
Pagi harinya.
Muve yang tidak sadarkan diri akhirnya terbangun dan terkejut melihat dirinya sedang berada didalam penjara dengan tangan terikat rantai.
“Dimana ini? Apa yang aku lakukan ditempat ini?” tanya Muve.
“Kau akhirnya sadar tukang bohong.” ucap seseorang diluar penjara.
Ternyata itu adalah gadis yang malam tadi bertarung melawan Kingsharkman dan dia jugalah yang membawa Muve kepenjara tempat dia dikurung sekarang.
“Kau!! Gadis yang malam tadi! Apa yang kau ingin lakukan kepadaku!” bentak Muve.
“Ak...”
“Muve!!!” potong seseorang yang berteriak mendatangi tempat Muve dikurung.
“Kau tidak apakan?!” tanya seseorang itu yang ternyata adalah Alex.
“Pamam Alex? Kenapa kau bisa berada disini?” tanya Muve.
“Pfft.” gadis itu menahan suaranya untuk tidak tertawa saat Muve memanggil Alex dengan sebutan paman.
“Ini Guild, jadi wajar saja aku berada disini.” jawabnya.
“Guild? Jadi sekarang aku berada di Kota Calvary?” tanya Muve kembali.
“Benar.” jawab Alex.
“Alex, kau kenal pemuda ini?” tanya gadis itu.
“Tentu saja! Bukankah aku pernah cerita tentang anak yang aku selamatkan saat sedang dibakar hidup-hidup oleh Hobgoblin!” bentak Alex.
“Tapi orang ini dilihat darimanapun tidak seperti seorang bocah berumur 14 tahun.” ucap gadis itu menunjuk Muve.
“Ya, dia terlihat berbeda. Muve memangnya apa yang terjadi padamu beberapa hari terakhir sampai membuat perubahan yang tidak masuk akal seperti ini?” tanya Alex.
Muve sedikit bingung untuk menjawab apa karena kalaupun dia ceritakan mereka takkan percaya dengan adanya System.
“Aku mendapatkan pencerahan.” jawab Muve
“Pencerahan? Apa itu?”
“Saat itu aku sedang berlatih Skill bertarung yang diajarkan Paman Alex padaku dan karena sedikit kelelahan aku berniat untuk beristirahat dan tanpa aku sadari, aku pun tertidur. Didalam tidurku, aku bermimpi ada sebuah petir yang menyambarku dan membuat tubuhku sangat bercahaya dan karena terkejut akupun terbangun tetapi saat aku bangun tubuhku sudah seperti ini bahkan baju yang diberikan oleh Paman juga sudah robek karena kekecilan.” jawab Muve.
“Kau sungguh akan percaya ceritanya itu Alex?” tanya gadis itu.
“Tentu. Karena dia adalah temanku.” jawab Alex.
“Ya sudah kalau begitu.” ucap gadis itu membukakan penjara yang mengurung Muve dan juga melepaskan rantai yang mengikatnya.
“Terima kasih Sonia.” ucap Alex tersenyum kepada gadis itu karena melepaskan Muve.
“Sama-sama tapi ingat kalau dia memang sungguhan membahayakan maka aku akan langsung turun tangan membunuhnya dan kau juga akan dikeluarkan dari Guild.” ucap gadis itu.
“Iya, aku akan mengingatnya.”
Alex pun membawa Muve keluar dari tempat itu tanpa berbicara sedikit pun dan saat dirinya sampai diluar Alex berkata “Aku tahu cerita itu bohong tapi aku tidak akan memaksa untukmu menceritakan kejadian aslinya tapi apa yang kau lakukan di Kota Ocean?”
“Terima kasih Paman. Aku bertemu kenalan yang memberikan peta kearah Kota Ocean dan aku menjadikan tempat itu tempat pertama yang aku ingin jelajahi.” jawab Muve.
“Hah... Kau ini.” ucapnya menepuk bahu Muve.
“Tapi Paman, siapa gadis tadi? Dia terlihat cukup dekat dengan Paman?” tanya Muve.
“Dia adalah Sonia, salah satu orang kuat di Guild ini dan Rank adalah S.”
“Rank S! Wajar saja dia bisa mengalahkan Kingsharkman tanpa terdesak sedikit pun.” ucap Muve.
“Tapi aku sarankan kau berhati-hati dengannya karena dia memiliki sifat ceroboh yang sangat suka menangkap-tangkap orang yang menurutnya aneh, seperti yang terjadi padamu.” ucap Alex.
“Benarkah? Kenapa begitu?”
“Entahlah.”
“Oh iya Paman, dimana kakak-kakak yang lain?” tanya Muve.
“Mereka seperti biasa sedang berada dimarkas masing-masing.” jawan Alex.
“Kamar?” tebak Muve.
“Yaps, lagipula kami tidak memiliki Quest jadi sangat nganggur.” ucap Alex.
“Oh ya aku baru ingat ada urusan rapat dengan Ketua Guild! Aku harus kembali, kalau kau ada perlu panggil yang lain.” ucap Alex yang pergi meninggalkan Muve.
Setelah itu Muve memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di kota Calvary.
“Lagi-lagi aku kembali kesini.” ucapnya.
“Apa memang takdirku untuk berada ditempat ini? Tetapi tempat ini bukanlah tempat yang memberikan kesan bahagia kepadaku.”
Muve terus melanjutkan berkeliling sambil melihat-lihat toko-toko dan beberapa bangunan besar lainnya sampai akhirnya tiba di depan pintu gerbang sekolah Bangsawan.
“Halo? Ada yang bisa kubantu?” tanya seorang penjaga yang mendekati Muve karena berdiri didepan gerbang.
“Ah! Tidak-tidak.” jawab Muve bergegas pergi dari tempat itu.
“Apa yang kupikirkan!! Aku tidak memerlukan tempat seperti itu!” gumam Muve menggelengkan kepalanya saat memikirkan sekolah tersebut.
Muve terus berjalan dan berakhir duduk beristirahat ditaman.
“Aku sungguh merasa bosan sekarang... Tidak ada yang bisa aku lakukan apapun... Hah... Bosan...” keluh Muve sambil menyadarkan dirinya ke bangku.
[Anda Ingin Mengerjakan Quest?]
“Tidak-tidak, aku sedang tidak ingin melakukan apapun.” jawab Muve.
[Lalu?]
“Entahlah.” jawab Muve.
Muve bingung ingin melakukan apa, pergi kemana dan hanya bisa bersandar dibangku taman tersebut.
Cukup lama dirinya ditaman membuatnya juga semakin bosan dan Muve kemudian memutuskan untuk berjalan-jalan lagi saja.
Dan saat dirinya baru berjalan ada seorang anak kecil bertudung kain menabrak Muve saat berlari.
“Aduh!” ucapnya.
“Ah maaf! Kau tidak apakan?” tanya Muve membantunya berdiri perlahan.
“Ti-tidak. Salahku karena tidak lihat-lihat saat berlari.” ucapnya dan kemudian berlari lagi dengan cepat.
“Kenapa dia terburu-buru sekali?” gumam Muve saat anak kecil itu.
Tidak lama setelah anak kecil itu lari, ada 3 orang dengan wajah kesal datang kearah Muve dan bertanya “Hei kawan, apa kau ada melihat anak kecil yang mencurigakan lewat sini?”
Karena melihat penampilan mereka yang terlihat seperti orang jahat, Muve pun memutuskan untuk berbohong dan berkata tidak melihat anak kecil yang dimaksud mereka.
“Sial! Pergi kemana dia!” ucap salah satu dari mereka terlihat sangat kesal.
Mereka pun berlari lagi untuk mencari anak kecil yang dicarinya tadi.
“Hm... Mungkin akan menarik.” ucap Muve berjalan kearah anak kecil tadi pergi.
***
“Fiuh... Se-sepertinya mereka sudah tidak mengejarku.” ucap anak kecil bertudung saat menoleh kebelakang tidak ada orang yang mengejarnya.
“Aku harus cepat-cepat dari kota ini.” gumamnya.
Anak kecil itu kemudian berlari kembali untuk segera pergi dari kota Calvary.
“Akhirnya ketemu juga!” ucap orang-orang yang mengejar anak kecil itu dan menangkap tangannya.
“Le-lepaskan! Tolong!” teriak anak kecil itu membuat orang-orang disekitar melihati orang yang menangkap gadis itu.
“Hahah untuk apa kau meminta tolong!” ucapnya menarik tudung anak kecil itu. “Kau adalah seorang Elf!” sambungnya setelah menarik tudungnya dan ternyata anak kecil dibalik tudung itu adalah seorang gadis elf kecil.
Seketika orang-orang yang menatap mereka langsung pergi dan tidak peduli dengan yang orang itu lakukan kepada Gadis elf itu.
“Hahaha liat, bagaimana sekarang?” ucapnya.
Mereka pun mengangkat gadis elf dan membawanya pergi.
“Lepaskan! Lepaskan!” rontanya sambil memukul-mukul bagian belakang orang itu.
“Diamlah!” bentaknya.
“Ke-kenapa? Kenapa tidak ada orang yang menolongku?” batinnya bersedih melihat orang-orang yang lewat tidak mempedulikannya.
“Si-siapapun tolong...” ucapnya dengan suara pelan.
“Lihat! Sepertinya dia sudah pasrah.”
“Kita akan kaya hanya dengan menjual elf ini!”
“Tentu saja! Para bangsawan sangat menyukai Elf untuk dijadikan Budak ***.”
Mendengar itu gadis elf hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi padanya.
Buk!!
Tapi tiba-tiba ada seseorang yang datang dan menendang pria yang membawa gadis elf dibahunya membuatnya terpental dan menerbangkan gadis elf itu.
“Ketua!” ucap salah seorang dari mereka saat terpental karena tendangan orang yang datang tersebut.
Seseorang yang datang itu kemudian menangkap gadis elf dan langsung pergi meninggalkan orang-orang itu.
“Kau kan orang yang kutabrak tadi?” ucap gadis elf.