Super Systems

Super Systems
Ch 34:Kembali



Semenjak hari itu Muve mendapatkan siksaan yang berbeda-beda dan menyakitkan setiap hari yang membuatnya serasa akan menjadi orang yang gila karena rasa sakit tersebut.


Raja Arthur sangat tergila-gila melihat regenerasi Muve yang tidak ada batas dan habisnya.


Muve pernah berpikir untuk keluar menggunakan Scroll Teleport tapi dia tidak bisa merobek karena tangannya yang terbentang kencang karena rantai dan buruknya Scroll itu ditemukan oleh Arthur tergeletak, saat dia merobeknya Arthur berteleportasi ketempat dia berdiri, mungkin terlalu sering memikirkan tempat penyiksaan Muve.


Muve juga pernah menggunakan Skill Illusion yang membuatnya menjadi kelelawar tetapi rantainya malah menjadi besar dan mengikat semua kelelawar dan kembali berubah menjadi manusia lagi.


Arthur semakin bertambah rasa penasarannya dengan kemampuan apa saja yang dimiliki Muve, dia selalu bertanya hal yang sama setiap kali menyiksa “Mana skillmu yang lain!! Berikan aku hal yang menarik!!” tetapi Muve menolak untuk memberitahunya karena itu adalah rahasia yang harus hanya dirinya sendiri yang tahu.


Setelah satu tahun berlalu Arthur mulai jarang mendatangi tempat penyiksaan karena tidak ada hal yang menarik perhatiannya lagi dari Muve.


Luka,sembuh,luka,sembuh melihat itu berterus-terusan sangatlah membuatnya sangat bosan karena belum pernah ada orang yang menarik perhatiannya sebanyak itu selain Muve, bahkan istri pertamanya saja yang begitu cantik tidak membuatnya sangat tergila-gila seperti dia menyiksa Muve.


Walaupun begitu Muve juga merasa kalau dia malah menjadi mulai sedikit gila karena rasa kesepian ditempat itu, bahkan tidak berkepikiran untuk membuat Skill menggunakan Skill Create padahal kalau dia membuat Skill kemungkinan saja dia bisa lepas dari rantai itu.


Setelah dua tahun berlalu Arthur tidak pernah datang lagi seperti melupakan Muve begitu saja.


Setelah tiga tahun berlalu.


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, akhirnya hari ini penyerapan artefak yang mengikat Muve akan selesai.


[Penyerapan Artefak Mythic - Weakness Chain -Selesai]


[Efek Penyerapan Artefak Memberikan Anda 57 Vitality]


[Mendapatkan Skill - Weakness Chain]


Akhirnya penyerapan Artefak itupun selesai membuat Muve terbebas dari ikatan rantai tersebut, dan Muve juga merasa kalau tubuh dan pikirannya sekarang lebih segar dan nyaman daripada saat dirinya masih terikat, mungkin itu adalah efek penyerapan Artefak juga.


“Walau merasa segar tapi tulangku tetap saja berbuni saat digerakan seperti ini.” ucap Muve menggerakkan badannya dan berbunyi cukup keras karena tiga tahun hanya berbaring sama.


“Sekarang haruskah aku mendatangi ayahku tercinta.”


[Membeli Scroll Teleport]


“Istana Calvary.” ucap Muve saat merobek Scroll itu.


Dirinya langsung berpindah ditempat saat dia dikalahkan oleh raja Arthur tiga tahun lalu tetapi disana tidak ada seseorang pun dan tempat itu juga cukup berdebu dan terlihat retak dimana seperti telah lama ditinggalkan oleh orang-orang.


“Ada apa dengan tempat ini?” tanya Muve.


Muve berjalan keluar dari ruangan tersebut dan sebuah lubang yang sangat besar di dinding diluar ruangan.


“Apa yang terjadi selama 2 tahun ini?”


Muve terus berjalan sampai dipintu luar istana


“Tembok yang berlumut,istana yang mulai roboh, dan sekarang hilangnya kota besar Calvary karena digantikan oleh pepohonan.” ucap Muve saat melihat yang ada diluar istana hanyalah hutan belantara.


“Sepertinya telah terjadi perang dan berakhir dengan kekalahan kerajaan Calvary.” gumam Muve.


Muve berjalan memasuki hutan yang sebelumnya kota Calvary dan karena sedikit bingung dengan arah yang ingin ditujunya Muve melompat cukup tinggi dan berdiri tepat diatas pohon.


“Udaranya cukup segar. 3 tahun hanya merasakan udara tertutup dan bau badanku yang mengerikan.” ucap Muve.


Muve menutup matanya perlahan mencoba mendengarkan suara alam yang sedikit dirindukannya.


Tidak jauh disebelah timur Muve mendengar suara aliran air yang cukup deras dan langsung bergegas kesana untuk pergi mandi.


Muve mandi begitu lama ingin menikmati perasaan mandi pertamanya dalam 3 tahun terakhir.


“Mungkin sambil menangkap ikan, boleh juga.”


Muve malah semakin lama mandinya saat melihat ada ikan yang berenang disungai tersebut dan dengan kekuatannya dan kecepatannya yang terbilang sangat hebat membuatnya dengan mudah menangkap ikan tetapi langsung gepeng saat dia menggenggamnya sedikit kuat.


30 menit berlalu dari sekian banyaknya ikan yang ditangkap dan berakhir gepeng hanya tersisa 1 ikan yang masih utuh.


Sekarang saatnya menjemur baju dan memasak ikan yang didapat, dengan mengumpulkan sedikit kayu dan 2 buah batu Muve mencoba membuat api.


Tetapi saatnya menghantamkan batu itu satu sama lain bukannya memberikan percikan api yang ada batunya yang pecah.


“Sebaiknya pakai kayu saja.”


Muve mengambil ranting pohon dan beberapa daun pohon kering, dengan memutar ranting pohon diatas daun kering bisa membuat api, biasanya memerlukan waktu lama tapi mungkin karena kekuatan memutarnya terlalu kuat jadi api langsung muncul dalam sekali percobaan.


Setelah membakar ikan dan memakannya Muve menggunakan panas api itu untuk mengerikan baju dan celananya.


Sambil berbaring Muve menutup matanya dan berkata dalam hatinya “Dapat Melihat Status Semua Hal, Create.”


[Memproses Kata Yang Diberikan]


[Memproses Kata Yang Diberikan - Selesai]


[Mendapatkan Skill - Appraisal.]


[Skil Create Naik Level]


“Kalau bisa melihat stat seseorang aku bisa mempertimbangkan untuk melawannya atau tidak dan juga setelah sekian lama akhirnya skillnya naik level juga.” ucap Muve.


“Sekarang aku perlu lakukan satu hal lagi.”


Muve menutup matanya kembali dan berbicara lagi dalam hati “Skill Resistance Fire - Mengubah Api menjadi semua, Editing.”


[Memproses Kata Yang Diberikan]


[Memproses Kata Yang Diberikan - Selesai]


[Skill Editing Naik Level]


“Itu sudah cukup, sekarang saatnya pergi.”


Setelah itu Muve memotong rambutnya yang begitu panjang menggunakan Daggernya kemudian memakai pakaiannya yang sudah kering dan mematikan api yang dinyalakannya sebelumnya kemudian pergi dari tempat itu dengan berjalan kaki.


Disepanjang jalan Muve melihat monster yang ditemuinya melarikan diri saat melihat Muve, mungkin insting mereka mengatakan untuk lari daripada melawan.


Berjalan tanpa tujuan dan jalan yang jelas adalah hal terburuk saat berada dihutan karena memudahkan kita menjadi tersesat.


“Sepertinya ini hanya berkeliling ditempat yang sama.” gumam Muve.


Muve melompat lagi cukup tinggi dan berdiri diatas pohon, sejauh matanya memandang hanya ada hutan saja.


“Mungkin melompat-lompat diatas pohon untuk pergi dari hutan ini lebih efektif.”


Muve kemudian melompat dari satu pohon kepohon lainnya pergi kearah timur dengan cepatnya.


Tidak lama berlari akhirnya Muve sampai diujung hutan dan disana dia melihat tempat yang asing untuknya.


“Disini memang tidak ada hutan lagi tetapi tetap saja kosong.” gumam Muve.


Muve terus berjalan mengikuti instingnya untuk pergi kearah timur dan sekitar 1 jam berjalan Muve terhenti sesaat melihat sebuah danau yang ditengah-tengahnya terdapat rumah kecil.


“Sedikit aneh melihat orang membuat rumah ditengah-tengah danau, tapi itu bukan urusanku.” Muve menghiraukan rumah yang awalnya menarik perhatian dan pergi melanjutkan perjalanannya.


“T-tolong!!!” teriak seorang gadis dari dalam rumah itu.


Muve terus berjalan menghiraukan suara tersebut.


“Tolong!!!! Siapapun tolong aku!!!!” teriaknya semakin keraa tetapi Muve tetapi menghiraukannya.


Tidak lama kemudian pintu rumah tersebut terbuka dengan kencangnya karena seorang gadis cantik didalam rumah tersebut membanting pintunya dengan raut wajah kesal.


“Woi! Kalau ada orang minta tolong itu dibantulah!!” teriaknya menunjuk kearah Muve.


“Hah?” tanya Muve berbalik dengan wajah datar dan tatapan dingin.


“Woah!! Aku dapat mangsa tampan kali ini!!!” batin gadis itu.


“Ah tidak-tidak lupakan saja, hehe.” ucapnya berbalik kerumahnya.


“Ada-ada saja.” gumam Muve juga berbalik dan melanjutkan perjalanannya.


Tidak lama kemudian sesaat Muve mulai menjauh dari rumah aneh sebelumnya Muve mendengar teriakan seorang gadis dibelakangnya.


“Hah... Ada aja orang yang mengikut padaku setiap saat.” batin Muve saat mendengar suara itu.


“Hei!! Tungguuuu!!” ternyata suara itu berasal dari seorang gadis cantik yang sebelumnya meminta tolong kepada Muve.


Gadisi itu berlari sambil membawa tas kecil dipinggangnya menuju kearah Muve.


“Hah.... Hah.... Ka-kau cepat sekali jalannya.” ucap gadis itu terengah-engah mengejar Muve.


“Ada urusan apa kau denganku?” tanya Muve.


“Aku sebenarnya ingin ikut denganmu, hehe.” jawabnya tersenyum.


“Tidak, aku lebih suka sendiri.” jawab Muve menolaknya.


“Ah ayolah...”


“Percuma saja aku menolak kalau kau terus mengikutiku.” jawab Muve.


“Kalau begitu boleh?”


“Terserah kau mau ikut atau tidak, lagipula bukan urusanku.” jawab Muve.


“Sungguh? Terima kasih.” ucapnya sambil tersenyum.


”Oh iya ngomong-ngomong kenapa kau pergi sendiri? Dimana temanmu?” tanyanya.


“Temanku tidak sedang bersamaku, kami berpisah cukup lama.” jawab Muve.


“Kalau begitu kalau aku jadi temanmu juga? Bagaimana?” tanyanya.


“Terserah saja.” jawab Muve.


“Kalau begitu aku perkenalkan aku dulu! Aku Lia.” ucapnya tersenyum sambil mengajak berjabat tangan.


“Aku Mu... Maksudku Valen.” jawab Muve membalas jabatan tangannya.


“Sebaiknya aku buang nama Muveku karena nama itu adalah nama yang diberikan oleh si Arthur, mulai sekarang namaku adalah Valen.” batin Muve.


Mereka berdua kemudian berpetualang bersama-sama.


“Lia? Nama yang tidak asing.” batin Muve saat mengingat kembali nama gadis cantik yang ikut bersamanya.


\=\=\=


Nah setelah ini berarti Mc nya ganti nama dong jadi Valen, hehe tapi nama aslinya tetap Muve.