
Ming Can dengan 7 permata kemudian menghampiri kediaman Gu, mereka berniat melihat respon keluarga tersebut ketika mengetahui tuan muda mereka telah terbunuh.
Saat sampai didekat kediaman keluarga Gu, Ming Can dapat mendengar sebuah suara teriakan kemarahan dari dalam kediaman keluarga Gu.
"Sialan!! Siapa yang telah membunuh anaku Gu Tian"
Ming Can dengan 7 permata yang mendengar suara teriakan tersebut paham akan situasinya.
"Tuan, biarkan kami saja yang bereskan keluarga Gu ini" usul Xi.
"Benar tuan, lagipula kami yang memulai masalah ini" tambah Lian.
"Baiklah, namun tetaplah berhati-hati" ucap Ming Can.
"Sebelum kami bertindak, apakah tidak masalah jika kami membunuh mereka semua?" tanya Zu.
"Tentu" jawab Ming Can.
"Baik, kalau begitu kami pergi dulu" ucap Zu.
7 permata kemudian pergi dari hadapan Ming Can untuk pergi menyelesaikan masalah yang mereka buat sendiri, walau sebenarnga masalah ini berawal dari Gu Tian itu.
Ming Can sendiri menunggu didekat kediaman keluarga Gu, sambil menonton jalannya pertempuran yang bisa dibilang tidak seimbang dan hanya bisa pantas disebut pembantaian sepihak yang dilakukan 7 permata.
Ming Can dengan tenang dan sabar menunggu 7 permata menyelesaikan urusan mereka, sambil berpikir mengenai hal yang dirinya hampir lupakan.
"Setelah ini lebih baik aku lakukan itu, agar bisa menghidupkannya kembali"
Setelah satu batang dupa berlalu.....
7 permata telah kembali kehadapan Ming Can.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Ming Can dengan rasa khawatir.
"Kami semua baik-baik saja tuan" jawab Zu dan diangguki oleh 6 orang lainnya.
"Sekarang kita kembali terlebih dahulu kedalam penginapan" ucap Ming Can.
"Baik" jawab 7 permata.
Mereka kemudian kembali menuju penginapan dan masuk kedalam kamar. Didalam kamar sekarang ini, Ming Can akan membawa 7 permata msuk kedalam kediaman Ilusi.
"Kita akan pergi kedalam kediaman ilusi sekarang" ucap Ming Can.
"Apakah ada masalah tuan?" tanya Mei.
"Tidak ada, aku hanya memiliki sebuah pekerjaan disana yang perlu diselesaikan setelah tertunda sebelumnya" jawab Ming Can.
"Begitu....." jawab 7 permata.
Mereka kemudian pergi masuk kedalam kediaman ilusi, dan disana Ming Can dapat melihat kyubi dengan yang lainnya.
"Selamat datang tuan" sambut semuanya disana.
"Iya, teruskanlah latihan kalian"
"Aku ada sesuatu yang perlu diurus sekarang ini" ucap Ming Can sambil berlalu masuk kedalam kediaman.
Didalam kediaman, Ming Can masuk kedalam ruangan bawah tanah.
Kemudian Ming Can mengeluarkan semua bahan-bahan yang telah dirinya kumpulkan selama ini untuk melakukan hal besar ini.
"Aku harap tidak ada kegagalan dalam proses pengerjaannya" harap Ming Can.
Sebelum proses dimulai, Ming Can terlebih dahulu mengambil sisa pecahan jiwa yang ditinggalkan oleh Mu Haiji pada sebuah bola kristal.
Lalu meletakan bola kristal yang berisikan pecahan jiwa Mu Haiji di dekatnya, barulah setelah itu persiapan sudah sempurna dan Ming Can memulai proses penghidupan kembali Mu Haiji.
Proses yang dilakukan oleh Ming can tidaklah mudah untuk dilakukan, karena kekuatan dirinya masihlah tergolong lemah.
Namun dengan tekad dan keyakinan yang kuat, Ming Can dapat bertahan dan terus melakukan proses tersebut sampai satu hari penuh baru selesai dengan hasil memuaskan.
Terlihat sekarang ini didepan Ming Can ada sosok seorang pria dengan rambut merah sepanjang punggung, dan tampilan wajah rupawan nan tampan dengan tubuh atletisnya.
"Akhirnya berhasil" ucap Ming Can sebelum jatuh pingsan karena kehabisan tenaga dan energi dalam.
Mu Haiji sendiri yang melihat muridnya benar-benar berhasil menghidupkan kembali dirinya melalui pecahan jiwa, sangat merasa bangga dan beruntung memiliki seorang murid sepertinya.
"Kau murid yang baik" ucap Mu Haiji sambil membawa tubuh Ming Can yang dalam kondisi kelelahan dan pingsan menuju sebuah kamar didalam kediaman.
...
Waktu satu hari kembali berlalu, Ming Can yang berbaring diatas tempat tidur secara perlahan-lahan sadarkan diri.
Dan ketika membuka matanya terlihat ada para bawahannya yang nampak berkumpul didalam ruangan tersebut.
"Tuan, anda akhirnya sadar" ucap Zu dan yang lainnya.
"Berapa lama aku pingsan?" tanya Ming Can.
"Satu hari penuh" jawab Mu Haiji.
Ming Can menatap kearah Mu Haiji dan segera berkata "murid menyapa guru"
"Kau murid yang baik, istirahatlah terlebih dahulu sampai kau benar-benar pulih dan dapat beraktifitas kembali dengan normal" ucap Mu Haiji.
"Baik guru" jawab Ming Can.
"Kita lebih baik keluar dari sini dan biarkan Ming Can istirahat dengan tenang disini untuk sementara waktu sampai kondisinya benar-benae pulih" ucap Mu Haiji pada para bawahan Ming Can.
"Baik, senior" jawab mereka semua.
Sementara diluar kamar, Mu Haiji dengan berbicara dengan semua bahawan Ming Can.
"Bisakah kalian memperkenalkan diri kalian semua?" tanya Mu Haiji pada mereka.
"Kami adalah 7 permata, yang merupakan budak pelayan tuan Ming Can" ucap Zu memperkenalkan dirinya dengan diikuti 6 lainnya.
"Begitu, dia pintar sekali cari wanita cantik" ucap Mu Haiji.
"Kalau saya adalah Xingtian"
"Saya adalah Liuren"
"Kalian orang sekte tengku?" tanya Mu Haiji.
"Itu hanyalah masalalu senior" jawab Xingtian.
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Mu Haiji.
"Sekte Tengku sudah tidak ada lagi didunia ini" jawab Liuren.
"Begitu.....lalu kalian siapanya Ming Can?" tanya Mu Haiji.
"Kami berdua adalah bawahan setia, tuan Ming Can" jawab Xingtian.
"Lalu dua hewan hebat ini, kalian siapanya Ming Can?" tanya Mu Haiji pada sang rubah dan naga.
"Saya kyubi dan merupakan hewa kontrak pertama tuan Ming Can"
"Kau sudah bisa bicara, itu berarti sebentar lagi kau akan bisa berubah menjadi wujud manusia" ucap Mu Haiji.
"Benar" jawab Kyubi.
Lalu giliran naga yang berbicara "saya merupakan bawahan tuan Ming Can juga"
"Kau juga sepertinya hampir bisa berubah wujud" ucap Mu Haiji.
"Benar" jawab sang naga.
"Terimakasih sudah mau menjadi pengikut Ming Can" ucap Mu Haiji.
"Kami justru yang seharusnya berterimakasih karena bisa megikuti tuan Ming Can" jawab Xingtian dan disetujui yang lainnya.
"Xingtian dan Liuren, seharusnya kalian tidak selemah ini bukan?" tanya Mu Haiji.
"Anda benar, kami terluka parah sewaktu pertempuran di sekte terjadi" jawab Xingtian.
"Seberapa kuat kekuatan kalian berdua sewaktu masa jaya kalian?" tanya Mu Haiji.
"Aku sendiri dulu berada di tahap Mahayana 9 sebagai diaken luar" jawab Xingtian.
"Aku dulu berada di tahap Mahayana 7" jawab Liuren.
"Tidak apa, kalian bisa mulai kembali dari sekarang walau harus memakan waktu" ucap Mu Haiji.
"Tuan, boleh kami tanya sesuatu?" tanya Zu.
"Silahkan" jawab Mu Haiji.
"Anda bisa jelaskan ini dimana dan tempat seperti apa?" tanya Zu.
"Ini adalah kediaman yang aku bangun dulu sebelum mati, dan sepertinya anak itu berhasil melakukan semua pesan dan arahan yang tulis pada buku catatan peninggalanku dulu" jawab Mu Haiji.
"Begitu" jawab Zu.
"Anda ini bernama Mu Haiji, sepertinya tidak asing bagi saya" ucap Xingtian.
"Aku dikenal sebagai supreme terkuat" jawab Mu Haiji.
"Ah saya ingat sekarang, anda adalah supreme terkuat yang hilang diwaktu dulu saat peperangan kekacauan usai dulu" ucap Xingtian.
"Aku hanya menyembunyikan diri dari dunia luar setelah kejadian peperangan itu, sampai akhirnya tutup usia dan sekarang dihidupkan kembali oleh bocah itu" jawab Mu Haiji.
"Tuan muda memiliki guru yang hebat, dan keberuntungannya sepertinya tidak kecil" ucap Liuren.
"Iya, anak itu benar-benar punya keberuntungan yang bagus" tambah Mu Haiji.
Saat sedang mengobrol, datanglah Ming Can menghampiri mereka semua.
"Kalian disini rupanya" ucap Ming Can.
"Kau sudah pulih?" tanya Mu Haiji.
"Benar, aku sudah pulih guru" jawab Ming Can.
"Baguslah" jawab Mu Haiji.
"Kita makan terlebih dahulu, aku merasa lapar sekarang ini" ucap Ming Can.
"Kalau begitu biar kami yang Memasak" ucap Zu dengan Liuren serta anggota permata yang lainnya.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.