
Ming Can pada akhirnya mendapatkan giliran melkukan pemanggilan pada altar pemanggil, hingga terbukalah sebuah portal yang nampak berbeda dengan portal-portal lainnya yang sebelum ini terbuka karena pemanggilan yang dilakukan oleh Jin Shu dan lainnya.
Ming Can kali ini juga merasakan sebuah hawa keberadaan yang kuat dari dalam portal akan segera keluar, sampai sebuah sosok naga dengan ukuran besar dan tinggi keluar dari dalam portal.
Namun naga ini berkepala 6 dengan masing-masing mengeluarkan elemen yang berbeda dari satu sama lainnya.
Jin Shu dengan yang lainnya nampak tertegun dengan kejadian yang mereka saksika kali ini, begitupun dengan para hewan panggilan mereka yang nampak ketakutan saat melihat sosok naga berkepala enam itu.
Mu Haiji sendiri mengirim pesan telepati pada Ming Can dari dalam dunia ilusi.
"Kau beruntung, itu adalah hewan panggilan terkuat di alam semesta ini yang kedudukannya sama dengan binatah terkuat di alam semesta" ucap Mu Haiji melalui pesan telepati yang disampaikan pada Ming Can.
"Hewan yang hebat" ucap Ming Can semangat.
Begitu sang naga kepala enam telah berhasil keluar sepenuhnya dari dalam portal pemanggilan, portal tersebut langsung menghilang dan disusul dengan hancurnya altar pemanggilan.
Naga dengan kepala enam tersebut membawa Ming Can naik keatas punggungnya, dan pergi kesamping Jin Shu dan yang lainnya dari atas altar yang perlahan runtuh.
....
"Sepertinya kau yang paling beruntung diantara kami semua yang berhasil memanggil hewan panggilan" ucap Jin Shu.
"Iya, sepertinya begitu" ucap Ming Can sambil mengelus dada naga berkepala enam yang dalam bentuk kecil dan berada di punggung sebelah kanannya.
"Sekarang kita akan kemana?" tanya Zi Han.
"Entahlah" jawab Gushu.
"Bagaimana kalau kita menempuh satu arah, sampai menemukan sebuh hal yang menarik" ucap Ming Can mengusulkan.
"Ide bagus, lagipula kita tidak memiliki sebuah tujuan apapun setelah ini" ucap Jin Shu.
"Baiklah, arah mana yang akan kita tempuh?" tanya Ming Can.
"Bagaimana kalau arah menuju neraka?" ucap sebuah suara dari arah belakang mereka.
Ming Can dan kelompoknya melirik kearah belakang mereka, dan mendapati lima orang tua yang terlihat memancarkan aura yang begitu kuat sekali.
Mu Haiji tiba-tiba muncul dari dalam kediaman ilusi dan langsung menerjang kelima orang tersebut, Ming Can tahu apa situasi yang sedang terjadi sekarang ini disini.
"Kalian segera pergi dari sini dan tinggalkan kami disini!!" teriak Ming Can pada Jin Shu dan kelompoknya.
"Tunggu, ada apa sebenarnya?" tanya Zi Han.
"Itu tidak penting untuk sekarang, segera tinggalkan tempat ini!!" teriak Ming Can sambil maju kedepan dengan memegang pedangnya.
Jin Shu dan Gushu mengerti apa yang tengah terjadi disini, maka segera membawa Zi Han pergi dari sana degan segera dan meninggalkan Ming Can dan satu orang lagi yang sebelumnya tiba-tiba muncul begitu saja untuk menghadapai kelima orang tua yang datang dari arah belakang mereka sebelumnya.
..........
Setelah kepergian Jin Shu dengan yang lainnya dari sana, Ming Can sendiri dengan sang guru Mu Haiji sedang berhadapan dengan kelima orang tua tersebut.
"Apakah kelima orang tua ini adalah orang-orang yang sebelumnya melepaskan serangan skala besar dan kuat pada dua monster tingkat tinggi di tempat tadi?" tanya Ming Can pada Mu Haiji.
"Benar" jawab Mu Haiji.
Kelima orang tua disana menatap kearah dua orang dihadapan mereka dan salah satunya berbicara.
"Kami kemari tidak ingin cari masalah" ucap salah satu orang tua tersebut yang berada ditengah-tengah.
"Lalu apa yang kalian inginkan?" tanya Mu Haiji.
"Hewan yang ada di pundak dia" ucap orang tua sebelumnya sambil menunjuk kearah naga kepala enam yang ada dipundak Ming Can.
"Aku tidak akan memberikan rekanku pada orang-orang tua seperti kalian yang datang secara begitu saja dan ingin mengambil rekanku" ucap Ming Can menolak keinginan dari para orang tua tersebut.
"Kalau begitu sepe-" ucapan dari orang tua yang berada ditengah tersebut tiba-tiba berhenti saat kepalanya meledak tiba-tiba.
Empat orang tua lainnya kaget dan bingung dengan apa yang telah terjadi barusan pada salah satu rekan mereka.
"Sialan!! siapa yang menyerang?!" teriak orang tua lainnya.
Namun tiba-tiba kepala orang tua tersebut juga meledak begitu saja, membuat Ming Can dan tiga orang tua yang tersisa makin dibuat kaget dan bingung.
Secara tiba-tiba naga berkepala enam yang ada dipundak Ming Can berubah ukuran menjadi besar dan berdiri disamping Ming Can.
"Tuan, biarkan saya yang mengurus tiga orang sisanya" ucap naga kepala enam tersebut.
"Kau mau melawan mereka bertiga?" tanya Ming Can.
"Benar, lagipula mereka bukanlah hal yang sulit untuk saya urus" jawab naga kepala enam.
"Baiklah" jawab Ming Can.
Swush!
Naga kepala enam itu menghilang dari samping Ming Can dan melakukan sebuah serangan mendadak dan cepat dari belakang ketiga orang tua tersebut.
Slash!
Sebuah tebasan yang diberikan oleh naga kepala enam tersebut berhasil membelah ketiga tubuh orang tua tersebut hingga menjadi dua.
Ming Can yang sedari tadi menyaksikan hanya bisa terkagum-kagum dengan rekan yang dia dapatkan kali ini.
"Tuan saya sudah selesai" ucap naga kepala enam tersebut sambil kembali berubah dalam bentuk naga kecil dan berdiam di pundak Ming Can kembali.
"Hahaha....kau bisa lihat sediri bukan bagaimana hebat dan kuatnya hewan panggilan milikmu itu?" ucap Mu Haiji.
"Jadi sedari tadi adalah ulah yang dilakukan oleh naga kepala enam ini?" tanya Ming Can pada Muhaiji.
"Benar" jawab Mu Haiji.
"Kau masih hidup supreme terkuat?" tanya naga kepala enam pada Mu Haiji.
"Aku sudah mati sejak lama, namun dihidupkan kembali oleh murid baikku yang sekarang menjadi tuanmu itu" jawab Mu Haiji.
"Begitu" jawab naga kepala enam.
"Kalian saling kenal?" tanya Ming Can ditegah perbicaraan antara Mu Haiji dan naga kepala enam.
"Begitulah, kami dulu berada pada kelompok yang sama ketika menghadapi Kaisar Iblis Yvora" jawab Mu Haiji.
"Begitu" jawab Ming Can.
"Kau sendiri menghilang kemana setelah peperangan waktu itu usai?" tanya Mu Haiji balik tanya pada naga kepala enam.
"Aku terjebak dalam dimensi aneh yang secara tiba-tiba menarik diriku masuk kedalamnya" ucap naga kepala enam.
Lalu naga kepala enam tersebut berpindah kesamping Ming Can dari pundaknya sambil berubah kedalam bentuk manusia.
"Sampai akhirnya aku dipanggil oleh tuan kemari" ucap seorang wanita cantik dengan paras rupawan dan badan yang menggoda dan matang.
Ming Can hanya bisa terdiam menyaksikan hal tersebut dan tidak bisa berkata-kata lagi sekarag ini.
"Kamu naga kepala enam?!" tanya Ming Can secara tidak percaya.
"Benar, silahkan beri saya nama tuan" ucapnya.
Mu Haiji hanya bisa tersenyum tipis saja.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.