Super Systems

Super Systems
Ch 43:Dragon Cave



“Sepertinya kalau aku membawamu malah membuatku mendapatkan masalah yang rumit lagi...” ucap Valen setelah mendengar cerita Demis.


“Tenang saja kakak! Ayah pasti tidak akan keluar dari wilayahnya hanya karena aku, lagipula aku hanyalah anaknya yang tidak berguna.” jawab Demis.


“Ya sudah kalau begitu.” jawab Valen.


Valen pun berhenti sejenak dan menurunkan Demis yang masih digendongnya dan mulai berjalan bersama.


“Oh iya kakak ternyata kuat juga ya! Setahuku serigala tadi itu bukanlah binatang yang mudah dibunuh apalagi mereka terawat dan terpelihara oleh ayah.” ucap Demis.


“Kekuatanku hanya cukup untuk membela diri, tidak lebih. Jadi jangan mengatakan aku kuat.” jawab Valen.


“Tapi beneran kak! Kakak itu kuat!” ucapnya lagi.


“Iya terserah padamu.” jawab Valen.


“Apa yang akan lakukan sekarang? Hanya berjalan-jalan seperti ini saja?”


“Memangnya apa lagi? Kau pikir aku akan menetap dihutan ini?” jawab Valen.


“Tapi kak kalau kita terus berjalan kesana nanti kita bisa memasuki wilayah para naga!” ucapnya menunjuk ke jalan yang didepan mereka.


“Naga? Bukankah mereka tidak terlalu mempermasalahkan kalau manusia melewati tempatnya?” jawab Valen.


“Iya tapi mereka membenci para Beastmen... Karena dulu leluhur Beastmen pernah membuat satu mata leluhur naga buta saat sedang adu kekuatan.”


“Jadi sebelumnya Naga dan Beastmen saling rukun?”


“Iya,kak.”


“Aku tidak pernah mendengarnya...”


“Iya karena ceritanya memang tidak pernah disebar luaskan. Jadi kakak tidak akan kesana kan?”


“Tentu saja, tidak. Aku akan terus kesana walaupun itu naga sekalipun.” jawab Valen.


“Tapi kak...”


“Terserah padamu.” ucap Valen.


Valen terus berjalan kejalan yang ditunjuk oleh Demis kalau itu adalah wilayah Naga dan tidak lama berjalan Valen melihat gunung yang begitu tinggi dan besar dan dibagian bawahnya terdapat gua yang sangat besar.


“Haruskah aku masuk kedalam gua ini?” gumam Valen.


“Kakak jangan! Jalannya memang menembus sampai kebalik gunungnya tapi didalam sana ada Naga yang tengah tidur, aku tidak tahu berapa banyak Naga yang ada disana.” tegur Demis.


“Bukankah aku sudah katakan, aku tidak takut dengan Naga.” ucap Valen.


“Hooo sungguh?” tanya seorang pria yang berdiri dipintu gua.


Valen terkejut melihat orang itu tiba-tiba disana tanpa disadari olehnya sedikit pun.


“Siapa kau?” tanya Valen dengan wajah serius.


“Aku? Aku bukanlah siapa-siapa jadi jangan pedulikan.” jawabnya.


“Appraisal.”


\=\=


Dark Dragon - Demian


-Salah satu dari 6 Naga terkuat didunia, kekuatannya adalah yang paling daripada Naga lainnya ditambah dia memiliki Skill penghancur massal yang mengerikan.


Namun sayangnya dia terkena Curse setelah bertarung dengan iblis kuat yang membuatnya menjadi Naga yang paling lemah diantara 6 Naga.


[Curse - Down]


\=\=


Strength : 70


Agility : 50


Intelligent : 66


\=\=






\=\=


“Sepertinya dia adalah Naga yang disebutkan Demis tapi dia lebih lemah dan skillnya lebih sedikit daripada Anubis... Apa itu efek Curse?” batin Valen.


“Berhentilah melihatku seperti itu, sungguh membuatku tidak nyaman.” tegurnya saat Valen terus menerus melihatnya dengan serius.


“Paman! Apa yang paman lakukan disini?” tanya Demis.


“P-paman... Yah sepertinya aku harus mencukur jenggot dan kumisku...” ucapnya saat Demis memanggilnya Paman.


“Sebenarnya yang harus bertanya itu adalah aku, apa yang Beastmen lakukan disini? Bukankah Naga dan Beastmen itu bermusuhan atau jangan-jangan kalian ingin mengajak para Naga bertarung?” jawabnya.


“Aku hanya ingin melewati gunung yang menghalangi jalan ini.” jawab Valen.


Dia mengkerutkan dahinya saat mendengar itu “Hah? Bukankah itu sedikit kasar menyebut rumah orang menghalangi jalan? Bukankah sudah dibuatkan gua agar tetap bisa lewat tapi kau mengatakan ini menghalangi jalan?” ucapnya terlihat kesal.


“Yah aku rasa kau benar, kalau begitu aku permisi dulu.” ucap Valen berjalan masuk kegua tetapi pria itu menahan Valen dengan tangannya.


“Kau harus janji ucapanmu kalau hanya sebatas lewat...’’ ucapnya menatap mata Valen.


“Terserah.” jawab Valen mendorong tangannya yang menghalangi jalannya.


Didalam gua itu ternyata cukup besar dan luas sepertinya Demian selalu tidur dalam bentuk Naganya sampai dia membuat bagian dalamnya sebesar itu.


Guanya terbilang cukup panjang dan karena mereka berjalan santai jadi perlu sekitaran 1 jam berjalan.


Disepanjang jalan Valen menyadari kalau Demian membuntutinya secara diam-diam, mungkin dia masih tidak percaya kalau Valen hanya numpang lewat.


Saat mereka sampai diujung gua, Valen pun berhenti sejenak “Lihatkan aku hanya numpang lewat! Lagipula dengan kekuatan seperti itu kau bahkan tidak sanggup untuk mengalahkanku!” teriak Valen dan kemudian melanjutkan keluar dari gua.


“Hah? Apa kak?” tanya Demis yang terlihat bingung.


“Tidak apa, lupakan saja.” jawab Valen.


Whosh


Pria tadi langsung tiba-tiba berada didepan Valen dengan wajah kesal “Apa maksudmu? Kau pikir aku diam karena takut padamu?” ucapnya.


“Mungkin, buktinya kau hanya mengendap-endap dibelakang seperti seorang penguntit.” jawab Valen.


“Hah? Aku melakukan itu untuk melihat apa yang kau katakan itu benar.” ucapnya.


“Dan buktinya aku sama sekali tidak ada menyentuh apapun kecuali tanah yang kuinjak.” jawab Valen.


“Bahkan kalau aku mau bisa saja aku menebas gunung ini menjadi dua.” ucap Valen menunjuk gunung yang dilewatinya sebelumnya.


“Hah? Hahahaha kau cukup hebat juga dalam bercanda!” ucapnya malah tertawa.


“Kau tidak percaya? Baiklah.”


Valen mengambil Shark Sword dan berbalik kearah gunung yang dibelakangnya “Slashing Wave.”


Angin yang begitu kuat seketika muncul saat Valen menebaskan pedangnya, anginnya bergerak sangat cepat dan Singg... Duar... Bagian atas gunung itu langsung terjatuh karena kaki gunungnya telah menghilang begitu saja terkena serangan Valen.


“A-apa.... Ba-bagaimana mungkin!!” ucapnya begitu terkejut melihat itu.


”Ah rumahku!!!!” teriaknya dengan keras.


“Bukankah kau tidak percaya jadi aku mencoba membukti...kan... Sial.” ucap Valen sedikit terpotong saat melihat Demian yang kesal dan berubah menjadi Naga.


“Mati kau manusia!!!!” ucapnya melayangkan cakarnya kearah Valen.