
Mereka berjalan kearah yang tidak dijelaskan dalam peta yang diberikan oleh Ksatria dikota Altair.
Muve sempat bertanya kepada Lia apakah jalan yang mereka lewati sudah benar dan Lia hanya menjawab “Sudah ikuti saja.” karena seperti itu Muve kemudian memutuskan tetap mengikuti mereka.
Tetapi baru beberapa jam berjalan hari sudah mulai gelap dan membuat mereka terpaksa mencari tempat untuk beristirahat dan sialnya tempat mereka sekarang hanyalah tanah kosong yang tidak ada apa-apa disekitar, bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan monster sedikit pun.
Mereka pun terpaksa berbaring ditanah saja dengan menggunakan rerumputan menjadi bantal mereka dan sayangnya mereka tidak bisa tertidur karena dinginnya angin malam yang melewati celah-celah baju mereka.
Beruntungnya Lia dapat menggunakan sihir api untuk membuat mereka mendapatkan sedikit kehangatan dan disaat yang sama pula Muve sedikit bertanya-tanya kenapa Lia sebelumnya tidak menyerangnya dengan sihir api tersebut?
Setelahnya mereka pun bisa tertidur pulas dengan damainya.
Keesokan paginya
Pakaian Muve semakin berbau saja karena bau keringat dan darah kering bercampur aduk dipakaiannya “Clean.” seketika pakaian Muve menjadi bersih dan tidak berbau lagi setelah Lia menggunakan sihir itu.
Lia juga menggunakan itu kepada Lucy dan dirinya, sebenarnya sedikit aneh karena iblis bisa menggunakan sihir pembersihan seperti itu tetapi mereka tidak terlalu memikirkannya.
Mereka melanjutkan perjalanan sambil mengunyah sebuah roti ditangan, sekitar 3 jam berjalan mereka akhirnya sampai ditempat tinggal para Dark Elf.
Tempat tinggal mereka bernama Death Mountain. Dinamakan seperti itu mungkin karena banyaknya tulang dan tengkorak yang berserakan digunung-gunung dan kalau diperhatikan secara seksama tulang itu bukanlah berasal dari manusia tetapi dari Elf hm atau Dark Elf?
“Bagaimana caranya keatas sana?” tunjuk Muve kegua yang disebutkan oleh Lia kalau itu adalah pintu masuknya.
“Tentu saja memanjat.”
“Kakak Lia bukannya memiliki sayap? Kenapa tidak terbang?” tanya Lucy.
“Oh iya!”
Lia mengeluarkan sayapnya kemudian menggendong Lucy dan terbang menuju gua tadi.
“Hm? Apa yang Succubus lakukan diwilayah Dark elf?” tanya Dark elf penjaga yang berdiri didepan gua.
“Aku membawa hadiah untuk kalian.” jawab Lia menunjuk kearah Lucy.
“High-Elf?! Bukankah mereka seharusnya sudah punah?!” ucap penjaga tersebut terlihat cukup terkejut.
Penjaga tersebut kemudian berbalik untuk memberitahukan kalau adalah High-Elf didepan pintu gua tetapi Lia memanfaatkan keadaan itu dan menembus dada penjaga menggunakan tangannya.
“Ukh... A-apa maksudnya in...i.” penjaga itu pun mati karena jantungnya dihancurkan oleh Lia.
“Turunkan aku.” ucap Lucy dengan tatapan sinis.
“Ah maaf.” ucap Lia langsung menurun Lucy secara perlahan.
“He-hei... Kau curang...” ucap Muve yang terengah-engah saat sampai digua karena memanjat gunung itu.
“Ja-jangan bilang kau sungguhan memanjat gunungnya!” ucap Lia terlihat terkejut melihat Muve yang sudah berada didepan gua dengan cepat.
“Bu-bukankah kau bilang seperti itu sebelumnya.” jawab Muve.
“Aku kan hanya bercanda! Mana mungkin aku mau memanjat gunung tinggi ini.”
Muve terlihat kesal mendengar itu dan karena dirinya masih kelelahan memanjat gunung itu dengan cepat membuat mereka harus berisitirahat sejenak.
Setelah selesai berisitirahat mereka kemudian memasuki gua dan benar saja saat berada diujung goa, Muve melihat sebuah kota yang besarnya hampir sama sepertinya kota Ocean.
Siapa yang bisa menyangka ada kota didalam gunung tinggi itu terlebih lagi kota itu cukup indah untuk ditinggali Dark elf.
“Berapa kalipun aku kemari tetap saja ini membuatku kagum.” ucap Lia.
“Hei siapa kalian!!” bentak beberapa Dark elf yang sedang patroli ditempat itu.
Melihat itu Lia bersiap bertarung tetapi Muve menahannya sambil berbisik “Tunggu sebentar! Aku ingin tahu rasanya ditangkap oleh Ras iblis.” mendengar itu Lia hanya dapat mengikutinya.
Muve hanya diam dan tidak bergerak melihat Dark elf itu mendekati dirinya sambil mengarahkan senjata kelehernya.
“Bawa dia kepenjara! Aku akan memberitahukan ini kepada Yang mulia raja.” ucap salah seorang Dark elf itu.
“Uh... Kau yang terburuk.” gumam Lia.
Muve hanya tersenyum santai padahal dirinya telah tertangkap dengan mudahnya.
“Sana masuk!” ucap mereka mendorong Muve,Lia dan Lucy kedalam sel yang berada di dinding gunung tersebut.
“Lihat sekarang! Kita sudah berakhir.” ucap Lia menatap Muve yang terus tersenyum.
“Memang apanya yang bagus dari tertangkap oleh Dark elf.” sambungnya.
“Y-ya sudah kalau begitu.” jawab Lia.
Rantai yang mengikat tangan Muve bukanlah hal susah yang bisa membatasi pergerakannya karena besi biasa saja tidak cukup untuk mengunci tangan Muve.
Cring!!
Rantai itu dengan mudahnya putus saat Muve memaksanya untuk lepas dari tangannya.
“Hei nak! Apa yang kau lakukan ditempat ini? Padahal kalau dilihat-lihat bukanlah hal sulit bagimu untuk meratakan seluruh Dark elf sini.” ucap seorang pria tua yang berada disel samping Muve.
“Anda memiliki mata yang bagus pak. Ya memang benar bukanlah hal sulit untuk melarikan diri sini tetapi aku hanya ingin merasakan sensasinya ditangkap.’’jawab Muve.
“Kau sangat aneh nak, orang-orang kesini pasti selalu menginginkan harta karun Dark elf dan mengubah hidupnya dengan itu tetapi kau malah minta ditangkap.” sambung pria tua itu.
“Hahah tapi aku tidak menyangka loh melihat seseorang yang hampir setara denganku berada disel dan dengan secara kebetulan juga selnya tepat disebelahku.” ucap Muve.
“Hampir setara? Sekuat apa pria itu ini.” batin Lia saat mendengarkan perkataan Muve.
“Mungkin sama sepertimu, aku kemari untuk ditangkap.”
“Hahahahah” tawa mereka bersama.
“Hah... Tingkahnya malah menjadi lebih aneh karena pria tua itu.” gumam Lucy mengeluh.
Mereka berdua pun mulai sedikit berbincang -bincang dan tidak lama kemudian datanglah seorang Dark elf dengan kulit yang terlihat lebih coklat dan mengkilau sambil menggunakan mahkota dikepalanya.
“Manusia! Apa yang kau lakukan ditempatku? Ditambah lagi ada Succubus bersamamu.” tanya Dark elf yang menggunakan mahkota itu.
“Tempatmu? Berarti kau adalah Raja disini bukan?” ucap Muve malah bertanya balik.
“Iya aku adalah raja para Dark elf, Venus.” jawabnya.
“Nah kalau begitu bagaimana kita bertarung!” ajak Muve dengan semangat.
“Hei! Berani kau berbicara seperti itu di-”
“Tidak apa, yang dikatakannya itu sungguhan.” potong Venus.
“Berikan aku alasan kenapa aku harus bertarung denganmu.” ucap Venus.
“Karena kalau bukan kau yang bertarung denganku mungkin para orang-orangmu yang mati.” jawab Muve.
“Tapi kalau kau mau bertarung denganku maka orang-orangmu akan selamat.” sambungnya.
“Kau cukup berani mengancamku, tetapi tetap saja aku akan menolak karena kalau misalnya aku mati rakyatku akan kehilangan pemimpinnya.” ucap Venus.
“Hm... Bagaimana kalau kita bertarung sampai salah satu dari kita tidak bisa berdiri lagi?” tanya Muve.
Venus tersenyum tipis saat mendengar itu “Boleh saja tapi harusnya ada hadiah bukan bagi pemenangnya.” jawabnya.
“Hadiah? Aku sama sekali tidak memiliki barang bagus untuk dipertaruhkan.” jawab Muve.
Venus menunjuk kearah Muve, membuat bingung dirinya “Kau lah hadiahnya, kalau aku menang maka kau menjadi anak buahku.” ucap Venus.
“Tu-tunggu dulu Yang mulia! Anda ingin membuat manusia menjadi anak buah anda?” tegur prajurit yang bersama Venus.
“Tentu saja tidak ingin tetapi dirinya pengecualian.” jawab Venus.
“Lalu kalau aku yang menang?” tanya Muve.
“Aku akan memberikanmu.” ucapnya mengeluarkan sebuah pedang yang berwarna biru.
“Hm? Pedang apa ini? Aku belum pernah melihat pedang berwarna biru...” ucap Muve.
“Ini adalah pedang yang terbuat dari Mythril.” jawabnya.
“Mythril?! Bukankah itu adalah material langka yang sangat susah untuk didapat?!” ucap Lia terkejut saat mendengarnya.
“Jadi itu adalah pedang bagus?” tanya Muve.
“Tentu saja! Pedang dengan material seperti Mythril tidak mungkin bisa patah dan tumpul!” jawab Lia.
“Menarik! Aku setuju.” ucap Muve berdiri dan mengarahkan tangannya ke Venus mengajak berjabat tangan.
Venus membalas jabatan tangan Muve sambil tersenyum “Kalau begitu sebaiknya kita pergi ketempat yang luas.” ucapnya.