
"Alfarani!!" teriak Gabriel, tubuhnya tak bisa bergerak!
'Bagaimana ini?!' batin Gabriel, sangat khawatir.
Bangunan Mesir kuno itu sekian lama semakin bergetar hebat, membuat tubuh Gabriel yang semula berdiri menjadi terhempas ke tanah.
BRUK! "Akhh!" rintihnya, karena tubuhnya yang terjatuh, ia dapat bergerak kembali.
'Aku ..., aku bisa kembali bergerak!' batinnya terkejut nan gembira, pandangannya menoleh ke arah Alfarani yang tubuhnya sudah tidak lagi di selimuti asap hitam namun tubuhnya akan segera jatuh!
"Alfarani!" teriaknya seraya berlari ke arah tubuh Alfarani yang ingin tumbang,
BUGH! "Alfarani! bangunlah!" tegasnya, saat tubuh Alfarani telah berada di gendongannya.
Beberapa patung telah berjatuhan satu persatu, pandangan Gabriel melihat ke atas, ada sebuah patung berwujud manusia dengan tinggi 5 meter ingin tumbang mengenai dirinya dan Alfarani.
"Aku tidak tau ..., apa yang harus aku lakukan ..," lirih Gabriel, seraya menenggelamkan wajah Alfarani yang seketika menjadi pucat pasi ke dalam dekapannya sembari memejamkan mata.
BRUAK!
DUARK!
BLESS!
Di rumah tua kumuh yang berada di hutan.
Tebasan angin yang begitu kencang, terhempas begitu saja mengenai tubuh seorang pria berperawakan tampan nan tinggi yang tengah menikmati secangkir kopi di kursi kebesarannya.
Uhukk! uhuukk!
Dan hal itu membuatnya tersedak, lalu terjatuh ke lantai dengan tubuh yang tiba-tiba terlihat lemas.
"Aadaa ..., apaa .., dengan tubuhku ...?" ujarnya dengan suara lirih nan serak, jantungnya berdegup kencang, nafasnya tersengal, ia dapat merasakan bila setengah jiwanya terlepas begitu saja dari tubuhnya!
"Ja-jantungku ..., sakit! AAKHH!!" teriaknya, saat merasakan dada bagian kirinya terasa seperti di tusuk-tusuk oleh jarum besar nan runcing.
Deru nafasnya terengah, tubuhnya bergetar dengan tangannya yang ia masukkan ke dalam kantung celana untuk mencari sesuatu yang ia butuhkan.
'Aku harus mencari keberadaan wanita itu!' batinnya dengan memejamkan mata, saat merasakan tusukan itu bagaikan semakin menusuk dan merusak jantungnya.
Gelang biru itu memang tak ia temukan di kantung, namun hp lah yang ia keluarkan dari sana seraya menelpon para anak buahnya yang bertugas sebagai penjaga di dalam ruang laboratorium miliknya.
"Lacak dan temukan! keberadaan seorang wanita yang pergelangan tangannya terpasang gelang milikku!!"
Rumah tua yang ia bangun, bukanlah rumah tua biasa. Melainkan, rumah tua itu memiliki begitu banyak rahasia dengan berbagai macam-macam ruangan aneh terbangun di bawahnya.
Salah satunya ialah ruangan laboratorium miliknya yang berada di dalam tanah tepat di balik lantai kamarnya, "Berhentilah!" gertaknya seraya memukuli dada kirinya tersebut.
BUGH!
BUGH!
'Wanita itu!' sorot mata dinginnya tertuju ke arah depan.
Sebuah ruangan yang amat luas dengan nuansa serba putih nan bersinar di sebuah tempat tinggi yang di selimuti awan dan para planet-planet itu bergetar dengan sangat dahsyat.
"Apa yang telah terjadi?!" tanya salah satu dari sekumpulan juta-an manusia berseragam jubah putih dengan wajah mereka yang tertutupi oleh dari topi jubah itu.
"Kita harus mendatanginya!" ujar lainnya, seraya tiga orang dari mereka, menghilang secara bersamaan.
Setelah jiwa para kaisar sombong itu terlepas dari tempat yang seharusnya, mereka telah terbebaskan!
Namun, wujud manusia yang mereka inginkan tidak dapat kembali terbentuk seperti sedia kala. Mereka memanfaatkan tubuh sang putri salju untuk membalaskan dendam kepada para Tuhan mereka yang bagi mereka ia telah berkhianat.
Dan tiga manusia misterius itu, memasuki Ruang kegelapan yang portal utama untuk masuk ke dalamnya telah rusak dan tertutup rapat, namun karena mereka memiliki sebuah buku Power opening, mereka bisa memasukinya.
"Mereka telah terbebaskan!" ujar salah satu dari ketiga manusia tersebut, yang berada di paling depan sebagai pemimpin.
"Oleh siapa?" tanya lainnya, karena setahu mereka, portal Ruang kegelapan telah hilang berabad-abad lamanya dan tak pernah muncul kembali.
"Portal Ruang kegelapan, akan terbuka oleh seorang makhluk yang memiliki kekuatan besar!" jawab sang pemimpin tersebut, yang sudah mengetahui siapa itu.
'Queen dari kerajaan Li, sang putri salju!'