
Dengan menggunakan peta yang didapatnya dari Alice, Muve memutuskan untuk pergi ke kota Ocean dengan berjalan kaki.
“Aku rasa ini akan memakan waktu banyak karena seingatku kata Alice kota ini cukup jauh dan bisa memakan waktu 1 hari lebih!” gumam Muve melihat jalur peta kearah kota Ocean begitu pendek.
[Mungkin saja itu diperpendek supaya muat dikertas kecil seperti itu Host]
“Mungkin saja dan kalau yang dikatakan Alice itu benar berarti aku harus bermalam diluar hari ini.”
[Mengapa Host tidak menggunakan Kertas Teleportasi?]
“Hah? Kertas apa?” tanya Muve.
[Kertas Teleportasi yang anda dapat ketika menyelesaikan Misi tadi Host.]
Muve lalu memeriksa kantongnya untuk mencari kertas tersebut “Ini?” tanya Muve memegang suatu kertas yang ditengahnya terdapat gambar lingkaran sihir.
[Benar.]
“Cara menggunakannya bagaimana?” tanya Muve memutar-mutarkan kertas tersebut.
[Anda perlu merobek kertasnya dan mengatakan ingin pergi kemana]
“Begitu saja? Kau yakin ini sungguhan bisa berhasil?”
[Ya Host]
Dengan mengikuti perkataan System, dia merobek kertas tersebut dan berkata “Kota Ocean.”
Huss
Seketika dengan sekejap mata Muve menghilang dan muncul dipinggir pantai yang berada tidak jauh dari kota Ocean.
“Itu sungguhan berhasil System!!”
[Saya sudah katakan]
“Dengan begini aku tidak perlu tidur diluar.”
Muve kemudian turun dari batu besar tersebut dan bergegas pergi menuju kota Ocean.
Kota Ocean kalah besar kalau dibandingan dengan kota Calvary tetapi walaupun begitu kota Ocean itu terlihat cukup ramai, mulai dari pedagang, pendatang dan orang yang tinggal juga ditempat tersebut.
Muve memutuskan untuk berkeliling sambil mencari tempat menginap dikota tersebut.
“Kau keliatan baru sampai disini, apakah perlu kutuntun kau untuk berkeliling?” ucap seorang pemuda yang menghampiri Muve sambil tersenyum.
“Bolehkah?” jawab Muve.
“Tentu saja! Tetapi bayarannya 2 Tembaga.” jawabnya.
Muve pun mengecek kantongnya untuk mengambil uang tetapi dia terkejut tasnya tidak berisi apapun, padahal seingatnya dia membawa uang sebanyak 5 Perak.
“Kenapa? Tidak mempunyai uang?” tanya pemuda itu.
Muve dengan malu mengangguk kepadanya, melihat itu pemuda tersebut kemudian pergi meninggalkan Muve dengan wajah masam.
“Kalau begini aku tidak bisa tinggal di penginapan... Hah sama saja tidur diluar ujung-ujungnya.” guman Muve.
Dengan wajah murung Muve terus berjalan tanpa melihat kiri kanan sampai pada akhirnya dia menabrak tubuh seorang pria tua membuat barang bawannya berantakan kemana-mana.
“Ah!! Maaf-maaf Paman!” ucap Muve langsung membantu barang-barang pria tua itu yang berantakan.
“Ti-tidak apa, jangan terlalu dipikirkan.”
[Perhatian!! Terdeteksi Terdapat Artefak Didekat Host]
“Artefak? Apa itu?” batin Muve.
[Artefak adalah barang yang terdapat sihir kuno didalamnya dan dengan menggunakannya akan membantu Host menjadi kuat secara instan]
“Terima kasih nak.” ucap pria tua itu kepada Muve dan kemudian pergi dengan barangnya.
[Artefak Menjauh]
“Jangan-jangan Artefak yang kau maksud itu ada disalah satu barang Paman tadi?” tanya Muve.
[Kemungkinan Besar]
Muve langsung berlari kearah pria tua itu berniat mengikutinya. Setelah cukup lama berjalan akhirnya pria tua yang diikuti oleh Muve berhenti disebuah pondok kecil yang lusuh.
“Inikah rumah Paman itu?” ucap Muve saat melihat pria tua itu memasuki pondok kecil tadi.
Karena tidak dapat masuk kepondok tersebut Muve memutuskan untuk mengintip dari jendela dan melihat pria tua itu sedang menyusun barang-barangnya dengan rapi sambil dibersihkan perlahan.
“Jadi yang mana Artefaknya System?” gumam Muve.
[Mendeteksi Artefak Disekitar]
[Menemukan Artefak - Fighter Puppet]
“Fighter Puppet? Yang mana itu?”
[Itu adalah benda yang sedang dipegang olehnya Host]
Muve pun melihat kearah tangan pria tua itu yang memegang sebuah boneka kayu kuno yang usang.
“Kau yakin itu Artefak System?”
[Ya Host]
“Hei! Apa yang kau lakukan mengintip rumah Pamanku!!!” bentak seseorang yang tiba-tiba berada dibelakang Muve membuatnya terkejut.
Ternyata itu hanyalah anak laki-laki yang seumuran dengannya, Muve kemudian menyimpan kembali belatinya.
“Apa-apaan itu... Aku takut sekali saat pisaunya menempel dileherku!!” ucap bocah itu seketika terduduk lemas sesaat Muve menyimpan belati.
“Salahmu yang mengangetkanku.” ucap Muve.
“Kenapa salahku!? Itu harusnya salahmu! Yang bertingkah aneh mengintip paman dan berbicara sendiri.” teriak bocah itu.
Mendengar keributan diluar pondoknya membuat pria tua itu keluar untuk mengeceknya.
“Ada apa ini?” tanyanya.
“Paman!!!” teriak bocah itu berlari pria tua itu dan memeluknya.
“Dean! Apa yang kau lakukan disini?” tanya pria itu.
“Aku sebenarnya ingin berkunjung kerumahmu Paman tetapi aku terkejut saat melihatnya sedang mengintip Paman dari jendela dan saat aku meneriakinya dia langsung mengeluarkan senjata untuk melukaiku!” jawab bocah itu sambil menunjuk Muve.
“Kau! Bukankah anak yang menabrakku tadi? Apa yang kau lakukan disini?”
“Iya sekali lagi maaf tentang itu. Aku sebenarnya tertarik dengan boneka kayu yang Paman bawa tadi makanya aku mengikutimu Paman.”
“Boneka kayu? Oh sebentar!”
Pria itu langsung masuk mengambil boneka kayu yang dimaksud oleh Muve dan membawanya keluar.
“Ini?” tanyanya.
“Iya Paman.” jawab Muve mengangguk.
“Kalau kau mau ambil saja.” ucapnya memberikannya kepada Muve.
“Paman yakin? Memberikannya begitu saja?” tanya Muve tidak percaya saat pria itu memberikannya dengan mudah.
“Iya ambil saja.” jawabnya.
Dengan ragu-ragu Muve pun mengambil boneka kayu tersebut “Terima kasih Paman!!” ucap Muve dengan penuh semangat sambil tersenyum.
[Mendapatkan Arfetak - Fighter Puppet]
“Paman!! Ini tidak adil!! Kenapa Paman tidak memberikan aku mainan juga?” protes bocah yang memeluk pria itu.
“Kalau untukmu kau bisa pilih sendiri didalam, ayo masuk! Kau juga ayo masuk! Siapa tahu ada yang membuatmu tertarik lagi” jawab pria itu mengajak bocah dan Muve masuk.
“Tidak apa Paman, aku hanya menginginkan ini saja.” tolak Muve.
“Kau yakin?” tanyanya.
“Iya.”
“Eleh apa bagusnya mainan kayu jelek seperti itu...” ejek bocah itu.
Muve tidak menghiraukannya lalu memutuskan untuk pergi ketempat itu karena tujuannya sudah selesai.
Sebenarnya Muve ingin beristirahat karena harinya sangatlah panas tapi karena tidak dirinya tidak memiliki uang untuk menyewa kamar dipenginapan, jadi membuatnya terpaksa harus berteduh dibawah pohon seperti biasanya.
Dengan memegang boneka kayu tadi Muve pun bertanya “Sekarang bagaimana menggunakannya?”
[Katakan Menyerap Artefak]
“Menyerap Artefak.”
Seketika boneka kayu tadi mencair dan masuk kedalam tubuh Muve secara perlahan.
[Berhasil Menyerap Artefak - Fighter Puppet]
[Efek Menyerap Artefak Memberikan Host 6 Vitality]
[Mendapatkan Skill - Summon Fighter Puppet]
“Wow! Ini pertama kalinya aku mendapatkan Poin langsung sebanyak ini, biasanya hanya 2 Poin.” ucap Muve terlihat senang dengan apa yang didapatnya sesaat berhasil Menyerap Artefak itu.
[Itu hanyalah Artefak biasa]
“Biasa? Memangnya Artefak ada tingkatannya?” tanya Muve.
[Tentu saja! Dimulai dari Biasa-Langka-Super-Epic-Legend-Mythic]
“Kalau begitu berapa banyak Poin stat yang didapat misalnya menyerap Artefak Mythic?”
[Sekitar 50-55]
“Kau bercanda! Sebanyak itu?!”
[Tetapi ada kemungkinan Anda tidak dapat menyerap Artefak tersebut secara 100%]
“Kenapa?”
[Karena kurangnya kekuatan anda]
“Sepertinya berpetualang mengumpulkan Artefak bisa menjadi tujuanku selama perjalanan ini.” gumam Muve sedikit tersenyum.
[Semoga berhasil]
“Ya ya, sekarang aku ingin tidur saja.” ucap Mu ve berbaring dengan santainya dibawah pohon itu.
Tidak perlu waktu lama Muve yang kelelahan pun akhirnya tertidur dengan nyaman.