Super Systems

Super Systems
Ch 12:Mermaid



Setelah dirinya keluar dari Dungeon, Muve berniat untuk mandi dan membasuh celana yang dipakainya karena darahnya yang kering semakin bau.


“Disubuh seperti ini berendam dilaut... Dingin sekali.” guman Muve saat melangkahkan kakinya ke air.


Karena tidak bisa berenang Muve hanya berendamkan dirinya ditempat yang surut “Lihat bahkan sampai membuat air disekitar menjadi sedikit hitam!” ucap Muve saat merendamkan setengah dirinya diair membuat darah-darah yang kering menjadi basah dan menyebar diair laut.


“Ini akan menjadi mandi yang sedikit lama...” gumamnya.


***


Sementara itu tidak jauh dari tempat Muve mandi terdapat seorang Mermaid yang sedang berenang dengan cepatnya bersama ikan-ikan.


“*Huff*Huff* Bau darah ini?! Sharkman?!” ucap Mermaid itu saat mencium bau darah yang pekat dikejauhan.


“Sharkman!”


“Sharkman!”


“Sharkman!” ucap ikan-ikan yang bersama Mermaid tersebut tiba-tiba panik saat Mermaid mengatakan Sharkman.


“Tidak-tidak! Mungkin aku salah cium... Sebaiknya kalian pulang lebih dahulu, aku ingin mengecek asal bau darah ini.” ucap Mermaid tersebut dengan tersenyum manis.


“Tidak Putri! Itu berbahaya.” jawab ikan-ikan.


“Bahaya!”


“Bahaya!”


“Tidak apa, kalau memang sungguhan Sharkman, aku akan langsung melarikan diri.” jawabnya.


Ikan-ikan tersebut terpaksa mendengarkannya dan pergi pulang sesuai yang dikatakan Mermaid.


Melihat mereka telah pergi Mermaid kemudian pergi kepermukaan air untuk mengintip asal bau darah.


“Hm? Dimana Sharkmannya?” tanyanya sambil menoleh ke kiri dan kanannya tetapi tidak ada apapun kecuali seorang pemuda yang tengah berendam yang tidak lain dan tidak bukan adalah Muve.


“Siapa pemuda itu? Mandi dijam segini? Apa dia tidak kedinginan? Yah itu tidak penting! Aku hanya berniat mencari asal bau darah ini tapi sepertinya sudah menghilang.” ucapnya masuk kembali masuk ke air dan berenang.


***


“Sebaiknya aku lepas saja celana ini dan menguceknya karena aku rasa dengan merendamnya saja tidak cukup menghilangkan bau...” ucap Muve segera melepas celananya dan menguceknya untuk lebih cepat selesai mandi.


Setiap kali mengucek Muve selalu mencium apakah masih tercium bau darah dicelananya tetapi setelah sekian banyak mengucek tetap saja baunya tidak menghilang.


“Apa-apaan darah si Sharkman itu! Tidak mau menghilang sama sekali...” ucap Muve saat mencium masih terdapat bau darah Sharkman itu.


“Tunggu! Kamu bilang Sharkman!!” ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul dari dalam air.


Muve yang terkejut langsung dengan refleknya melancarkan pukulan kearah suara itu berasal dan membuat air diarah pukulannya terbelah serta membuat gadis itu melayang.


Kyaa!!! Teriak gadis tersebut saat terlempar karena angin dari pukulan Muve.


“Ah! Aku secara tidak sengaja langsung mencoba memukulnya... Yah salah dirinya juga tapi tunggu apa tadi aku melihat ekor ikan pada bagian tubuh bawahnya? Yah mungkin salah liat.” gumam Muve.


Karena sadar percuma mencuci celananya tersebut Muve memutuskan untuk menyelesaikan mandinya dan memakai kembali celana yang basah tersebut.


“Aku sekarang bingung harus berbuat apa... Belatiku hancur, uangku hilang, pakaian tidak punya... Seperti seorang gelandangan saja.” ucap Muve mengeluh saat berjalan kearah kota Ocean.


“Hei... Tunggu!!!” teriak seorang gadis dibelakang Muve yang sedang berlari dengan nafas yang terengah-engah.


“Oh bukankah kau kakak yang tadi?” ucap Muve saat menoleh kebelakang.


“iy... Eh kakak? Kau baru saja memanggilku kakak?” ucap gadis itu bingung saat Muve memanggilnya kakak.


“Jelas-jelas kau yang terlihat lebih tua dan besar daripada aku, kenapa memanggilku kakak?” sambungnya.


“Ya karena aku baru berumur 14 tahun.” jawab Muve.


Gadis itu terdiam membisu seperti orang yang sangat terkejut saat mendengar Muve mengatakan umurnya yang 14 tahun.


“Bohong. Jelas-jelas itu bohongkan?” tanyanya.


“Tidak, aku memang 14 tahun.” jawab Muve dengan santainya.


“Mustahil! Orang dengan tubuh yang tinggi dan cukup kekar itu berumur 14 tahun dan apa-apaan Six pathnya yang sangat menggoda itu! Siapa juga pasti akan mengetahuinya kalau itu kebohongan, bahkan adikku saja tidak seperti ini tubuhnya saat berumur 14 tahun.” batin Gadis itu menatap Muve dengan penuh kecurigaan.


“Halo? Kenapa kau memanggilku tadi?” ucap Muve melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Gadis itu yang terlihat serius menatapnya.


“Ah maaf... Aku sebenarnya penasaran dengan yang kau sebutkan tadi tentang darah Sharkman.” jawab gadis itu.


“Darah Sharkman? Ohhhh maksudmu darah Sharkman yang menempel pada celanaku ini?” tunjuk Muve kecelananya.


“Kau tidak berbohongkan?”


“Tentu saja! Lagipula untuk apa aku berbohong, kalau tidak percaya kau cium saja.” jawab Muve.


Karena penasaran gadis itu tanpa pikir panjang menunduk dan mencium bau yang ada dicelana Muve.


“A-apa mencium celanamu?! Apa yang kau bicarakan!” bentak gadis itu dengan wajah yang sedikit memerah.


“Tentu saja, memangnya pakai cara apalagi untuk mengetahui darah apa yang berada dijalanku ini tanpa menciumnya.” jawab Muve.


Gadis itu terlihat malu tetapi karena sangat penasaran dia menahan malunya dan mendekat kearah celana Muve.


“Huff*Huff* I-ini sungguhan darah Sharkman!” ucap gadis itu sedikit terkejut kalau yang dikatakan oleh Muve itu ternyata benar.


“Bukankah sudah kubilang.”


“Tapi kenapa bisa ada darah Sharkman pada celanamu?”


“Karena aku bertarung dengannya dan beruntungnya aku berhasil membunuhnya.” jawab Muve.


“Ka-kau membunuh Sharkman?! Kau bercanda? Kuakui fisikmu terlihat kuat tetapi Sharkman adalah Monster yang tidak bisa dikalahkan hanya dengan mengandalkan fisik biasa!”bentak gadis itu.


“Ya sudah tidak percaya...”


Muve kemudian berbalik dan berjalan kearah kota Ocean meninggalkan gadis itu sendirian berdiri dipinggir pantai.


“Kalau dia sungguhan membunuh Sharkman berarti aku bisa menyelamatkan keluargaku tetapi dia tidak terlihat meyakinkan.” batin gadis itu saat melihat Muve yang semakin menjauh kearah kota Ocean.


“Tapi setidaknya ada secercah harapan untuk keluargaku!!” batin gadis itu meyakinkan niatnya untuk mempercayai Muve.


Dia pun mengejar Muve yang pergi kearah kota Ocean dan berniat meminta bantuan.


“Tunggu!”


“Hah... Kenapa lagi kak? Bukankah aku sudah menjawab pertanyaanmu.” ucap Muve menghela nafasnya.


“Lalu?”


“Aku sebenarnya ingin meminta tolong kepadamu.” jawab gadis itu.


“Tolong apa?” tanya Muve.


”Aku ingin kau membantuku mengalahkan Sharkman yang menangkap keluargaku.” jawabnya.


Muve berhenti berjalan sesaat mendengarnya dan berkata “Aku sebenarnya ingin membantu tetapi aku tidak mengenalmu dan juga aku sedang tidak ingin bertarung sekarang.” jawab Muve yang kemudian melanjutkan jalannya.


Mereka pun sampai dikota Ocean dan suasananya sama seperti kemaren, dipagi hari saja sudah terbilang ramai.


“Tapi... Aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi, jadi aku mohon bantulah aku...” ucapnya memohon.


“Kau bisa meminta bantuan pada Guild atau tentara bayaran.” jawab Muve.


“Tidak bisa! Aku takut yang ada aku dalam bahaya!” jawab gadis itu dengan sedikit keras membuat orang disekitar mulai melirik ke mereka.


“Kenapa mereka?”


“Mungkin pertengkaran sepasang kekasih.”


Bisik orang-orang saat mendengar nada keras suara gadis tadi.


“Hah... Kau lihatkan, sekarang kita jadi perhatian orang-orang.” ucap Muve menepuk dahinya.


“Kalau begitu sebaiknya kita pergi kerestoran saja! Aku tahu tempat yang enak.”


“Kau tidak lihat aku tidak punya pakaian sama sekali? Kau ingin aku ditendang dari restoran karena dikira orang gila?” jawab Muve.


“Tenang saja.” ucap gadis itu menyerahkan sebuah baju berwarna putih yang muncul entah dari mana.


“Kau dapat darimana baju ini? Seingatku kau tidak membawa apapun tadi?” tanya Muve.


“Sudahlah jangan dibahas, jadi sekarang bagaimana? Jadi kerestorannya?” jawab gadis itu.


“Kau yang bayar.” jawab Muve.


Gadis itu mengangguk sambil tersenyum.


Muve pun kemudian pergi kerestoran yang ditunjukkan oleh gadis itu dan memesan meja serta makanan.


“Nah sekarang sedikit tenang untuk berbicara.” ucap gadis itu sambil tersenyum.


“Tenang sih tenang tapi kau tidak lihat orang-orang itu jadi memperhatikan kita.” tunjuk Muve kearah orang-orang dimeja lain yang menatap mereka dengan tatapan tidak menyenangkan.


“Sebenarnya lebih tepat kau yang jadi perhatian mereka.” jawab gadis itu.


“Benarkah itu System?” Batin Muve.


[Dari yang System analisis memang benar yang dikatakan oleh gadis ini]


“Sial..” batin Muve.


“Jadi apa alasanmu tidak mau meminta tolong ke Guild?” tanya Muve.


Sebelum menjawab pertanyaan Muve, gadis itu menjentikan jarinya dan membuat sebuah pelindung tembus pandang.


“Apa ini?”


“Ini Skill yang membuat suara kita tidak bisa didengar orang yang berada diluar pelindung ini.” jawabnya.


“Nah untuk pertanyaanmu... Aku sebenarnya seorang Mermaid.”


Muve terdiam sejenak “Mermaid? Bukankah itu Ras yang dulunya bermusuhan sekali dengan kami para manusia karena kami sering merusak ekosistem laut dan rumah-rumah kalian? Jadi kenapa kau malah meminta bantuan kepada salah satu musuhmu?” ucap Muve dengan tatapan dingin kearah gadis itu.


“T-tapi aku tidak memiliki pilihan lain! Tidak ada yang bisa kulakukan lagi! Kau pikir aku akan diam saja saat keluargaku terperangkap dijeruji besi istana mereka sendiri!” bentak gadis itu.


“Istana? Hmm berarti kau adalah putri dari raja mermaid?” tanya Muve.


Gadis itu mengangguk “Kau benar aku adalah putri bungsu Raja mermaid, Putri Ellyn” jawab gadis itu.


“Cukup mengejutkan melihat Putri dari Ras Mermaid bisa tersesat ke dunia manusia untuk meminta pertolongan tetapi maaf aku tetap tidak bisa membantumu.” ucap Muve.


“Kenapa?! Kalau kau meminta uang aku bisa berikan! Apa jangan-jangan kau menginginkanku?!” tanya Ellyn.


“Jangan menduga yang tidak-tidak! Aku tidak bisa berenang.” jawab Muve.


“Pfftt... Tidak bisa berenang... Hahahaha dengan badan sebesar itu kau tidak bisa berenang! Hahahaha.” ucap Ellyn sambil tertawa lepas.


“Yah mau bagaimana lagi... Dan itu hanya alasan pertama, sedang alasan kedua adalah aku kehilangan kedua belatiku jadi aku tidak memiliki senjata untuk bertarung dan yang terakhir aku ingin beristirahat untuk beberapa hari dari pertarungan.” ucap Muve.


“Tenang saja, kalau masalah pertama itu bisa diatasi dan kedua juga dapat diatasi karena aku bisa membelikan belati untukmu dan sedangkan yang terakhir... Aku hanya bisa memberi waktu untukmu istirahat selama 3 hari saja karena tepat 5 hari kedepan seluruh keluargaku yang ditangkap akan dibunuh didepan rakyat kami.” jawab Ellyn mencoba memenuhi alasan Muve yang membuatnya tidak ingin membantunya.


Muve termenung sesaat dan terkadang menatap kearah Ellyn karena masih belum sepenuhnya percaya.


[Misi Special]


[Membantu Putri Ellyn Menolong Keluarganya


[Hadiah : Shark Dagger + Fitur Shop]


“Misi Special? Ini pertama kalinya aku melihat ini.” batin Muve sedikit terkejut melihat nama Misi yang tidak pernah ditemuinya selama ini muncul.


[Misi Special adalah Misi yang sangat berguna Host karena dapat membuka bagian-bagian System yang tidak terbuka sebelumnya tetapi tingkat kesulitannya termasuk menyulitkan]


“Ini mungkin akan menarik!” batin Muve.


“Baiklah aku akan terima permintaanmu ini.” jawab Muve.


“Sungguh! Akhirnya aku bisa menyelamatkan keluargaku!!” ucap Ellyn dengan riangnya.


“Baiklah kalau begitu kita bertemu dipinggir pantai 3 hari lagi!” ucap Ellyn.


“Iya.” jawab Muve mengangguk.


Setelah itu mereka pun memakan makanan yang telah dipesan dan sesaat selesai mereka keluar dari restoran.


“Aku belum menanyakan namamu sebelumnya, jadi siapa namamu?” tanya Ellyn.


“Muve.”


“Baiklah Muve sampai jumpa 3 hari lagi.” ucap Ellyn melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Muve bersama uang yang telah diberikannya untuk 3 hari kedepan.


“Bertarung dilaut... Mungkin kali ini akan semakin menarik.” gumam Muve sesaat berjalan kearah penginapan untuk memesan kamar.