut.
"Aku seorang pengelana" jawab Ming Can.
"Begitu....oh ya kau bisa menebak tidak pertarungan ini terjadi karena apa?" tanya pria tersebut.
"Wanita?" tebak Ming Can.
"Hahaha....tepat" jawab pria tersebut.
Nampak pertarungan diatas panggung telah dimulai dan kedua petarung sudah melakukan aksi saling serang mereka masing-masing.
Ming Can dengan yang lainnya hnya diam memperhatikan jalannya pertandingan sampai berakhir dalam waktu singkat dengan kemenangan pada pihak pria berbaju merah.
"Kau salah dalam menebak yang akan menang" ucap pria disamping Ming Can.
"....." Ming Can hanya diam saja.
"Oh ya, mau ikut denganku?" tanya pria tersebut.
"Kemana, dan mau apa?" tanya Ming Can.
"Berburu harta kuno" ucapnya.
"Berburu harta kuno?" ucap Ming Can bingung.
"Iya, di reruntuhan pelangi" ucap pria tersebut.
Tiba-tiba Mu Haiji mengirim pesan di pikiran Ming Can dengan berkata "ikut dengannya, dan carilah sesuatu yang hebat didalam reruntuhan pelangi"
"Baik" jawab Ming Can pada Mu Haiji.
Ming Can kemudian berdiri dari posisi duduknya dan menjawab perkataan dari pria tersebut "kalau begitu izinkan aku ikut"
"Tentu" jawabnya.
Mereka pergi dari sana keluar dari dalam kota, dan menuju arah sebuah gunung terdekat dari sana.
Dalam perjalanan mereka mengobrol singkat tentang perkenalan diri mereka masing-masing.
"Sebelumnya perkenalkan aku adalah Jin Sha" ucap pria tersebut pada Ming Can memperkenalkan dirinya.
"Ming" jawab Ming Can.
"Didalam reruntuhan nantinya, kau bisa ikut denganku atau kelompok lainnya" ucap Jin Shu pada Ming Can.
"Apakah aku bisa menjelajah sendiri?" tanya Ming Can.
"Bukan masalah, kau bebas menjelajah sendiri ataupun berkelompok didalam sana, namun berhati-hatilah saat menemukan harta karun" ucap Jin Shu.
"Baiklah, aku mengerti" jawab Ming Can.
Kemudian Jin Shu menjelaskan beberapa aturan lagi sebelum masuk kedalam reruntuhan pelangi.
"Kau harus ingat juga saudara Ming, bahwa ketika didalam reruntuhan pelangi nantinya ada beberapa aturan yang harus kau ikuti" ucap Jin Shu.
"Apa itu?" tanya Ming Can.
"Pertama, dilarangan melakukan hubungan intim"
"Kedua, dilarang menggunakan racun" ucap Jin Shu.
"Kenapa dengan kedua aturan tersebut? Dan apa yang akan terjadi jika dilanggar?" tanya Ming Can.
"Jika kau melanggar aturan pertama kau akan langsung mati, sedangkan jika kau melanggar aturan kedua kau akan terkena kutukan penyakit" ucap Jin Shu.
"Dan soal kenapa ada aturan seperti itu, aku sendiri tidak tahu" jawab Jin Shu menambahkan.
"Baiklah, terimakasih atas informasi yang kau berikan ini Jin" ucap Ming Can.
"Bukan masalah" jawabnya.
... ....
Mereka akhirnya sampai pada lokasi reruntuhan pelangi akan terbuka, disana sudah ada banyak sekali orang-orang berkumpul dengan ramai.
"Kapan portalnya akan dibuka?" tanya Ming Can.
Sesaat setelah berkata begitu, terasakan oleh semua orang yang ada disana sebuah getaran mengguncang area disana sekejap.
"Sekarang" ucap Jin Shu.
Terlihat diarah depan ada sebuah portal yang perlahan terbuka, portal tersebut berwarna pelangi.
"Mari masuk" ucap Jin Shu.
"Ya" jawab Ming Can.
Mereka semua yang ada disana masuk kedalam portal dengan segera, namun pada akhirnya harus terpisah-pisah menjadi beberapa kelompok, atau terpencar-pencar secara sendiri.
....
Didalam reruntuhan pelangi.
Ming Can muncul pada sebuah tempat dengan area sekitar berupa bebatuan seperti kristal dengan warna pelangi.
Mu Haiji kembali mengirimi dirinya sebuah pesan suara didalam pikirannya.
"Ming Can, ambil semua batu pelangi yang ada!" ucap Mu Haiji.
"Baik" jawabnya.
Segera semua batu pelangi yang ada disana diambil oleh Ming Can dan dimasukan kedalam cincin spatial miliknya.
Bahkan Ming Can tidak peduli batu pelangi itu seukuran apa, yang jelas semuanya dirinya ambil.
Entah berapa banyak juga batu pelangi yang diambil oleh Ming Can, yang jelas benar-benar sangat bnyak.
Setelah selesai mengambil semua batu pelangi yang ada disana sampai habis, akhirnya Mu Haiji keluar dari dalam kediaman ilusi.
"Guru, memangnya buat apa batu-batu pelangi tersebut?" tanya Ming Can.
"Kau akan tahu nanti, sekarang aku akan menemani dirimu disini sambil jalan-jalan" ucap Mu Haiji.
"Jalan-jalan?" ucap Ming Can heran.
"Iya, memangny tidak boleh gurumu ini jalan-jalan?" tanya Mu Haiji.
"Kata siapa tidak boleh, aku malah senang karena ada seorang kultivator terkuat disisiku" ucap Ming Can.
"Muridmu juga" ucap Ming Can.
"Sudahlah hentikan, kita lebih baik lanjutkan penjelajahan disini" ucap Mu Haiji.
Mereka berduapun pada akhirnya melakukan penjelajahan kembali, dan mereka bergerak menuju arah barat untuk mencari keberuntungan lainnya.
... .......
Setelah menempuh jarak beberapa kilometer, akhirnya mereka berdua berhenti disebuah tempat dengan area sekitar berupa lahar panas.
"Seharusnya di tempat seperti ini ada sebuah harta dengan unsur 'Yang' kuat" ucap Mu Haiji.
"Seperti teratai hati jatuh?" tanya Ming Can.
"Benar, begitulah" jawab Mu Haiji.
"Semoga aku bisa dapat beberapa, setidaknya untuk aku simpan jikalau dibutuhkan nantinya" ucap Ming Can.
"Semoga saja" ucap Mu Haiji.
Mereka mengikuti jalan yang ada dan masuk kesebuah tempat seperti gua, dan berhawa panas disana.
Mereka masuk dan terus masuk kedalam bagian gua berhawa panas tersebut, sampai ke inti dari gua berhawa panas tersebut.
Terlihat ada sebuah tempat berukuran luas, dan ditengah tempat tersebut ada sebuah altar yang berdiri kokoh walau sudah terlihat kuno atau tua.
"Itu sebuah altar?" tanya Ming Can.
"Benar, dan sepertinya itu adalah sebuah altar persembahan darah untuk kenaikan iblis" ucap Mu Haiji.
"Apa! Bukankah ini hal yang berbahaya da sangat tidak baik jika dibiarkan tetap ada?" tanya Ming Can.
"Benar, maka dari itu harus dihancurkan" ucap Mu Haiji.
"Kalau begitu segera kau hancurkan saja guru" ucap Ming Can.
"Baiklah, berikan aku satu batu pelangi yang kau ambil sebelumnya dengan seukuran kepalan tangan" ucap Mu Haiji.
Ming Can hanya memberikan saja batu yang diminta, kemudian Mu Haiji mengambil batu pelangi tersebut dan mengalirkan energi dalamnya pada batu tersebut.
Setelah batu tersebut diberi energi dalam milik Mu Haiji, batu itu bersinar dan Mu Haiji melempar batu tersebut kearah altar.
Swush!
Boom!
Ming Can hampir saja tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua bola matanya sendiri, karena altar besar yang ada didepannya hancur dengan mudah begitu saja setelah terkena batu pelangi sebelumnya.
"Guru, ini....." ucap Ming Can menggantung.
"Batu pelangi bisa digunakan seperti barusan juga, kau cukup alirka energi dalam milikmu pada batu tersebut dan setelah batu menyala seperti sebelumnya kau tinggal leparkan pada target yang ingin kau hancurkan atau bunuh" ucap Mu Haiji memberikan penjelasannya mengenai salah satu kegunaan batu pelangi.
"Hebat, lalu apa lagi kegunaan dari batu pelangi tersebut?" tanya Ming Can makin penasaran.
"Bahan tempa dengan kualitas terbaik" ucap Mu Haiji.
"Hebat" ucap Ming Can.
Ming Can mengalihkan perhatiaannya pada sebuah sinar hitam yang berada diatas reruntuhan bekas altar sebelumnya.
"Guru, kau tahu benda apa itu?" tunjuk Ming Can pada sebuah bola cahaya hitam yang berada diatas reruntuhan altar sebelumnya.
Mu Haiji melihat kearah yang ditunjuk oleh Ming Can dan berkata "kau beruntung, itu adalah kekuatan hukum kegelapan"
"Apa?!" ucap Ming Can kaget.
"Coba kau ambil" ucap Mu Haiji pada Ming Can.
Ming Can pergi menghampiri bola cahaya hitam tersebut, dan mengambilnya dengan mudah sambil dibawa kembali kehadapan Mu Haiji.
"Kau bisa menyerap kekuatan hukum tersebut disini, aku akan berjaga" ucap Mu Haiji.
"Tapi aku sudah punya kekuatan hukum cahaya sebelumnya, apakah tidak masalah jikalau sekarang aku menyerap kekuatan hukum kegelapan?" tanya Ming Can.
"Memangnya kau pikir setiap orang hanya bisa menguasai satu hukum saja?" tanya Mu Haiji.
"Iya" jawab Ming Can.
"Tidak semua orang seperti itu, dan kau salah satunya" ucap Mu Haiji.
"Maksudmu guru?" tanya Ming Can heran.
"Kau termasuk kedalam golongan orang-orang yang bisa menguasai kekuatan hukum lebih dari satu" ucap Mu Haiji.
"Benarkah?" tanya Ming Can.
"Benar, sudah segera saja kau serap kekuatan hukum kegelepan tersebut" ucap Mu Haiji.
"Sebelum aku menyerap kekuatan hukum kegelapan ini, aku ingin bertanya sesuatu hal terlebih dahulu padamu guru" ucap Ming Can.
"Apa lagi?" tanya Mu Haiji.
"Jika aku berhasil menyerap kekuatan hukum kegelapan ini sepenuhnya, apakah aku akan menjadi orang jahat seperti iblis" ucap Ming Can yang terlihat agak ragu untuk menyerap kekuatan hukum kegelapan ini.
"Tidak akan, sebab iblis tidak memiliki kekuatan kegelapan seperti ini" ucap Mu Haiji.
"Begitu, baiklah tolong bantuaannya guru selama aku dalam proses penyerapan kekuatan hukum kegelapan ini" ucap Ming Can.
"Iya" jawab Mu Haiji.
Ming Can segera saja bersila dihadapan Mu Haiji dan memulai proses penyerapan kekuatan hukum kegelapan yang ada pada bolah hitam tersebut.
Mu Haiji sendiri hanya diam saja dan memperhatikan proses penyerapan kekuatan hukum yang tengah dilakukan oleh Ming Can.
Sampai setengah hari telah berlalu begitu saja dengan mudahnya......
Ming Can telah selesai menyerap kekuatan hukum kegelapan dari bola hitam sebelumnya yang telah menghilang.
Ming Can perlahan-lahan membuka matanya, dan bangkit berdiri.
"Selamat atas keberhasilannya menyerap kekuatan hukum kegelepan, dan kenaikan tingkat kultivasimu juga" ucap Mu Haiji.
"Terimakasih, guru" ucap Ming Can.
"Sekarang kau sudah lebih kuat lagi dari sebelumnya, dengan kekuatan Mahayana 9 yang kau miliki sekarang ini tidak akan akan ada banyak orang yang bisa bersaing dengan kekuatanmu" ucap Mu Haiji.
"Bukannya aku masih lemah dengan hanya kekuatan berada di Mahayana 9?" tanya Ming Can.
"Benar, namun dengan kau yang memiliki kekuatan dua hukum. Maka tidak akan ada banyak orang yang sebanding denganmu di kekaisarn ini setidaknya" ucap Mu Haiji.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.