Supreme Cultivation

Supreme Cultivation
Sc.41



Ming Can dengan ditemani oleh Ming Xing kembali melanjutkan perjalanan mereka, sedangkan Zu dengan yang lainnya telah dikirim masuk kembali kedalam dunua jiwa milik Ming Can.


"Tuan...." panggil Ming Xing.


"Kenapa?" jawab Ming Can.


"Saya ingin mengatakan sesuatu" ucap Ming Xing.


"Baiklah kita berhenti dulu untuk berbicara" jawab Ming Can.


Setelah berhenti, barulah mereka saling pandang sebelum akhirnya pembicaraan dimulai.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Ming Can.


"Ini...soal masalaluku" jawab Ming Xing.


"....Kenapa?" jawab Ming Can.


"Mu Haiji, adalah..... " Ming Xing terlihat ragu mengatakan kelanjutan dari kata-katanya.


"Guru kenapa?" tanya Ming Can penasaran karena nama sang guru disebut.


Sebelum jawaban diberikan oleh Ming Xing atas pertanyaan penasaran dari Ming Can, secara tiba-tiba muncullah sosok Mu Haiji.


"Ming Xing yang kau kenal ini adalah seseorang yang bernama Lin Yu yang aku kenal di masalalu" jawab Mu Haiji sambil mendekat kearah Ming Xing.


"Apa?" ucap Ming Can.


Bukannya menjawab perkataan Ming Can, Mu Haiji malah memeluk erat Ming Xing dan berkata "aku kira kau lupa padaku"


Ming Xing membalas peluka dari Mu Haiji dan menjawab dengan dipenuhi tangisan bahagia "aku selalu rindu padamu"


Ming Can hanya bisa diam menyaksikan semua hal tersebut yang terjadi begitu saja dengan alur yang cepat dihadapan matanya sendiri.


"Dikehidupan ini, aku janji akan melindungi dirimu sepenuhnya" ucap Mu Haiji penuh kesungguhan dan tekad yang kuat.


"Hem" jawab singkat Ming Xing sambil memeluk tubuh Mu Haiji makin erat.


Serasa diabaikan dan membutuhkan penjelasan, Ming Can berdehem pelan.


"Ehem"


Saat itu juga Mu Haiji dengan Ming Xing sadar bahwa masih ada sosok Ming Can disana.


"Aku tentu saja bingung dan terkejut, dengan situasi sekarang ini" jawab Ming Can.


Mu Haiji kemudian memulai sebuah kisahnya dalam kehidupan pertama di alam semesta ini.


Dimana Lin Yu atau yang dikenal sebagai Ming Xing sekarang ini adalah istri dari Mu Haiji, mereka sempat terpisah karena badai dalam celah dimensi.


Sampai pada akhirnya mereka tidak pernah bertemu lagi hingga ajal memisahkan, dan dipertemukan kembali mrlalui takdir yang unik seperti sekarang ini.


Ming Can hanya bisa berdiam diri mendengarkan semuanya, sebelum bereaksi dengan tenang dan berucap "baiklah, aku ikut bahagia atas kembali bersatunya kalian berdua"


Tanpa pamit, Mu Haiji membawa Ming Xing pergi dari sana menuju dunia jiwa milik Ming Can.


"Huft.....begituya kalau sedang kasmaran, bahkan murid sendiri dilupakan"


Ming Can kembali bergerak menuju arah yang ditempuh sebelumnya dengan seorang diri, sampai dirinya tiba disebuah lokasi seperti alun-alun kota yang sudah hancur.


Dengan perlahan-lahan, satu demi satu tempat ditelusuri dengan harapan bisa mendapatkan sebuah petunjuk dari sana.


"Sugguh misterius sekali"


Ming Can mendekati sebuah batu berbentuk seperti pilar yang berada ditengah sebuah lingkaran batu.


Ketika disentuh tidak memunculkan reaksu apapun, namun setelah diberikan aliran energi oleh Ming Can. Batu pilar tersebut bercahaya terang hingga akhirnya cahaya pada pilar melebar dan membentuk sebuah lubang hitam.


Ming Can terhisap kedalam portal lubang hitam yang sekarang sudah menutup kembali. Sedangkan Ming Can sendiri tengah terombang-ambing didalam sebuah tempat yang mirip dengan galaxy yang dipenuhi bintang-bintang tanpa bisa bergerak sedikitpun dan pasrah terombang-ambing diruang hampa.


Bersambung......


Makasih.


Dan author comback, walau belum bisa up banyak-banyak sih.


Ini juga nulis seadanya karena masih ada tugas-tugas sekolah yang belum selesai, jadu up seadanya ya.


Dan semoga gak bosen.


Sekaligus selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan ya semua(Bagi yang merayakan dan menjalankan).


Makasih.🙏🙏🙏🙏