Snouw White's magic

Snouw White's magic
EPS 9# HUJAN ES.



"Sebenarnya apa yang membuat dia berlari ke sini?!" Batinnya khawatir, ia segera berlari menuju sekolahnya lalu memberitahukannya kepada guru BK.


"Apa! Di belakang sekolah ini mana ada rumah tua seperti itu?! Kamu jangan asal bicara, ya?!" Dan tentunya ia akan mendapatkan ocehan dari sang guru BK yang tak percaya hal itu.


"Ya Allah, Bu! saya bersumpah!" ujar Ramdan, sembari kedua jarinya menunjukkan huruf V.


"Mereka sekarang hilang, Bu! Teman-Teman saya!" ujarnya kembali khawatir.


"Baiklah, kita lihat di belakang sekolah. Apakah benar ada rumah tua seperti yang kamu ucapkan barusan." ujar guru BK tersebut, sembari ingin berjalan.


"Tetapi, rumah itu pun sudah hilang entah kemana bersama Teman saya,"


"Siapa nama temanmu itu?"


"Fex!" Dengan tegas Ramdan menjawab.


"Fex ... siswa pindahan yang identitasnya masih tersembunyi hingga kini, itu?!" Kejut guru BK, saat mengingat-ingat nama siswa yang membuatnya bingung selama setahun ini.


"Mengapa dia bisa di terima di sekolah ini dengan identitas yang sangat tersembunyi?" Batin guru BK itu setahun lalu setelah mendengar ada siswa pindahan baru tanpa identitas diri yang jelas.


"Dan sekarang, dia menghilang? Bagaimana mungkin?!" Batinnya kembali seraya berfikir.


TRAK! TREKK! Satu persatu bongkahan batu es yang terus saja menyirami atap sekolah SMPN 2 Rayakarta. Walau jam telah menunjukkan waktu pulang. Namun, para siswa dan siswi di sana hanya bisa berdiam diri di dalam kelasnya masing-masing.


"Hujan es ini sangatlah berbahaya, kita harus menunggunya hingga reda." ujar semua guru kepada para muridnya di dalam kelas.


"Ibu! Sampai kapan kita harus menunggu?"


"Dingin ...!" ujar semua murid dengan tubuh serta kedua bibir mereka yang bergetar, hingga terdengar suara aneh dari gigi mereka yang bergemerutuk.


"Kapan ... hujan es ini berhenti?" Batin Bu Ani seraya melihat sebongkah es kecil yang berjatuhan di balik jendela kelas sembari menggosok kedua telapak tangannya.


Semua murid yang merasa kedinginan itu pun saling berpelukan kepada para Teman-temannya agar dapat merasakan kehangatan antara satu sama lain.


Di lain tempat, entah tempat apa itu. terlihat seorang gadis cantik nan Sholehah yang terbaring tidak sadarkan diri di atas permadani putih mengkilat nan berbulu dengan dress biru muda yang ia kenakan tak lupa pula dengan hijab panjang berwarna senada.


Bagi siapa saja yang melihatnya mungkin akan mengira jika dirinya adalah putri salju yang cantik jelita. Tetapi, yang berbeda adalah ia berhijab syar'i.


"Dia sangat lemah! Kita harus memberikan kekuatan kepadanya!" Terdengar sayup-sayup suara orang yang berbicara dengan lawan bicaranya di seberang pinggir tubuh Alfarani yang masih dalam ke adaan pingsan.


"Umurnya masih sangat muda, kita harus menunggu dirinya berusia 20 tahun mendatang!"


"Baiklah, kita pulihkan dia terlebih dahulu." Jawab lainnya, Secara tiba-tiba Alfarani dapat merasakan sesuatu di tubuhnya yang terasa dingin ...


"Dingin! Mengapa tubuhku terasa sangat dingin?!" Batin Alfarani, yang membuatnya mengira jika dirinya tengah berada di kutub Utara yang sangat-sangat dingin!


"Fexio Ying! Kau, sangat lemah!" ujar seseorang yang menendang sesuatu hingga mengeluarkan suara orang terjatuh.


Bruuk!


Di bawah alam sadar Fex, tubuhnya kini terbang melayang masuk ke sebuah lubang lingkaran hitam yang bernama Punishment hole! atau biasa di sebut dengan lubang hukuman bagi siapa saja yang melanggar dan selalu muncul secara tiba-tiba.