
Waktu demi waktu terus saja berlalu, bahkan entah sudah berapa lama waktu yang berlalu sejak Ming Can terombang ambing dalam ruang hampa tersebut.
Sampai-sampai tubuh dan jiwa miliknya secara perlahan-lahan telah terkikis oleh kekuatan kuat yang tak kasat mata.
Sehingga membuat Ming Can tewas tanpa ada sisa.
... ........
Alam Pelangi.
Benua Cangla.
Dalam salah satu sekte kelas tigas, ada sosok murid yang selalu di cemooh dan dihina oleh sesama murid sekte lainnya.
Ming Can.
Itulah namanya, anak bernama Ming Can ini adalah seorang bayi yang dulunya ditemukan oleh ketua sekte.
Sehingga dari sejak dirinya bayi sampai dengan sekarang, Ming Can diurus oleh ketua sekte tersebut dan tinggal didalam sekte dibawah perlindungan sang ketua sekte.
Hubungan antara Ming Can sendiri dengan sang ketua sekte seperti ayah dan anak, namun sayang Ming Can kurang berbakat dalam hal kultivasi.
Walau begitu, bagi ketua sekte yang telah merasakan kehilangan tidaj jadi masalah Ming Can yang notabennya adalah anak angkat dan bukan anak kandungnya tidak bisa berkultivasi sekalipun.
Yang terpenting adalah rasa kehilangan dalam hati nya bisa terobati dengan kehadiran dari Ming Can.
... -****-...
"Ming" panggil seorang pria paruh baya pada seorang anak muda berusia 18 tahun yang memiliki paras tampan dan tubuh berotot.
"Ayah" jawab pemuda tersebut.
"Bagaimana latihanmu?" tanya sang pria paruh baya yang dipanggil ayah oleh pemuda tersebut.
"Masih belum ada perkembangan apapun" jawab sang anak.
"Tidak apa-apa, jangan memaksakan dirimu" jawab sang ayah.
"Baik" jawab sang anak.
"Kalau begitu ayah mau mengatakan sesuatu" ucap sang ayah.
"Apa itu?" jawab sang anak.
"Ayah harus pergi beberapa hari ini untuk urusan sekte, jadi jaga dirimu baik-baik disini" ucap sang ayah.
"Baik, dan berhati-hatilah saat sedang diluaran sana ayah" jawab sang anak.
Selesai dengan perbincangan tersebut, sang ayah yang dipanggil anak tersebut kemudian pergi dari kediaman rumah mereka di sekte.
Dan sosok anak tersebut kembali melakukan latihan di halaman belakang rumahnya.
Namun, sesuatu terjadi pada anak bernama Ming tersebut.
Dimana saat malam tiba, ada tiga orang pria berpakaian serba hitam yang mendatangi kediaman anak tersebut dan membunuhnya.
Sebelum pada akhirnya anak tersebut dibawa dan dibuang jasadnya di dasar jurang.
... ........................
Di dasar jurang.
Ming Can mencoba membuka matanya perlahan-lahan, dan ketika sudah sadar sepenuhnya dirinya melihat tengah berada di tempat yang lain dan begitu asing bagi dirinya.
"Jangan bilang aku bereinkarnasi setelah mati dalam kehampaan saat itu....."
Ming Can kemudian berdiri.
"Huft......pada akhirnya impian dan tujuan yang kutuju dulu tidak terselesaikan, dan karena sudah kembali hidup lagi dalam tubuh baru ini maka aku harus memulai semuanya dari awal kembali"
Ming Can yang sekarang hidup dalam tubuh anak remaja 18 tahun dengan nama yang sama seperti dirinya juga menerima dan mendapatkan semua ingatan pemuda yang bernama sama dengannya sekarang ini.
"Baiklah, terimakasih atas tubuhnya dan akan kugunakan dengan sebaik-baiknya"
"Sekaligus semua perbuatan keji mereka akan kubalaskan, dan tujuan pertama dalam hidupku sekarang ini adalah berusaha menjadi lebih kuat"
Ming Can kemudian berjalan mencari jalan keluar dari dasar jurang, sampai setelah berjalan beberapa waktu dirinya menemukan banyak sekali tanaman obat dan herbal yang begitu berharga dan langka dihadapan dirinya dalam dasar jurang.
Ming Can langsung tanpa basa basi mengambil semua tanaman obat dan herbal berharga tersebut dan disimpan kedalam cincin spasial yang sudah dirinya miliki di jari tangannya.
Cincin spasial tersebut memang milik anak remaja bernama Ming Can yang dibunuh sebelumnya.
Selesai dengan kegiatan pengumpulan bahan-bahan obat dan herbal berharga tersebut, Ming Can kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari jalan keluar dari dasar jurang.
Sampai pada akhirnya Ming Can menemukan jalan keluar dari dasar jurang, dan sekarang dirinya berada di area hutan.
"Kurasa istirahat disini tidak akan jadi masalah dan tidak ada hal buruk juga yang akan terjadi"
Sambil istirahat, Ming Can mencoba mengecek apa yang salah pada tubuh anak muda yang dirinya pakai sekarang ini.
Setelah melakukan pengecekan dengan melalui meditasi dan cara khusus yang dirinya ketahui dari ingatan kehidupan pertamanya, Ming Can merasa begitu terkejut.
"Ini tubuh Dewa Perang!"
Dengan begitu semangatnya, Ming Can langsung mencoba teknik pernafasan yang menurutnya cocok dengan tubuhnya sekarang.
Benar saja, Ming Can dapat merasakan bahwa kultivasi yang dilakukan dirinya berjalan begitu lancar sekali.
Bahkan tanpa diduga dirinya melakukan penerobosan kultivasi dengan begitu mudah dan cepat.
2 Jam berlalu......
Ming Can sudah bisa merasakan perubahan besar pada tubuhnya, dimana sekarang dirinya jauh lebih segar bugar dan kultivasinya bahkan juga meningkat pesat.
Yang semula berada di ranah Qi Foundation * 8 sekarang sudah menembus sampai tahap Qi Creation *8 dan semua terobosan cepat itu didapatkan olehnya karena efek obat-obatan herbal yang selama ini telah tersimpan dalam tubuh dan tidak dipergunakan dengan menyeluruh dan baik.
Sekligus juga karena teknik pernafasan yang dirinya pakai sebelum ini.
"Ini bagus.....dan langkah berikutnya mungkin mencari jalan kembali ke sekte permata, agar ketika ayah kembali dia tidak cemas mencari keberadaan diriku yang tidak ada di sekte"
Ming Can sudah mengetahui tingkatan kultivasi didunia barunya sekarang ini terbagi menjadi beberapa tahapan yang berbeda.
Ada 9 tingkatan kultivasi didunia barunya dan masing-masing tingkatan kultivasi dibagi dalam 9 bintang, yaitu :
- Qi Foundation 1-9
- Qi Condensasi 1-9
- Qi Creatiaon 1-9
- Jendral Petarung 1-9
- Raja Petarung 1-9
- Kaisar Petarung 1-9
- Petarung Senior 1-9
- Petarung Terhormat 1-9
- Immortal
Dalam ingatan yang dimiliki pemuda bernama Ming Can yang tubuhnya dipakai sekarang ini oleh Ming Can, banyak informasi yang tersimpan dalam ingatannya.
Itu semua didapat karena anak muda ini dulunya sering membaca banyak buku di perpustakaan sekte, bahkan sudah terbilang dalam jumlah banyak sekali buku-buku diperpustakaan yang sudah dibacanya selama ini.
Sehingga menambah banyak wawasan dan pengetahuan dalam ingatannya, sekaligus banyak informasi berguna yang didapatkan dirinya dari setiap buku-buku yang telah dibaca di perpustakaan selama ini.
"Kurasa cukup istirahatnya, sekarang lebih baik lanjutkan kembali perjalanan ini"
Segera Ming Can kembali berdiri, dan melanjutkan kembali perjalanan.
Namun kali ini dirinya begitu semangat, sebab sudah memiliki kekuatan yang hebat dan kuat.
Bahkan dirinya senang sekali karena mengetahui memiliki tubuh dewa perang yang begitu kuat dan hebat.
Ditambah dengan semua teknik yang dimiliki dirinya, akan lebih-lebih memperkuat kekuatannya sendiri.
"Kalian tunggu daja pembalasan dariku!!"
Bersambung.......
Makasih.