Super Systems

Super Systems
Ch 20:Gadis Elf



Elf adalah Ras non-human yang bisa terbilang sangat berkemiripan dengan manusia hanya berbeda bagian telinga mereka dan panjang dan rambut mereka yang pirang.


Dimasa lalu Elf dan Manusia pernah menjalin persaudaraan yang kuat diwakili oleh Raja pada masa itu adalah Raja Zen, Raja Avalon dan Raja Veid yang masa itu memimpin kerajaan besar yang sekarang menjadi 3 Kubu yang melambangkan Ras manusia, yaitu Kerajaan Calvary, Avalon dan juga Talion.


Persaudaraan tersebut berjalan sangat damai dan lancar hingga membuat sebagian dari Ras Elf mulai pindah untuk tinggal dikerajaan para Manusia dan begitu juga sebaliknya.


Tetapi persaudaraan itu mulai retak saat Raja Veid yang memimpin kerajaan Calvary meninggal dunia dan digantikan oleh Putra pertamanya Deimurd yang melakukan tindakan keji dengan membunuh dan memperbudak para Elf yang tinggal wilayah kerajaannya.


Insiden tersebut sangat membuat Raja Elf marah dan ingin membalaskan dendamnya tetapi Raja Zen dan Raja Avalon mencoba menahannya dan mengatakan sebaiknya mereka terlebih dahulu untuk mendatangi Raja Deimurd dengan memberikan peringatan.


Karena memandang persaudaraan mereka telah cukup lama terjalin Raja Elf pun memutuskan untuk menerima usulan mereka.


Setelah beberapa hari sebuah surat pun datang kepada Raja Deimurd yang berasal dari Raja Zen.


Surat itu ternyata dari Raja Zen yang menyuruhnya untuk meminta maaf dengan tulus kepada Raja Elf dan memberikannya sesuatu yang setimpal kepada Raja Elf.


“Cih! Beraninya orang lemah mengaturku.” ucap Raja Deimurd sambil menggumpal surat tersebut membakarnya.


1 Bulan setelah surat terkirim tetapi tak kunjung satupun balasan kepada Raja Zen, membuatnya bingung apa yang sebenarnya dilakukan oleh Raja Deimurd.


Raja Elf pun kembali datang kepada Raja Zen karena tidak ada kabar darinya tentang Raja Deimurd.


“Aku sudah tidak bisa menunggu lagi! Kesabaranku semakin habis!" bentak Raja Elf.


“Baiklah-baiklah kalau begitu aku tidak akan ikut campur lagi. Kalau memang anda ingin membalaskan dendam atas rakyatmu maka lakukanlah.” jawab Raja Zen.


“Kau tidak ingin membantuku? Inikah balasanmu atas semua hal yang kulakukan untukmu?” ucap Raja Elf dengan wajah kesal.


“Maaf tetapi aku tidak ingin berperang dengan sebangsaku terlebih lagi Kerajaan Calvary karena hubunganku dengannya lebih lama daripada dengan kalian para Elf.” jawab Raja Zen dengan wajah serius.


Setelah itu Raja Elf tidak lagi mendatangi Raja Zen ataupun Avalon dan selang 1 bulan lagi terjadilah perang besar-besaran antara Elf dan Kerajaan Calvary.


Perang tersebut berlangsung selama 1 bulan penuh dan berakhir dengan kemenangan Kerajaan Calvary.


Semenjak itu keberadaan Elf semakin menipis dan kalaupun orang mengetahui keberadaannya maka akan diserang dan dijadikan budak oleh para manusia.


***


Dan sekarang gadis kecil yang dibawa pergi oleh Muve kerumahnya yang terlantar adalah seorang High-Elf yang berarti Bangsawan Elf.


“Jujur saja ya, aku tidak percaya kalau kau adalah High-Elf karena aku tidak pernah melihat Elf asli dan seingatku Bangsawan Elf telah lama mati karena perang dimasa lalu.” ucap Muve.


“A-aku sungguh High-Elf kok... Kalau kakak tidak percaya aku akan menunjukkan tanda lahirku.” jawab gadis kecil itu.


“Untuk apa memperlihatkan tanda lahirmu kepadaku?” tanya Muve.


“Bi-biasanya High-Elf memiliki tanda lahir berbentuk pohon dibagian perut dan aku memiliki itu.” jawabnya membuka bajunya “Ini lihat.” sambungnya menunjuk tanda lahir yang disebutkannya tadi berada disamping pusatnya.


“Hmm lagipula kenapa kau bersikeras untuk mengatakan kalau kau adalah High-Elf? Bukankah itu hal yang tidak penting?”


“Ah... Maaf.”


“Sudahlah. Sebaiknya kau disini saja, aku ingin pergi dulu.” ucap Muve.


“Tu-tunggu kak!” jawab gadis kecil itu menarik baju Muve.


“Ada apa lagi?” tanya Muve.


“I-itu!” jawabnya menunjuk kearah belakang Muve.


“Hah? Memangnya ada apa dibelakangku.” ucapnya menoleh kebelakang “P-paman!” sambung Muve terkejut melihat Paman Ling sedang bersandar ditengah pintu sambil melihat Muve.


“Setelah menghilang cukup lama sekarang kau muncul membawa anak kecil terlebih lagi seorang Elf.” ucap Paman Ling mendekati Muve.


“A-aku pergi berpetualang Paman.” jawab Muve.


“Berpetualang! Kau masih nekat pergi kehutan itu!” bentak Paman Ling.


“Paman, aku bukan lagi anak kecil yang harus dilindungi, aku sekarang bisa menjaga diriku sendiri, sudah saatnya aku menjalani hidupku sendiri tanpa campur tangan orang lain.” jawab Muve.


“Dilihat dari tubuhmu yang sangat berbeda kuakui memang kau bisa menjaga diri tapi kau tetap saja tidak berhenti untuk mencari masalah.” ucap Paman Ling mengarahkan pandangannya ke gadis Elf.


“Dia ditangkap oleh orang jahat dan ingin dijual, Paman.”


“Bukankah itu sudah takdirnya karena menjadi Elf.” jawab Paman Ling.


“Elf juga makhluk hidup seperti kita Paman! Kita tidak memiliki hak untuk mengatur hidup mereka karena hidup mereka adalah pilihan mereka!” bentak Muve.


Paman Ling terlihat kesal karena bentakan Muve tetapi raut wajah kesal itu berubah menjadi tenang kembali “Baiklah kalau memang itu pilihanmu maka aku tidak akan menahanmu lagi tapi ingatlah jangan sampai keputusanmu sekarang membuatmu menyesal nantinya.”


“Tentu saja, aku akan menuai apa yang aku tanam.” jawab Muve.


Paman Ling pun tersenyum dan pergi dari rumah Muve perlahan.


“Ka-kakak maaf... Karenaku kakak jadi bertengkar dengan Paman kakak.” ucap gadis elf memegang kembali baju Muve sambil sedikit menitikkan air matanya.


“Sudah-sudah, ini bukan salahmu.” jawab Muve mengusap air mata gadis itu.


“Hah... Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama lagi berada dikota ini, mungkin sekarang saatnya untuk berpetualang kembali.”


“Ka-kakak! B-bolehkah aku ikut denganmu?”


“Hah? Untuk apa kau bertanya seperti it...


“Ah maaf! Aku harusnya bersyukur karena kakak telah menyelamatkanku hari ini.” potong gadis kecil itu terlihat sedikit panik.


“Hah... Maksudku tentu saja aku membawamu, untuk apa aku meninggalkanmu disini.”


“Su-sungguh?!”


“Ya.” jawab Muve.


Gadis itu langsung memeluk Muve sambil menangis karena senang terbebas dari kota Calvary.


Kemudian mereka pun memutuskan untuk pergi segera dari tempat itu dan karena mustahil untuk membawa Elf melewati gerbang, Muve terpaksa menggunakan Teleport Scroll dan berpindah seketika di kota Ocean.


“A-aku sungguhan pergi dari kota mengerikan itu.” ucap gadis elf saat melihat laut yang begitu luas dari pinggir pantai di daerah kota Ocean.


“Nah karena sekarang kita akan pergi bersama, aku harus tahu namamu.”


“Aku tidak ingin menggunakan namaku yang dulu, aku ingin nama yang diberikan oleh kakak.” jawabnya sambil tersenyum.


“Kau yakin?”


“Iya.”


“Bagaimana kalau Lucy?”


“Lucy? Nama yang bagus! Aku menyukainya.” jawabnya.


“Baiklah namamu sekarang adalah Lucy dan untuk namaku adalah Muve.”


Pertualangan Muve dan Lucy dimulai.