Snouw White's magic

Snouw White's magic
EPS 34# MONSTER!



BRUUK!


'Dia kenapa tiba-tiba pingsan?!' batin Alfarani khawatir, sembari berjalan sedikit cepat ke arah wanita itu.


Dan secara perlahan, kedua tangannya menyentuh kedua bahu wanita berkacamata tersebut. Namun, wanita itu seketika kembali tersadar dengan mata melotot menatap Alfarani.


"MENJAUHLAH! dasar monster!!" tegas wanita berkacamata tersebut, dengan tubuhnya yang merangkak kebelakang sembari mundur.


Tatapannya memancarkan ketakutan saat melihat ke arah Alfarani yang terdiam di tempatnya.


'Apa aku telah melakukan kesalahan?' batin Alfarani, yang sedang menatap kedua mata wanita itu dengan penuh kebingungan.


"MENJAUHLAH DARIKU!!" teriak wanita berkacamata tersebut berkali-kali tanpa henti, yang membuat semua orang menoleh sembari menghampirinya dengan cemas.


"Ada apa?" tanya seorang wanita yang memiliki tahi lalat di bawah matanya, seraya menyentuh kedua bahu wanita yang tengah menjerit ketakutan tersebut.


PUKK! "Kenapa?" tanyanya lembut, yang membuat wanita itu menoleh ke arahnya dengan tubuh yang sedikit meloncat karena terkejut.


"Jauhkan dia dariku!" teriak wanita berkacamata itu lagi, sembari memeluk wanita ber tahi lalat tersebut.


Wanita ber tahi lalat itu, membalas pelukannya seraya menatap penuh keheranan ke arah Alfarani yang masih tak berkutik di tempatnya.


Gabriel melihat ekspresi wajah Alfarani yang tengah melihat kedua tangannya dengan sendu.


'Aku ..., monster?' batin Alfarani.


"Sudah, tidak apa-apa. kamu sholat lah ... sebelum waktunya habis," ujar Gabriel kepada Alfarani seraya berjalan mendekati wanita yang tengah ketakutan itu.


Setelah mendengarnya, Alfarani berjalan dengan tatapan kosong ke depan selangkah demi selangkah tanpa memperhatikan sekelilingnya.


TESS! 'Mungkin benar ..., apa yang di katakan olehnya, Aku memanglah monster!' batin Alfarani dengan wajah serta kedua tangannya yang berkali-kali meneteskan air bekas wudhunya hingga menyentuh tanah.


Kedua kakinya terhenti, tepat di ujung tempat yang hanya sedikit terkena pencahayaan api unggun dengan tubuhnya berbalik menghadap ke arah semua orang.


Gabriel beserta teman-temannya terhentak kaget nan berteriak histeris melihat makhluk tersebut muncul secara tiba-tiba di belakang Alfarani lalu memasuki tubuhnya.


Dan membuat mata Alfarani seketika memancarkan sinar berwarna merah terang bagaikan api yang lebih besar dari pada api unggun di depannya.


"Makhluk besar apa itu?!" teriak semua orang di sana.


'Apa yang terjadi kepadanya?!' batin Gabriel yang merasa khawatir akan keselamatan Alfarani.


Alfarani yang sesungguhnya tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi, karena di penglihatannya. Ia hanya sedang khusyuk sholat Maghrib dengan alas beberapa lembaran daun pisang.


Namun, ia tetap bisa mendengar suara teriakan histeris dari mereka. Sehingga, hal itu dapat sedikit mengganggu sholatnya yang tengah khusyuk.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...," ujar Alfarani setelah selesai sholat, pandangannya menoleh ke arah belakang, tempatnya api unggun berada.


'Apa yang terjadi di sana?' batinnya keheranan, saat melihat ekspresi dari masing-masing orang di sana yang terlihat sangat ketakutan dengan tubuh bergetar melihat sesuatu di depan mereka,


Tak terkecuali Gabriel yang juga dengan tubuh bergetar nan nafas memburu, kakinya secara perlahan nan pelan maju mendekati sesuatu yang mereka semua lihat secara bersamaan.


'Apa yang mereka lihat? mengapa semuanya terlihat ketakutan ...?' batin Alfarani dengan mengernyitkan dahinya, sembari bangun dan berjalan ke arah mereka.


"Alfarani! sadarlah!!" teriak Gabriel saat tubuhnya kini telah dekat dengan Alfarani di depannya dengan matanya yang masih memancarkan sinar merah menyala penuh kemarahan tertuju ke arahnya.


KREK! 'Alfarani? siapa yang sebenarnya ia panggil? aku kan ada di sini, mengapa ia mendekati kegelapan?!' batin Alfarani, kakinya mengerem mendadak setelah mendengar ucapan Gabriel.


Telapak tangan Gabriel secara perlahan terangkat dan diulurkan ke depan, ke arah kegelapan di depannya.


SREP! Dengan sekejap mata, tubuh Gabriel menghilang setelah berhasil menyentuh bahu Alfarani yang ia lihat di depannya tanpa mengeluarkan suara apapun.


"Hah?! Gabriel! Woy! jangan main-main!" teriak Indra, yang terbelalak kaget melihatnya menghilang setelah matanya hanya berkedip satu kali.


'Hah?! dia menghilang!' batin Alfarani melotot tak percaya, ia benar-benar melihat bahwa ada sesuatu yang menarik tangan Gabriel dari kegelapan itu.