Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.19



Ming Can berada didalam kamar sekarang tengah berbaring diatas tempat tidur sambil memandangi kunci jade giok yang diberikan Yu Zhong sebelumnya.


"Aku harus mencari tahu untuk apa kunci ini sebenarnya, dan mungkin saja ada kemiripan soal kunci ini dengan kunci yang diceritakan oleh Xingtian"


Ming Can berdiri dari posisi berbaringnya, kemudian keluar dari dalam kamar untuk menemui Xingtian.


Siapa sangka begitu membuka pintu malah mendapati Liure didepannya sekarang.


"Tuan, saya ingin menghangatkan tempat tidur anda" ucap Liuren.


Ming Can menarik Liuren masuk kedalam kamar, lalu tak lupa menutup pintu kembali dan membawa Liuren duduk diatas tempat tidur.


"Liuren, aku punya pertanyaan untukmu" ucap Ming Can.


"Silahkan tuan" jawabnya.


"Apakah kau tahu seperti apa tepatnya kunci yang dimaksudkan oleh orang-orang yang menyerang Sekte Tengku kala itu?" tanya Ming Can.


"Saya kurang paham, namun yang pasti mereka mencari kunci dengan bahan jade giok hijau" jawab Liuren.


"Begitu.....lalu apakah mereka ada mengatakan apa lagi?" tanya Ming Can.


"Selain kunci itu, mereka tidak mengatakan apapun" jawab Liuren.


"Lalu apakah mereka mengatakan dimana kunci ini bisa digunakan?" tanya Ming Can.


"Tidak" jawab Liuren.


"Begitu ya.....kemudian adakah yang rasa mencurigakan atau bahkan aneh di kota ini?" tanya Ming Can.


"Dulu tempat ini merupakan Sekte Tengku tuan" jawab Liuren.


"Benarkah?!" tanya Ming Can tak percaya.


"Benar, setelah kehancurannya Sekte Tengku maka kota inilah dibangun" jelas Liuren.


"Kalau begitu kau pasti tahu sesuatu seperti ruangan rahasia sekte dahulu, atau bahkan sesuatu lainnya di Sekte Tengku bukan?" tanya Ming Can.


"Iya, saya tahu sesuatu" jawan Liuren.


"Apa itu?" tanya Ming Can bersemangat.


"Dahulu sewaktu Sekte Tengku masihlah berdiri, ada sebuah ruangan yang selalu disegel dan ditutup dari para murid dan hanya para diaken dan petinggi saja yang boleh masuk kedalam ruangan tersebut" jelas Liuren.


"Ruangan seperti apa itu?" tanya Ming Can makin bersemangat.


"Itu adalah sebuah ruangan kosong, namun pada bagian lantai terdapat sebuah tulisan sastra kuno yang tidak dapat dipahami karena menggunakan bahasa kuno" jelas Liuren.


"Apakah tempatnya masih ada?" tanya Ming Can berharap.


"Tempatnya masih ada tuan, dan itu berada tepat diruangan bawah tanah rumah ini" jawab Liuren.


"Kalau begitu antarkan aku kesana" ucap Ming Can.


"Tapi saya ingin menemani anda tidur sebagai penghangat tempat tidur anda tuan" ucap Liuren agak sedih dan murung.


Ming Can mendekati Liuren dan menarik tengkuk nya untuk mencium bibir Liuren dengan lembut dan perlahan-lahan menjadi nyaman.


Setelah dirasa cukup, Ming Can melepas ciuman tersebut dan berkata "aku ingin melihatnya sekarang, dan mengertilah"


"Saya mengerti, maaf atas keegoisan bawahan ini yang telah begitu lancang memohon seperti barusan pada anda tuan" jawab Liuren.


"Sigh.....aku bukan tidak suka atau tidak nyaman atas apa yang kau minta barusan, namun sekarang ini aku ingin meyelediki terlebih dahulu ruangan yang kau katakan sebelumnya" jelas Ming Can.


"Baiklah, saya antarkan" jawab Liuren.


Mereka pergi menuju kamar belakang, dan menarik sebuah tuas tersembunyi sampai terbuka sebuah jalan menuju ruangan bawah tanah.


"Mari tuan" jawab Liuren.


Ming Can dengan Liuren berjalan masuk kedalam ruangan bawah tanah tersebut, kemudian setelah berjalan cukup lama menuruni tangga menuju kebawah mereka telah sampai.


Ming Can dapat melihat sebuah ruangan kosong cukup luas dengan dikelilingi penerangan berupa obor, dengan ditengah ruangan tersebut ada sebuah pola tulisan kuno membentuk sebuah lingkaran.


"Ini adalah portal dimensi misterius" gumam Ming Can dalam benaknya ketika melihat pola tulisan kuno tersebut yang sama bentuknya dengan yang ada dalam catatan di buku yang pernah dirinya baca dahulu.


"Apakah ada yang mengetahui pola apa ini dan tempat seperti apa ini sebenarnya?" tanya Ming Can sambil berjalan ketengah pola luno.


"Sebelumnya tidak ada yang tahu untuk apa tempat ini, namun ketua sekte selalu bilang bahwa ini adalah peninggalan leluhur pendiri Sekte Tengku" jawab Liuren.


"Kau keluarlah dari sini, dan jangan biarkan siapapun masuk kesini sampai aku sendiri yang keluar dari dalam sini" perintah Ming Can.


"Saya mengerti" jawab Liuren lalu pergi setelah membungkuk untul memberi hormatnya pada Ming Can.


Selepas Liuren pergi, Ming Can melihat kesekeliling dirinya berdiri sekarang untuk mencari sebuah tuas atau apapun yang mungkin tersembunyi.


"Jika tidak ada tuas dan lain sebagainya, maka cukup gunakan darah"


Ming Can melukai sedikit jari telunjuknya dan menteskan beberapa tetes darah segar miliknya ketengah pola kuno yang melingkar ini.


Benar saja, pola kuno bereaksi dan bersinar keemasan, Ming Can tidak lagi meneteskan darah segara miliknya.


Setelah bersinar dengan berkedip-kedip sebentar, kemudian pola kuno tersebut akhirnya bercahaya terang dan makin terang dengam stabil.


"Ini bekerja"


Swush!


Keluar cahaya seperti tembok yang mengelilingi Ming Can ditengah pola kuno tersebut.


"Aku berharap dapat menuju ke tempat yang bagus"


Suwsh!


Kali ini cahaya menghilang seketika dan bersamaan dengan itu Ming Can ikut menghilang dari tempat dia berdiri sebelumnya ditengah-tengah pola kuno yang melingkar tersebut.


.....


.....


.....


.....


Ming Can muncul secara tiba-tiba disebuah tempat entah berantah, dengan kondisi sekitar penuh akan energi qi dan pepohonan hijau dan banyak sekali tanaman dan bahan obat.


Ming Can melirik area sekitarnya dan menemukan sebuah jalan satu arah menuju kedepan.


"Aku ikuti saja jalurnya"


Ming Can terus berjalan mengikuti jalur yang ada sampai dirinya tiba disebuah tepi tebing yang tinggi.


Namun bukanlah itu point utamanya disini, melainkan Ming Can melihat sebuah bangunan megah bak istana kekaisaran.


"Jangan bilang aku dikirim menuju negara atau bahkan kekaisaran lain?"


Ming Can pertama-pertama mengirimkan sebuah pesan telepati menuju Xingtian dan Liuren.


"Aku sedang pergi berkelana bersama 7 permata, kalian berdua sebisa mungkin buat peningkatan kekuatam kalian lebih maju lagi"


"Walau kultivasi kalian tetap tidak meningkat, setidaknya kalian harus meningkatkan skill dan kemampuan bertarung kalian"


Selesai dengan mengirimkan pesan telepati, Ming Can mengamati kondisi dibawah tebing tempat dirinya berdiri sekarang ini.


Dihadapannya ada sebuah kota besar dan megah sekali dan kota tersebut memiliki perbedaan tinggi dengan kota-kota sebelumnya yang pernah dirinya lihat.


"Bahkan ibukota kerajaan saja tidak sebesar dan semegah ini, ditambah kekuatan orang-orang disini yang paling muda dan terlemah saja berada di tahap Kaisar 1"


"Lebih baik aku menyembunyikan identitas diriku"


Ming Can merubah penampilan dirinya dengan menggunakan sebuah pill yang dimiliki dirinya di dalam cincin spatial.


Setelah menelan pill perubah bentuk tubuh dan wajah yang berada di tingkat Saint, Ming Can hanya tinggal memikirkan bentuk tubuh dan wajah seperti apa yang diinginkan dirinya.


Pill tersebut ada banyak didalam cincin spatial milik senior Mu Haiji.


"Mari kita car informasi terlebih dahulu"


Ming Can langsung pergi dari atas tebing tinggi tersebut setelah merubah penampilan tubuh dan wajah miliknya, dan berjalan menuruni tebing untuk bisa sampai di depan gerbang masuk kota megah didekatnya ini.


....


....


....


Sampai di depan gerbang masuk yang terlihat begitu kokoh dan benar-benar kuat sekali, Ming Can ikut mengantri dengan orang-orang lainnya untuk masuk kedalam kota.


Sampai tiba giliran Ming Can untuk ditanyai penjaga gerbang masuk yang berada dintahap Kaisar 1.


"Biaya masuk 100 koin emas" ucap penjaga gerbang.


Ming Can memberikan sejumlah uang yang diminta pada penjaga gerbang dan bisa langsung masuk kedalam kota dengan mudah tanpa hambatan apapun.


Didalam kota Ming Can benar-benar dibuat kagum dengan keadaanya yang ramai dan terlihat banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang diarea sekitaran kota dengan berbagai aktivitas yang tengah mereka lakukan saat hari itu.


"Aku cari informasi dimana baiknya?" gumam Ming Can sambil terus berjalan lurus dalam keramaian kota sambil melihat-lihat area yang dilewati dirinya.


Tiba-tiba mata Ming Can menangkap sebuah keramaian para warga sekitar yang terlihat berkumpul bersama-sama didekat sebuah panggung yang berada di hadapannya.


"Aku akan periksa ada apa disana, mungkin aku bisa dapat informasi berharga disana" gumam Ming Can dalam benaknya.


Ming Can ikut mendekati keramaian tersebut, dimana terlihat diatas panggung tersebut ada seorang pria paruh baya dengan beberapa orang pasukan yang dirinya bawa.


"Mungkin dia Jendral kerajaan atau kekaisaran disini" pikir Ming Can dalam benaknya.


Pria paruh baya dengan pakaian tempur yang berbeda dengan pasukan biasanya yang berdiri dibelakang dirinya mulai berbicara.


"Kaisar memberikan sebuah dekrit"


"Bagi siapapun yang bisa membawa sebuah inti monster tingkat 7 puncak kepada yang mulia, maka akan diberikan sebuah hadiah" ucap Jendral tersebut.


"Apa jenis dari inti monster yang dibtuhkan?" tanya salah seorang kultivator disana bertanya.


"Jenis tidak ada masalah mau apapun itu akan diterima" jawab Jendral tersebut.


"Baiklah jika tidak ada lagi pertanyaan sekian dekrit kaisar" ucap Jendral tersebut sambil pergi dari sana.


Ming Can kemudian bergumam dalam pikirannya.


"Tingkat 7 puncak setara dengan Emperor tahap 9, dan itu bukanlah sesuatu yang bisa kuhadapi sekarang ini dengan kekuatan tahap Kaisar 5 saja"


"Sigh.....lupakan, lebih baik aku cari tempat tinggal terlebih dahulu" pikir Ming Can.


Berjalan dan berjalan terus, akhirnya Ming Can sampai didepan sebuah penginapan bernama Mawar.


"Aku bisa tinggal disini terlebih dahulu" gumam Ming Can dalam benaknya.


Namun langkahnya terhenti ketika sebuah ide dibenaknya muncul.


"Atau aku lebih baik beli sebuah rumah dengan ukuran kecil dan dan sederhana saja?"


Tapi ketika dipikirkan kembali itu tidak akan murah harganya di kota sebesar ini, maka lebih baik menyewa kamar penginapan saja untuk dirinya tinggal selama di kekaisaran ini.


Ming Can masuk kedalam penginapan dan memesan satu kamar dengan dua tempat tidur terpisah untuk satu bulan seharga 10.000 koin emas.


Didalam kamar penginapan yang dirinya telah sewa selama satu bulan, Ming Can menatap kearamaian kota dari jendela.


"Aku masih belum dapat informasi apapun mengenai ibukota kekaisaran ini, bahkan aku belum tahu ini kekaisaran apa namanya?"


"Huft.....mungkin aku bisa dapat informasi secara tidak sengaja saat berkeliling kota"


Ming Can keluar dari dalam kamar penginapan, kemudian lanjut berjalan-jalan di kota.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.


Visual Karakter Ming Can setelah berubah tampilan tubuh dan wajahnya.


Maaf kalau Visual karakternya ambil dari google;)