
Karena dirinya sudah pernah berkeliling untuk mengenali beberapa tempat penting jadi memudahkan Muve untuk menemukan tempat yang ditujunya.
Tepat didepan tempat berdiri terbangun bangunan bernama Park Inn, itu adalah satu-satunya penginapan dikota Ocean yah tidak mengherankan juga karena cuman ini bangunan yang paling besar di kota Ocean.
Kring...
Suara lonceng yang berbunyi saat membuka pintu membuat beberapa orang menoleh kearah pintu untuk melihat orang yang datang.
“Wah! Lihat itu! Sepertinya dia adalah orang dari Guild!”
“Tidak mungkin! Aku belum pernah melihatnya di Guild sama sekali.”
“Mungkin saja dia tentara bayaran?!”
Banyak orang berbisik-bisik saat melihat Muve memasuki bangunan itu tetapi Muve tidak memperdulikannya hanya terus berjalan kearah resepsionis dipenginapan tersebut.
“Aku ingin memesan kamar.” ucap Muve memberikan 1 koin perak.
“Satu malam 30 tembaga.”
“Aku akan tinggal selama 3 hari dan untuk 10 tembaganya anggap saja tip.” jawab Muve.
Pria tua yang menjadi resepsionis itu tersenyum tipis kemudian memberikan Muve kunci kamar “Kamarnya berada dilantai dua paling pojok sebelah kiri.” ucapnya.
Muve pun mengambil kunci tersebut dan pergi keluar dari penginapan.
“Untuk apa anda memesan kamar kalau anda langsung pergi?” tegur Pria tua itu.
“Aku hanya menyewa untuk tidur saja dan sekarang aku tidak mengantuk.” jawab Muve.
Kringg...
Muve meninggalkan penginapan dan pergi menuju sebuah rumah kecil yang begitu banyak besi-besi tua berserakan didepan rumah itu.
“Inikah tempat membeli senjata bagus yang dikatakan Kak Ellyn tadi?” guman Muve.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya seorang yang berada dibelakangnya.
Muve kemudian berbalik dan menoleh ke kiri, kanan tetapi tidak ada satupun orang.
“Hei aku dibawah sini!” bentak suara itu.
Ternyata suara itu berasal dari seorang pria tua berjenggot yang tengah membawa palu penempa ditangan kanannya.
“Apa anda adalah Tuan Eppa?” tanya Muve
“Benar, ada apa?” jawabnya.
“Temanku menyarankanku untuk mencari senjata yang bagus ditempat ini.” jawab Muve.
“Maaf nak sepertinya kau salah tempat.” ucap pria itu mengabaikan Muve dan masuk ke ruang kerjanya.
“Temanku juga bilang “Anggap ini cara membalas budi untuk mata kirimu.” ucap Muve menyampaikan kata-kata yang diberitahu oleh Ellyn kepadanya.
Pria tua itu pun berbalik kearah Muve “Senjata macam apa yang kau cari?” tanyanya.
“Aku bisa menggunakan Dagger dan Sword tetapi aku lebih suka menggunakan Dagger.” jawab Muve.
“Baiklah, kalau begitu ayo.”
Pria tua itu kemudian mendorong satu buku yang berada dirak buku, seketika sebuah jalan menuju keruang bawah tanah terbuka dan mereka berdua pun memasuki jalan itu.
Tidak lama berjalan Muve sudah dapat melihat cahaya yang begitu terang berasal dari ujung jalan.
“Inilah barang-barang yang telah kutempa, kau boleh mengambil salah satunya.” ucap pria tua itu saat memperlihatkan ruangan yang penuh dengan senjata kuat pada Muve.
“Wow! Ini adalah buatanmu semua?” tanya Muve.
“Tentu saja.” jawabnya dengan percaya diri.
Karena telah disuruh untuk memilih senjata, Muve kemudian berjalan-jalan untuk mencari senjata yang cocok untuknya.
“Lebih baik kau mengambil itu..” tunjuk pria itu kearah satu Dagger yang berwarna hitam terpajang di dinding. Ben
“Apa itu?” tanya Muve
“Itu adalah dagger terbaik yang pernah kubuat.” jawabnya.
“Apa namanya?” tanya Muve kembali.
“Aku tidak menamainya karena aku berpikir si pengguna nantinya saja yang menamai dagger ini.” jawabnya.
“Ini sedikit berat untuk sebuah dagger...”
“Tentu saja karena material membuat dagger ini adalah material langka yang sangat berat.”
Muve mencoba beberapa gerakan sambil menggunakan dagger tersebut dan memang terasa lebih nyaman daripada dagger yang dulu miliknya.
“Kalau begitu aku ambil ini saja, berapa harganya?” ucap Muve.
“Tidak perlu, karena ini adalah balasan budiku kepada Ras Mermaid yang menyembuhkan mata kiriku yang buta.” jawab pria itu menggelengkan kepalanya.
“Tapi kau yakin senjata sebagus ini tidak apa kau berikan begitu saja?”
Pria tua itu mengangguk. Karena hal yang diperlukan oleh Muve sudah selesai, mereka pun keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
Sesampainya diluar pria tua tersebut mengajak Muve duduk untuk berbincang sebentar.
“Maaf, sebelumnya aku lupa menanyakan namamu nak, jadi siapa namamu?” tanya pria tua itu.
“Aku Muve.” jawab Muve.
“Kalau aku mungkin kau sudah tahu bukan? Aku Eppa.” ucap Eppa.
“Iya, kak Ellyn yang memberitahukan itu kepadaku.” sambung Muve.
“Sebentar! Maksudmu Putri bungsu Raja Mermaid itu!?” tanya Eppa terlihat terkejut saat Muve menyebutkan nama Ellyn.
“Iya, dia memintaku untuk menyelamatkan keluarganya.” jawab Muve mengangguk.
“Jadi kau juga seorang Mermaid?” tanya Eppa.
“Tidak, aku manusia biasa saja.” jawab Muve.
“Kau tidak bercandakan? Bukankah Mermaid adalah Musuh manusia, kenapa dia meminta tolong padamu?” ucap Eppa tidak mempercayai perkataan Muve.
“Aku juga tidak percaya saat dia meminta tolong padaku tetapi memang itu kenyataannya.” jawab Muve.
“Memang apa yang telah terjadi padanya?”
“Dia bilang keluarganya ditangkap oleh Sharkman dan 5 hari lagi seluruh keluarganya akan dibunuh didepan rakyatnya.” jawab Muve.
“Sh-sharkman?! Kau sungguh ingin membantunya walau tahu itu Sharkman?!” ucap Eppa sedikit terkejut.
“Memangnya kenapa?”
“Sharkman itu monster yang sangat kuat, seingatku dulu dikota Ocean pernah diserang juga oleh seekor Sharkman dan itu membuat banyak nyawa melayang hanya untuk melawannya dan kau dengan mudahnya menerima permintaan seperti itu.” jawab Eppa.
“Benarkah? Tapi aku rasa saat bertarung dengannya tidak sungguh terlalu kuat.” ucap Muve.
“Kau bertarung dengan Sharkman? Bercanda juga ada batasnya nak.”
“Ya sudah kalau tidak percaya. Sekarang aku ingin mengganti pakaianku dulu, terima kasih atas Daggernya Pak Eppa.” ucap Muve berniat untuk pergi dari tempat Eppa.
Muve kemudian berjalan kearah pintu dan pergi dari rumah Eppa untuk mencari sebuah pakaian untuknya.
“Hei Muve tunggu! Tangkap ini.” teriak Eppa saat Muve sedang berjalan pergi dari rumah.
Dia melemparkan sebuah pisau kecil yang mempunyai sarung yang terlihat cantik.
“Apa ini?”
“Ambil saja.” ucapnya.
“Hm? Terima kasih Pak Eppa.” teriak Muve melampaikan tangannya dan kemudian berjalan kembali.
Saat sedang berjalan karena penasaran Muve pun menarik pisau kecil itu.
[Perhatian! Terdeteksi Sebuah Artefak Berada Didekat Anda]
Muve memasukan kembali pisau tersebut dan menoleh ke kiri kanan untuk mencari Artefak yang disebutkan oleh System.
[Artefak Menghilang.]
“Hah? Tadi kau bilang ada Artefak?” ucap Muve sedikit bingung dengan System.
[Tadi sungguh memang ada Artefak Host]
“Hah... Ya sudahlah.”
Muve terus berjalan dan berhenti disebuah toko kecil yang menjual pakaian, setelah dirinya membeli pakaian Muve kembali lagi ke penginapannya untuk beristirahat.