
"Telah terjadi sesuatu!" gumam salah satu pemburu itu, yang terlihat sebagai pemimpin yang memimpin agar semua pemburu lainnya itu segera pergi ke sumber suara tersebut.
"Kemana mereka pergi?!" kejut Niko di saat mereka sedang melindungi seekor serigala abu-abu yang tengah ketakutan di belakang mereka.
"Tadi adalah suara Alfarani! mereka pergi ke arah sumber suara tersebut!" tegas Rendra seraya tanpa basa-basi, ia langsung berlari ke sumber suara itu.
"Ren! bagaimana dengan serigala ini?!" teriak Niko saat Rendra telah berlari jauh darinya.
"Biarkan dia bebas di alamnya!!" jawab Rendra dengan teriak tanpa menoleh.
"CK! padahal bila di jual, pasti menguntungkan!" gumam Niko tanpa sadar, ia pun segera mengikuti Rendra yang hampir hilang dari penglihatannya.
KREKK!!
Terdengar suara sesuatu yang lepas dari arah akar pohon besar itu, Alfarani yang mendengarnya pun menjadi cemas karena tubuhnya yang gemetar itu dapat membuat pohon jatuh lebih cepat.
"Ya Allah ... tolonglah hambamu yang lemah ini .." lirihnya dengan terus mengucapkan tasbih di antara kedua lisannya.
Tidak memungkinkan baginya untuk berjalan menuju tanah, karena akar pohon itu sudah terlihat sangat jelas sedikit lagi akan terlepas dari tanah.
Sleepy yang juga berada di atas ranting pohon itu, hanya tertidur dengan tenang tanpa mempedulikan jika tubuhnya akan terpleset jatuh dari atas ranting.
Namun, dengan cepat Alfarani langsung menangkap tubuh kecil itu lalu memangkunya sembari berusaha membangunkannya.
"Bangunlah! kita akan jatuh, Sleepy!" ujar Alfarani.
Para kurcaci itu menahan dengan sekuat tenaga akar pohon itu agar tidak semakin terlepas dari tanah, kecuali Grumpy yang enggan membantu.
"Aku sangat membenci ini!" gumamnya yang berkali-kali tanpa henti, dengan melipat kedua tangannya di dada ia berdiri jauh dari mereka.
KREKK!
BREEK!!
Dan akhirnya ... pohon itu pun tumbang dengan Sleepy yang masih tertidur di gendongan Alfarani yang memegangnya dengan erat.
"AAKKH!!" Ia pun menjerit dengan sangat kencang saat merasakan tubuhnya yang tertarik sangat dahsyat oleh gravitasi bumi dengan mata terpejam.
"Bertahanlah!!" tegas seseorang yang entah siapa, secara tiba-tiba datang dan langsung meluncurkan sebuah pistol pengait ke atas tebing lainnya lalu dirinya meluncur dengan cepat ke bawah.
BRUGH!!
"AUWW!!" rintih Alfarani saat tubuhnya yang menggendong Sleepy terbentur oleh sesuatu di sebelahnya dan hal itu dapat melukai sedikit tangan serta wajahnya.
"Kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanya seseorang di dekat telinganya hingga dirinya dapat merasakan nafas seseorang yang memburu menembus mengenai telinganya yang berbalut hijab panjang.
Ia pun membuka kedua bola matanya dengan cepat dan ia dapat melihat seorang pria dengan tubuh yang berotot nan tinggi itu tengah memangku tubuhnya di bahu pria asing itu,
Saat mereka sedang bergelantungan di sisi tebing lainnya tanpa pengaman apapun, dan berkali-kali tubuh pria itu terbentur oleh tebing sebab mencoba melindungi tubuh Alfarani.
Setelah beberapa kali di hantam oleh angin kencang akhirnya pria itu dapat menstabilkan tubuhnya, pria itu pun mulai menekan sesuatu di pistol itu yang membuat mereka tertarik ke atas dengan cepat.
Alfarani yang duduk di bahu pria asing itu pun hanya bisa kembali memejamkan matanya seraya memeluk dengan erat tali pengait di sampingnya.
Dengan Sleepy yang juga masih tertidur dengan nyenyak di gendongannya.
Para kurcaci mendengar suara aneh yang sangat bising dari arah belakang mereka, seraya dengan cepat bersembunyi di balik bebatuan besar.
Terlihat sebuah Mobil Offroad yang belakangnya terdapat sebuah kandang besi. Berhenti di dekat tebing, tempatnya para kurcaci berada.
Dan keluar beberapa manusia berbadan besar, berkepala botak pitak dengan seluruh tubuhnya yang berotot serta bertato, membuat para kurcaci gemetar ketakutan melihatnya.
Pria asing itu melihat para anak buahnya yang di sebrang tebing berniat membantunya. Namun, dengan isyarat tangan ia menyuruh mereka untuk segera kembali ke tempat mereka.
"Siapa mereka? Aku tidak takut dengan mereka!" Gumam Grumpy yang ingin berjalan keluar dari bebatuan. Namun, sudah pasti Doc langsung menarik tubuhnya kembali masuk.
SREET!!
Kini, tubuh Alfarani serta Sleepy telah menginjak tanah kembali, sedangkan pria asing itu baru saja menginjak tanah seraya menarik jangkar ujung pengait itu untuk kembali ke tempat semula.
"Anda siapa?" tanya Alfarani dengan menundukkan pandangannya.
"Saya Fex, wanita secantik dirimu mengapa bisa berada di dekat tebing?" tanya pria asing itu yang ternyata adalah Fex.
Wajahnya yang tak lagi tertutup oleh masker itu mampu membuat iman Alfarani sedikit goyah saat meliriknya sekilas.
"Entahlah ... Aku pun tidak tau ..." lirih Alfarani dengan memalingkan pandangannya.
"Siapa namamu?" tanya Fex.
"Alfarani Putri Maharani Az-zahra!"
"Nama yang sangat bagus! Dari mana asalmu?"
"Aku ... Entahlah ..."
Saat wanita cantik di depannya itu terlihat seperti linglung, ia tanpa basa-basi langsung memakaikan sebuah gelang di tangan Alfarani.
"Apa yang kamu lakukan?!" kejut Alfarani, di saat dirinya tak menyadari jika pria asing di hidupnya itu menyentuh tangannya.
"Pakailah gelang itu ... Suatu saat nanti engkau akan mengingat dari mana asalmu .." ujar Fex pelan seraya berlari pergi ke sebelah kanan setelah menyadari ada seseorang yang mendekati mereka.
"Ta-tapi tu-tunggu!" ujar Alfarani terhenti saat melihat Fex telah menghilang dari pandangannya,
Dan terdengar suara langkah kaki dari belakangnya yang terasa sedang mendekati dirinya.
"Siapa itu?!" tegas Alfarani seraya menoleh ke arah belakang.
Ia melihat dua orang lelaki yang baru saja keluar dari balik dedaunan lebar nan pendek, dengan salah satu dari mereka yang terasa pernah ia lihat sebelumnya.
"Pria bersembunyi itu!" kejut Alfarani tanpa sadar.
"Ehh ... iya, kita bertemu kembali Alfarani!" ujar Gabriel setengah canggung.
"Sejak kapan kamu tau namaku?"
"Kita teman saat SMP!"
"Saat ... SMP ...?"
"Kamu lupa?!" kejut Gabriel tak percaya, seraya pandangannya menoleh ke arah tebing sebrang yang terlihat para kurcaci berdiri di sana dengan gelisah.
"Para kurcaci? bukankah hanya ada di dongeng putri salju saja?!" ujarnya kembali dengan terbelalak kaget.
"Para kurcaci? apa mereka benar-benar ada di dunia nyata?!!" kejut Indra tak kalah terkejutnya saat melihat para kurcaci itu masih berdiri di dekat bebatuan.
"Kurcaci? Sleepy ... mana?!" batin Alfarani saat dirinya melihat Sleepy tak lagi di gendongannya dan menoleh ke sebrang tebing, bahwa di sana para kurcaci sedang berlari-larian ke sebelah kanan seperti arah Fex pergi sebelumnya.
"Mereka mengejar siapa?!" batinnya kembali saat melihat dengan teliti arah tatapan mereka yang mengarah ke sesuatu.
"Pria asing itu! apakah dia yang telah mengambil Sleepy dariku?!" batin Alfarani terkejut seraya berlari mengejar Fex yang kini kembali terlihat dari pandangannya walau terlihat kecil akibat terlalu jauh.
"Hey! Alfarani!" teriak Gabriel, saat melihat Alfarani berlari memasuki pepohonan dan semak-semak.
Ia pun berlari mengikuti Alfarani dari belakang, Indra yang melihat hal itu juga ikut serta mengejar.
"Mengapa kita mengejarnya? memangnya siapa wanita itu?" tanya Indra saat tengah berlari bersebelahan dengan Gabriel.
"Dia ... dia wanitaku!!" tegas Gabriel seraya mempercepat langkahnya.
"Wanitanya?! Jadi ... selama ini, yang ada di dalam hatinya hanyalah nama dari wanita berhijab syar'i itu? Fakta yang sangat menarik!" batin Indra dengan tersenyum bahagia.
"Sebelumnya kita kan hanya ingin mengecek sesuatu yang berbunyi bising itu, mengapa sekarang kita harus berlari?!!" teriak Indra yang telah kewalahan.
SREKK!
"Ada apa?" tanya Indra keheranan, saat melihat Gabriel menyuruhnya untuk bersembunyi di balik pohon besar sembari melirik ke arah sesuatu di depan mereka.