Super Systems

Super Systems
Ch 31:Bersahabat Dengan Dark Elf



Venus mengeluarkan Muve dan yang lainnya dari penjara dan mengajaknya pergi menuju sebuah tempat kosong yang besar dan luas berada di dalam tanah salah satu bangunan besar dikota Dark elf.


Dengan menggunakan Armor dan sebuah cakar dikedua tangannya Venus sekarang sudah siap untuk bertarung.


“Mana senjatamu?” tanya Venus.


“Aku sepertinya tidak akan menggunakan senjata karena peraturannya tidak boleh membunuh lawan bukan?” jawab Muve.


“Hahaha sepertinya kau terlalu meremehkanku.” ucapnya tertawa sejenak.


“Kalau begitu sekarang bisa kita mulai bukan?” tanya Venus.


“Yap!”


Venus mulai maju kerah Muve dengan gerakan yang cepat membuatnya berada dibelakang Muve dengan mudahnya dan langsung menyerang Muve menggunakan cakar yang ditangannya.


“Kurang cepat.” ucap Muve menangkap tangan Venus yang hendak mencakarnya kemudian menendangnya sedikit kuat.


“Urgh...” rintihnya saat menangkis tendangan Muve menggunakan tangan satunya yang memegang cakar.


“Acceleration.”


Gerakan Venus semakin cepat membuat tidak terlihat sama sekali ditempat itu seperti menghilang saja.


Srak, Srak, Srak


Sebuah luka tiba-tiba muncul ditangan kanan dan kiri Muve karena serangan Venus tapi anehnya Muve tidak melihat saat Venus menyerang.


“Sepertinya kemenangannya milikku.” ucap Venus mulai percaya.


Srak, Srak, Srak


Venus terus menyerang Muve yang hanya diam ditempat menerima serangan Muve.


Luka Muve mulai semakin banyak dan meneteskan banyak darah membuat Muve sedikit gemetar.


[Super Regeneration - Aktif]


Luka Muve seketika sembuh kembali dan dengan tersenyum mengeringai Muve berteriak “Saatnya serangan balasan!”


Venus cukup terkejut melihat itu tetapi dirinya yakin kalau dengan kecepatannya saat ini tidak mungkin Muve menangkap dirinya.


“Ketemu!”


Muve menghilang dan muncul kembali dengan menangkap Venus yang terus bergerak cepat daritadi kemudian menghempaskannya ketanah cukup kuat.


“Akh...”


“Seru tidak kejar-kejarannya.” ejek Muve.


“Bleed Claws.”


Cakar ditangan Venus mengeluarkan warna merah pekat dan menyerang Muve menggunakan itu tetapi Muve sempat menghindar dengan melompat mundur dari Venus.


“Wind Claws.”


Sebuah angin kuat mengelilingi cakarnya dan dengan mengarahkan serangan itu kepada Muve tiba-tiba sebuah angin kencang muncul menyerang Muve.


Muve mencoba bertahan agar dirinya tidak terpental karena angin itu tetapi ternyata angin itu bukan hanya untuk melayangkan Muve melainkan juga melukai Muve bertubi-tubi sampai anginnya menghilang.


Tis... Tis...


Tubuh Muve berlumuran darah sangat banyak karena angin tadi yang menyerangnya.


“Kalau aku jadi kau, tidak akan kutahan angin itu.” ucap Venus.


“Acceleration.”


“Bleed Claws.”


Venus menghilang lagi untuk menyerang Muve dan disaat dirinya dengan percaya diri untuk menyerang luka Muve karena angin sebelumnya tetapi Muve menghindarinya dengan melompat dan disaat Venus menoleh keatas Muvenya juga menghilang.


“Tamat sudah!” ucap Muve yang tiba-tiba muncul dibelakang Venus dan memukul Muve terpental jauh.


Muve mengejar Venus yang terpental dan menyerangnya lagi dengan tendangan kuat.


Belum selesai disitu saja Muve mengejar Venus kembali dan menangkap Venus yang melayang untuk dihempaskan ketanah berkali-kali membuat kepala Venus mengeluarkan darah yang banyak.


“A-aku m-menyerah...” ucap Venus dengan suara yang pelan disaat Muve hendak menghempaskan kepalanya lagi.


Mungkin kalau itu adalah orang yang lebih lemah dari Venus bisa jadi kepalanya sudah hancur sejak awal.


Orang-orang yang menonton pertarungan itu kemudian mendekat mereka dengan cepat terlebih lagi para Dark elf yang terlihat sangat khawatir.


[Membeli Potion Penyembuh V]


“Sedang apa kak?” tanya Lucy.


“Sebentar.” jawab Muve mendekati Venus.


“A-apa yang kau ingin lakukan!! Bukankah pertarungannya sudah selesai!” bentak Dark elf yang hendak membawa Venus.


Muve menatap Dark elf itu dengan sinis membuatnya sedikit ketakutan tetapi Venus menegurnya untuk membiarkan Muve mendekat “A-ada apa?” tanya Venus.


“Nih.” ucap Muve meminumkan Potion penyembuh yang dibelinya dari Shop.


Seketika luka ditubuh Venus langsung sembuh seperti semula dan Venus yang merasa tubuhnya sudah nyaman meminta Dark elf yang menggendongnya untuk menurunkannya.


“Mu-mustahil... Bukankah sebelumnya anda terluka parah Yang mulia!” ucap Dark elf yang sebelumnya menggendongnya terkejut.


“Darimana kau mendapatkan Potion itu?” tanya Venus kepada Muve.


“Aku membelinya.” jawab Muve.


“Membeli? Potion seperti itu sangat mahal, kau tidak menyesal menggunakannya begitu saja?” ucap Venus.


“Yap.”


Venus tersenyum tipis kearah Muve dan kemudian memberikan pedang yang dijanjikan sebelumnya kepada Muve.


[Mendapatkan Mythril Sword]


“Tadi itu pertarungan yang terlalu menang sepihak, dari awal kau banyak diam tapi diakhir malah mengamuk.” ucap Venus menepuk bahu Muve.


“Kakak Muve memang suka seperti itu tiba-tiba mengamuk tidak jelas.” ucap Lucy.


“Mana mungkin! Aku tidak pernah mengamuk lagi dalam bertarung, kalau aku mengamuk bisa saja aku menyerang kalian juga.” jawab Muve.


“Hahaha sudah-sudah. Karena aku dalam suasana hati yang baik, bagaimana kalau kau ikut denganku berjalan-jalan dikota?” ajak Venus.


“A-anda yakin Yang mulia? Bukankah rakyat kita sama sekali tidak menyukai manusia? Yang ada nanti malah membuat anda dipandang buruk oleh yang lain.” tegur Dark elf yang disampingnya.


“Tidak apa, aku bisa menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi bukan.” jawab Venus.


“Tidak perlu repot-repot. Aku juga tidak ingin merusak reputasimu, lagipula sekarang aku ingin melanjutkan perjalananku lagi.” ucap Muve.


“Kau yakin langsung pergi sekarang?” tanya Venus.


“Iya.”


“Kalau kalian?” tanya kepada Lucy dan Lia.


“Aku hanya ikut orang ini.”


“Lucy juga mengikuti kakak Muve.”


“Hah... Ya sudah kalau begitu, maka aku akan mengantar kalian kepintu gua.” ucap Venus menghela nafasnya.


Mereka pun pergi bersama untuk keluar dari tempat tinggal para Dark elf dan sesampainya dipintu gua “Datanglah lagi kapan-kapan.” ucap Venus menjabat tangan Muve.


“Tentu saja.” jawab Muve.


Venus memanggil kemudian bersiul memanggil seekor burung besar yang akan membantu Muve dan yang lain turun dari tempat itu.


“Yang mulia, kenapa anda tidak benci terhadap manusia itu? Bukankah andalah yang menyuruh kita untuk membunuh para manusia dan terus memusuhi mereka?” tanya Dark elf disamping Venus saat Muve dan yang lain telah pergi.


“Aku melakukan itu agar dia tidak membuat kita menjadi musuhnya. Bukankah Dark elf seperti kita memiliki insting berburu yang kuat dan insting berburuku berkata kalau dia adalah orang yang tidak bisa diganggu dan kalau dia memang sungguhan ingin membunuh rakyat-rakyatku aku tidak bisa berkutik sama sekali.” jawab Venus.


“Tapi bukankah kita memiliki Komandan Rein?” tanyanya lagi.


“Kau pernah lihat Rein mengalahkanku?”


“Tentu tidak, karena Yang mulia lebih kuat.” jawabnya.


“Lalu orang tadi bagaimana?” tanya Venus.


“Dia mengalahkan anda yang bahkan menggunakan ar...mor.” jawabnya.


Venus tersenyum tipis mendengar itu dan kemudian kembali memasuki gua.