
Tatapan tajam Fex menoleh ke arahnya, 'Putri salju?' batinnya yang seketika membuat ingatan aneh muncul berjalan dengan cepat di dalam pikirannya dan menghilang dalam sekejap mata.
BRAAKK!
"Apa yang barusan dia katakan?!" tegas Fex sembari menggebrak meja berbentuk persegi panjang di depannya, dan berjalan dengan sedikit cepat ke arah Sleepy yang tubuhnya telah tumbang dan terlelap kembali.
"Lepaskan, dia!" tegas Fex kepada pria bertato kepiting yang bertugas menyimpan semua kunci kandang.
KREAK! Pria bertato kepiting itu, dengan gerakan cepat langsung mengeluarkan sebuah kunci yang sangat pas pada kandang besi yang di tempatkan para kurcaci, sembari membuka gembok tersebut.
"Jangan mendekat!" ujar Doc, seraya merentangkan kedua tangannya dan berdiri di depan Sleepy untuk melindunginya.
Setelah pintu kandang terbuka, Fex berjalan memasukinya dengan tubuh sedikit menunduk ke arah Doc yang menatapnya tajam.
Tangan kanan Fex mengarah ke arah belakang tubuh Doc dan melewatinya.
"Jangan sakiti, dia!' gertak Doc seraya menggantungkan tubuhnya di tangan kekar Fex.
Tanpa berfikir panjang, Fex langsung menghempaskan tangan kanannya sehingga membuat tubuh mungil itu terhempas dengan kasar ke arah Grumpy.
BRUKH! "AKHHH!" rintih Grumpy dengan tubuhnya yang tergencet di antara tubuh Doc dan jeruji besi.
"Bawa dua makhluk aneh itu secepatnya! dan makhluk satu ini ... akan aku urus sendiri!" tegas Fex, seraya menarik belakang baju Sleepy dan kembali membuat tubuh mungil itu seperti jemuran basah.
"Baik, bos!" tegas pria bertato kalajengking dan si tampang bod*h, mereka segera masuk lalu membawa Doc serta Grumpy dengan cara mencekiknya.
"Lepaskan! a-apa kalian tidak tau caranya menggendong seseorang?!" gertak Grumpy meronta-ronta saat lehernya terasa semakin tertarik.
"Gunakan cara yang benar! jangan sampai tuan Qidhox kecewa setelah mengetahui mereka tak bernyawa sebelum sampai kepadanya!" tegas Fex penuh penekanan.
Pria bertato kalajengking itu, segera mengangkat tubuh Doc sebagaimana seperti cara Fex yang juga mengangkat tubuh Sleepy.
Sedangkan si tampang bod*h itu, masih saja tak menggubris perintah bosnya. Dengan lantang nan santai ia berjalan keluar dari kandang.
"Bod*h! pakai cara yang benar!" umpat pria bertato kalajengking tersebut kepadanya, saat menyadari tatapan Fex yang tajam nan mematikan mengarah ke arah si tampang bod*h itu.
Setelah melihat tatapan tajam Fex yang mengarah ke arahnya, si tampan bod*h itu langsung menggendong tubuh Grumpy di pelukan dengan tubuh berototnya.
"Aahh! ini malah semakin membuatku tidak bisa bernafas!" gertak Grumpy yang terus saja meronta-ronta di dalam dekapannya yang keras sehingga terasa lebih menyakitkan dari pada di cekik.
"Bod*h!" umpat pria bertato kepiting yang berada di sebelahnya, seraya menarik pakaian Grumpy seperti jemuran yang telah kering.
Tanpa banyak drama, mereka langsung memasukkan tubuh Doc dan Grumpy dengan kasar ke dalam jeruji besi yang terdapat di belakang sebuah Mobil Offroad.
Setelah mendengar mobil tersebut melaju dan meninggalkan rumah tua tersebut, Fex langsung membawa tubuh Sleepy menuju ke suatu tempat yang jarang di ketahui semua orang.
"Roy!"
"Baik, bos!" jawab pria bertato kepiting yang masih setia berdiri di dekat pintu kandang, dan mengerti apa maksud dari Fex memanggil namanya.
Fex memasuki sebuah ruangan bawah tanah, yang gelap serta berbau menyengat daging mentah busuk dan menusuk ke dalam hidung. Namun, baginya hal itu sudah terbiasa.
Ia berjalan dengan tatapan kosong ke arah depan dengan Sleepy yang masih berada di tangannya, dan di kedua sisinya yang terdengar suara seseorang merintih.
Sekian lama, semakin ia mendekati pintu ruangan yang berada di ujung, suara rintihan itu semakin terdengar berkerumun bagaikan dirinya tengah berjalan melewati lautan berisi jutaan manusia.
"Tolong ..., kami ... tolong ...," lirih seseorang dari arah sebelah kirinya dengan kaki kirinya pun terasa seperti di genggam erat olehnya.
Fex menoleh ke arahnya, terlihat ada seorang wanita berambut keriting dengan kepala yang setengah hancur nan berlumuran darah, tubuh serta baju robeknya pun terlihat kumuh nan kotor.
"Tolong ..., kami ..., tolong ..., tuan ...," lirih wanita itu sembari pandangannya menoleh perlahan ke arah belakangnya dengan lemas.
Fex menoleh sekilas ke arah yang di lihat wanita itu, hatinya sakit nan bergetar melihat tumpukan tubuh mayat manusia di belakang wanita itu,
Dengan berbagai macam bentuk tubuh yang sudah tak terlihat sebagaimana seorang manusia, melainkan seekor hewan dengan berbagai macam jenis spesies yang sangat aneh.
Ada yang bertanduk dua ataupun lima di kepalanya, serta ada penumbuhan kaki laba-laba di tubuh seorang manusia yang telah berubah setengah ular.
Fex yang tak tahan melihatnya, hanya bisa diam seribu bahasa sembari memejamkan matanya.
"Lihatlah ..., tuan! apa yang telah ayah anda ..., lakukan kepada kami ..., yang tak bersalah!" lirih wanita itu yang satu-satunya manusia yang masih utuh wujudnya. Namun, obat yang telah menjalar ke tubuhnya masih berjalan seiring waktu.
KREK! SREAK! Tubuh wanita itu yang semula masih berwujud manusia, seketika berubah menjadi setengah seekor serigala bagian pinggang atasnya dan setengah ekor ikan di bagian pinggang ke bawah.
Mulutnya mengeluarkan sebuah cairan hitam yang kental dan terlihat ada beberapa benda kecil bulat di dalam cairan hitam tersebut.
Wajah tampan Fex terkena muncratan tersebut, ia masih terdiam di sana dengan ke adaan masih memejamkan mata.
Kedua lubang hidung Sleepy mencium aroma busuk yang menyengat di sekitarnya, ia pun segera membuka matanya dan pandangannya teralihkan ke arah cairan berwarna hitam itu.
"Cairan itu ...?!" batin Sleepy dengan tubuhnya yang masih seperti jemuran basah.