Super Systems

Super Systems
Ch 5:Tertangkap!?



Pagi hari


Kikk!! Kikk!! Kikk! Kikk!!! Kikk!


Suara yang cukup berisik dan mengganggu itu membuat Muve yang tertidur akhirnya terbangun.


“Di-dimana ini??” ucap Muve sangat terkejut sesaat dia bangun dirinya terikat disebuah tiang yang berada ditengah-tengah desa kecil tanpa menggunakan pakaian sama sekali.


Kik!! Kikk!!!


Mendengar Muve sudah terbangun, keluarlah sesuatu dari dalam gubuk-gubuk didesa tersebut.


“Gob-Goblin!” ucap Muve terkejut


Ternyata Muve telah ditangkap Goblin saat dia tidur didalam gua malam tadi dan dibawa kedesa mereka, entah apa yang ingin mereka lakukan terhadap Muve.


“Banyak sekali Goblin!! Membunuh satu persatu aja sudah sangat menyusahkan apalagi kalau sebanyak ini!!” batin Muve sesaat melihat semakin banyak Goblin yang keluar dari gubuk-gubuk dan mengelilingi tiang tempat Muve diikat.


Tidak lama setelah Goblin-Goblin berkumpul, muncullah seekor Goblin yang lebih besar dan kekar daripada Goblin lainnya sambil membawa sebuah kapak besar.


“Bagaimana tidurmu manusia? Apakah nyenyak?” ucap Goblin besar tersebut.


“Bi-bisa bicara!?” ucap Muve terkejut.


“Kenapa? Tidak pernah melihat Goblin yang bisa berbicara?” tanya Goblin besar itu.


“Tentu saja! Setahuku Goblin hanya bisa berbunyi "Kikk." saja.” jawab Muve.


“Memang benar tapi aku pengecualian! Aku adalah Hobgoblin! Goblin yang telah berevolusi menjadi lebih kuat!”,


“Evolusi? apa itu?” tanyanya.


“Kau tidak tahu Evolusi? Bukankah itu hal umum yang diketahui oleh kalian para manusia? Atau kau hanya berpura-pura bodoh?”


“Aku memang tidak mengetahuinya.” jawab Muve.


“Lupakan saja itu, sekarang aku ingin bertanya darah yang ada bajumu ini darah siapa?” tanyanya melemparkan baju milik Muve yang penuh darah kering kebawah Muve.


“Darah? Oh maksudmu darah Goblin yang berada dibajuku itu?” jawab Muve dengan santainya.


Sesaat suasana langsung hening setelah Muve menjawab pertanyaan Hobgoblin itu.


[Peringatan!! Terdapat hawa membunuh yang kuat didepan Host]


Hobgoblin itu terlihat sangat marah kepada Muve saat mendengar jawaban Muve.


“Kalau begitu bisa kutebak kalau Goblin yang telah kau bunuh ada 3 Goblin bukan!” ucapnya sambil melihat Muve dengan tatapan sinis.


“Bagaimana kau bisa tau?” tanya Muve.


Kik!!!! Kik!!!


Mendengar jawaban Muve membuat seluruh Goblin berteriak sambil menunjukkan senjata mereka kearah Muve.


Muve terlihat bingung padahal dia sudah menjawab jujur tapi malah membuat keributan.


“Siapkan kayu-kayunya!!” teriak Hobgoblin itu.


Para Goblin pun berlarian kesana kemari dengan membawa kayu-ranting yang banyak untuk diletakkan dibawah Muve.


“Jujur saja aku sangat ingin memakanmu malam tadi tapi aku terkejut saat mencium baumu yang familiar dari baju dan dugaanku benar kalau darah itu adalah darah saudara, dengan itu aku memutuskan untuk tidak memakanmu melainkan menyiksamu.” ucapnya.


“Menyiksa? Jadi kayu ini untuk membakarku hidup-hidup!?” ucap Muve mulai sedikit panik.


Hobgoblin itu tersenyum sinis kearah Muve kemudian berteriak “Nyalakan apinya!!”


Kemudian datanglah seekor Goblin membawa satu obor kearah tumpukan kayu dan ranting yang mereka kumpulkan tadi.


“Tu-tunggu dulu! Aku masih terlalu muda untuk mati!” ucap Muve mencoba menggerak-gerakkan tangannya untuk melepas ikatan ditangannya.


“Begitu juga saudaraku yang kau bunuh! Dia juga terlalu muda untuk mati karena umurnya baru 2 bulan!” bentak Hobgoblin.


Api pun mulai menyala perlahan membakar kayu-kayu yang dikumpulan, tidak perlu waktu lama api pun menjadi cukup besar membuat Muve mulai kepanasan.


Crack.... Crack...


Kayu tiang yang mengikat Muve mulai terbakar api dan membuat kaki Muve yang kecil terbakar api.


Muve berteriak dengan kerasnya sambil menangis kesakitan tapi siapa juga yang akan melepaskan dirinya ditempat itu.


Api mulai mendekat keperut Muve membuatnya semakin menggeliat-liat untuk mencoba melepaskan ikatannya dan akhirnya lepaslah ikatan ditanganya tapi Muve tidak sempat terpikir kalau dirinya tetap akan terbakar api yang dibawahnya.


“Betapa bodohnya aku...” keluhnya.


Muve menutup matanya dengan pasrah menerima rasa sakit yang akan datang.


“Argh!!!!!!!! Panas!!!!!” teriak Muve dengan kerasnya sesaat dirinya terjatuh ditumpukan kayu yang terbakar itu.


“Water Wave.”


Seketika sebuah ombak air besar yang datang entah darimana menerjang api yang besar meratakan desa Goblin itu.


Seluruh Goblin yang berada ditempat itu terpental sangat jauh karena ombak itu kecuali Hobgoblin.


“Triple Slash!”


Seorang pria tak dikenal dengan membawa pedang besar ditangannya datang menerjang Hobgoblin dengan cepat membuat Hobgoblin itu sedikit terluka.


“Ber-beraninya kalian para manusia menggangguku saat menyiksa orang yang membunuh saudaraku!” teriaknya.


Hobgoblin itu berlari kearah pria tak dikenal itu sambil menebas-nebaskan kapak besarnya untuk melukai Pria itu tetapi pria itu berhasil hasil menangkis setiap serangannya tapi tetap saja terpojok karena sedikit kalah dalam segi kekuatan.


“Tamat kau!!!” ucap Hobgoblin itu sesaat melihat pria itu hampir terjatuh saat menangkis serangannya.


“Piercing Arrow”


Sesaat kapak besarnya hampir menepas pria itu tiba-tiba datang 3 buah anak panah kearah tangan kanannya yang memegang kapak membuat serangannya lepas dari pria itu.


“Maafkan aku tapi yang bertarung denganmu bukan hanya aku saja!” ucap pria itu.


Pria itu memutar pedangnya dan berhasil menebas tangan kanan Hobgoblin tapi itu tidak membuat Hobgoblin tumbang.


Dengan menggunakan tangan kirinya Hobgoblin itu menangkap pria itu dan mencekramnya dengan kuat.


“Setidaknya kau akan ikut mati bersam...”


Srakk!


“Tidak akan ada yang mati diantara kami.” ucap pria lain yang tiba-tiba muncul dibelakang Hobgoblin itu yang berhasil menusuk jantungnya dengan tombak.


Perburuan Hobgoblin pun selesai dengan mudahnya.


“Sepertinya ada yang aneh dihutan ini sampai bisa melahirkan Hobgoblin yang bisa berbicara.” ucap pria yang memegang pedang.


“Daripada itu sebaiknya kita lihat bocah yang tadi!” ucap pria yang memegang tombak.


“Tapi aku rasa dia tidak hidup lagi.” ucap seorang gadis turun dari pohon sambil memegang busur.


“Mana bocahnya?” tanya seorang gadis yang memegang tongkat sihir.


Salah seorang dari mereka menunjuk kearah tumpukan kayu yang telah terbakar tadi.


Gadis yang memegang tongkat sihir pun mendekati tumpukan kayu tersebut dan memang benar kalau Muve berada disitu dengan badan yang hampir sepenuhnya terbakar.


“Kau yakin dia masih hidup?” tanya seorang pria yang memegang tombak.


Gadis yang memegang tongkat pun mendekati Muve dan mencoba mendengar jantung Muve apakah masih berdetak.


“Jantungnya masih berdetak!!” ucap gadis itu terkejut.


“Kau bercanda!?” ucap pria yang memegang tombak.


“Sepertinya ini akan berhasil!” ucap gadis itu mengeluarkan satu botol kecil yang berisi air berwarna merah darah.


“Kau yakin menggunakan ramuan itu untuk bocah ini? Seingatku kau mengeluarkan uang cukup banyak hanya untuk sebotol itu.” ucap pria memegang pedang.


Gadis itu mengangguk kemudian meminumkan air merah itu ke Muve.


Seketika seluruh luka bakar yang berada ditubuh Muve sembuh dan membuat Muve sehat seperti sedia kala namun Muve belum saja terbangun.


“Kuakui itu sangat efektif tapi kenapa dia masih tidak bangun juga?” tanya gadis yang memegang busur.


Karena penasaran Gadis yang memegang tongkat sihir pun kembali mencoba mendengarkan detak jantung Muve.


“Jantungnya masih berdetak bahkan sudah normal tapi aneh sekali dia tidak bangun!” ucap gadis itu.


“Apa sebaiknya kita bawa saja dia keguild?” saran pria yang memegang pedang.


“Boleh dan karena kau yang menyarankan itu jadi kau yang menggendong dan dia akan tidur dikamarmu juga!” jawab pria yang memegang tombak.


“Baiklah.” jawabnya.


Mereka langsung terdiam dengan tatapan aneh kearah pria yang memegang pedang.


“Hei! Kau sungguhan Alex bukan? Seingatku Alex bukanlah orang yang akan mengijinkan seseorang tidur dikamarnya dengan mudah! Siapa kau!!” ucap pria yang memegang tombak dengan tatapan penuh curiga.


“Iya betul! Kau pasti bukan Alex.” sambung gadis yang memegang busur.


“Hm... Perlukah aku memberitahumu tentang yang kau lakukan digereja kemaren siang, Ren?” jawab pria yang memegang pedang.


“Oh okay-okay kau sungguhan Alex!! Ha-hahaha.” ucap pria yang memegang tombak mendorong maju pria yang memegang pedang.


Mereka pun berjalan keluar dari hutan sambil menggendong Muve yang masih tidak sadarkan diri.