
Great ghoul adalah monster seperti Ghoul tetapi memiliki tubuh dan kekuatan yang 3x lipat lebih besar daripada Ghoul biasanya.
Dengan tubuh yang tinggi dan besar membuat sulit dikalahkan karena mengincar bagian lehernya cukup sulit.
Groa!!!
“Ayo Fighting Puppet.” ucap Muve melesat maju menyerang Great ghoul.
Muve menebas bagian kaki kiri dan sedangkan Fighting Puppet menyerang kaki kanan Great ghoul.
Tetapi Great ghoul tidak bergeming sedikit pun karena lukanya langsung beregenerasi perlahan.
Groa!!!
Great ghoul mengayunkan tangannya kearah Fighting Puppet “Fighting Puppet! Menghindar!” teriak Muve.
Fighting Puppet sedikit terlambat terhindar sehingga membuat kaki kanannya putus.
“Sial.”
Muve melompat mundur beberapa langkah dan kembali menyerang Great ghoul.
Menebas sebanyak mungkin tetap saja seperti sia-sia karena Regenerasinya yang menyebalkan.
Trip...
Muve termundur seketika sesaat hendak mengeluarkan Skillnya karena Great ghoul menghentakkan kakinya membuat lantainya hancur seketika.
“Ga-gawat!”
Buk
Great ghoul menendang Muve cukup kuat membuat Muve terpental menghantam dinding.
Akh...
“Kakak Muve!” teriak Lucy saat melihat Muve terluka.
“Ja-jangan kemari!” bentak Muve.
Muve mencoba berdiri perlahan tetapi Great ghoul sudah melayangkan pukulannya lagi kearah Muve.
“Fig-Fighting Puppet!" teriak Muve.
Fighting Puppet bergerak kedepan Muve untuk menahan pukulan Great ghoul dan walau serangannya berhasil ditahan tetapi membuat tangan Fighting Puppet hancur dan sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
[Super Regeneration - Aktif]
Muve berpindah meninggalkan Fighting Puppet kearah belakang Great ghoul dan kemudian dengan sekuat tenaga memfokuskan tenaganya dibagian kakinya.
“Triple Slash.”
Muve melompat sekuat tenaga dan menebas leher Great ghoul, tentu saja itu membuat Great ghoul mengerang kesakitan.
“Rasakan itu!” gumam Muve saat dirinya melayang jatuh setelah menyerang Great ghoul.
Saat dirinya mendarat Muve melompat kembali untuk menyerang tetapi Great ghoul menangkapnya dan menggenggam kuat untuk menghancurkan Muve.
“Ugh...” rintih Muve menahan tangan Great ghoul.
“K-kakak Muve! Apa yang aku harus lakukan tuan Slime!” ucap Lucy terlihat panik karena tidak bisa melakukan apapun untuk membantu.
“Di-diam saja Lucy! Sesulit apapun musuhnya aku pasti bisa mengalah...”
Sring!!
Seketika sebuah pedang besar yang terbuat dari kayu muncul memotong tangan Great ghoul yang mencekram Muve.
“Kesempatan!”
Muve pun lepas dari tangan Great ghoul dan menggunakan tangan itu menjadi tumpuannya.
“Berakhir sudah.”
Muve menusuk bagian leher Great ghoul berkali-kali dan melompat kembali saat Great ghoul hendak menangkapnya.
“Triple Slash!”
Muve menyerang bagian dahi Great ghoul dan mengakhirnya dengan tusukan kuat tepat ditempat yang diserang dengan Triple Slash.
Great ghoul mengerang sangat keras dan kemudian tumbang dengan perlahan.
[Mendapatkan 4000 Exp Dari Great Ghoul
[Anda Naik Level]
[Mendapatkan 2 Poin Stat]
[Berhasil Membunuh Boss - Mendapatkan 4000 Gold]
[Selamat! Skill Triple Slash Anda Naik Level]
[Mendapatkan Item - Ghoul Eye]
[Mendapatkan Item - Magic Crsytal]
[Item Secara Otomatis Dimasukan Ke Inventory]
“K-kita berhasil!!!” teriak Lucy dengan senangnya.
“Aku sebenarnya sedikit heran kenapa aku bisa menang melawannya, mungkin itu karena pedang kayu yang muncul entah darimana tadi.” jawab Muve sambil mendekati Lucy dengan wajah bingung.
“Uh... Itu sepertinya karena Cincin ini kak.” jawab Lucy.
“Cincin milik raja elf ini?” tanya Muve sedikit tidak percaya dengan yang dikatakan Lucy.
“Iya, sebelumnya Lucy panik melihat kakak dan tanpa sadar malah memohon untuk membantu kakak sambil mencium Cincin ini dan bum keluar deh pedang itu.” jawab Lucy.
“Hm... Kalau memang itu sungguh karena Cincin ini sebaiknya kau jangan pernah menggunakannya didepan orang lain karena kemungkinan saja itu akan dicuri darimu.” ucap Muve.
“Iya, kak.” jawab Lucy tersenyum.
Muve mengandeng tangan Lucy dan mengambil Magic Crsytal yang didapatnya saat membunuh Boss.
“Apa itu kak?” tanya Lucy.
“Ini tiket pulang kita.” jawab Muve.
“Saatnya kita kembali.” ucap Muve bersiap Magic Crsytal itu tetapi terhenti sejenak.
“Loh kenapa kak?”
“Uh... Lucy bisa tidak kau menutup matamu sebentar sampai aku menyuruhmu untuk membuka lagi.” ucap Muve melepaskan tangan Lucy yang digandengnya.
“Boleh saja.” jawab Lucy langsung menutup matanya.
Melihat itu Muve langsung berlari kearah mayat Great ghoul dan memakan sedikit dari dagingnya.
[Skill Eater - Aktif]
[Host Dapat Memilih 1 Dari 4 Stat Great Ghoul]
[Strength - 30, Agility - 10, Vitality - 15, Intelligent - 0]
“Aku mengambil Strength.” jawab Muve.
[Menambahkan Stat Strenght Great Ghoul Kepada Host]
“Wew! Dengan begini Strengthku sudah mencapai 80 entah seperti apa kuatnya aku sekarang.” ucap Muve sambil menggenggam kuat tangannya.
Muve pun kembali kearah Lucy yang menutup matanya dan menggandeng tangannya lagi.
“Nah ayo kita kembali.”
Muve pun menginjak Magic Crsytal membuat mereka keluar dari Dungeon dengan sekejap mata.
“Kakak Muve sekarang Lucy sudah boleh membuka mata?” tanya Lucy.
“Kakak?”
“Iya dan sebaiknya kau melihat ini.” jawab Muve.
Saat membuka matanya Lucy terkejut melihat dirinya berada ditengah-tengah sebuah kota besar yang sangat indah dan ramai.
“Di-dimana ini kak?” tanya Lucy.
“Aku juga tidak tahu... Biasanya Magic Crsytal itu akan membuat kita kembali ketempat masuk ke Dungeon tapi kali ini malah membuat kita ketempat yang tidak diketahui.” jawab Muve.
“Hei lihat! Ada Elf disini!”
“Iya, sepertinya itu budaknya.”
“Tidak mungkin, lihat dia tidak memiliki kalung budak dilehernya.”
“Dia juga membawa seekor monster dibahunya.”
“Apa yang dia pikirkan! Membawa monster kedalam kota.”
Gumam-gumam orang yang melihati Lucy dan Muve yang tengah bergandengan tangan.
Muve yang mendengar itu langsung mengendong Lucy dan melompat cukup tinggi kemudian berlari diatap-atap rumah orang di kota itu.
“A-ada apa kak?” tanya Lucy.
“Aku tidak suka saat mereka mengkritikmu jadi lebih baik kita melewati jalan yang tidak terlalu diperhatikan orang.” jawab Muve.
“Ta-tapi bukannya kalau dengan berjalan diatap-atap malah membuat orang semakin memperhatikan kita ya?” ucap Lucy kembali.
“Setidaknya mereka tidak melihat siapa kau dengan jelas.”
Muve terus berjalan diatap-atap sampai akhirnya berhenti disebuah bangunan yang dikiranya adalah penginapan.
“Nih, tutupi telingamu.” ucap Muve melepaskan bajunya untuk menutupi kepala Lucy.
“Ta-tapi kak! Bukannya nanti kakak dikira orang aneh karena berjalan-jalan tanpa mengenakan pakaian.” ucap mencoba menolak saran Muve.
“Ini lebih baik daripada membiarkanmu ketahuan.” jawab Muve.
Mendengar itu Lucy pun menutup kepalanya menggunakan pakaian Muve tadi dan dengan menggendongnya Muve pun memasuki bangunan tersebut.
Cling...
Sama seperti biasa setiap Muve memasuki bangunan-bangunan besar selalu saja diperhatikan oleh orang-orang dengan tatapan tidak ramah tetapi Muve sudah terbiasa dan hanya fokus untuk mendatangi seseorang dimeja yang melayani pendatang.
“Permisi, aku ingin memesan kamar.” ucap Muve mengeluarkan koin tembaga dari kantong celananya.
“Ahahahaha.” tawa orang-orang ditempat itu saat mendengar Muve berkata seperti itu.
“Hei kawan! Ini bukanlah penginapan tetapi Guild!” ucap resepsionis.
“Ah maaf! Kalau begitu aku pergi dulu.” ucap Muve langsung berbalik kearah pintu keluar.
“Etss... Kau kira kau bisa keluar dan masuk begitu saja ditempat ini? Terlebih lagi kau terlihat mencurigakan dengan ngendong anak kecil yang ditutupi pakaian itu.” ucap seseorang menahan bahu Muve saat hendak pergi.
“Dia adikku dan dia orang yang pemalu jadi aku menutupinya dengan pakaian.” jawab Muve.
“Kau pikir aku akan percaya!” bentaknya hendak menarik pakaian yang menutup Lucy.
Melihat itu Muve menangkap tangannya dan menggenggamnya cukup kuat membuat orang itu terlihat kesakitan.
“O-oke-oke a-aku percaya! Ja-jadi to-tolong lepaskan tanganku.” ucapnya dengan gugup.
Muve pun melepaskan tangannya dan berjalan kembali menuju pintu keluar.
“Kau pikir aku akan menyerah begitu saja!!” ucapnya seseorang itu dengan cepat menarik pakaian yang menutupi Lucy.
“S-seorang Elf!!!” teriak mereka secara bersamaan terlihat cukup terkejut.
“Sial!” ucap Muve terlihat sedikit panik karena mereka sekarang mengetahui kalau adik yang disebutnya tadi adalah Elf.