
Muve maju dengan senyum mengeringai kearah monster-monster itu dan tentu saja tidak ada yang berubah walaupun mereka bersama karena kekuatannya sama saja.
Pertarungan dengan monster itu hanya selesai selama kurang dari 20 menit dan sekarang hanya tersisa si King Goblin.
Muve sempat sedikit bingung kenapa King Goblin tidak bergeming sedikit pun melihat anak buahnya mati dengan tubuh yang terbelah dan tercincang-cincang.
“Hei kau tidak maj...!!” Muve terkejut melihat King Goblin itu menghilang seketika dan muncul disampingnya sambil menebaskan pedang kearah bahu kanan Muve.
“Ukh...” rintih Muve saat yang menangkis serangan itu dan mencoba agar tidak termundur sedikit pun.
King Goblin memanfaatkan keadaan tersebut dan dengan menggunakan tangan kirinya dia mencekik Muve sambil tersenyum licik.
“Ka-kau beraninya bersikap sombong hanya karena berhasil menangkapku!” ucap Muve terlihat dan kemudian menggenggam tangan King Goblin dengan kuat.
King Goblin juga mengkuatkan cekikannya tetapi genggaman Muve lebih kuat dan membuatnya melepaskan leher Muve.
Melihat itu Muve langsung menarik tangannya hingga putus dan membuat King Goblin terduduk kesakitan.
“Nih kubalikan rasa sakitnya dicekik.” ucap Muve mencekik leher King Goblin dengan kuat hingga membuat tulang lehernya patah.
[Lantai 10 - Selesai]
[Membuka Portal Menuju Lantai 11]
“Cih kau pikir hanya mengandalkan kecepatan saja cukup!” ucap Muve melemparkan mayat King Goblin.
“Uh... Sepertinya kalau dilihat dari sudut pandang mereka, kakak Muve lah yang monster.” ucap Lucy saat melihat Muve yang kesal.
“Dan kalau kakak menjadi lebih kuat dari ini mungkin kakak bisa saja menjadi orang yajg setara dengan Raja Arthur.” sambungnya.
“Sudah jangan melebih-lebihkan. Raja Arthur itu berada ditingkatan yang berbeda, dia bahkan bisa membunuh King Goblin diumur 16 tahun sendirian.” ucap Muve.
“Hm? Memangnya umur kakak berapa?” tanya Lucy.
“14.” jawab Muve.
“Tuh bukannya kakak lebih cepat 2 tahun daripada Raja Arthur?”
“Ini hanya kebetulan saja.” ucap Muve mengelak.
Muve pun memutuskan lanjut menuju lantai 11 bersama Lucy dan tuan Slime.
Dilantai 11 teritorynya sama seperti sebelumnya tetapi kali ini malam dan cukup bercahaya karena bulannya cukup terang.
Monster yang muncul pertama kali dilantai 11 itu adalah ratusan Cave Bat salah satuh monster yang sering ditemukan digua-gua, mereka sebenarnya cukup lemah tetapi kalau berkelompok bisa membuat kerepotan karena biasanya satu kelompoknya bisa mencapai 30-100 Cave Bat dan ditambah lagi setiap gigitannya memberikan efek racun.
“Kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya aku melawan Monster type terbang.” gumam Muve.
Yah walau berkelompok seperti itu mereka tetap saja mati saat terkena Slashing Wave milik Muve.
Beberapa Jam Kemudian.
Tidak terasa sudah begitu lama Muve memasuki Tower Of Trial dan sekarang Muve akhirnya mencapai lantai ke 40.
“Hah... Hah... Sepertinya batasku hanya dilantai 40 ini.” ucap Muve dengan nafas yang engah-engah dan tubuh yang terluka seperti luka bakar.
Dilantai 40 teritorynya adalah tanah gunung berapi yang begitu panas, bahkan berdiam diri saja sudah membuat kepanasan.
Lucy saja sekarang terbaring karena panasnya tempat itu membuat tubuh tidak berdaya.
Tetapi panas itu sedikit membantu Muve menaikkan Level Resistance Firenya namun tetap saja tidak bisa menahan panas itu apabila terkena serangan type api.
Dilantai itu Monster yang muncul adalah Boss-boss disetiap lantai sama seperti sebelumnya.
Big Salamander, Hell Werewolf, Elder Red Monkey, Minotaur, Volcan, Phoenix, Red Dragon dan Bos asli diruangan itu yaitu Cerberus.
Sebelumnya dilantai-lantai 31-39 saja sudah cukup membuat Muve kewalahan karena medannya sangat menguntungkan bagi monster-monster ini, ada beberapa Lucy membantu menggunakan kekuatan Cincinnya tetapi semua sia-sia karena Atribut musuh adalah Api.
[Super Regeneration - Aktif]
“Ayo kita mulai lagi!” teriak Muve berlari menerjang monster-monster itu.
“Slashing Wave!”
Tebasan itu mengarah kearah para monster dengan cepatnya tetapi serangan itu tidak menggores sedikitpun monster yang berada didepan yaitu Volcan.
Volcan adalah Monster batu magma yang cukup besar dan keras walau gerakannya lambat tetapi kekuatan tidak bisa diremehkan.
“Cih!”
Muve maju kembali menyerang Volcan tetapi saat dirinya hampir sampai ke Volcan tiba-tiba sebuah lidah lengket dan panas menangkap dirinya dan melilit kuat tubuh Muve.
“Kau pikir ini saja cukup untuk membatasi pergerakanku!” ucap Muve membuka paksa lilitan dan berhasil sedikit terbuka dan sayangnya Muve lupa didepannya.
Saat Muve lepas dari lilitan tersebut sebuah pukulan besar mengarah kepadanya, karena tidak bisa menghindar Muve mencoba menahannya dengan Shark Sword.
Volcan menekan tubuh Muve yang menahan tinjunya dengan kuat ketanah “I-ini saja tidak cukup!!” teriak Muve mendorong balik tangan Volcan dan memberikan celah untuknya keluar dari tempat itu.
Muve melompat mundur cukup jauh untuk menghindari serangan yang akan datang lagi tetapi ternyata tempat Muve melompat adalah tempat berdirinya Hell Werewolf.
“Auuuuu!!!”
[Anda Terkena Fear]
[Pergerakan Akan Menjadi Sedikit Lambat]
Werewolf langsung mencakar bagian punggung Muve dengan kuat dan tidak cukup disitu Elder Red Monkey juga melompat kearah Muve dan membanting Muve ketanah dengan mudahnya.
“Akh!!!” rintih Muve mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya.
“K-kakak Muve...” ucap Lucy yang hanya bisa terbaring melihat Muve terluka karena tenaganya terkuras akibat panas tempat itu.
“Ma-masih bel- Argh!!!!” teriak Muve yang berteriak cukup keras karena Minotaur yang menebas tangannya menggunakan kapak hingga putus.
“A-aku rasa cu-cuman di-dilantai ini Mo-monsternya sedikit bekerja sama.” batin Muve.
“I-ini sakit sekali...” gumam Muve terbaring pasrah.
Disaat-saat terakhir Muve melihat Red Dragon dan Phoenix yang menyemburkan api besar dari mulutnya kearah Muve dan membuat Muve terbakar habis tanpa sisa tulang sedikit pun.
[Anda Mati]
[Teleportasi Menuju Keluar Menara]
Muve membuka matanya perlahan karena tidak ada rasa sakit yang dirasakannya lagi pada tubuhnya.
“Siapa saja pasti akan mati kalau Monsternya seperti itu.” ucap Muve terlihat kesal karena tidak dapat menyelesaikan Lantai 40 tadi.
[Lucy Berada Didalam Menara Dan Misi Akan Selesai Saat Lucy Mati]
“Ta-tapi dia pasti akan hidup kembali buka...”
[Misi Special Selesai]
[Lantai Terselesaikan : 39]
[Mendapatkan Jo--]
“Bisa tidak ditunda saja Job itu! Aku sekarang ingin tahu dimana Lucy berada!!.” bentak Muve mulai marah.
[Menunda Pengambilan Job. System Akan Menunggu Perintah Host]
“Lucy!! Lucy!!!” teriak Muve dengan keras.
“Uhm... Ada apa kak Muve?” jawab Lucy yang ternyata terbaring bersama tuan Slime dibelakang Muve.
“Lu-lucy!!” Muve langsung memeluk erat Lucy dengan bahagia dan perasaan lega kalau Lucy selamat.
“Eh?! Ada apa kak?” tanya Lucy terlihat bingung.
“Aku kira kau sungguhan mati.” jawab Muve.
“Mati? Mati kenapa?” tanya Lucy
“Eh bukannya itu menara yang kita masuki sebelumnya? Kenapa sekarang kita berada disini lagi?” tanyanya lagi.
“Kau tidak ingat apa yang terjadi?”
“Hm seingat Lucy hanya melihat kakak yang terluka karena dikeroyok monster-monster itu kemudian Lucy pingsan.” jawabnya.
“Yah itu tidak penting, yang penting sekarang kau selamat saja.” ucap Muve.
“Sekarang ayo kita kembali, urusanku ditempat ini sudah selesai.” ucap Muve berdiri mengandeng tangan Lucy.
“System mana portal kembalinya?” batin Muve.
[Membuka Portal Kembali]
Sebuah portal hitam pun muncul didepan mereka dan setelah melewati itu mereka muncul didalam kamar yang mereka sewa sebelumnya.
“Akhirnya kita kembali tetapi sepertinya sekarang sudah hampir pagi.” ucap Muve melihat keluar jendela.
“Yah kita terlalu lama dimenara aneh itu sih tapi ngomong-ngomong ada urusan apa kita ditempat itu kak?” ucap Lucy yang berbaring dikasur.
“Itu untuk membuatku menjadi lebih kuat.” jawab Muve.
“Tapi bukankah kakak sekarang sudah cukup kuat? Memangnya kakak memiliki tujuan apa sampai ingin sekali menjadi sangat kuat?” tanya Lucy.
“Aku ingin membalaskan dendamku.” jawab Muve.
“Dendam? Kakak ternyata pendendam juga ya, padahal kalau dilihat-lihat dari sikap kakak, sebenarnya kakak orang yang baik.” ucap Lucy.
“Yah terserah kau saja menganggapku seperti apa.”
“Kakak... Lucy sedikit mengantuk, bangunan Lucy kalau sudah siang.” ucap Lucy.
“Hei tinggal beberapa jam saja lagi pagi hari, masih mau tidur?” ucap Muve tetapi Lucy sudah tertidur dengan cepatnya.
“Uh... Ya sudahlah. Sekarang aku ingin melihat Job apa yang aku dapatkan setelah melawan Monster dimenara sebelumnya.”
[Anda ingin mengambil jobnya sekarang?]
“Tentu.”
[Mengambil Job Yang Ditunda]
[Mendapatkan Job : Jobless +15]
“Hah?!! Apa-apaan ini?! Bukankah ini sama saja tetap menjadi Jobless?” ucap Muve terlihat kesal dengan hadiah yang didapat.
[Yap! Anda adalah Jobless abadi.]
“Lalu untuk apa aku bertarung dimenara itu kalau ujung-ujungnya tetap menjadi Jobless!” bentak Muve.
[Anda tidak boleh menolak Job yang anda dapat Host]
“Walaupun aku tolak sekalipun tetap saja aku seorang Jobless!”
[Sepertinya anda belum paham tentang +15 yang berada dibelakang Jobless itu]
“Memangnya ada apa dengan itu? Palingan bukan hal penting.” ucap Muve meremehkan.
[+15 itu berarti All Stat Host akan bertambah 15 secara instan]
“Hah! Sungguh?” ucap Muve terkejut saat mendengar itu.
[Tentu saja, System tidak pernah berbohong.]
“Kalau memang sungguhan berarti aku mendapatkan 60 total stat tambahan.” ucap Muve.
[Yap]
“Aku tarik kata-kataku kalau ini bukanlah hal penting!” ucap Muve.
[Hm...]
“Hehe. Oh iya kalau tidak salah aku mendapatkan Gold dari Dungeon sebelumnya bukan?”
[Iya Host.]
“Kalau begitu buka Shop.”
Setelah Shop muncul Muve kemudian membeli Iron Chestplate dan Iron Sword agar dapat meningkatkan Lv Shop dan sedikit statnya, karena dengan menggunakan Iron Chestplate membuat Vitalitynya bertambah 7 kalau dijumlah dengan Helmet berarti 12 Vitality didapat hanya karena armor.
[Item Shop Dilevel 1 Telah Dibeli Semua]
[Shop Meningkat Kelevel 2]
[Menambahkan Sedikit Item Dan Mengupgrade Item Yang Ada]
Tanpa Muve sadari sekarang dirinya sudah menjadi orang sangat kuat daripada Hunter manapun didunia walaupun kurangnya pengalaman dalam pertarungan melawan manusia tapi walau begitu dengan kekuatannya yang besar menjadi penutup kurangnya pengalamannya.