
Ming can beserta kelompok sedang beristirahat pada sebuah tempat yang bisa dibilang sebuah gua, namun gua tersebut tidak terlalu dalam.
Sambil beristirahat mereka juga makan, dan seperti biasa yang membuatkan makanan adalah yun mei.
"Setelah ini kita akan pergi kemana?" tanya yun mei sambil memanggang daging.
"Aku ingin pergi menuju danau roh" ucap ming can.
"Ada hal spesial apa lagi disana?" tanya yu tianlang.
"Aku memerlukan sesuatu yang berada didasar danau" ucap ming can menjawab.
"Kalau begitu seperti biasanya kami akan ikut" jawab yu tianlang.
"Untuk kali ini kalian diam disini saja bersama 7 permata, dan aku akan pergi sendiri kesana" ucap ming can.
"Kenapa?" tanya yun mei.
"Itu karena aku rasa disana akan berbahaya jika pergi bersama-sama dalam bentuk kelompok" jawab ming can.
"Kenapa bisa begitu?" tanya yu tianlang.
"Sebelum sampai diarea danau roh, maka setiap orang yang akan kesana harus melewati hutan roh" ucap ming can menjelaskan.
"Lalu apa yang menjadi bahayanya?" tanya yun mei.
"Dalam hutan tersebut orang atau kultivator dengan pendirian dan tekad yang lemah akan terjerumus dalam ilusi yang mempengaruhi diri mereka yang masuk kedalam hutan roh" jelas ming can.
"Bukankah itu berarti kau juga akan dalam masalah?" tanya yun mei.
"Hahaha.....aku rasa saudari yun lupa bahwa saudara ming itu kuat, dan sudah pasti dapat melewati hutan roh dengan mudahnya" jawab yu tianlang atas perkataan dari yun mei.
"Jadi kamu akan pergi sendiri kesana?" tanya yun mei.
"Iya, selama aku pergi jangan keluar dari gua ini" ucap ming can memperingati.
"Kenapa tidak boleh keluar dari dalam gua?" tanya yu tianlang.
"Karena jika kalian keluar, terus pergi entah kemana dan bertemu hal tidak terduga sampai dalam situasi sulit nantinya akan bagaimana?" tanya balik ming can.
"Baiklah kami mengerti, dan akan mendengarkan peringatanmu saudara ming" ucap yu tianlang.
"Bagus, aku tidak akan lama" ucap ming can.
Selesai dengan obrolan soal danau roh dan hutan roh, sekarang ming can dengan yang lainnya segera makan bersama.
Dan yang uniknya adalah 7 permata yang mendapat perintah dari ming can untuk makan dengan posisi membelakangi yu tianlang dan yun mei.
"Aku sampai heran dan penasaran sekali akan alasan kau selalu menyuruh 7 permata seolah menyembunyikan identitasnya pada kami berdua, kenapa?" tanya yu tianlang.
"Aku hanya ingin menyembunyikan identitas mereka dari kalian saja" ucap ming can menjawab.
"Memangnya kenapa?" tanya yun mei juga merasa heran dan penasaran.
"Tidak ada alasan lain selain bertujuan menyembunyikan identitas mereka dari kalian berdua" jawab ming can menjelaskan.
"Lalu, apakah kami mengenal mereka?" tanya yun mei.
"Sepertinya kalian tidak akan mengenal mereka satupun" jawab ming can.
"Mereka semua perempuan bukan?" tanya yu tianlang.
"Benar, lalu kenapa?" tanya ming can balik.
"Apakah mereka cantik?" tanya yu tianlang.
"Rahasia" jawab ming can.
"Cih....tidak asik" ucap yu tianlang.
Ming can dengan yun mei tertawa bersama-sama, lalu ming can berkata "aku akan pergi sekarang"
"Eh, kau tidak mau tambah makannya?" tanya yun mei.
"Tidak, aku sudah cukup" jawab ming can.
"Kalau begitu kau harus janji untuk kembali dengan selamat kehadapanku tanpa luka" ucap yun mei pada ming can.
"Aku pasti akan kembali kehadapan kalian lagi, namun aku tidak tahu bisa kembali tanpa luka atau tidak" jawab ming can.
"Pokoknya harus hati-hati dan kembali kemari dengan kondisi masih hidup" timpal yu tianlang.
"Aku pergi" jawab ming can.
"Hati-hati" ucap yun mei.
Ming can menganggukan kepalanya dan kemudian berjalan keluar dari gua, sebelum akhirnya menghilang dengan cepat entah kemana dari depan gua.
.......
Ming can saat ini bergerak terus dengan cepat menuju arah barat dari gua tempat dirinya makan dan istirahat sebelumnya bersama dengan kelompoknya.
"Jarak dari lokasi sebelumnya menuju kolam roh seharusnya tidak jauh lagi"
Ming can tidak lagi menahan kekuatannya untuk dapat bergerak lebih cepat dan cepat lagi menuju lokasi yang dituju.
Sampai sekitar satu batang dupa berlalu......
Ming can sudah berdiri dibagian luar hutan yang terlihat berkabut.
"Sebelum mencapai kolam roh, aku harus bisa melewati hutan roh ini terlebih dahulu"
Ming can ingat dari catatan sang supreme kultivator, bahwa di hutan roh ini sebenarnya ada sebuah tanaman yang bisa memberikan tekanan jiwa dan roh.
Sehingga bisa membuat orang yang masuk kedalam kawasan dan wilayah tanaman tersebut maka secara otomatis akan merasakan serangan dan tekanan pada roh dan jiwa mereka.
"Cara agar lolos dari efek tanaman itu adalah dengan tahan nafas dan menyelimuti seluruh tubuh dengan energi dalam"
Ming can segera melakukan trik yang dia ketahui untuk melewati hutan roh dihadapannya sekarang ini.
Kemudian segera masuk kedalam hutan dengan cara berlari secepat mungkin.
Ming can berlari dengan jalur lurus kedepan tanpa berniat berhenti sedikitpun, sampai akhirnya ternyata bisa menembus hutan roh dengan mudah sampai ming can tiba di hadapan kolam roh.
Ming can mengarahkan pandangannya pada kolam roh dihadapannya sekarang ini.
"Satu bahan terakhir ada didasar danau, namun danau ini akan memberikan rasa sakit bila air nya mengenai tubuh barang setetes saja"
"Demi membangunkanmu aku akan lakukan ini, meski harus menahan rasa sakit seperti apapun itu"
Ming can segera berjalan mendekat kearah bibir danau, lalu menyentuh sedikit air danau dengan ujung jari lengannya.
Nyutt!
Ming can merasakan jari lengannya yang menyentuh air serasa berdenyut sakit dan kesemutan.
"Memang benar-benar menyakitkan, seperti apa yang digambarkan dalam buku yang ditulis oleh sinior mu haiji"
Namun kembali lagi ming can menguatkan tekadnya untuk tetap masuk kedalam air danau dan menyelam sampai dasar untuk mengambil kristal hati suci.
"Demi menghidupkan kembali dirimu"
Byur!
Ming can melompat kedalam danau dan langsung berenang kedasar, dengan rasa sakit diseluruh tubuh yang sangat teramat sakit terasakan.
Walau begitu dengan tekad dan semangat yang kuat, ming can terus menguatkan tekadnya untuk menyelam terus kedasar danau demi mengambil kristal hati suci.
Terus demi terus ming can menyelam kedasar danau, sampai dirinya mencapai dasar danau dan berhasil menemukan sebuah batu berbentuk bulat sempurna dengan cahaya pelangi yang indah seukuran mutiara.
Ming can mengambil beberapa dan segera disimpan kedalam cincin spatial, kemudian segera berenang ke permukaan.
Byur!
Ming can berhasil mencapai permukaan dengan kondisi masih sadar dan badan masih kuat menahan efek dari air danau, dengan segera ming can berenang ketepian dan naik kepermukaan.
"Huft.....huft.....Ini menyakitkan sekali!!"
Ming can masih dalam posisi berbaring diatas tanah ditepi danau, mencoba menahan rasa sakit disekejur tubuh yang tengah dirasakan.
Sambil dirinya mengingat-ngingat dalam catatan senior mu haiji, bagaimana cara menghilangkan rasa sakit akibat terkena air danau roh ini.
"Menurut catatan senior mu haiji hanya ada dua cara untuk menghilangkan rasa sakit disekujur tubuh setelah terkena air dari danau roh ini"
"Cara pertama dengan berhubungan intim bersama seorang wanita, sedangkan cara kedua dengan cara mencoba memaksa energi tersebut agar bisa distabilkan dalam tubuh dan diubah menjadi energi didalam tubuh yang akan digabungkan kedalam dantian"
Ming can merasa cara pertama tidak mungkin dilakukan sekarang, jadi hanya cara kedua saja yang bisa dilakukan untuk menyetabilkan rasa sakit yang dialami setelah bersentuhan dengan air dalam danau roh.
Ming can dengan susah payah segera mengambil posisi duduk bersila dan memulai proses penyetabilan rasa sakit yang tengah dirasakan sekarang ini oleh dirinya.
Walau sulit dan rasa sakitnya seolah bertambah dan berlipat ganda, namun lama kelamaan ming can bisa terbiasa dalam proses penyetabilan rasa sakit yang dirasakannya sekarang menjadi sebuah energi.
Lama kelamaan rasa sakit didalam seluruh tubuh yang dirasakan oleh ming can perlahan-lahan mereda dan berubah menjadi rasa nyaman yang terasa diseluruh anggota tubuh.
Sampai akhirnya semua rasa sakit yang dirasa didalam dirinya menghilang secara penuh dan berubah menjadi sebuah kekuatan yang menyatu kedalam energi dalam dantiannya.
Ming can membuka mata dan mengambil posisi berdiri dari bersila.
"Senior mu haiji berkata dirinya mendapat sebuah kekuatan hukum setelah menyetabilkan rasa sakit yang dialami ditubuhnya akibat air dari danau roh ini"
"Kekuatan hukum yang didapatkan oleh senior mu haiji adalah api, yang membuat kekuatan serangan miliknya yang berunsur api lebih kuat dan hebat lagi walau ditingkat yang tidak terlalu tinggi sekalipun teknik serangan tersebut"
Ming can lalu mencoba mencari tahu kekuatan hukum apa yang didapatkan dirinya, dan begitu terkejut sekali dirinya ketika mengetahui hukum apa yang dirinya miliki dan kuasai sekarang.
"Hukum Kehidupan!"
"Bukankah ini akan sangat hebat, sungguh beruntunya diriku"
Ming can sekarang ini segera teringat akan kristal naga ungu sebelumnya dan segera dikeluarkan dari dalam cincin spatial.
Kemudian ming can menggunakan kristal tersebut untuk memanggil sebuah roh naga dari dalam kristal.
Sekarang terlihat diatas kepala ming can ada sebuah roh naga dengan ukuran cukup besar, dan nampaknya jinak terhadap dirinya.
"Coba aku hidupkan dirimu dengan hukum kehidupan"
Ming can menyalurkan hukum kehidupan milik dirinya kedalam roh naga tersebut, sampai beberapa waktu berlalu dengan begitu saja.
Ming can merasakan sebuah perubahan pada roh naga dihadapannya ini sekarang, maka segera menghentikan penyaluran energi hukum kehidupannya pada sang roh naga.
Sedangkan roh naga itu sendiri, sekarang tubuhnya nampak bersinar dengan makin terang lama kelamaan.
Sampai terjadi sebuah ledakan energi yang begitu kuat dari sang roh naga.
Boom!
Ledakan energi itu begitu kuat sekali, sampai menghasilkan gelombang yang benar-benar kuat sekali dan menyebar kearea sekitar.
Namun begitu ledakan energi reda, terlihat seekor naga dihadapan ming can sekarang ini yang memiliki wujud fisik dan berwarna hijau dengan sedikit bulu dibagian kepala berawarna emas dengan tanduk kecoklatan.
Naga itu nampak tengah memberi hormat pada ming can, segera ming can melakukan kontrak dengan naga hijau itu.
Setelah dirasa berhasil melakukan kontrak, ming can memberikan naga hijau tersebut sebuah nama "namamu zulong dimulai dari sekarang"
"Terimakasih tuan" jawab zulong melalui komunikasi pikirannya.
"Aku akan mengirimmu ketempat kyubi, kalian lebih baik tinggal disana terlebih dahulu untuk sekarang" ucap ming can.
"Saya mengerti" jawa zulong.
Ming can kemudian mengirim zulong kedalam kediaman dalam dirinya, kediaman tersebut ming can beri nama kediaman ilahi.
Setelah memasukan zulong kedalam kediaman ilahi, ming can bergegas meninggalkan lokasi danau roh dengan segera dan kembali menuju gua sebelumnya.
"Kurasa tujuanku sekarang tinggal membantu yu tianlang soal ibu dan keluarganya, serta menghidupkan kembali dia"
Ming can makin mempercepat langkah pergerakannya untuk bisa sampai di gua sebelumnya.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.