Snouw White's magic

Snouw White's magic
EPS 27# TAK KENAL!



"Ada apa?" tanya Indra keheranan, saat melihat Gabriel menyuruhnya untuk bersembunyi di balik pohon besar sembari melirik ke arah sesuatu di depan mereka.


"Apa yang ingin kau lakukan padanya?!" tegas Alfarani saat dirinya kini berhadapan langsung dengan Fex yang membawa Sleepy dari jarak yang cukup jauh.


"Saya ...? saya akan menjualnya!" ujar Fex santai dengan menarik ke atas baju Sleepy hingga membuat tubuhnya bagaikan jemuran basah.


"Menjualnya?! Tidak! dia tidak bersalah! mengapa kau ingin menjualnya?!" tanya Alfarani setengah berteriak karena kesal dengan pria asing itu, Fex.


"Dia ... hewan yang sangat istimewa, sangat menguntungkan jika dirinya dapat di jual dengan harga yang fantastis!" ujar Fex tanpa ekspresi, mereka bagaikan tidak saling mengenal satu sama lain.


"Tidak! saya tidak akan menerimanya! kembalikan dia kepadaku!!" tegas Alfarani dengan menatap tajam ke arah Fex yang menarik sedikit kedua sudut bibirnya.


"Wanita yang cantik! tidak usah ikut campur!" tegas Fex, sembari mengarahkan sebuah pistol berisi panah bius ke arah Alfarani di depannya.


TLAKK!


BREGH!


Alfarani yang tidak bisa mengelak itu pun akhirnya tertancap sebuah panah yang sangat kecil di bagian bahu kanannya yang membuat tubuhnya semakin lama semakin melemas.


Sleepy dalam ke adaan seperti itu pun, tetap saja tidak terbangun sama sekali karena matanya yang sangat berat untuk terbuka walau mendengar suara bising di sekitarnya.


"Alfarani!" batin Gabriel terbelalak kaget melihat keseimbangan tubuh Alfarani yang tak stabil dan terlihat ingin tumbang.


Ia segera keluar dari balik pohon besar itu seraya menangkap tubuh Alfarani yang matanya kini hampir tertutup sempurna. "Jangan ...!!" lirih Alfarani di tengah kesadarannya.


Setelah melihat ada seseorang yang keluar dari balik pohon besar, Fex dengan cepat langsung lari pergi membawa Sleepy di tangannya.


"Woy! jangan kabur!" teriak Indra dengan mengejar Fex.


"Alfarani ... ada apa denganmu ...?" tanya Gabriel cemas, saat melihat tubuh Alfarani lemas tak berdaya di pelukannya.


"Panah ... ada panah di ... bahuku!" lirih Alfarani yang pada akhirnya kedua bola matanya terpejam dengan sempurna dan tak sadarkan diri.


"Panah?" gumam Gabriel seraya melirik sesuatu yang menempel pada bahu kanan Alfarani sembari melepaskannya dengan cepat.


SREPT!


"Woy!" teriak Indra dalam ke adaan masih mengejar Fex yang bertubuh tinggi dengan kakinya yang panjang itu dapat berlari kencang melebihinya.


"Sungguh merepotkan!" gumam Fex, seraya menembakan sesuatu ke arah sebuah pohon besar nan lebat dengan tubuhnya yang tertarik ke atas.


SRET!!


"Kemana dia?!" ujar Indra saat melihat pohon besar nan lebat yang tadinya di tembakan oleh Fex itu, tidak ada siapa-siapa di sana. Lalu, kemana perginya Fex?


"Indra! Kita harus kembali ke tempat camping!" teriak Gabriel dari arah belakangnya.


Dengan kepalanya yang terasa puyeng akibat berkali-kali memutari pohon besar itu, ia pun segera menganggukkan kepala dan berkaca pinggang untuk menstabilkan keseimbangan tubuhnya.


Tanpa ia sadari, siku tangannya itu mengenai sebuah tombol berwarna biru yang tersembunyi di balik getah tebal yang berada di sisi batang pohon besar tersebut.


"Ihh! tangan gue malah kena getah!" decak Indra seraya berjalan mengikuti Gabriel yang menggendong tubuh Alfarani untuk kembali ke tempat camping.


Di lain tempat, lebih tepatnya di bebatuan besar. para kurcaci sedang terduduk lemas, kecuali Grumpy yang masih kekeh untuk berdiri sembari mengeluh.


"Apa yang harus kita lakukan, Doc?" tanya Happy kepada Doc, sembari memakan sesuatu di dalam kantung makanan yang selalu ia bawa.


"Seharusnya kita tidak datang ke dalam dunia makhluk aneh seperti wanita itu!" ujar Grumpy cuek.


"Aku akan membuatkan kita jembatan untuk menyebrangi kedua tebing ini!" ujar Doc yang mendapatkan ide saat melihat beberapa pepohonan yang tidak terlalu tingga itu tumbang di tanah.


Dengan tertib dan cepat, ia pun segera membuatkan sebuah jembatan kayu untuk mereka.


"Tidak ada gunanya! sebaiknya kita kembali saja!" gertak Grumpy.


"Tidak, Grumpy. kita datang ke dunia ini untuk membantu tuan putri salju, untuk kembali dan mengingat segalanya ..." ujar Sneezy ramah, dengan gerak-gerik tubuhnya yang terlihat ingin bersin.


Namun, dengan cepat Grumpy menutupi kedua lubang hidung Sneezy menggunakan kedua jarinya di tambah ekspresi wajah juteknya yang tak berubah.


Di saat Doc masih sibuk membuat jembatan, yang lainnya hanya bisa terdiam lusuh sembari melemparkan batu-batu kecil ke dalam jurang.


TRAK!


"Aku akan pulang!" tegas Grumpy seraya menekan tombol biru tua di Kalung yang ia kenakan, dan hal itu dapat membuka portal waktu untuk kembali ke masa kerajaan Xi.


BRUGH!


Dengan tubuh Happy yang gemuk, ia mendorong tubuh Grumpy untuk tengkurap saat menyadari ada sesuatu yang hampir mengenai tubuh Grumpy.


Alhasil, portal ke masa kerajaan itu pun hilang di saat Happy juga menekan kembali tombol biru tua di Kalung Grumpy.


"Apa yang kau lakukan? Happy!" tegas Grumpy marah.


"Lihatlah ... sekeliling kita ..." gumam Happy yang melihat dengan waspada ke arah semak-semak.


"Mereka ada di sini!!" teriak Doc yang membuat para kurcaci gemetar ketakutan saat melihat para anak buah Fex yang sebelumnya datang, masih berada di sana!


Ternyata ... Fex bukanlah mengisyaratkan mereka untuk pergi, melainkan menetap dengan bersembunyi di balik semak-semak di tambah kendaraan mereka yang telah bersembunyi tidak jauh dari tempat itu.