
Sesampainya ditempat latihan Alex pun mengambil 2 buah pedang kayu untuk Muve dan dirinya berlatih.
“Nih pegang.” ucap Alex memberikan pedang kayu tersebut ke Muve.
“Kukira kita bakalan menggunakan senjata asli.” ucap Muve saat mengambil pedang yang diberikan Alex.
“Tentu saja tidak! Bisa saja kau terluka parah kalau menggunakan senjata asli!” jawab Alex dengan tegas.
“Iya-iya. Lalu sekarang apa?” ucap Muve.
“Nah sekarang serang aku sesuka hatimu dan kau akan kuanggap menang kalau seranganmu berhasil mengenaiku.” ucap Alex.
“Hanya itu?”
“Iya hanya itu.” jawabnya.
“Nah latihannya dimulai!!”
[Misi Dadakan]
[Menang Latihan 0/1]
[Hadiah : 1 Agility + Skill Triple Slash]
“Misi dadakan? Apa itu?” batin Muve.
[Misi dadakan adalah misi yang akan muncul dalam keadaan tertentu terkadang semakin genting keadaanya semakin bagus hadiahnya]
“Ini membuatku semakin semangat saja!” batin Muve.
Melihat Muve yang tidak menyerang sama sekali membuat Alex bingung padahal dirinya sudah berkata latihannya dimulai.
“Hei Muve apa yang kau lakukan??” tanya Alex.
“Ah! Maaf Paman!”
Muve pun berlari menyerang Alex dengan percaya dirinya menebaskan pedang kayunya secara acak-acakan kearah Alex tapi serangan lamban seperti itu bukanlah masalah baginya jadi Alex dengan mudah menangkis setiap serangan Muve bahkan sampai tidak membuatnya mundur sedikit pun dari tempatnya.
Tidak perlu waktu lama Muve pun mulai terengah-engah setelah beberapa tebasan dan serangannya semakin melamban.
“Kau lengah!” bentak Alex sambil menebaskan pedangnya kearah kepala Muve membuat Muve terpental kebelakang.
“Bocah ini!? Dia berhasil menahan!?” batin Alex terkejut sesaat serangannya tadi hampir mengenai kepalanya Muve sempat menahannya tapi karena kurangnya kekuatan dan keseimbangan membuat Muve terpental.
“Paman itu curang! Kenapa Paman juga menyerang!” ucap Muve terlihat kesal saat mencoba berdiri.
“Bukankah aku tidak pernah bilang kalau aku tidak boleh menyerang??” jawab Alex.
“Sebaiknya kau jangan terlalu banyak melakukan serangan yang sia-sia, itu hanya membuat Staminamu lebih cepat berkurang dan jangan menyerang secara asal-asalan!” tegur Alex.
“Tapikan Staminaku memang kecil? Walau aku mengurangi gerakan menyerang tetap saja staminaku cepat berkurang.” ucap Muve.
“Kau pikirkan saja sendiri solusinya.”
Muve pun kembali lagi menyerang dan dengan mencoba saran yang dikatakan oleh Alex, Muve kemudian mencoba untuk lebih relax dan hanya menyerang dibagian pinggang Alex.
Dan setiap Alex menangkis serangannya Muve selalu menggunakan untuk menendang kaki Alex tapi Alex juga menyadari itu dan berhasil menghindar.
“Hahaha kau pikir menggunakan tangan dan kakimu secara bersamaan bisa membuatmu menang?” ejek Alex.
Muve mulai kesal dan memutuskan untuk mundur kembali.
“Hm? Kenapa? Sudah pasrah?” tanya Alex.
“Tentu saja belum!” teriak Muve berlari menyerang Alex.
“Sepertinya dia tidak pernah belajar kecuali diberitahu.” batin Alex.
Sesaat hendak menebaskan pedangnya Muve melepaskan pedangnya terbang kearah wajah Alex dan tentu saja itu membuatnya terkejut secara reflek menangkapnya.
Buk!
Pukul Muve kearah perut Alex dan sambil tersenyum Muve berkata “Aku menang!!!”
[Misi Selesai]
[Mendapatkan 1 Agility]
[Mendapatkan Skill - Triple Slash]
“Hei Muve kenapa kau kepikiran untuk melempar pedangmu?” tanya Alex.
“Aku hanya terpikir untuk mengalihkan pandangan Paman saja.” jawan Muve.
“Dan dari yang aku rasakan sesaat menangkis seranganmu itu sama seperti seorang anak dengan Job Knight yang sudah terlatih.” ucap Alex.
“Iya! Serangan itu jelas-jelas seperti bukan serangan anak-anak yang baru mendapat Job.” sambung Ren yang daritadi melihat pertarungan Muve dan Alex dipinggir tempat latihan.
“Kutebak pasti Jobmu Swordman!” tebak Ren.
“Bukan kak! Aku Jobless.” jawab Muve.
“Hah? Kau yakin Jobmu Jobless?” tanya Ren dengan heran.
“Tuh lihat! Ren saja tidak percaya kau seorang Jobless.” ucap Alex.
“Kenapa kau tidak minta Lilian untuk melakukan Appraisal kepadanya??” tanya Ren ke Alex.
“Sudah, tapi Lilian bilang kalau Statistik milik Muve itu jelas-jelas seorang Jobless.” jawab Alex.
“Muve? Siapa?” tanya Ren.
“Aku,kak.” jawab Muve.
“Hoo jadi namamu Muv... Eh kita tadi sedang membahas apa?”
“Uh... Sudahlah, ayo Muve.” ucap Alex mengajak Muve meninggalkan tempat latihan itu.
“Hei kalian mau kemana?” tanya Ren.
“Latihan!!” jawab Alex sambil teriak.
Dengan didikan Alex, Muve pun mulai berlatih dengan serius menggunakan pedang dan belati.
Mereka pun membuat jadwal yang teratur untuk 3 bulan kedepan.
Dipagi hari setelah sarapan mereka berlari-lari, disiang hari latihan bertarung dan dimalam hari mereka membahas kekurangan yang dilakukan oleh Muve saat bertarung disiang hari.
Hari yang dilewati oleh Muve terasa seperti neraka yang tiada habisnya karena harus berlatih begitu keras diumurnya yang bisa terbilang muda tapi dia tetap kuat untuk menjalaninya sekuat tenaga, walaupun dari semua latihan yang dilakukannya System sama sekali tidak memberikan Misi dadakan kembali jadi tidak dapat memberikan Statistik tambahan yang dapat membantunya tetapi anehnya Stat Strength milik Muve bertambah padahal tidak ada misi yang diselesaikan.
Tidak terasa menjalani latihan yang begitu keras tersebut,3 bulan akhirnya telah berlalu dan hari ini adalah hari perpisahan Muve dengan yang lainnya.
Mereka semua berkumpul diruang makan sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.
“Aku akan menawarkan ini sekali lagi. Apakah mau kau tinggal disini bersama kami dan menjadi Hunter di Guild ini?” ucap Alex.
“Kau bisa jadi seseorang berguna ditim kita, Muve.” sambung Ren.
“Aku bisa membacakan cerita tidur untukmu setiap malam.” sambung Nata.
“Iya benar! Jadi aku juga bisa ikut tidur bersamamu mendengarkan cerita Nata.” ucap Ren.
“Maafkan aku tapi ini sudah pilihanku dari awal dan aku hanya bisa mengucapkan terima kasih kalian telah menjagaku selama 3 bulan ini terlebih lagi Paman yang selalu mengajarkanku.” jawab Muve.
“Tapi kau terlalu dini untuk berpetualang!” ucap Alex mencoba menyakinkan Muve untuk tidak pergi.
“Sudahlah Alex! Jangan membuatnya bisa menjadi benci terhadapmu...” tegur Ren.
“Pilihanku sudah bulat, Paman.” jawab Muve.
“Baiklah, tapi kau harus ingat! Kami selalu ada disini saat kau memerlukan kami!” ucap Alex.
“Iya Paman.” jawab Muve.
Mereka pun berhenti berbicara sesaat makanan datang dan setelah selesai makan mereka pergi mengantarkan Muve kegerbang kota.
“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu Paman, Kak Ren, Kak Nata, Kak Lilian! Terima kasih atas semuanya!! Aku tidak akan melupakan saja kalian!!” ucap Muve menundukkan kepalanya kearah mereka berempat.
Mereka berempat mengangguk sambil tersenyum dan melambaikan tangannya sesaat Muve berlari memasuki hutan.
“Sudahlah Alex... Tidak perlu kau tangisi dia akan baik-baik saja.” ucap Ren menepuk bahu Alex sesaat melihat raut wajah Alex yang sedikit masam saat melihat Muve menjauh.
“T-tapi dia sangat mirip dengan adikku yang telah meninggal 2 tahun lalu... Bagaimana alu tidak bersedih, Ren.” ucap Alex mulai menitikkan air matanya.
Mereka memeluk Alex yang tengah bersedih itu untuk mencoba menenangkannya dan akhirnya berjalan kembali ke Guild.
***
“System apa Skill Create sudah selesai masa Cooldownnya?” tanya Muve.
[Sudah Host]
“Saatnya untuk membuat Skill baru...” ucap Muve.
Muve pun mulai memikirkan kata-kata yang akan disusunnya.
“Penyembuh Luka Seketika Setiap Saat, Create!!”
[Menganalisa Kata Yang Dibangun]
[Membuat Skill]
[Berhasil Membuat Skill]
[Mendapatkan Skill - Super Regeneration]
-Skill Passive yang akan menyembuh luka seperti apapun secara seketiak setiap 10 detik.
Tidak dapat menghilangkan Efek negatif.
“Setidaknya dengan ini sekarang aku dapat bertahan lebih lama dalam bertarung! Pengetahuan yang diberikan oleh Kak Lilian sangat bagus!” ucap Muve terlihat senang saat Skillnya yang dibuat sangat bagus.
“Saatnya berburu!!”
“System! Misi!”
[Memberikan Host Misi]
[Misi Biasa]
[Membunuh 10 Goblin 0/10]
[Hadiah : Kertas Teleportasi x1]
“Hm? Baru kali ini misinya bukan Poin Stat?” ucap Muve sedikit bingung.
[Karena Stat Strength anda sudah berada diatas 10 maka System tidak lagi memberikan Poin Statistik disetiap Misi Biasa]
“Hoo lalu apa aku punya Poin Stat yang tidak terpakai?”
[Ada 2 Host]
“Masukan Agility.”
[Memasukan 2 Poin Stat ke Agility]
Dengan memegang dua belati ditangannya Muve pun berlari dengan cepat memasuki daerah para Goblin dan dengan mudahnya membunuh setiap Goblin yang dia temui disepanjang jalan.
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Selamat!! Host Naik Level]
[Mendapatkan 2 Poin Stat]
Muve terus berburu dengan cepatnya kesana kemari mencari Goblin yang ada.
Mungkin sangat tidak lazim anak seumuran Muve memiliki kekuatan seperti ini tapi ini adalah hasil kerja kerasnya selama 3 bulan terakhir untuk membangun Skill bertarungnya.
Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Mendapatkan 200 Exp Dari Goblin]
[Misi Selesai]
[Mendapatkan Kertas Teleportasi x1]
“Aku sama sekali tidak merasa lelah! Ini cukup membosankan...” keluh Muve.
“Karena misi sudah selesai mungkin aku jalan-jalan saja mencari tempat pertempuran Paman melawan Hobgoblin waktu itu!” ucap Muve.
Muve pun berjalan tanpa arah yang jelas mencari tempat yang bahkan tidak dia ketahui arah jalannya.
Tapi sepertinya Dewi Fortuna sedang dipihaknya, betul saja tidak memerlukan waktu lama, Muve sudah berada ditempat yang dicarinya tersebut.
“Ini aneh? Kenapa disini sangat kosong? Bukankah harusnya ada puing-puing gubuk para Goblin tapi ini tidak ada! Hanya ada kayu-kayu yang gosong ini!” ucap Muve.
Karena penasaran Muve memutuskan untuk berkeliling ditempat itu tapi tidak menemukan hal aneh sama sekali.
“Mungkin tempat ini sudah ditemukan oleh manusia jadi kemungkinan mereka yang mengambil puing-puing desanya.” ucap Muve.
Karena tidak ada apa-apa lagi, Muve pun memilih berjalan kembali.
Sesaat Muve pergi terlihat sesosok mata merah yang sedang meliriknya dari balik semak-semak tapi Muve tidak menyadari itu dan hanya meneruskan perjalanannya.