Super Systems

Super Systems
Ch 25:Tower Of Trial



Muve menatap orang-orang itu dengan serius dan bersiap kalau-kalau mereka menyerang Muve secara bersamaan.


“Hei! Dikota ini kami melarang adanya perbudakannya! Sebaiknya kau tinggalkan saja dia sini.” ucap seseorang yang tadi menahan bahu terlihat marah.


“Dia bukan budakku!” bentak Muve.


“Kau pikir aku akan percaya!” ucapnya melayang pukulan kearah Muve.


Muve menghindari pukulan tersebut dan disaat yang sama menyerang tangannya dengan Dagger.


“Kau yang memulainya.” ucap Muve menunduk dan memukul perut orang tersebut membuatnya terpental kemeja resepsionis.


“Semua serang!!”


Orang-orang diruangan itu langsung berlari kearah Muve dengan tatapan marah “BERHENTI!!!!!” teriak Lucy dengan keras.


“Lucy?” ucap Muve.


“Jangan kalian sakiti kakak Muve!” bentak Lucy.


“Dia itu orang yang menangkapmu dan pastinya kau akan dijual menjadi seorang budak!”


“Iya! Memangnya kau pikir menjadi seorang budak itu adalah hal bagus!” bentak orang-orang.


“Kakak Muve tidak memperbudak Lucy! Malah kakak Muve menyelamatkan Lucy dari orang jahat!” balas Lucy.


Mereka terdiam sesaat “B-benarkah itu?” tanya orang yang dipukul oleh Muve sebelumnya.


“Iya! Kakak Muve bukanlah orang jahat!” jawab Lucy.


“Sudahlah Lucy! Biarkan aku selesaikan ini dengan cepat. Ayo maju kalian.” ucap Muve bersiap kembali.


“Sudah-sudah jangan diteruskan. Kalau elfnya sudah bilang seperti itu berarti memang pemuda ini bukan orang jahat.” ucap seorang wanita yang menuruni tangga menuju tempat Muve.


“G-guild master!” ucap orang itu.


“Guild master? Jadi dia yang memimpin Guild ini? Dari auranya sepertinya orang yang sangat kuat.” batin Muve saat melihat wanita itu.


“Yah bisa dibilang aku cukup kuat, mau coba sparring?” jawab wanita itu seperti datang mengetahui isi pikiran Muve.


“Mungkin aku akan kalah kalau melawanmu.” jawab Muve.


“Ahahah tentu saja tapi setidaknya kau tidak akan kalah hanya dalam beberapa menit bukan?” ucapnya.


“Mungkin.” jawab Muve.


“Jadi bagaimana? Mau tidak?” tanyanya.


“Tidak. Aku datang kemari bukan untuk mencari masalah atau pertarungan, aku datang kemari karena salah mengira kalau ini penginapan.” jawab Muve menggelengkan kepalanya.


“G-guild master! Apa yang anda lakukan kemari?” tanya orang yang dipukul Muve.


“Tentu saja membersihkan kekacauan yang kau buat.” jawabnya.


“Aku? Bukannya yang membuat kekacauan ini adalah dia?” tunjuknya ke Muve.


“Tapi yang memulai duluan adalah kau.” jawab wanita itu.


“Karena permasalahannya sudah selesai berarti aku boleh pergi bukan?” tanya Muve kewanita itu.


“Boleh saja tapi sebaiknya kau pakai saja pakaianmu yang digunakan untuk menutup gadis kecil itu! Karena dikota ini netral jadi tidak akan ada orang yang menjelekkan ras Non-Human.” jawab sambil tersenyum.


Mendengar itu Muve pun berjalan mengambil bajunya yang terjatuh karena ditarik sebelumnya dan setelah memakainya Muve pun keluar dari Guild berjalan kembali mencari penginapan.


“Kenapa anda membiarkannya begitu saja?”


“Kau beruntung dia tidak serius, kalau serius kemungkinan kalian semua sudah mati dibunuhnya.” jawab wanita itu pergi menuju tangga.


“Memangnya seberapa kuat dia?” tanya orang itu pada dirinya karena tidak percaya dengan yang dibicarakan Guild masternya.


Sementara itu Muve dan Lucy akhirnya menemukan penginapan yang sesungguhnya setelah bertanya kepada orang-orang yang dilewatinya.


Muve mengira mereka bakal memandang rendah Lucy tetapi malah sebaiknya saat Muve dan Lucy mendekati, orang-orang malah tersenyum hangat kearah Lucy.


Setelah memesan kamar untuk sehari Muve dan Lucy pun berbaring bersama dikasur yang disediakan.


“Kakak merasa aneh tidak dengan kota ini?” tanya Lucy.


“Tentu saja! Karena kota ini terlihat sangat berbeda dengan Kota Calvary.” jawab Muve.


“Tapi entah kenapa Lucy jadi sedikit nyaman tinggal disini padahal belum sehari.”


“Kalau begitu Lucy tinggal saja disini. Lagipula dengan tinggal disini Lucy tidak perlu bepergian lagi dan bertemu monster-monster.” ucap Muve.


“Tidak! Lucy memang merasa nyaman disini tetapi Lucy tetap akan mengikuti kakak! Ap-apa jangan-jangan kakak mau membuang Lucy...” ucap Lucy langsung bangun dengan wajah yang sedikit sedih.


“B-bukan begitu maksudku. Tetapi kau lihatkan sebelumnya? Perjalanan ini mungkin berbahaya bahkan aku sendiri pun sudah berada diujung kematian sebanyak 2 kali.” jawab Muve.


“Ta-tapi... Lucy te-tetap ingin ikut dengan ka-kakak...” ucap Lucy terlihat semakin sedih dan mulai sedikit menitikkan air mata.


“Ah ma-maaf! Ja-jangan menangis..” ucap Muve sedikit panik melihat Lucy yang seperti itu.


Muve pun memeluknya dan mengelus kepala Lucy “Maaf-maaf, baiklah kalau kau masih mau ikut denganku maka aku tidak akan menolak.” ucap Muve.


“Su-sungguh?!”


Muve mengangguk sambil tersenyum, melihat Lucy kembali tersenyum senang dan mengusap air matanya.


“Tapi sebelum kita pergi dari sini ada yang harus aku lakukan.” ucap Muve.


”Hm? Apa itu kak?” tanya Lucy.


“System apa sekarang aku bisa menerima misi untuk memutuskan Jobku?” batin Muve.


[Tentu saja]


Sebelumnya saat Muve naik level setelah membunuh Great ghoul terdapat 1 notif yang sangat mengejutkan Muve.


[Karena Mencapai Level 20 Maka Host Dapat Memutuskan Mengambil Job]


Tentu saja itu hal yang mengejutkan bagi seorang Jobless saat mengetahui bisa merubah Joblessnya menjadi Job sungguhan.


“Kalau begitu ayo mulai.” batin Muve.


[Misi Special]


[Menyelesaikan Tower Of Trial]


[Hadiah : Job ???]


[Rules : Semakin tinggi anda naik semakin langka Jobnya dan saat anda mati maka System akan memberikan Job sesuai lantai tempat Host mati]


Sebuah portal hitam seketila muncul didepan Muve, membuat Lucy sedikit terkejut.


“A-apa ini? Ke-kenapa ini muncul disini?” tanya Lucy.


“Sepertinya ini jalan masuknya.” gumam Muve.


“Jalan masuk? Kemana?” tanya Lucy.


“Sebaiknya kita lihat saja langsung.” jawab Muve mengandeng tangan Lucy dan memasuki portal tersebut.


Setelah Muve dan Lucy masuk, lubang itu seketika menutup dan menghilang tanpa bekas.


[Memasuki Tower Of Trial]


“Woah!! Kakak liat! Menaranya tinggi sekali bahkan tidak keliatan ujungnya.” ucap Lucy terlihat kagum sambil menunjuk kearah menara yang cukup besar dan tinggi di depannya.


“Sepertinya kita harus masuk ke menara itu.” ucap Muve berjalan perlahan sambil terus mengandeng tangan Lucy.


“Kakak yakin? Mungkin saja nanti ada monster didalamn... Jangan-jangan memang itu tujuan kita kesini?” ucap Lucy.


“Tentu saja.” jawab Muve.


“Sudah Lucy duga...”


Sesampainya dipintu menara itu Muve dan Lucy pun bersama mendorongnya perlahan kemudian mulai memasuki menara.


Pintu menara mulai menutup perlahan membuat seluruh tempat didalam itu sangat gelap tanpa ada penerangan sedikit pun, tetapi tidak lama kemudian tiba-tiba muncul cahaya terang dilangit-langit tempat itu.


“Ka-kakak lihat! Ada matahari!” ucap Lucy menunjuk arah cahaya itu.


Cahaya tersebut mulai menyebar keseluruh tempat itu dan dengan ajaibnya setiap tempat yang disentuh cahaya itu berubah menjadi tanah dengan rumput-rumput yang hijau.


“Aku tidak tahu siapa yang membuat tempat ini tapi yang pasti adalah Penyihir yang hebat.” gumam Muve saat melihat kejadian itu.


[Lantai 1 - Dimulai]


Setelah System mengatakan itu seketika muncul begitu banyak Goblin didepan mereka dan 1 Hobgoblin dibelakang mereka.


[Habisi Semua Monster Untuk Pergi Kelantai Selanjutnya]


“Kakak! Da-darimana datangnya Goblin-goblin itu?!” ucap Lucy terlihat panik.


“Aku tidak tahu tapi yang aku harus pikirkan bukanlah itu tetapi menghabisi mereka...” jawan Muve.


Goblin-goblin mulai berlari kearah Muve meninggalkan Hobgoblin sendirian dibelakang.


“Mungkin menggunakan ini untuk sesekali boleh lah.” ucap Muve mengambil senjatanya dari dalam Inventory.


Sebuah pedang besar yang terlihat familiar pun muncul ditangan kanan Muve “Mungkin pertama kalinya aku menggunakan senjata ini.” ucap Muve.


“Ka-kakak juga bisa menggunakan pedang?”


“Tentu saja.” jawab Muve.


“Ini cukup mudah.” ucap Muve.


Muve bergerak secepat mungkin untuk membersihkan Goblin itu secepatnya dan benar saja tidak memerlukan waktu lama sekarang hanya tersisa Hobgoblin.


“Triple Slash.”


Muve menghilang sebentar dan kembali muncul didepan Hobgoblin dengan cepatnya, dengan menebaskan pedang besarnya Muve langsung memenggal kepala Hobgoblin dengan mudah tanpa perlawanan sama sekali dari Hobgoblin.


“Eh? Kenapa ini? Bukankah Hobgoblin harusnya lebih kuat dari Goblin? Sepertinya ada yang tidak normal dari monster-monster ini.” ucap Muve terlihat bingung dengan dirinya yang terlalu mudah menyelesaikan Lantai itu.


“A-anu sepertinya bukan Goblinnya yang tidak normal tetapi kakak.” ucap Lucy sambil mendekati Muve.


“Maksudmu?” tanya Muve.


“Kekuatan kakak sepertinya sudah terbilang melebihi kekuatan Hunter Rank A karena hanya seorang Hunter Rank S yang bisa menghabisi begitu banyak Goblin dalam satu serangan fisik.” jawab Lucy.


“Benarkah itu?”


[Benar! Dengan kekuatan anda sekarang bahkan bisa meratakan pasukan prajurit biasa seorang diri.]


“Kalau kakak masih bisa berkembang menjadi lebih kuat, mungkin saja kakak bisa setara dengan Raja Arthur.” ucap Lucy.


“Sudah-sudah jangan terlalu berlebihan.”


[Lantai 1 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 2]


Sebuah portal hitam kembali lagi muncul didepan Muve dan dengan bersama Lucy, Muve memasuki portal itu.


Tempat itu masih sama seperti sebelumnya sebuah tanah kosong yang penuh dengan rerumputan hijau.


[Lantai 2 - Dimulai]


[Habisi Semua Monster Untuk Pergi Kelantai Selanjutnya]


Monster pun mulai muncul ditempat itu dan tampang monster itu sangat asing dimata Muve.


Dengan wajah seperti babi dan tubuh yang gendut sambil membawa kapak ditangan kanannya, ciri-ciri itu sangat mirip seperti Orc.


“Jumlah mereka sebanyak Goblin tetapi seperti lebih kuat apalagi yang besar satu itu!” ucap Muve menatap kearah Orc yang lebih besar yang membawa dua kapak ditangannya serta sebuah penutup mata dibagian kanan yang kemungkinan besar itu adalah High Orc.


“Mungkin saja itu hiasan.” gumam Muve.


Oink!!!!


High Orc mengarahkan kapaknya kearah Muve dan membuat Orc-orc berlari menyerang Muve.


Tentu saja itu sama sekali tidak membuat Muve takut malah itu membuat lebih semangat.


Muve juga maju kearah Orc-orc itu sambil menyeringai dan menebaskan pedangnya cukup kuat.


Sama seperti sebelumnya Orc-orc langsung terbelah menjadi dua bagian bahkan yang kali ini membuat seluruh Orc itu langsung mati seketika, mungkin karena Muve sedikit serius dalam serangan itu.


[Mendapatkan Skill - Slashing Wave]


“Eh? Apa yang baru saja terjadi? Kenapa ini seperti tidak ada sulit-sulitnya?” ucap Muve semakin bingung.


“Oink!!!” High Orc terlihat marah melihat anak buahnya yang dihabiskan dengan mudahnya oleh Muve.


High Orc melemparkan salah satu kapaknya kearah Muve tentu saja serangan seperti itu tidak akan susah untuk dihindari.


Setelah menghindari Muve melompat kearah High Orc dengan cepat “Triple Slash.”


Tiga tebasan itu membuat kepala dan tangan High Orc terpisah dari tubuhnya dengan mudahnya.


“La-lagi-lagi ini berakhir dengan mudah...” ucap Muve mulai sedikit kecewa.


[Lantai 2 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 3]


Dilantai 3 teritorynya sama seperti sebelumnya dan monster yang muncul kali ini adalah Ogre dan High Ogre.


Tentu saja pertarungan tidak bertahan lama karena kekuatan Muve yang sudah lumayan OP.


[Lantai 3 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 4]


Sama seperti sebelumnya dilantai 4 teritorynya pun sama dan monster yang muncul Troll.


Pertarungan terjadi sedikit lama karena Troll memiliki kemampuan regenerasi yang cepat dan Muve melampiaskan kekecewaannya dengan mencincang-cincang tubuh Troll, melihat itu Lucy sempat sedikit ketakukan Muve yang menggila.


[Lantai 4 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 5]


Dilantai 5 monster yang muncul adalah Kobold dan High Kobold, mereka terlihat seperti manusia namun memiliki wajah dan ekor anjing. Gerakan mereka juga terbilang cepat.


Tapi mereka mati dengan mudah hanya dalam sekali tebasan Muve.


[Lantai 5 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 6]


“Hah... Ini sungguh membosankan terlebih lagi aku sama sekali tidak mendapatkan Exp saat membunuh mereka.” gumam Muve sambil menghela nafasnya.


“Kakak-kakak! Aku penasaran menara ini akan sampai lantai berapa.” ucap Lucy.


“Entahlah tapi sepertinya semakin tinggi berarti semakin sulit.” jawab Muve.


“Hm... Kakak masih mau lanjut? Memangnya kakak tidak kelelahan?”


“Tentu saja lanjut lagipula kalau musuhnya seperti ini tidak akan membuatku kelelahan.”


Dilantai 6 Teritorynya sedikit berbeda seperti cuaca yang mendung dan genangan air bekas hujan dimana-dimana.


Monster yang muncul juga terlihat kuat, mereka adalah Lizardman dan High Lizardman, awalnya Muve mengira kalau itu adalah anak naga karena bentuknya yang mirip tetapi karena tidak adanya sayap membuat Muve sadar mereka bukan anak naga.


Pertarungan melawan sama cepatnya seperti sebelumnya yaitu selesai hanya dalam beberapa gerakan.


[Lantai 6 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 7]


Dilantai 7 Muve menemui monster yang terbuat dari lumpur yaitu Mud dan Big Mud.


Menyerang mereka bukanlah hal sulit karena pergerakan yang lambat tetapi setiap Muve menyerang, mereka selalu beregenarasi membuat Muve sedikit bingung cara mengalahkan mereka, bahkan Troll yang memiliki kemampuan regenerasi pun pasti mati kalau terus tertebas tapi Mud sama sekali tidak mati.


Cara mereka menyerang dengan menembakkan Lumbur yang memiliki zat asam didalamnya.


“Kakak! Kata tuan slime, kakak harus menghancurkan Core yang berada pada monster yang besar itu!” teriak Lucy menunjuk kearah Big Mud.


Sebenarnya Muve kurang yakin tapi itu lebih baik dicoba daripada tidak sama sekali.


“Triple Slash.”


Tubuh Big Mud terbelah-belah dan benar saja memang sungguh ada sebuah Core berwarna merah didalam tubuh Big Mud.


Belum sempat untuk beregenerasi, Muve langsung menusuk Core tersebut.


Mud dan Big Mud pun meleleh dan berubah menjadi lumpur biasa yang kotor.


“Jadi Mud ini hanyalah duplikat dari tubuh si Big Mud.” gumam Muve.


“Hehe bagaimana Lucy berguna juga kan!” ucap Lucy terlihat bangga.


“Iya-iya.” jawab Muve sambil tersenyum.


[Lantai 7 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 8]


Dilantai 8 cuaca masih mendung dan Monster yang muncul hanyalah seekor ular besar yang terlihat menyeramkan.


“Anaconda.” gumam Muve.


Tetapi walaupun begitu pertarungan tidak berlangsung lama karena dengan tubuh yang besar seperti itu berarti memudahkan Muve untuk menyerangnya dari segala sisi.


[Lantai 8 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 9]


“Bahkan kakak bisa membunuh Anaconda itu sendirian dengan mudah... Seberapa kuat kakak Muve.” batin Lucy sesaat memasuki portal menuju lantai 9.


Dilantai 9 cuaca kembali cerah seperti sebelumnya dan kali ini Monster yang muncul adalah Red Bear dan Black Bear.


Dilihat dari manapun monster itu keliatan kuat dan benar saja mereka ternyata lemah... Pertarungannya hanya sedikit lebih lama daripada saat melawan Big Mud.


[Lantai 9 - Selesai]


[Membuka Portal Menuju Lantai 10]


[Seperti saya mempunyai Host yang terlalu cepat OP nya]


“Ya mau bagaimana lagi, bukan salahku.” batin Muve.


Muve pun memasuki portal kelantai 10 dan disana hanya ada 10 Monster yaitu High Goblin, High Orc, High Ogre, Troll, High Kobold, High Lizardmen, Big Mud, Anaconda, Black Bear dan satu Monster bertanduk yang memegang pedang besar ditangannya berdiri tepat dibelakang mereka, yaitu King Goblin.


“Nah harusnya seperti ini dari awal!” ucap Muve tersenyum bersemangat.


“Apa kakak Muve adalah orang yang pecinta pertarungan ya??” batin Lucy saat melihat tingkah Muve.