
Akhirnya ketiga pill yang dibuat telah jadi, ketiga pill tersebut akan ming can berikan satu pada yun mei dan satu lagi pada yu tianlang.
Dengan pill tersebut mereka berdua akan mengalami kenaikan tingkat kultivasi yang besar dalam waktu yang singkat.
"Aku akan berikan pill ini pada mereka besok hari saja"
Ming can melihat kearah yu tianlang dan juga yun mei yang sedang tertidur pulas, senyuman terlukis dalam wajah tampannya.
"Setelah menolong keluarga tianlang nantinya, aku akan pergi kemana?"
Ming can tengah memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan kedepannya setelah mendatangi kediaman tianlang untuk membantu ibunya yang dalam keadaan sakit dan membantu membereskan masalah pada keluarga tianlang.
"Mungkin aku akan menjelajah dunia saja untuk mencari kekuatan dan pengalaman"
Ming can menegadahkan kepalanya menghadap keatas langit sambil memandangi langit malam yang indah ditaburi dengan bintang-bintang.
"Langit yang indah dan damai, namun kenapa malah ada para pencuri yang datang"
Segera ming can berdiri dan mengeluarkan pedang miliknya dari dalam cincin spatial.
Wush.
Ming can menghilang dari tempat dia berdiri, dan muncul dihadapan kelompok orang-orang dengan pakaian serba hitam dengan lambang petir emas dibagian dada mereka.
Terlebih mereka yang mengenakan topeng membuat penambahan kesan misterius dan aneh pada tampilan atau penampilan mereka saat ini dimata ming can.
"Siapa kau?" tanya salah satu orang dikelompok tersebut pada ming can yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
"Kalian sebaiknya pergi dari sini, jika tidak aku akan mengusir kalian" ucap ming can.
"Kami tidak ada motif jahat, kami hanya ingin mencari tempat untuk istirahat dan bermalam malam ini" ucap salah satu orang lainnya.
"Tidak jauh dari sini jika kalian berjalan menuju arah selatan, maka akan kalian temukan sebuah bangunan yang bisa kalian gunakan untuk berteduh" ucap ming can.
Tiba-tiba sekitar empat orang dalam kelompok tersebut seperti batuk-batuk dan mulai tumbang keatas tanah tidak berdaya, juga terlihat ada beberapa luka fisik ditubuh mereka.
Anggota kelompok lainnya langsung menjadi khawatir dan mendekati keempat orang tersebut, sambil menanyakan kondisi mereka.
"Bagaimana ini, mereka harus segera diberi pertolongan" ucap salah seorang di kelompok tersebut menilai keadaan rekan-rekannya yang tengah dalam kondisi yang kurang baik sekarang ini.
"Penuhi persyaratan yang aku tawarkan pada kalian, maka aku akan bantu menyembuhkan rekan-rekan kalian" ucap ming can masih berdiri dengan tenang menatap kelompok tersebut.
Salah seorang dikelompok tersebut yang sepertinya berperan sebagai pemimpin maju dan berkata "kami bersedia menerima apapun persyaratan anda, asalkan segera tolong saduari-saudari kami"
"Baiklah, pertama aku akan pasangkan segel budak pada kalian" ucap ming can membuat mereka bertujuh terkejut.
"Apa!!" teriak mereka bersamaan.
"Tenang saja, selama kalian dalam pengaruh segel budak milikku aku akan perlakukan kalian dengan baik" ucap ming can.
Pemimpin kelompok tersebut nampak berdiskusi dengan rekan-rekannya semua, sampai mencapai satu keputusan.
"Kami setuju" jawab pemimpin kelompok tersebut.
Ming can segera melakukan teknik perbudakan yang belum pernah orang-orang itu lihat sama sekali, dan seketika ketujuh orang tersebut dalam seketika mendapatkan sebuah segel kontrak di bagian dada mereka.
"Kalian tahu resiko dari pengkhianatan seorang budak yang memiliki segel bukan?" tanya ming can.
"Kami mengerti" jawab pemimpin tersebut.
"Baiklah, syarat berikutnya bisa menyusul dan aku akan menyembuhkan keempat orang itu terlebih dahulu" ucap ming can sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin spatialnya.
Sampai terlihatlah sebuah botol giok berukuran sedang ditangan ming can sekarang, kemudian ming can mengeluarkan empat butir pill berwarna hijau dengan harum yang menyeruak menenangkan pikiran dan tubuh mereka yang mencium aroma pill tersebut.
Setelah mengeluarkan empat butir pill tersebut, ming can segera menyimpan botol giok sebelumnya kedalam cincin spatial kembali.
"Berikan mereka masing-masing satu pill ini" ucap ming can sambil menyerahkan empat butir pill tersebut pada si pemimpin kelompok tersebut.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, pemimpin tersebut segera memberikan empat butir pill yang ditangannya pada keempat saudarinya yang terluka untuk dikonsumsi.
Setelah keempatnya masing-masing mengkonsumsi satu pill hijau sebelumnya, sekarang kondisi mereka sudah benar-benar pulih 100% dan luka fisik juga langsung sembuh begitu saja tanpa bekas dalam sekejap mata barusan.
"Kalian sudah sembuh sekarang" ucap ming can.
Ketujuh orang itu segera duduk bersimpuh dihadapan ming can sebagai tuannya sekarang sambil membuka topeng yang mereka kenakan hingga terlihatlah wajah dari ketujuh orang bertopeng sebelumnya yang ternyata semuanya perempuan.
"Kalian cantik, baiklah syarat kedua adalah kalian akan menjadi pasukanku dan aku akan berikan sumber daya terbaik untuk kalian juga agar bisa meningkatkan kekuatan kalian" jelas ming can.
"Baik, terimakasih tuan muda" jawab pemimpin kelompok tersebut.
"Ketiga, jelaskan segalanya tentang kalian" ucap ming can memberikan perintah.
"Baik"
"Kami adalah kelompok yang dikenal dengan nama petir emas, dan kami adalah pencuri" ucap pemimpin kelompok tersebut mengawali ceritanya sekarang ini.
"Siapa target pencurian kalian?" tanya ming can.
"Para pedagang budak yang kaya,saudagar licik dan para orang kaya sombong dan jahat lainnya" ucap pemimpin kelompok tersebut.
"Kenapa melakukan pencurian?" tanya ming can.
"Demi bertahan hidup dan mengembangkan kekuatan kami semua selama ini" jawab pemimpin kelompok tersebut.
"Kalian berada ditahap langit 2 semuanya, kalian berasal dari mana?" tanya ming can penasaran.
"Kami berasal dari pinggiran kota shinto, lebih tepatnya desa terpencil" jawab pemimpin tersebut.
"Apakah kalian semuanya saudari sedarah?" tanya ming can.
"Tidak, tapi kami menjadi saudari angkat dengan cara bersumpah" ucap pemimpin tersebut.
"Sebutkan nama kalian satu persatu" ucap ming can.
"Aku Zu" ucap pemimpin kelompok tersebut.
Lalu berlanjutlah dengan perkenalan enam orang perempuan lainnya.
"Mei"
"Lian"
"Wei"
"Xun"
"Qin"
"Yun"
"Kalian bisa ikut denganku mulai sekarang" ucap ming can.
"Baiklah tuan" jawab zu.
"Oh iya, kelompok kalian sekarang bernama 7 permata. Yang berarti 7 keindahan permata" jelas ming can.
"Baik" jawab ketujuhnya bersamaan.
"Apakah kalian lapar?" tanya ming can.
Ketujuh wanita cantik tersebut yang masih dalam keadaan bersimpuh berangguk malu dengan wajah merona memerah.
"Kenapa kalian bisa sampai kelaparan begini?" tanya ming can sambil memberikan masing-masing dari mereka satu pill pemberi rasa kenyang.
"Kami sebelumnya bertemu dengan segerombol laba-laba ungu yang beracun, dan makanan serta perbekalan kami yang kala itu sedang dimakan terkontaminasi oleh asap racun yang dikeluarkan laba-laba ungu tersebut" jelas zu.
"Semuanya?" tanya ming can.
"Iya" jawab zu.
"Huft....lain kali jangan sampai ceroboh begitu, dan makanlah pill yang ada ditangan kalian itu" perintah ming can.
Mereka bertujuh memakan pill pemberian majikannya barusan dan sesaat setelah memakan pill tersebut, terasakan oleh ketujuh orang tersebut mulai merasa kenyang dan tidak lapar lagi walau belum memakan makanan lain selain pill barusan pemberian majikannya.
"Terimakasih tuan" jawab ketujuhnya bersamaan.
"Iya, segera pakai topeng kalian dan kita akan kembali menuju tempatku beristirahat" ucap ming can.
Mereka kemudian menuruti perintah tuannya dan memakai topeng mereka masing-masing kembali, lalu mengikuti sang majikan bergerak menuju kesuatu tempat.
.......
Sampai pada tempat sebelumnya beristirahat, ming can segera berhenti dan begitupun dengan anggota 7 permata yang berhenti dibelakangnya.
"Kalian istirahatlah segera" ucap ming can.
"Sebaiknya kami saja yang berjaga, anda beristirahat saja" ucap zu.
"Ini perintah, supaya tenaga kalian yang sudah banar-benar terkuras itu bisa pulih dengan cepat terlebih dahulu" ucap ming can.
"Baik, terimakasih tuan" jawab zu.
Ming can duduk bersandar pada sebuah tiang pillar yang sudah setengah hancur, tiba-tiba anggota 7 permata berbaring didekat dirinya.
Ming can hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Aku sebelumnya mengira kalian bertujuh adalah pencuri yang datang menyelinap untuk menyerang kami, namun rupanya permata" ucap ming can dalam pikirannya.
"Dengan keberadaan 7 permata akan membuat diriku sedikit lebih mudah saat melakukan perjalanan nantinya" gumam ming can dalam benaknya.
Ming can melihat 7 permata sedang tertidur tanpa alas dan selimut, segera ming can mengeluarkan sebuah kain dengan ukuran lebar dari dalam cincin spatial yang dapat langsung menyelimuti 7 permata yang sedang tertidur dalam keadaan berdekatan dengan berjajar rapih tersebut.
.......
Malam terus berlalu dengan dinginnya malam menyelimuti area sekitar, namun tidak dengan ming can dan yang lainnya.
Sampai pagi hari tiba, ming can kemudian membangunkan semuanya dari tidur yang nyaman dan pulas.
Mereka semua langsung bangun ketika dibangunkan oleh ming can, termasuk 7 permata.
Saat bangun yun mei dengan yu tianlang terkaget dengan keberadaan 7 sosok dengan pakain hitam dan mengenakan topeng dibelakang ming can sekarang.
"Siapa mereka?" tanya yu tianlang bingung pada ming can.
"Biar aku kenalkan kalian pada mereka, mereka adalah 7 permata dan merupakan bawahanku yang kudapatkan semalam" jelas ming can.
"Jadi semalam kamu pergi untuk mengurus mereka?" tanya yun mei menebak.
"Benar, namun tidak sampai bertempur dan hanya cukup dengan berbicara saja baik-baik" jawab ming can menjelaskan.
"Owh...lalu kenapa semalam kau tidak membangunkanku untuk begantian jaga" ucap yu tianlang bertanya.
"Aku tidak tega membangunkan kau, jadi aku berjaga semalaman dan aku juga tidak keberatan" jawab ming can menjelaskan atas pertanyaan yu tianlang barusan padanya.
"Kau ini" ucap yu tianlang.
"Baiklah, seperti yang sudah direncakan sebelumnya bahwa kita akan pergi menjelajah reruntuhan lima elemen ini" ucap ming can.
"Sebelum berangkat lebih baik kita makan terlebih dahulu" ucap yun mei.
"Ide bagus!" sahut yu tianlang semangat.
"Yun mei bisakah kamu buatkan untuk mereka bertujuh juga?" tanya ming can.
"Tentu saja" jawab yun mei.
"Terimakasih" jawab 7 permata.
"Tidak perlu sungkan" jawab yun mei.
Acara makan berlangsung dengan tenang, untuk 7 permata makan ditempat yang berbeda sesuai perintah ming can agar identitas mereka tidak terbongkar pada yun mei dan yu tianlang saat ini.
Walau merasa heran dengan tindakan ming can, yun tianlang dengan yun mei memilih diam saja tidak terlalu mempermasalahkannya.
............
Selesai makan dengan kenyang, mereka sudah bersiap dan tengah berkumpul untuk berangkat bersama-sama.
"Tujuan kita sekarang adalah makam dragonoid" ucap ming can.
"Tempat seperti apa itu, dan kenapa kita kesana terlebih dahulu?" tanya yun mei.
"Itu karena tempat tersebut adalah yang paling dekat dari sini, juga disana ada bahan material bagus untuk menempa senjata" ucap ming can.
"Begitu ternyata......" ucap yu tianlang.
"Baiklah, segera berangkat" ucap ming can memberi kode untuk bergerak menuju tujuan.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terinakasih.