
Dalam kediaman ilusi, Ming Can membawa tubuh Han Yin kedalam sebuah ruangan khusus dibawah tanah.
Begitupun dengan Mu Haiji yang membawa jasad dari Han Zhu kesana.
Terlihat ada sebuah batu giok es besar dan lebar disana.
"Baringkan diatas lempengan giok es tersebut" ucap Mu Haiji.
Ming Can hanya menuruti saja.
Setelah jasad Han Yin dengan Han Zhu sudah dibaringkan diatas lempengan giok es tersebut, Mu Haiji berkata.
"Mereka memang sudah mati, namun jika dibaringkan diatas lempengan giok es ini. Maka mereka akan hidup kembali" ucap Mu Haiji.
"Benarkah?" tanya Ming Can semangat.
"Namun kau harus tahu satu hal jika ingin menggunakan cara ini" ucap Mu Haiji.
"Apa itu?" tanya Ming Can.
"Waktu yang dibutuhkan sampai mereka hidup kembali entah berapa lama" ucap Mu Haiji.
"Lalu adakah cara yang lainnya, yang bisa menghidupkan mereka lebih cepat lagi?" tanya Ming Can.
"Ada dua cara lagi"
"Pertama, kau harus bisa mencapai menemukan cakram Yin dan Yang"
"Kedua, kau harus menemukan buah soul eater" jelas Mu Haiji.
Ucapan dari sang guru barusan membuat Ming Can sedikit mengalami mental down, karena tidak mengetahui kedua hal barusan.
"Kau pasti tidak akan mengetahui kedua hal tersebut" ucap Mu haiji.
"Huft....benar, dimana aku bisa menemukan kedua hal tersebut?" ucap Ming Can.
"Cakram Yin dan Yang entah ada dimana, karena aku hanya melihatnya beberapa kali dulu" ucap Mu Haiji.
"Jikalau kau berniat mencari buah soul eater maka kau harus mencapai alam atas terlebih dahulu" ucap Mu Haiji.
"Sialan!! jika saja aku tadi tidak pergi, mungkin mereka tidak akan terbunuh" ucap Ming Can menyesal.
"Sudah, lupakan kesedihanmu itu"
"Lebih baik uruslah terlebih dahulu musuh diluaran sana, barulah setelah itu kau harus memikirkan cara agar dapat menjadi lebih kuat dan kuat lagi kedepannya" ucap Mu Haiji.
Sorot mata Ming Can segera berbubah setelah dirinya mendengar perkataan dari Mu Haiji, dan dirinya mendekati tubuh Han Yin kemudian memberikan kecupan lembut di keningnya.
Cup!
"Aku akan balaskan kematianmu, dan tunggu saja sebentar untuk aku bisa mencapai alam atas dan mencari buah soul eater" ucap Ming Can sehabis memberikan kecupan lembutnya pada kening Han Yin sekilas.
"Tolong jangan biarkan siapapun masuk kedalam sini selain guru dan aku" ucap Ming Can sambil berlalu keluar dari dalam ruangan tersebut dengan diikuti oleh Mu Haiji dibelakangnya.
"Baiklah" jawab Mu Haiji.
"Terimakasih, aku pergi dulu" ucap Ming Can.
....
Ming Can keluar dari dalam kediaman ilusi didalam tubuhnya, Ming Can muncul ditempat dirinya menghilang sebelum ini.
Kemudian dirinya mulai terbang menuju arah selatan, yang merupakan tempat berkumpulnya para pasukan kekaisaran yang melawan pasukan musuh.
"Kalian akan kumusnahkan"
Swush!
Ming Can melesat terbang lebih cepat lagi, sampai dirinya terlihat seperti kilatan cahaya diatas udara saat ini.
Sampai pada akhirnya setelah terbang berkilo-kilo jauhnya, Ming Can sampai dihamparan gurun tandus dan menemukan kedua belah pasukan tengah bertempur secara tidak seimbang.
Pasukan sekutu kekaisaran kalah jumlah dari pasukan musuh.
"Ketemu!"
Ming Can mendekati medan tempur dan kemudian berdiri tepat diatas medan pertempuran dan membuat orang-orang bertanya-tanya siapa yang baru datang.
Namun itu segera mereka lupakan, karena sekarang ini mereka tengah melakukan peperangan dengan musuh.
Dimensional Yin dan Yang!
Wush!
Seketika seluruh area medan perang tersebut dikeliling sebuah dinding berbentu setengah lingkaran yang menutup seluruh medan perang, dan mengurung mereka semua didalamnya.
Namun keterkejutan merekan belum berhenti sampai disana, karena terlihat area sekitar mulai berkabut dan perlahan udara menjadi dingin.
Hingga lama kelamaan udara berubah menjadi sangat-sangat dingin dan turun salju, belum lagi kabut tersebut perlahan berubah menjadi badai es yang tebal dan kuat.
Ming Can yang mendegendalikan teknik ini sangat senang bisa melakukan serangan skala besar seperti ini, karena tidak pelu memakan banyak waktu untuk menghabisi mereka semua.
Dan lebih uniknya lagi, bahwa dimensional Yin dan Yang ini bisa digunakan untuk menyerang dalam tiga tipe.
Pertama adalah serangan tipe es seperti sekarang ini.
Kedua adalah serangan tipe api yang membakar sampai jiwa.
Dan yang ketiga adalah tipe serangan berupa gabungan api pembakar jiwa dan es pembeku hati dan jiwa.
"Akan kubuat kalian semua membeku dan menjadi butiran es"
Seketika badai es makin kuat dan kuat lagi, membuat semua pasukan musuh membeku dari bawah sampai atas.
Kemudian tidak lama kemudian badai yang lebih kuat menyapu mereka yang sudah menjadi patung es.
Dan mengubah semua pasukan musuh yang menjadi patung es tersebut, hingga berubah menjadi butiran debu salju.
Melihat kejadian barusan, Ming Can tersenyum senang.
"Akhirnya selesai"
Dimensional es kemudian dihilangkan, membuat suasana sekitar kembali normal seperti pada gurun tandus sebelumnya.
Namun semua pasukan kekaisaran merasa keheranan akan sesuatu.
"Dimana musuhnya?"
"Kemana mereka pergi setelah badai salju aneh barusan?"
"Apakah peperangan sebelumnya mimpi?"
Ming Can yang masih diatas udara kemudian dihampiri sang kaisar dan beberapa orang lainnya.
"Salam hormat kaisar" sapa Ming Can.
"Anak muda, kau barusan muncul secara tiba-tiba dan mengeluarkan teknik salju barusan bukan?" tanya sang kaisar.
"Benar yang mulia, dan akulah yang membuat semua pasukan musuh menghilang menjadi partikel debu es" ucap Ming Can.
!
"Jadi mereka semua dalam kata lain sudah mati oleh teknik es milikmu barusan?" tanya sang kaisar.
"Benar yang mulia" jawab Ming Can.
Hebat!
Itu adalah kata yang mereka pikirkan saat ini untuk seorang pemuda tampan dihadapan mereka saat ini, yang berhasil membenuh pasukan musuh dalam skala besar dengan satu serangan kuat.
... ......
Setelah itu semua pasukan kekaisaran kembali ke ibukota, karena peperangan telah usai dengan cepat.
Ming Can ikut menuju istana kekaisaran untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan perang sebelumnya di istana kekaisaran.
Pesta tersebut akan diadakan malam hari.
Selama diperjalanan kembali, Ming Can yang berada dalam satu kereta kuda besar dengan yang mulia kaisar menjawab semua pertanyaan yang diberikan padanya.
"Siapa namamu?" tanya kaisar.
"Ming Can, yang mulia" jawabnya.
"Dari keluarga mana, atau sekte mana kau berasal?" tanya Kaisar.
Ming Can menjawab "saya lahir di desa kecil dulu, dan kemudian bergabung di sekte Awan Laut"
Mendengar sekte Awan Laut, kaisar teringat bahwa mereka tidak ada dalam pertempuran sebelumnya.
"Ngomong-ngomong soal sekte Awan Laut, mereka kemana?" tanya kaisar heran.
"Anda pasti bingung karena mereka tidak hadir dalam pertempuran sebelumnya" tebak Ming Can.
"Benar, kenapa?" tanya kaisar.
"Mereka semua mati" jawab Ming Can.
!
Kaisar merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ming Can.
"Kau jangan bercanda, mana mungkin mereka semua bisa mati semudah itu?" tanya kaisar.
"Kenyataan memang terkadang menyakitkan yang mulia kaisar, namun jika anda tidak percaya silahkan kirim seseorang ke tempat perkemahan sekte Awan Laut untuk memastikan perkataanku benar atau tidak" ucap Ming Can.
"Baiklah, aku akan kirim seseorang" ucap kaisar.
"Namun, memangnya kenapa mereka semua bisa mati?" tanya kaisar dengan penasaran.
Ming Can menceritakan semua yang dia tahu soal kehancuran yang terjadi pada sekte Awan Laut.
Setelah mendengarkan perkataan dari Ming Can, kaisar dibuat benar-benar terkejut sekali.
"Pantas saja mereka datang dari arah yang berbeda sebelumnya" ucap kaisar.
"Iya, itu karena mereka telah menghabisi anggota sekte Awan Laut terlebih dahulu didalam kamp mereka" jawab Ming Can.
"Huft.....aku minta maaf karena tidak mampu mendapatkan informasi yang akurat soal musuh, sehingga mengakibatkan kejadian seperti ini" ucap kaisar sedih.
"Tidak apa, kematian memang akan datang menjemput kita" jawab Ming Can.
"Lagipula kematian semua orang-orang sekte Awan Laut, sudah aku balaskan sebelumnya" tambah Ming Can.
"Setelah ini kau akan pergi kemana?" tanya kaisar.
"Mungkin akan berkeliling dunia" jawab Ming Can.
"Tadinya aku ingin mengangkatmu menjadi seorang jendral istana, atau bahkan pasukan naga" jawab kaisar.
"Itu tawaran yang menggiurkan, namun say harus menolak niat baik kaisar" jawab Ming Can sopan dan hormat.
"Baiklah, tidak apa" jawab kaisar.
"Namun maukah kau ikut dalam perjamuan malam ini terlebih dahulu di kediaman kekaisaranku?" tanya kaisar.
"Tidak" jawab Ming Can.
"Kenapa?" tanya kaisar.
"Setelah sampai di ibukota, aku akan langsung mempersiapkan segala perbekalanku untuk perjalanan keliling dunia" jawab Ming Can.
"Kalau begitu terima ini" ucap kaisar sambil memberikan sebuah token berbahan dasar emas, dalam bentuk kepala naga.
Disana terdapat tulisan juga yang bertuliskan tamu kehormatan.
"Apa ini?" tanya Ming Can.
"Dengan token itu, kau akan bebas melakukan perjalanan keluar masuk didalam wilayah kekaisaranku"
"Dan tidak perlu membayar pajak kota, serta akan dapat pelayanan khusus dari para walikota" ucap kaisar.
"Apakah anda tidak berpikir bahwa aku akan menggunakan token ini untuk berbuat seenaknya?" tanya Ming Can.
"Tidak, karena aku yakin bahwa kau adalah orang yang baik" jawab Ming Can.
"Jikalau begitu, aku terima token ini dengan senang hati yang mulia kaisar" ucap Ming Can sambil menyimpan token naga emas tersebut kedalam cincin spatialnya.
Perjalanan mereka akhirnya sampai di ibukota setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua hari.
Sesuai perkataannya, Ming Can langsung pergi entah kemana setelah sampai di ibukota kekaisaran.
... .......
Saat ini Ming Can berada didalam kediaman ilusi, dirinya tengah mengobrol bersama dengan Mu Haiji.
"Guru, menurutmu kemana aku harus pergi setelah ini?" tanya Ming Can.
"Apa yang kau cari?" tanya Mu Haiji bertanya balik.
"Aku ingin menjadi kuat dan lebih kuat lagi, agar bisa pergi ke alam atas seperti yang kau bilang sebelumnya" jawab Ming Can.
"Itu mudah jika kau ingin menjadi orang kuat dihadapanku Mu Haiji ini, namun aku akan berikan kau tugas terlebih dahulu sebelum pergi ke alam atas, apakah kau siap?" tanya Mu Haiji.
"Baiklah, aku siap" jawab Ming Can tegas dan mantap.
"Bagus" jawab Mu Haiji senang.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.