Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.16



Liuren yang mendengar jawaban Xingtian merasa heran, sampai tak tahan untuk bertanya lebih jauh dan lebih jauh lagi.


"Aku jadi merasa penasaran dengan kekuatan anak muda yang tampan ini, sampai-sampai bisa membuat dirimu yang pemalas untuk ikut berpetualang kemana-mana dengannya" ucap Liuren sambil melirik Ming Can yang terlihat santai dan sedang meminum teh yang disajikan.


"Siapa namamu anak tampan?" tanya Liuren.


"Ming" jawabnya.


"Nama yang bagus dan simpel, bolehkah kakak cantik ini tahu darimana asalmu?" tanya Liuren.


"Desa terpencil, dan beruntung mendapatkan bimbingan dari seorang guru hebat yang tidak bisa kusebutkan namanya" jawab Ming Can.


"Begitu, lalu apa yang ingin adik Ming tempat atau minta aku buatkan?" tanya Liuren.


"Sebuah armor dan senjata yang sepasang dengan armornya, sebanyak 7 pasang" jawab Ming Can.


"Ingin cepat atau santai?" tanya Liuren.


"Secepatnya" jawab Ming Can.


"Kalau begitu akan kakak bantu buatkan secepatnya dengan kualitas terbaik yang bisa kakak buatkan untukmu" jawab Liuren.


"Berapa biaya yang dipelurkan?" tanya Ming Can.


"Gratis, sebagai rasa terimakasih kakak setelah apa yang adik lakukan sebelumnya bersama dengan Xingtian" jawab Liuren.


"Terimakasih, dan ini bahannya" ucap Ming Can sambil mengeluarkan bahan yang diambil dari makam dragonoid sebelumnya.


"Bahan yang bagus, apakah dari makam dragonoid?" tanya Liuren sambil mengambil satu batu.


"Benar, berapa cepat prosesnya?" tanya Ming Can.


"Untuk laki-laki atau perempuan?" tanya Liuren.


"Perempuan" jawab Ming Can.


"Semua?" tanya Liuren.


"Benar" jawab Ming Can.


"Baiklah, mungkin butuh 7 hari" jawab Liuren.


"Kami akan tinggal di kota ini untuk menunggu pesananku selesai, baru akan pergi kembali melanjutkan perjalanan" ucap Ming Can.


"Dimana kalian akan tinggal?" tanya Liuren.


"Mungkin penginapan" jawab Ming Can santai.


"Kalau begitu tinggal saja disini" saran Liuren.


"Aku tidak masalah kalau begitu, dan terimakasih" jawab Ming Can.


"Oh iya, apa yang sebenarnya terjadi padamu Liuren sampai bisa mengalami hal seperti sebelumnya?" tanya Xingtian.


"Namanya adalah Sima Xiu, dan dia adalah teman yang aku kenal belum lama ini. Aku tidak pernah menyangka saat melakukan pencarian bahan langka sebelumnya dia akan meracuni makananku dengan obat penekan energi" jawab Liuren.


"Dari keluarga besar mana dia berasal?" tanya Xingtian.


"Dia bukan dari keluarga besar manapun, hanya seorang kultivator singgah di kota ini yang aku kenal dan karena orangnya asik dan menyenangkan kita berteman" jawab Liuren.


"Kultivasinya diatas kita, namun dia terlalu besar kepala dengan kemampuan yang dia miliki sehingga menganggap pertarungan sebelumnya sepele sampai berakhir dengan kematian bagi dirinya sendiri" timpal Ming Can.


"Ngomong-ngomong soal tadi, pill yang aku konsumsi sepertinya bukan pill biasa dan bukan pill yang murah kalau dibeli sekalipun" ucap Liuren.


"Hanya pill tingkat Raja" jawab Ming Can enteng.


"Kau menganggap pill tingkat Raja begitu enteng, seolah itu mudah kau buat?" tanya Liuren makin penasaran dengan sosok pria muda dihadapan dirinya sekarang ini.


"Aku bukannya sombong, namun aku hanya butuh sedikit usaha saja untuk membuatnya" jawab Ming Can.


"Kalau begitu kau seorang alkemis?" tanya Liuren kembali.


"Begitulah" jawab Ming Can.


"Tingkatan pill setinggi apa yang bisa kau capai sekarang ini?" tanya Liuren kembali bertanya dengan rasa semakin tahu yang menjadi-jadi.


"Surga" jawab Ming Can.


Hening!


Liuren dengan Xingtian dibuat terdiam akan perkataan dari Ming Can barusan, dengan pikiran yang sama yaitu "Jenius!"


"Xingtian cari bahan obat dalam kertas ini dan beli sesuai dengan yang tertulis" ucap Ming Can sambil mengeluarkan selembar kertas dari dalam cincin spatial miliknya bersama sekantung uang.


Xingtian menerimanya dan menjawab "saya akan laksanakan perintah dengan segera"


Xingtian pamit undur diri untuk menjalankan perintah, dan meninggalkan Liuren dengan Ming Can didalam ruangan tersebut.


"Kapan proses pembuatan pesananku dikerjakan olehmu?" tanya Ming Can.


"Sebelum itu bisakah aku memgajukan sebuah permohonan padamu?" tanya Liuren.


"Apa itu?" tanya Ming Can.


"Bisakah aku menjadi bagian dari pasukan yang sedang kau bangun?" tanya Liuren.


"Kau pintar sebagai wanita, aku suka" jawab Ming Can sambil tersenyum.


"Karena kepintaranku inilah, aku pernah menjabat sebagai diaken" ucap Liuren.


"Aku tidak suka pengkhianatan" jawab Ming Can.


"Kita bisa lakukan kontrak darah" jawab Liuren mantap.


"Kau yakin?" jawab Ming Can menantang.


"Iya" jawab Liuren.


"Bagaimana jika nantinya aku akan melecehkanmu, atau bahkan meniduri dirimu secara paksa?" tanya Ming Can.


"Jika kamu mau, aku tidak akan menolak" jawab Liuren.


"Kenapa begitu?" tanya Ming Can.


"Aku sudah lama kesepian dan ingin merasakan Cinta" jawab Liuren.


"Baiklah, kita akan pasangkan kontrak darah padamu" ucap Ming Can.


Serangkaian kegiatan dilakukan untuk proses kontrak darah yang dilakukan antara Ming Can sebagai tuan dan Liuren sebagai budak.


"Segera siapkan pesananku" pinta Ming Can pada Liuren setelah selesai menjalankan pemasangan kontrak darah pada Liuren yang telah menjadi seorang budak sekarang ini.


"Baik, tuan" jawab Liuren.


Sementara Liuren menjalankan perintah dari Ming Can untuk membuat zirah dan pedang, Ming Can sendiri tengah berjalan disekitar taman yang ada dibelakang kediaman Liuren yang terlihat besar.


"Taman yang indah, sesuai dengan selera seorang wanita muda sepertinya" ucap Ming Can.


Swush.


7 Permata keluar dari dalam kediaman ilahi, karena sebelumnya Ming Can sengaja memasukan mereka semua kedalam kediaman Ilahi agar mereka diam disana terlebih dahulu untuk sesaat saja.


"Kita akan jalan-jalan di kota ini, untuk membelikan kalian semua pakaian dan segala sesuatu yang bisa membuat kalian bahagia" ucap Ming Can.


"Kami rasa itu berlebihan untuk seorang budak seperti kami tuan" jawab Zu.


"Tidak ada penolakan" jawab Ming Can.


"Baik" jawab 7 pernata kompak.


Kemudian kegiatan berbelanja dimulai, dari mulai membeli pakaian dan sepatu hingga perhiasan untuk 7 permata dan aksesoris juga.


Sampai setelah beberapa waktu berlalu, dan hari sudah sore.


Kegiatan berbelanja telah usai, sekarang 7 permata mengenakan pakaian berbeda-beda satu sama lainnya dengan warna yang berbeda-beda juga.


7 permata juga menggunakan cadar yang sengaja digunakan untuk menutup wajah mereka dari orang-orang, namun aura keanggunan dan kecantikan mereka tidaklah bisa ditutupi oleh sebuah cadar.


Terlebih mereka memang benar-benar cantik dan tiada duanya.


"Kita akan kembali, namun sebelum itu apakah kalian masih ada keinginan untuk membeli sesuatu terlebih dahulu?" tanya Ming Can.


"Tidak ada tuan" jawab 7 permata.


"Baiklah kalau begitu kita bisa pulang sekarang" jawab Ming Can.


Mereka kembali semuanya kekediaman Liuren yang berada di pesisi kota ini.


....


Ming Can dengan 7 permata sudah sampai di kediaman Liuren, mereka sekarang duduk bersama diruangan tengah.


Xingtian sendiri sudah kembali dengan bahan obat yang diminta untuk dibeli sudah didapatkannya, dan dia sepertinta tertegun dan kaget sekali melihat 7 permata.


"Tuan, apakah mereka 7 permata?" tanya Xingtian bingung.


"Begitulah, jangan coba-coba dekati mereka!" tegas Ming Can.


"Saya mana berani" ucap Xingtian.


Ming Can menyimpan bahan obat yang sudah dibeli kedalam cincin spatial milik dirinya, dan kemudian berkata "kau istirahatlah, aku juga mau ke kamar dan tidak mau diganggu"


"Saya mengerti" jawab Xingtian sambil berlalu pergi dari sana.


Ming Can sendiri juga pergi masuk kedalam kamar, dan diikuti oleh 7 permata.


"Kalian mau tidur bersama lagi?" tanya Ming Can.


"Kami akan selalu menghangatkan anda saat tertidur di malam hari, agar tidak merasa kedinginan" ucap Zu.


"Baiklah" jawab Ming Can.


7 permata sudah melepas cadar yang mereka kenakan, dan mulai naik keatas tempat tidur dan berbaring disekitar tubuh Ming Can.


"Aku sedang membuatkan kalian semua zirah dan pedang dari bahan yang aku ambil dari makan dragonoid sebelumnya" ucap Ming Can.


"Anda terlalu baik pada kami, tuan" jawab Zu.


"Kalian adalah 7 permata, selain cantik juga harua kuat. Maka dari itu aku menamai kalian 7 permata" jawab Ming Can.


"Anda sudah berbuat sebanyak ini pada kami, namun kami bahkan hanya bisa membalas dengan ini saja" ucap Xun.


"Kalian aku buat menjadi kuat, supaya bisa aku gunakan sebagai pelindung diriku" ucap Ming Can.


"Kalau begitu kami akan menjadi lebih dan lebih berusaha lagi supaya bisa menjadi kuat" ucap Qin.


"Aku akan buat perkembangan kalian lebih cepat dan hebat lagi" ucap Ming Can.


"Terimakasih, tuan" jawab semuanya kompak.


Sore hari itu Ming Can tertidur dengan dipeluk oleh 7 keindahan, sampai dirinya bangun ketika malam hari dari tidurnya.


....


Begitu bangun tidur, Ming Can mendapati 7 permata yang masih tertidur lelap dalam mimpi mereka masing-masing.


Sebuah senyuman terbit di wajah tampan Ming Can, seraya bergumam dalam hati "kalian cantik, dan bertubuh bagus yang begitu menggoda. Namun aku tidak mau merusak kalian, setidaknya sekarang"


Ming Can tidak menggerakan tubuhnya sedikitpun, karena tidak mau membangunkan mereka yang nampak tertidur pulas.


Namun baru saja sebentar, nampak satu persatu 7 permata bangun dari tidurnya.


"Kalian terbangun rupanya" ucap Ming Can.


"Kami lapar tuan" ucap Zu.


"Haha.....kalau begitu ayo makan sama-sama" jawab Ming Can.


Mereka kemudian pergi keluar dari dalam kamar dan menuju ruangan makan yang ternyata disana sudah ada Liuren dengan Xingtian yang hendak makan.


"Tuan anda bangun ternyata" ucap Xingtian.


"Kami ingin bergabung dengan kalian untuk makan malam" jawab Ming Can.


Mereka kemudian makan bersama-sama, dan tanpa ada obrolan sedikitpun saat sedang makan tersebut. Sampai saat selesai barulah mereka melakukan pembicaraan bersama diruangan tengah.


"Berapa persen sudah pesanan yang aku minta buatkan?" tanya Ming Can pada Liuren.


"20% tuan" jawab Liuren.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu, aku tidak terburu-buru untuk pergi" ucap Ming Can.


"Jika begitu saya bisa lebih bersantai dalam pembuatan senjata dan zirah yang anda minta" ucap Liuren.


"Kalau begitu, aku akan berikan hadiah setelah kau selesai melakukan tugas pembuatan senjata dariku" ucap Ming Can.


"Saya akan bekerja dengan keras agar bisa memuaskan ekspektasi anda" ucap Liuren bahagia.


"Dan untukmu Xingtian, aku punya tugas besok untukmu" ucap Ming Can.


"Saya siap menjalankan perintah" ucap Xingtian dengan hormat yang tidak berkurang sedikitpun.


"Tuan, saya penasaran siapa mereka ini?" tanya Liuren.


"7 permata, dan merupaka teman tidur" jawab Ming Can bercanda.


"Apa!?" ucap Liuren kaget tak percaya dengan apa yang dirinya barusan dengar dari mulut sang tuan soal 7 wanita cantik ini.


"Hahaha, bercanda"


"Mereka semua ini adal 7 permata yang merupakan pasukan kedua yang aku rekrut" ucap Ming Can.


"Begitu" jawab Liuren paham.


Bersambung......


Jangan lupa


Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.


Terimakasih.