
“Hei kau sebelumnya darimana? Sangat langka loh melihat orang lewat sini.” tanya Lia.
“Dari sana.” tunjuk Valen kearah hutan yang sebelumnya dia lewati.
“Apa yang kau lakukan dihutan itu? Bukannya itu hanya hutan biasa?” tanya Lia lagi.
“Hanya melihat-lihat reruntuhan.” jawab Valen.
“Reruntuhan? Apa maksudmu itu istana Calvary?” ucap Lia.
“Entah, aku tidak tahu namanya.” jawab Valen.
“Tapi apa yang terjadi pada kerajaan tersebut sampai menjadi sebuah saja lagi?” tanya Valen.
“Karena ulah seseorang.” jawab Lia.
“Hanya satu orang?” tanya Valen.
“Iya, itu bermula saat seorang bertopeng menghancurkan seluruh kotanya dan juga membunuh para prajurit yang ada dikerajaan itu dan 1 tahun setelahnya kota sudah hampir pulih tetapi muncul lagi seseorang yang bertopeng hitam mengeluarkan sihir hitam yang langsung menghancurkan dan meratakan seluruh kota.” jawab Lia.
“Topeng hitam? Apa dia adalah teman orang yang menghancurkan kota itu 1 tahun sebelumnya?” tanya Valen.
“Mungkin. Tapi dari rumor yang beredar tentang orang yang bertopeng itu adalah seorang Iblis.” jawab Lia.
“Iblis? Untuk apa iblis menyerang kerajaan Calvary?” tanya Valen
“Loh kau tidak tahu? Bukannya dulu Raja iblis pernah dibunuh oleh raja Arthur?” jawab Lia.
“Kau ini sebenarnya tinggal dimana sih? Ini adalah rumor yang sangat sering dibicarakan, kenapa kau bisa tidak tahu?” tanya Lia.
“Aku hanya baru keluar dari tempat peristirahatanku.” jawab Valen.
“Tu-tunggu dulu kalau begitu kau adalah Undead?!” ucap Lia terkejut.
“Maksudku tempatku meditasi.”
“Ohh bikin kaget saja.”
“Sekarang kau ingin pergi kemana?” tanya Lia.
“Aku hanya ingin berkeliling dunia.” jawab Valen.
“Berkeliling dunia? Apa yang menarik dari itu?”
“Entahlah tapi pasti ada yang menarik nanti.” jawab Valen.
Mereka meneruskan berjalan sampai akhirnya memasuki wilayah gurun pasir yang begitu panas dan gersang tapi walaupun begitu itu bukanlah hal yang bisa membuat Valen kesulitan karena memiliki skill yang menahan panas tersebut.
“Hah... Hah... Padahal sebelumnya panasnya biasa saja... Tapi... Sekarang aku sangat kepanasan dan mulai lemas.” ucap Lia setelah berjalan cukup lama digurun pasir tersebut.
“Kau cukup aneh... Kenapa kau tidak merasakan panas sama sekali?” ucap Lia saat melihat Valen yang baik-baik seperti tidak merasakan lelah,kepanasan ataupun lemas saat berjalan digurun pasir tersebut.
“Sebaiknya kau simpan keluh kesahmu itu dan bersiap bertarung.” ucap Muve mengeluarkan Iron Sword miliknya dari Inventory.
“Bertarung? Dengan siapa?” tanya Lia sedikit kebingungan.
Duar!!!
Pasir didepan mereka seketika meledak karena ada yang keluar dari dalam tanah.
“D-devil Worm!!” ucap Lia yang terkejut melihat 3 Devil Worm muncul didepan mereka.
“Appraisal.”
\=\=
-Devil Worm
-Monster cacing besar yang tinggal didalam tanah gurun pasir, mereka sering berburu saat siang hari secara berkelompok.
Mereka mengandalkan tubuh yang besar mereka untuk menyerang dan juga memiliki serangan beracun yang mematikan.
Tubuhnya yang sedikit licin cukup sulit untuk ditebas secara biasa dan memiliki ketahanan terhadap serangan berelemen petir namun lemah terhadap serangan api.
\=\=
Agility : 25
Intelligent : 7
Vitality : 28
\=\=
\=\=
Srechh!!!!
3 Devil Worm menerjang kearah Valen dan Lia secara bersamaan.
“Sebaiknya kay menghindar.” ucap Valen melompat mundur sesaat Devil Worm menyerang kemudian menyerang balik Devil Worm.
“Slashing Wave.”
Seketika tubuh Devil Worm itu terbelah menjadi dua bagian dengan cepatnya membuat Lia yang melihat itu sangat terkejut.
[Mendapatkan 1000 Exp Dari Devil Worm]
[Mendapatkan 1000 Exp Dari Devil Worm]
[Mendapatkan 1000 Exp Dari Devil Worm]
Valen menyimpan pedangnya dan melanjutkan berjalan kembali dengan santainya.
“Apa yang baru saja terjadi...” gumam Lia yang terdiam daritadi.
“Sepertinya aku telah menargetkan mangsa yang salah...” sambung Lia.
Valen menoleh melihat Lia yang terdiam dan bertanya “Kenapa diam?”
“Ti-tidak apa, hanya sedikit terkejut melihat kekuatanmu tadi, hehe.” jawab Lia tersenyum.
Lia mulai berjalan kembali mengikuti Valen lagi.
“Aku sedikit bingung denganmu, kenapa seseorang yang memiliki kekuatan seperti itu memilih bertualang? Kalau aku jadi kau pasti aku menetap disebuah kota dan bekerja sebagai Hunter, dengan kekuatan seperti itu pasti kau akan menjadi Hunter Rank S terkuat.” ucap Lia saat berjalan.
“Aku tidak suka menetap disuatu tempat.” jawab Valen.
“Kenapa?” tanya Lia.
“Menetap ditempat yang sama hanya akan membuat kenangan yang berakhir menyakitkan.” jawab Valen.
“Siapa yang bilang seperti itu?” tanya Lia.
“Aku.” jawab Valen.
“Tapi kalau kau tidak memiliki kenangan yang menyenangkan atau membahagianmu, lalu untuk apa kau hidup?” tanya Lia.
“Entahlah, aku seperti seseorang yang tersesat digelapan yang tiada akhir, tanpa tujuan apapun karena tujuanku hanya untuk balas dendam pada seseorang dan seseorang itu telah mati.” jawab Valen.
“Kau berkata seperti orang yang sedih tapi wajahmu berkata lain.” ucap Lia.
“Sudahlah.” ucap Valen.
Mereka terus berjalan dan berhenti sesaat melihat sebuah desa ditengah-tengah gurun pasir tersebut.
“Aku tidak tahu lagi orang seperti apa yang tahan tinggal digurun pasir seperti ini.” ucap Lia.
“Lebih tepatnya bukan orang.” jawab Valen.
“Apa maksudmu?” tanya Lia.
“Tuh lihat.” ucap Valen menunjuk Lizardmen yang berada didesa itu.