Snouw White's magic

Snouw White's magic
EPS 13# KEMBALI.



Bruuk! Karena dirinya yang tak bisa mengendalikan kuda tersebut, akhirnya kuda putih itu terjatuh dengan dirinya yang berguling-guling di atas rerumputan hijau yang sangat indah.


"Aduh! Sakit sekali!' Rintih Alfarani, seraya terbangun dengan membersihkan dengkulnya yang berbalut dress panjang biru muda yang ia kenakan.


"Kamu, tidak apa-apa?" Tanya seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun, sama seperti dirinya.


"Huaahh! Sakit!" Jerit Alfarani, saat tangannya terkilir akibat jatuh tadi.


"Sini! Biar Ku, obati." Ujar anak laki-laki tersebut, yang berpakaian layaknya seorang pangeran mahkota dari kerajaan Xi.


Dengan kekuatan yang di miliki anak laki-laki itu, ia mengobati pergelangan tangan Alfarani yang terkilir dengan cepat.


"Sudah!"


"Terimakasih!" Jawab Alfarani, ia pun melirik sekujur tubuhnya yang berubah menjadi gadis kecil berusia 6 tahun.


"Ada apa dengan tubuhku?" Batin Alfarani, keheranan.


"Tuan putri, ingin pergi kemana?" Tanya anak laki-laki di depannya yang tak ia kenali.


Ia pun berfikir seraya menoleh ke arah seekor kuda kecil, putih dan cantik yang sedang terbaring di rerumputan dalam keadaan sekarat.


"Tolong, sembuhkan dia juga ..." Pinta Alfarani, yang sedih melihat kuda kecil itu yang kesakitan karena dirinya.


"Baiklah, Nona. Saya akan menyembuhkannya." Jawab anak laki-laki itu, yang sangat senang melihat tuan putri di depannya yang baik hati.


Di kala dirinya sedang sibuk mengobati luka di kaki kuda kecil itu, Alfarani mencari kesempatan untuk menghilang dari pandangan anak laki-laki di depannya.


"Kesempatan, bagus!" Batin Alfarani, seraya pergi meninggalkan anak laki-laki itu.


Selang beberapa menit, Setelah anak laki-laki itu selesai mengobati luka kuda kecil tersebut, pandangannya menoleh ke sekelilingnya yang sepi.


"Kemana, perginya, Tuan putri Jia Li?" Gumam anak laki-laki itu yang melihat sekelilingnya.


Terlihat tuan putri, Jia Li. yang sedang menaiki sebuah perahu kerajaan yang berkesan elegan, bersinar dan megah yang berjalan di atas sungai air suci hamxio,


Sungai air suci hamxio, adalah sebuah air yang berwarna ungu muda berkilau yang mengalir mengelilingi istana kerajaan Li. Dengan jarak yang cukup jauh dari gerbang istana.


Di saat dirinya tengah bersantai menikmati pemandangan indah di sekeliling, pandangannya teralihkan ke sebuah jalur sungai yang berbelok kearah kanan sedangkan lurus adalah jalur yang sebenarnya.


Karena rasa penasaran yang menguat di dalam hatinya, ia pun memberanikan dirinya membelokkan perahu tersebut yang memasuki sebuah lorong gelap,


Dengan di kelilingi ranting pohon yang terasa menyakitkan mengenai wajah serta tubuhnya.


"AAAKHH!" Ia berteriak kencang saat melihat di depannya terlihat sebuah air terjun tanpa ujung dengan airnya yang deras dan menarik perahu kerajaan tersebut,


mengakibatkan tuan putri Jia Li terjun ke dalam sebuah lingkaran berwarna-warni yang bernama Past Alley.


"Apa yang terjadi kepadaku?" Batin Jia Li, saat dirinya kembali menjadi anak bayi dalam gendongan suster wanita yang sedang berjalan menuju suatu tempat.


"Selamat, ya. Bu, Pak?" Ujar suster tersebut, kepada seorang lelaki berperawakan muda dan tinggi sembari berdiri di sebelah seorang wanita yang tengah terbaring lemas di atas ranjang pasien.


"Assalamualaikum, Putri cantikku ..." Ujar pria tersebut, yang Alfarani kenal. Itu adalah ayahnya!


Owekk ...


Suara rengekan bayi mungil yang sekarang tengah berada di dalam gendongan ayahnya, membuat sang ayah segera meng adzan putrinya itu tepat di telinganya.


الله أكبر


الله أكبر


Alfarani yang menjadi bayi mungil itu, merasa tenang dan damai saat mendengar adzan dari sang ayah kandungnya tersebut.


Dan suara tangisan bayi itu seketika terhenti dengan air mata sang bayi yang tumpah menetes mengenai telapak tangan sang ayah.


TIKK!


"Hahh! Apa yang sebenarnya terjadi?!" Teriak Alfarani, saat kembali tersadar dan dirinya tengah berada di dalam kamar miliknya sendiri.