
Malam harinya.
Angin malam yang begitu dingin berhembus dengan perlahan menuju Muve yang tengah tertidur membuatnya kedinginan dan terbangun dari tidurnya.
“*Berrr* Dingin sekali...” ucap Muve menggosok-gosok lengannya untuk mengurangi rasa dingin tapi tetap tentu saja itu tidak cukup.
Tidak tahan lagi dengan itu Muve memutuskan untuk bangun dan berjalan mencari tempat yang sedikit hangat.
“Ingin sekali aku tidur dikasur yang hangat...” gumannya.
Muve berjalan menyusuri pinggiran pantai sambil terus menggosok lengannya perlahan.
“Yang ada hanyalah Laut dan pasir, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menjual salah satu belatiku untuk dijadikan uang.” ucapnya mulai putus asa mencari tempat untuk beristirahat.
Muve pun kembali lagi berjalan menuju kota Ocean untuk menjual belatinya.
Klikk
Muve berhenti berjalan sesaat terdengar suara itu dan menoleh ke kiri dan kanannya untuk melihat tetapi tidak ada apa-apa.
Tetapi sesaat dia mengangkat kaki kanannya seketika Muve terjatuh kedalam lubang yang tiba-tiba muncul dibawah kakinya.
“Aaahh!!!” teriak Muve sesaat dirinya jatuh kedalam lubang itu.
[Memasuki Dungeon - Fisherman Cave]
Buk!!
Krak!!
Badan Muve terhempas dengan kuatnya diatas sebuah batu membuat salah satu tulang rusuknya retak dan serta sesak nafas.
[Skill - Super Regeneration Aktif]
Seketika cahaya hijau muncul ditubuh Muve dan memberikan perasaan hangat yang nyaman.
Setelah cahaya itu menghilang Muve pun langsung sembuh dan tulang rusuknya yang retak juga sembuh kembali.
“I-itu tadi sangat menyakitkan!! Kalau tidak ada Skill ini kemungkinan besar aku sudah mati.” ucap Muve bersyukur dirinya selamat.
“Dimana ini?” tanya Muve pada dirinya sesaat melihat-lihat sekitarannya hanya ada bebatuan yang beberapa dari mereka menyala menjadi sumber cahaya digua itu.
[Ini adalah Dungeon, Host]
“Dungeon? Apa itu?” tanya Muve kembali.
[Dungeon adalah tempat tinggal Monster-Monster tertentu l dengan jumlah yang banyak.]
[Monster yang berada disini tidak akan anda dapat temui diluar Dungeon karena mereka hanya tinggal di dungeon.]
“Kalau begitu kenapa Goblin,Orc, Ogre dan beberapa Monster lainnya malah tinggal diluar Dungeon?”
[Mereka adalah pengecualian]
“Apa alasannya?”
[System tidak mengetahuinya.]
“Lalu Monster apa yang tinggal di dungeon ini?”
[Fisherman]
Fisherman adalah Monster ikan yang memiliki tubuh manusia dibagian bawah dan ikan dibagian atasnya, biasanya mereka bertarung menggunakan tombak dan beberapa menggunakan pedang.
Kekuatannya sedikit lebih kuat daripada Goblin ditambah lagi menggunakan tombak yang memiliki jangkauan cukup luas membuat Fisherman musuh yang sedikit sulit ditangani.
“Seingatku itu informasi tentang Fisherman.”
[Mereka juga lemah terhadap Sihir petir]
“Tapi aku tidak memiliki Skill sihir jadi hanya bisa bertarung dengan fisik saja.”
“Untuk cara keluar dari tempat ini bagaimana?”
[Sesaat anda berhasil mengalahkan Boss]
“Sendirian? Memang kau pikir aku bisa mengalahkan Boss sendirian?”
[Sebelum itu anda bisa leveling dulu, Host]
“Ya sudah kalau begitu, lagipula aku tidak mengantuk lagi jadi aku harap ini akan menjadi perburuan yang seru.” gumam Muve.
Karena tidak punya pilihan lain Muve pun memutuskan untuk menyelesaikan Dungeon tersebut.
Tidak lama berjalan Muve pun bertemu dengan seekor Fisherman yang menggunakan tombak.
Fisherman yang melihat Muve langsung menyerang dengan tombaknya yang panjang.
Muve berusaha menghindari setiap serangannya sambil bergerak mendekatinya sedikit demi sedikit.
Kyak!!!
Teriak Fisherman tersebut berputar-putar dengan tombaknya sesaat Muve sudah hampir dekat padanya.
Muve yang tidak sempat bertindak pun terpental dan meninggalkan luka goresan di dadanya.
Setelah bangkit Muve menatap Fisherman itu dengan tatapan tajam kemudian maju untuk membalaskan serangannya yang diberikannya.
“Triple Slash.”
Muve bergerak sangat cepat menyerang Fisherman itu dan berhasil melukainya sedikit dibagian lengan kanan.
“Belum selesai!” ucap Muve.
Muve menyerang Fisherman itu dengan cepat terus-menerus menggunakan belatinya tetapi tidak benar-benar memberikan luka yang parah padanya.
Fisherman itu terlihat bingung melihat yang bergerak cepat dengan tubuh kecilnya dan beberapa kali melakukan serangan berputar yang dilakukannya seperti tadi tetapi tidak juga mengenai Muve sama sekali.
“Sekarang tamat sudah!” teriak Muve yang tiba-tiba berada dikepala Fisherman tersebut.
Dengan kuat Muve menusuk-nusuk kepala Fisherman membuatnya mati tanpa bisa berbuat perlawanan apapun lagi.
[Mendapatkan 300 Exp dari Fisherman]
[Mendapatkan 2 Poin Stat]
“Aku akan simpan terlebih dahulu Poinnya.” ucap Muve.
Muve melanjutkan membasmi Fisherman yang berada ditempat itu begitu cepat karena pola menyerang mereka yang hampir sama semua.
[Mendapatkan 300 Exp dari Fisherman]
[Mendapatkan 300 Exp dari Fisherman]
[Mendapatkan 300 Exp dari Fisherman]
[Mendapatkan 300 Exp dari Fisherman]
Pesan itu terus bermunculan tanpa henti dan membuat naik level cukup banyak.
Setelah cukup lama bertarung Muve akhirnya sampai didepan gerbang besar yang berada didalam Dungeon tersebut.
“System berapa poin yang kumiliki sekarang?”
[14, Host]
“Cukup banyak juga ternyata... Tambahkan 7 poin untuk Agility dan 7 pula untuk Strength.” ucap Muve.
[Menambahkan 7 Poin ke Strength]
[Menambahkan 7 Poin ke Agility]
[Peringatan! Karena Poin Strength yang dimiliki telah mencapai batas tubuh Host maka System akan memperkuat tubuh Host]
Seketika sebuah cahaya putih penyilaukan muncul ditubuh Muve untuk beberapa waktu dan kemudian menghilang.
“A-apa apaan ini!!?” teriak Muve begitu terkejut saat melihat dirinya yang tiba-tiba bertambah tinggi dan berotot.
[System melakukan penumbuhan paksa pada tubuh Host karena tubuh Host yang sebelumnya tidak akan mampu menambahkan Poin ke Strength lagi]
“Apa karena itu adalah tubuh anak kecil?”
[Lebih tepatnya tubuh anda sebelumnya sangat lemah dan tidak mungkin untuk menampung kekuatan yang lebih banyak lagi]
“Hoo jadi secara fisik pun tubuh yang sekarang sangat berbeda dengan tubuhku yang beberapa menit lalu?”
[Tepat sekali Host]
[Tapi sebagai gantinya System juga meningkatkan Exp yang dibutuhkan oleh Host untuk naik level dan mengurangi Exp yang didapat setiap membunuh Monster]
[System juga sekarang telah membuka Fitur - Inventory]
[Inventory adalah ruang penyimpanan tanpa batas yang disediakan oleh System untuk Host]
“Cukup banyak juga yang berubah... tapi ini tandanya kalau aku juga telah berubah!”
Muve kemudian mendorong gerbang besar itu untuk masuk melihat apa yang berada dibalik gerbang itu.
Muve sempat sedikit terkejut melihat Monster yang menunggunya itu dua kali lebih besar dari dirinya.
Berperawakan mirip dengan Fisherman tetapi bagian kepalanya adalah ikan hiu terlebih lagi kepalanya ada dua sambil memegang sebuah pedang besar disatu tangannya.
System menyebutnya [Sharkman]
Roar!!!!!
Mendengar raungannya saja membuat Muve sedikit gemetar tapi sudah tidak ada waktu untuk mundur.
“Summon Fighter Puppet”
Cairan coklat keluar dari telapak tangan Muve dan membentuk tubuh yang mirip seperti Muve.
“Setidaknya ini lebih baik daripada sendirian.” gumam Muve.
Dengan menggenggam erat kedua belati di tangan kiri dan kanannya Muve menerjang maju bersama Fighter Puppet.
“Triple Slash.”
Dengan gesit Muve menyerang bagian bawah Monster tersebut karena mustahil untuk bisa menyerang bagian atasnya tetapi walaupun telah diserang oleh Muve dan Puppetnya, Sharkman itu sama sekali tidak terluka.
Setelah membiarkan mereka menyerang dirinya, Sharkman pun mulai bergerak mengangkat pedangnya.
“Gawat! Puppet! Menghindar!!” teriak Muve berhenti menyerang dan langsung mundur cukup jauh sesaat melihat Sharkman mengangkat pedangnya.
Sharkman pun menebaskan pedangnya seketika membuat Puppet terbelah dua dengan mudahnya dan juga meninggalkan bekas yang besar ditanah.
[Fighter Puppet Telah Mati]
[Skill - Fighter Puppet Memasuki Cooldown]
“Sial!”
Sharkman tersebut kembali mengangkat pedangnya untuk menyerang Muve.
Melihat dia bergerak kembali Muve kali ini memutuskan untuk tidak mundur melainkan mendekat kearah Monster tersebut.
Tetapi Muve terlambat sepersekian detik karena sesaat dia hampir sampai didekatnya, Sharkman sempat mengayunkan pedangnya dan memberikan tekanan yang kuat ke Muve.
Muve yang tidak sempat menghindar memutuskan untuk menahan serangannya dengan kedua belatinya.
Tring!!!!
Dengan sekuat tenaganya Muve menahan pedang Sharkman agak tidak mengenai dirinya.
“Gawat! Belatinya tidak akan bertahan kalau seperti ini!! Aku harus pergi dari posisi ini!” batin Muve.
Muve berusaha keras mendorong pedang besar tersebut dan dengan sedikit celah melarikan diri Muve langsung bergerak cepat berpindah dari tempat itu.
“Apa-apaan Monster ini! Dia seperti sedang bermain-main denganku, apa aku hanyalah semut kecil dimatanya!!”
Walaupun keadaanya sangat berat sebelah Muve pantang menyerah dan kembali lagi menyerang Sharkman menggunakan kedua belatinya yang hendak hancur.