
Setelah misinya selesai Muve pun melanjutkan perjalanannya dengan santai sambil menghindari Goblin yang dilihatnya dijalan karena tidak ingin bertarung untuk sekarang.
Kya!!!
Tidak jauh darinya Muve mendengar teriakan seorang perempuan disebelah kanannya dan karena penasaran Muve bergegas kearah suara tersebut berasal.
Ternyata suara itu berasal dari seorang gadis kecil yang tengah diserang oleh 4 orang bandit.
[Misi Dadakan]
[Membantu Gadis Yang diserang 0/1]
[Hadiah : 2 Agility + Ramuan Penyembuh Lv5 x1]
“Nona! Cepat lari! Biar saya yang menahan mereka!” ucap seorang pria tua yang berpakaian seperti pelayan melindungi gadis tersebut.
Keempat bandit itupun maju bersama menyerang Pria tua tersebut.
“Awas Nona!” teriaknya mendorong Gadis tersebut menjauh darinya.
Keempat bandit itu terus menebaskan pedang mereka dan membuat luka yang parah ditubuh pria tua itu sampai pada akhirnya dia tumbang karena menerima terlalu banyak luka ditubuhnya.
“Kesalahanmu sendiri karena menghalangi kami.” ucap salah seorang bandit tersebut.
“Timo!!” teriak sang gadis saat melihat pria tua itu terluka.
“Dilihat darimanapun dia adalah seorang anak Bangsawan! Kita sepertinya sedang beruntung hari ini.”
“Iya benar Boss!”
“Ja-jangan kemari!! Siapapun tolong aku!!!” teriak gadis itu ketika para bandit mendekatinya dengan wajah menyeramkan.
“Jangan takut adik kecil, Kami tidak akan menyakitimu...”
Gadis itu menutup matanya ketika tangan bandit itu hampir menangkap tangannya.
Srakk!!
Tusuk Muve kearah telapak tangan bandit tersebut membuatnya berteriak kesakitan dan menarik tangannya dari belati Muve.
Mendengar bandit itu berteriak gadis tadi pun membuka matanya sedikit.
“Kau terluka?" tanya Muve.
Gadis menggelengkan kepalanya dan berkata “Siapa kamu?
“Anggap saja orang lewat.” jawab Muve sambil tersenyum.
“Si-sialan kau bocah!!!” teriak bandit yang tertusuk tangannya menyerang Muve.
“Tunggu!!” tegur bandit yang lain tapi bandit itu tidak mendengarkan, tetap menyerang Muve.
Muve langsung berbalik dan menangkis serangan Bandit tersebut kemudian membalas serangannya dengan menusuk lengan bandit tersebut.
“Triple Slash.”
Muve bergerak dengan cepatnya tiga kali sambil menyerang disetiap gerakannya.
Bandit tersebut terluka parah dan berakhir pingsan.
“Cih! Dia terlalu tidak sabaran. Sebaiknya kita serangan bersama!”
Mereka bertiga pun langsung maju bersama menyerang Muve, melihat itu Muve pun berbalik dan menggendong gadis itu “Pegangan yang erat!” ucap Muve saat menggendong gadis itu dan berlari kabur dari para bandit.
“Sial dia melarikan diri! Cepat keja...”
“Tidak perlu! Sebaiknya kita membawa saudara kita yang terluka.” tahan salah satu bandit sesaat kawannya hendak mengejar Muve.
Awalnya dia menolak untuk tidak mengejar tetapi melihat kawannya yang terluka cukup parah membuatnya mengurungkan niatnya dan pergi dari tempat itu walau sangat berat hati membiarkan Muve pergi membawa target mereka.
Setelah cukup jauh berlari karena penasaran Muve menoleh ke belakang tetapi tidak ada bandit yang mengejarnya sama sekali, Muve memutuskan untuk berhenti sesaat mengetahui itu.
“Kenapa mereka tidak mengejar? Apakah mereka kabur? Aneh sekali bandit melepaskan mangsanya dengan mudah.” gumam Muve.
[Misi Selesai]
[Mendapatkan 2 Agility]
[Mendapatkan Ramuan Penyembuh Lv5 x1]
“Anu... Bisa tidak turunkan aku?” ucap gadis itu terlihat malu karena digendong oleh Muve.
“Ah maaf!” jawab Muve menurunkannya perlahan.
“Ti-tidak perlu minta maaf! Kau kan sudah menyelamatkanku!”
“Tapi apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis itu.
“Aku hanya sedang berjalan-jalan.” jawab Muve.
“Berjalan-jalan? Dihutan?”
“Lupakan. Kau juga apa yang kau lakukan dengan pergi tanpa penjagaan sama sekali??”
“Sebenarnya aku membawa ksatria sesaat kemari tetapi sesaat Bandit menyerang, mereka malah lari meninggalkan aku dan Timo.” jawabnya.
“Kenapa seperti itu?”
“Sepertinya mereka ksatria milik Ibu tiriku jadi kemungkinan itu juga rencana Ibu tiri.”
“Kalau begitu biar kutebak kalau dirimu adalah anak pertama.”
Gadis itu mengangguk.
“Lalu kau ingin kemana?” tanya Muve.
“Aku ingin pergi ke kota Ocean.” jawabnya
“Kota Ocean? Dimana itu?”
“Apa yang kau ingin lakukan ke kota itu?” tanya Muve kembali.
“Sebenarnya aku menerima undangan pesta dari temanku yang berada di kota Ocean tapi malah berakhir begini.”
“Kau tahu jalannya tidak?” tanya Muve.
“Tidak eheheh tetapi Timo tahu!” jawabnya.
“Ah! Aku lupa kalau Timo tertinggal ditempat kita tadi!! Ayo cepat kita kesana!! Dia pasti sekarat sekarang!!”
“Kau yakin? Bisa saja bandit tadi masih berada disana dan menunggu kau kembali ketempat itu.” ucap Muve.
“Tetapi aku tidak bisa meninggalkan Timo!!” bentak gadis itu.
Gadis itu sangat keras kepala tapi apalah daya Muve pun dengan terpaksa mengikuti gadis itu untuk mendatangi tempat pertarungan tadi ingin melihat pria tua yang terluka karena melindunginya.
“Timo!!” teriak gadis itu sesaat melihat pria tua yang sekarat itu.
“Ah... Nona Alice! S-syukurlah Nona selamat!” ucapnya dengan suara yang pelan.
“Bertahanlah Timo!!”
“Sepertinya itu mustahil Nona, karena saya sudah kehilangan darah cukup banyak...” jawabnya.
“Tidak Timo! Jangan mengatakan itu!! Aku memiliki Ramuan Penyembuh ini jadi kau bisa selamat!” ucap gadis itu mengeluarkan sebotol ramuan.
Awalnya pria itu menolak untuk meminumnya tapi gadis itu terus mendesaknya untuk meminumnya sampai akhirnya dia setuju.
Gadis itu pun meminumkan ramuan tersebut kepria tua itu tapi sama sekali membuatnya sembuh “K-kenapa tidak sembuh!!” ucap gadis itu terkejut sesaat ramuannya tidak berhasil menyelamatkan pria tua itu.
“Bukankah sudah sa-saya katakan Nona!”
“Hei coba gunakan ini!” ucap Muve melemparkan botol ramuan yang terlihat sama seperti milik gadis tadi.
“Memang apa bedanya ini dengan yang kugunakan tadi?” tanya gadis itu sesaat menangkap ramuan yang dilempar Muve.
“Coba saja.” jawab Muve.
Tanpa pikir panjang dia langsung meminumkannya juga ke pria tua itu dan seketika seluruh lukanya sembuh dan tubuhnya yang pucat kembali sehat seperti sedia kala.
“Timo!!!” ucap gadis itu terlihat bahagia melihat pria tua itu tidak jadi meninggalkannya.
“I-ni mustahil! Hei nak apa yang kau berikan tadi!?” tanyanya.
“Itu hanya ramuan biasa.” jawab Muve.
“Tidak-tidak! Itu bukan ramuan biasa! Setahuku ramuan yang bisa seefektif itu hanya bisa didapat langsung dari seorang Master Alchemist!” ucap pria tua itu.
“Sudah tidak penting dia mendapatkannya darimana yang penting kau selamat saja, Timo.”
“Ya, Nona Syukurlah. Tapi Nona dimana anda bertemu dengan anak ini? Dan kenapa anda bisa datang bersamanya?” tanya pria tua itu.
Gadis itu menceritakan tentang yang terjadi tadi dan mendengar itu si pria tua sedikit tidak percaya karena tidak mungkin anak kecil seperti itu bisa bertarung melawan bandit.
“Terserah kau ingin percaya atau tidak.” ucap Muve.
“Nah sekarang bagaimana rencananya ... Uh... Aku lupa menanyakan namamu.” tanya Muve.
“Aku Alice dan ini pelayanku Timo.” jawabnya sambil tersenyum dan mengajak Muve untuk bersalaman.
“Aku Muve.” jawab Muve menjabat tangannya Alice.
“Lalu sekarang?” tanya Muve.
“Karena Timo baik-baik saja kami akan pergi melanjutkan pergi ke kota Ocean.” jawab Alice.
“Saya sangat menolak itu Nona.” tegur Timo.
“Tapi kalau kembali sekarang akan lama lagi untuk sampai di kota Ocean.” ucap Alice menekankan tetap ingin langsung berangkay.
“Tetapi saya tidak tega melihat Nona harus berpergian jauh dengan berjalan kaki!! Sebaiknya kita kembali saja terlebih dahulu.” ucap Timo mencoba membuat Alice membatalkan niatnya.
“Tapi...”
“Sebaiknya kau dengarkan saja perkataan pelayanmu ini Alice yang dia katakan ada benarnya.” ucap Muve.
Karena Muve juga memihak kepada Timo, Alicce pun tidak memiliki pilihan lain dan akhirnya memilih untuk kembali bersama Timo.
“Oh iya sebelum kita berpisah! Timo kau masih memegang Peta menuju ke kota Ocean kan?” tanya Alice.
“Iya, kenapa Nona?” jawab Timo.
“Mana?” pinta Alice.
Timo pun memberikan Peta menuju ke kota Ocean kepada Alice.
“Nih bawa!” ucap Alice memberikannya ke Muve.
“Siapa tahu kau ingin pergi ke kota Ocean. Siapa tahu kita juga bisa bertemu disana.” ucap Alice dengan tersenyum dan kemudian pergi bersama Timo kearah kerajaan Calvary.
Mereka akhirnya berpisah setelah pertemuan yang sekejap.
Muve pergi kearah kota Ocean yang ditunjukkan peta dan Alice pergi kearah kota Calvary.
Entah apakah akan datang saat mereka akan bertemu kembali.
“Anda terlihat sedikit menyukainya Nona.”
“Tidak juga.”
“Tapi anehnya aku seperti pernah mendengar namanya sebelumnya dikota... Hmm... Dimana ya aku pernah mendengar namanya.” batin Alice sesaat berpisah dengan Muve.
“Mungkin hanya hayalan anda,Nona.”
“Ya, mungkin.”