
Sementara itu dikamar sebelah Valen.
“Sepertinya dia tidak mengetahui identitas kita Yang mulia. Buktinya dia hanya meminta topeng yang anda pakai sebelumnya.” ucap wanita yang sebelumnya ditolong oleh Valen.
“Aku harap begitu.” ucap anak kecil yang dikira oleh Valen anak wanita itu.
“Untuk sekarang kita terpaksa menunggu William dan lainnya sampai dikota ini, aku harap mereka bisa sampai besok pagi.” sambungnya
“Mereka pasti datang Yang mulia, bukankah William sudah bilang kalau dia akan menyusul kita.” jawab wanita itu.
“Yang mulia, bolehkah saya bertanya kenapa anda ingin pergi ke kota ini?” tanya wanita itu.
“Bukannya kau sudah tahu?” jawab anak itu.
“Belum Yang mulia, yang saya tahu hanya saya harus mengawal anda sampai ke kota ini.”
“Kita kemari karena ada ramalan dari Saint kalau akan ada datangnya seorang Pahlawan disini.” jawabnya.
“Pahlawan? Bukankah biasanya Pahlawan itu berasal dari dunia lain?”
“Aku juga tidak percaya tapi karena ini adalah ramalan Saint jadi harus aku sendiri yang datang melihatnya.” jawabnya.
“Lalu bagaimana anda mencari pahlawan yang disebutkan oleh Saint?”
“Seingatku Saint juga berkata kalau Pahlawan itu adalah seorang Remaja.” jawabnya.
“Hanya itu?”
“Iya.”
“Hah... Sepertinya sulit mencari pahlawan itu Yang mulia.”
Duar!!!
Suara ledakan yang sangat keras terdengar dari luar penginapan membuat wanita dan anak itu terkejut.
“Apa yang terjadi?!” tanya wanita itu langsung melihat kejendela.
“Sepertinya terjadi keributan di kota Yang mulia, soalnya saya melihat ada rumah yang roboh dipinggiran kota.” ucapnya saat melihat keluar.
“Ayo kita lihat! Aku ingin tahu siapa yang berani mengacau dikota ini.” ucap anak itu turun dari kasur dan berjalan kepintu.
“Tunggu Yang mulia! Itu berbahaya!” tegur wanita itu menahan tangannya.
“Tenang saja, kita hanya datang melihat bukan untuk bertarung.”
“Anda yakin?”
“Iya.”
Karena keputusan anak itu mereka kedua akhirnya keluar dari penginapan untuk pergi asal suara ledakan keras tadi.
***
Sementara itu Valen...
“Hah... Kenapa setiap kali aku berada dikota pasti selalu ada kekacauan? Tapi kali ini aku tidak akan membantu karena akan membuat tambah kacau.” ucap Valen setelah melihat asal suara keras sebelumnya.
“Tapi aku heran kenapa dia sama sekali tidak terbangun setelah mendengar suara keras seperti itu?” ucap Valen melirik Demian yang masih tidur dengan tenangnya.
“Apa dia mati ya?” Valen mendekati Demian dan meletakkan jarinya tepat dibawah lubang hidungnya.
“Masih bernafas tuh, bagaimana kalau...”
Plak
Tepuk Valen ke wajah Demian dengan pelan tapi tetap saja tidak membuat Demian terbangun.
“Tidur matikah?”
Plak Plak
Tepuk Valen lagi tapi tetap Demian tidak terbangun “Sungguhan tidur mati ternyata.” ucap Valen.
“Hah... Hari masih siang dan aku tidak memiliki kerjaan sama sekali... Oh iya apa sebaiknya aku melihat-lihat barang tidak terpakai di Inventorynya ya? Cobalah.”
Valen pun membuka Inventorynya dan memang ada item tak terpakai di Inventorynya yaitu pisau kecil yang bersarung, Cincin yang didapatkannya saat berada di kerajaan Mermaid dan Pil yang dia dapatkan dari Ellyn palsu.
“Aku belum pernah menggunakan kedua benda ini karena tidak bisa digunakan untuk bertarung, aku penasaran apa kegunaannya.”
“Appraisal”
\=\=
Mermaid Ring
-Salah satu barang pusaka yang dimiliki oleh ras Mermaid. Item ini pernah menghilang cukup lama dan membuat keributan besar di kerajaan Mermaid tapi karena tidak kunjung menemukannya Raja Mermaid dengan berat hati melupakannya.
Effect 1 : Membuat anda bisa bernafas didalam air.
Effect 2 : + 10 Intelligent
\=\=
Light Knife
-Salah satu Artefak Langka terkuat yang ada didunia ini.
Pisau ini sangat tumpul dan tidak cocok untuk memotong apapun apalagi dibawa bertarung.
Terdapat kekuatan tersembunyi didalamnya.
\=\=
-Obat yang membuat anda dapat bernafas didalam air selama 12 jam.
\=\=
“Lah? Kenapa aku tidak tahu kalau didalam Inventoryku ada Artefak seperti ini?” tanya Valen sedikit bingung setelah melihat Rincian Light Knife.
[Saya juga tidak bisa mendeteksi Artefak ini Host]
“Hm? Kau tidak bercandakan?”
[Tentu tidak]
“Hm memangnya apa yang Special dari Artefak ini sampai membuatnya tidak terdeteksi.” ucap Valen menarik pisau tersebut dari sarungnya.
[Terdeteksi Artefak Disekitar Host]
[Mendeteksi Sekitar]
[Artefak Ditemukan - Light Knife]
“Lah? Itu bisa.”
[Sebelumnya tidak]
“Hm... Coba sekarang lakukan lagi!” ucap Valen memasukkan pisau tersebut kedalam sarungnya.
[Mendeteksi Sekitar]
[Tidak Menemukan Artefak]
“Sepertinya dugaanku benar! Kau tidak bisa mendeteksinya karena pisaunya berada didalam sarungnya.” ucap Valen menarik keluar pisau itu lagi.
“Oh iya System kalau aku menyerap Artefak ini perlu waktu berapa lama?” tanya Valen.
[3 Jam]
“Sedikit lama... Ya sudah nanti saja aku menyerapnya.” ucap Valen menyimpan pisau tersebut ke Inventorynya.
“Sekarang aku akan memakai Cincin ini saja.” ucapnya memasang cincin tersebut dijarinya.
[Menggunakan Mermaid Ring]
[Selama anda memakai anda dapat bernafas didalam air dan juga mendapatkan 10 Poin Intelligent]
“Jujur aku sedikit nyaman menggunakan cincin ini soalnya terlihat seperti aku menggunakan cincin perempuan.” gumam Valen.
“Apa tidak bisa disembunyikan saja?”
[Sayangnya tidak. Karena bukan item yang didapat dari Shop]
“Hah... Mengecewakan.” gumamnya.
“Nah sekarang saatnya unt...”
Duar!!!
Sebongkah batu besar tiba-tiba muncul menghantam kamar Valen dan Demian hingga hancur.
“Siapa yang bermain lempar batu disiang hari seperti ini!” ucap Valen dengan wajah kesal menahan batu tersebut agar tidak mengenai dirinya.
“Argh!!! Aku mau tidur woy!!!” bentak Demian yang terbangun karena suara itu.
“Bukan aku yang membuat ribut tapi orang yang melempar batu ini!” ucap Valen menunjuk kebatu tersebut.
“Sini batunya!”
Demian mengangkat batu tersebut dan pergi kearah suara keributan yang berasal di barat kota tersebut.
Dengan raut wajah marah Demian berlari dengan cepatnya dan melihat ada 10 Troll yang mengamuk sedang melawan beberapa orang.
“Rupanya kalian!!” teriak Demian sambil melempar batu besar itu dengan penuh amarah.
Whosshh
Batu besar melesat dengan cepatnya dan menerbangkan 5 Troll cukup jauh bersamaan dengan batunya.
Melihat masih ada Troll disitu Demian langsung berlari dan menghabisinya dengan tangan kosong.
Orang-orang yang berada disitu sedikit takut sosok Demian yang mengamuk meremuk-remukkan tubuh para Troll.
Tidak memerlukan waktu lama Troll yang bisa beregenerasi pun akhirnya mati dibunuh oleh Demian yang penuh amarah.
“Mau tidur pun susah!” gumam Demian dengan raut wajah marah.
Demian kemudian pergi kembali ke penginapan dengan baju yang penuh darah Troll yang cukup bau.
“Permisi Tuan pahlawan!” teriak wanita yang sebelumnya ditolong Valen.
“Hah?!” jawab Demian.
“An-anu...”
“Aku ingin kau pergi bersamaku untuk membantu Pahlawan lainnya mengalahkan raja iblis.” potong anak kecil.
“Memangnya siapa kau? Berani-beraninya memerintahku.”
“Aku adalah putra kedua Raja Bern, Lucius.” ucapnya dengan bangga.