
Setelah bergegas dengan cepat untuk sampai kembali di gua sebelumnya, ming can sudah sampai di depan gua sekarang ini.
Namun malah dikejutkan dengan kehadiran banyak kultivator tingkat bumi 9 dan langit 9 yang ada disekitaran gua tersebut.
"Apa yang tengah terjadi?"
Ming can kemudian dapat melihat bahwa dibagian depan ada beberapa orang tengah bertarung dengan 7 permata.
Seketika aura kemarahan dirinya luapkan sehingga menekan seluruh orang-orang disana akibat aura kemarahan yang dikeluarkan dirinya.
Ming can berjalan dengan santai melewati orang-orang yang tengah berusaha berjuang untuk berdiri dibawah tekanan kuat aura kemarahan yang dilepaskan oleh ming can.
Hingga ming can sampai dihadapan 7 permata yang berusaha melindungi gua dari orang-orang disekitaran sana.
"Kalian tidak kenapa-kenapa bukan?" tanya ming can.
"Kami baik-baik saja tuan" jawab zu.
"Siapa mereka semua ini?" tanya ming can.
"Tadi mereka datang kemari secara tiba-tiba dan hendak melakukan hal bejat pada nona yun mei" jelas zu.
"Owh.....menarik" ucap ming can.
"Dan orang itu adalah dalang dari rencana bejat dan perkelahian yang terjadi barusan tuan" tunjuk zu pada salah satu pemuda dibelakang ming can.
Ming can berbalik badan dan menatap pemuda yang ditunjuk tersebut.
"Berani sekali kau berpikiran begitu, bahkan sampai menyerang 7 permata" ucap zen sambil menebas kepala pemuda tersebut dengan cepat dan mudah.
Seketika sebuah kepala terlepas dari tubuhnya dan menggelinding keatas tanah dengan darah yang memancur keluar dari kepala dan leher yang terpisah tersebut.
"Kalian sisanya akan menyusul tuan kalian" ucap ming can.
"Gerakan Pembunuh"
Ming can seketika menghilang dari tempatnya berdiri dan melakukan pembunuhan dengan cepat dalam sekali tebasan yang mengarah pada leher masing-masing dari mereka yang tengah berusaha bertahan dibawah tekanan aura kemarahan ming can.
Slash!
Slash!
Srat!
Sraat!
Sraaat!
Slash!
Slash!
Semuanya berkahir dengan terbunuhnya orang-orang yang telah terlibat dalam penyerangan 7 permata sebelum ini.
Ming can kemudian muncul kembali ditempat dirinya berdiri sebelum ini.
"Itu adalah akhir bagi kalian semua yang menyerang teman-temanku, serta berusaha menyakiti 7 permata" ucap ming can dengan tegas.
Setelah menyimpan pedangnya kembali pada cincin spatial, dan menghilangkan aura penekanan yang sempat dikeluarkan sebelumnya.
Ming can menatap 7 permata dihadapan dirinya yang berdiri dengan kondisi baik-baik saja tanpa terluka.
"Kalian semua tidak terluka bukan?" tanya ming can.
"Kami baik tuan" jawab 7 permata bersamaan.
"Bagus" ucap ming can sambil tersenyum.
"Saudara ming" panggil yu tianlang.
"Kalian berdua baik-baik saja?" tanya ming can.
"Benar, kami semua aman dan tertolong atas perlindungan 7 permata dan dirimu barusan yang menyelesaikan bagian akhirnya" jelas yun mei.
"Kita pergi dari sini, baru bicara ditempat lain" ucap ming can sambil bergerak pergi dan diikuti langsung oleh 7 permata serta yun mei dan yu tianlang.
.......
Sekarang ini mereka semua tengah berada di sebuah tempat yang bisa dikatakan aman dan nyaman untuk digunakan beristirahat.
"Kita istirahat disini" ucap ming can.
"Baik" jawab mereka berdua kompak.
Sementara 7 permata hanya diam saja.
Setelah mengambil posisi duduk dengan nyaman, ming can bertanya soal kejadian sebelumnya.
"Jadi bagaimana bisa ada kejadian seperti sebelumnya terjadi?" tanya ming can.
"Kami saat itu sedang duduk tenang sambil mengobrol didalam gua, sampai tiba-tiba salah satu anggota 7 permata berkata ada tamu" jawab yu tianlang.
"Lalu kalian keluar dan bertemu mereka semua sebelumnya?" tanya ming can pada 7 permata.
7 permata hanya menganggukan kepala sebagai tanda jawaban mereka.
"Tapi kalian semua benar-benar tidak ada yang terluka sama sekali sedikitpun bukan?" tanya ming can.
"Tidak" jawab yun mei dan yu tianlang bersamaan atas pertanyaan dari ming can tersebut yang mencemaskan kondisi mereka.
"Syukurlah jikalau begitu" ucap ming can.
Kemudian mereka menghabiskan beberapa waktu untuk beristirahat ditempat tersebut, sebelum adanya sebuah fenomena mengejutkan yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka secara langsung.
Duar!
Duar!
Terdengar sebuah gemuruh petir dengan disertai sebuah sambaran petir yang liar dengan suara yang menggelegar.
"Fenomena aneh apa ini?" tanya yun mei.
"Entahlah, namun satu hal yang pasti bahwa ini bisa merupakan sebuah pertanda baik atau buruk" ucap yu tianlang.
Ming can yang juga melihat fenomena tersebut mengerutkan keningnya dengan rasa begitu heran sekali, menurut catatan yang ditinggalkan senior mu haiji tidak ada menyinggung soal fenomena ini sama sekali.
"Apa yang akan terjadi pada tempat ini?" gumam ming can dalam pikirannya.
Lalu mereka semua mengambil sikap berdiri dengan penuh waspada menatap kejadian fenomena aneh tersebut.
"Fenomena aneh itu terjadi tepat diatas kuil elemen yang menjadi peran sebagai pusat reruntuhan lima elemen ini" jelas ming can.
"Lalu apakah kamu tahu apa yang sedang terjadi ini?" tanya yun mei.
"Sebelumnya aku tidak pernah tahu soal fenomena ini, jadi seperti yang dikatakan oleh yu tianlang sebelumnya. Bahwa ini bisa merupakan sebuah pertanda baik atau buruk" ucap ming can.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya yu tianlang.
"Kalau begitu kami juga akan ikut denganmu secara bersama-sama kesana" jawab yun mei.
Ming can menganggukan kepalanya sambil kemudian berkata "Kita lebih baik berhati-hati"
Mereka semua menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban setuju.
Setelah sepakat untuk pergi kesana secara bersama-sama, mereka mulai bergegas bergerak menuju kepusat reruntuhan lima elemen ini.
Yang ternyata terlihat bahwa bukan kelompok mereka saja yang sedang menuju ke tempat tersebut.
............
Diluar reruntuhan lima elemen, tengah terjadi sebuah fenomena pada portal.
Terlihat portal yang menjadi penghubung antara reruntuhan lima elemen dengan kota tersebut diselimuti petir merah, sampai lama kelamaan akhirnya meledak.
Boom!
Para tetua dengan semua yang ada didekat sana menjadi kaget dan bingung dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi pada portal penghubung tersebut.
"Apa yang tengah terjadi?" tanya salah satu tetua yang berasal dari keluarga besar di kota.
"Portalnya secara tiba-tiba meledak, hal ini sungguh-sungguh aneh dan mengejutkan" ucap salah satu tetua lainnya.
"Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan semoga saja bukan pertanda buruk" ucap salah satu tetua lainnya.
Kembali pada ming can dan kelompoknya direruntuhan lima elemen.
Mereka telah sampai didekat kuil elemen, namun secara mengejutkan telah terjadi sesuatu.
Duarrr!
Satu buah sambaran petir yang dasyat berhasil menyambar pada bagian atas kuil elemen, dan setelah itu suara gemuruh petir menghilang digantikan sebuah hawa mencekam yang perlahan menguat.
Semua orang disekitar kuil elemen menjadi merinding merasakan tekanan hawa mengerikan yang menerpa tubuh mereka semua sekarang ini.
"Apa ini?" gumam ming can pelan.
Duaarrr!
Tiba-tiba terdengar lagi sebuah ledakan kuat, namun kali ini bukan berasal dari sambaran petir seperti apa yang terjadi pada sebelumnya.
Dimana kali ini suara ledakan itu berasal dari hancurnya kuil elemen, dan muncul keluar sosok seorang pria dengan perawakan sekitar 25 tahun yang memiliki aura kuat terpancar dari tubuhnya.
"Hahaha......akhirnya aku bebas setelah lama terkurung dan disegel" ucap sosok pria yang tengah melayang diudara tersebut.
"Aura yang kuat sekali" gumam ming can pelan.
Pria yang tengah melayang diudara tersebut kemudian melihat kebawahnya dengan pandangan merendahkan.
"Kenapa orang-orang lemah seperti kalian berada di tempat seberbahaya ini?" guman pria tersebut.
"Biarlah, bukan urusanku juga" ucap pria tersebut sebelum akhirnya pergi dengan cepat entah kemana menuju arah selatan dari kuil elemen.
Begitu pria tersebut pergi, semua orang bisa bernafas lega.
"Sungguh orang yang begitu kuat dan mengerikan" ucap yu tianlang sambil mengambil nafas lega dan membuangnya secara kasar.
"Beruntung senior tersebut tidak membunuh kita semua disini" ucap yun mei menambahkan penderitaan yang baru saja mereka rasakan.
"Kita beruntung" ucap ming can.
Akhirnya semua orang disana pergi dengan urusan mereka masing-masing, tanpa memperdulikan yang lainnya.
Ming can sendiri dengan kelompoknya sudah kembali ke tempat sebelumnya mereka beristirahat dan bersantai.
"Melihat kekuatan senior sebelumnya, kekuatan tingkat Raja ini masihlah belum ada apa-apanya" pikir ming can.
"Aku harus jadi lebih dan lebih kuat lagi supaya bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang disekitarku yang aku ingin lindungi" pikir ming can kembali.
"Saudara ming, setelah ini apakah kita akan kembali melakukan penjelajahan?" tanya yu tianlang.
"Kurasa urusanku selesai, dan tinggal bagaimana kalian saja" jawab ming can.
"Jika begitu bagaimana kalau sisa waktu yang ada digunakan untuk melatih kemampuan bertarung kita semua dengan melawan para monster penghuni reruntuhan lima elemen ini" saran yun mei.
"Aku akan tunjukan tempatnya jika yu tianlang setuju" ucap ming can.
"Siapa takut! Dengan bertarung begitu bisa melatih insting bertarungku juga agar lebih baik dan lebih baik lagi" ucap yu tianlang menjawab dengan semangat dan percaya diri.
"Jika begitu kita semua sepakat" jawab yun mei yang juga antusias sekali.
"Kita istirahat dulu disini sejenak, baru berangkat menuju lokasi para monster berada untuk kita ajak bertarung" ucap ming can.
"Baik!" jawab mereka berdua kompak.
Sementara 7 permata hanya diam dan mendengarkan percakapan mereka saja.
Ming can kemudian melirik kearah 7 permata dan berpikir "aku akan berikan mereka pakaian dan senjata untuk mereka nantinya setelah keluar dari dalam reruntuhan lima elemen ini"
Merasa ditatap oleh tuannya, zu melirik dan ming can hanya tersenyum saja.
................
Setelah waktu istirahat yang cukup dilalui mereka semua, kini akhirnya ming can dengan kelompoknya bergerak menuju sebuah lokasi yang sudah direncanakan akan dikunjungi oleh mereka.
Lokasi tersebut berupa sebuah hutan yang tidak terlalu lebat, namun memberikan rasa ancaman yang tidak main-main.
"Monster disini yang terkuat sebanding dengan kultivator tahap Langit 2, itu cocok untuk pertarungan kalian" ucap ming can memberikan sebuah informasi.
"Apakah jenis monster tersebut?" tanya yu tianlang penasaran.
"Ada gorila putih, kera merah dan burung gagak merah" ucap ming can menjelaskan.
"Mereka bergerak secara terpisah atau berkelompok?" tanya yun mei.
"Terpisah" jawab ming can menjelaskan.
"Jika tidak ada pertanyaan lagi, maka kita akan segera masuk kedalam untuk memulai pertarungan" ucap ming can kembali.
Semua hanya diam, menandakan mereka sudah siap untuk memulai pertempuran kali ini didalam hutan dengan sang tuan rumah pemilik hutan.
Mereka masuk dengan cara berjalan santai dan bergerak bersama-sama untuk saling menjaga satu sama lainnya dari masing-masing sisi.
"Tetap berhati-hati" ucap ming can memperingati.
Bersambung......
Jangan lupa
Like,Komen,Favorit,Vote,Rate 5 Bintang.
Terimakasih.