Snouw White's magic

Snouw White's magic
EPS 28# KURCACI!



Ternyata ... Fex bukanlah mengisyaratkan mereka untuk pergi, melainkan menetap dengan bersembunyi di balik semak-semak di tambah kendaraan mereka juga yang telah bersembunyi tidak jauh dari tempat itu.


"Tubuh mereka sangatlah kecil! akan sangat mudah bagi kita menangkap mereka!" ujar salah satu dari anak buah Fex, yang bertato kalajengking di kepala botak bagian kirinya.


"Apa yang harus kita lakukan ...?" gumam Sneezy dengan tubuhnya yang berjalan perlahan ke arah belakang yang di ikuti pula oleh para kurcaci lainnya.


"Sebaiknya kita ...," gumam Grumpy dengan langkahnya terhenti saat melihat ke belakang, karena tubuh mereka telah mendekati jurang.


Keempat anak buah Fex itu berjalan mendekati para kurcaci selangkah demi selangkah dengan senyuman menyeramkan terpancar dari wajah hitam mereka.


"Lari semuanya!!" teriak Doc seraya memberanikan diri untuk melemparkan beberapa bebatuan kecil ke arah manusia bertubuh besar di depannya, dan para kurcaci lainnya pun langsung berlari menjauh dari mereka.


Namun, bebatuan kecil yang berkali-kali di lemparkan Doc itu tak terasa sedikitpun bagi mereka yang bertubuh besar nan gagah.


Tetapi, hal itu membuat api kemarahan membara di dalam diri pria bertato kalajengking itu, dia pun tanpa berfikir. Langsung saja menangkap tubuh Doc dengan kedua tangannya yang kekar.


BRUGH!


"Kena, Kau!" tegas pria bertato kalajengking itu, saat tubuhnya harus tengkurap untuk menahan tubuh Doc yang memberontak darinya.


Saat pandangannya melihat ke arah bawah ... Ternyata, setengah tubuhnya telah berada tepat di ujung atas tebing, dengan tubuh Doc yang telah berada di atas jurang tanpa menginjak tanah sedikitpun.


"AKHHH! lepaskan!!" Doc terus memberontak dari tangan kekar yang menangkap tubuh kecilnya tanpa menyadari jika dirinya sudah berada di atas jurang.


Sedangkan para kurcaci lainnya, hanya bisa diam bersembunyi di balik semak-semak.


Bila pria bertato kalajengking itu melepaskan tangannya, sudah di pastikan tubuh Doc akan terjatuh memasuki jurang gelap yang sangat dalam.


"Woy! tolong kami!" teriak pria bertato kalajengking itu.


Salah satu dari anak buah Fex yang bertampang bodoh itu, langsung saja tengkurap dengan tangannya yang juga mengarah ke arah tubuh Doc.


"Apa yang kau lakukan?!" tegas pria bertato itu, saat melihat setengah tubuh si tampang bodoh itu juga berada di ujung atas tebing, sama sepertinya yang hampir terpleset masuk ke dalam jurang.


"CK! menyusahkan saja!" ujar lainnya tanpa ekspresi, seraya menarik tubuh mereka berdua dengan tangan kosong.


SREKK! "Dasar! b*doh!" umpat pria bertato itu kepada pria bertampang bodoh itu setelah dirinya telah kembali berdiri.


"Lepaskan!" teriak Doc dengan terus memberontak sekuat tenaga dari tangan pria bertato kalajengking tersebut.


"Bukankah ..., sumber suaranya berasal dari sini?" ujar seseorang yang secara tiba-tiba datang dengan langkah tak terdengar sedikitpun.


Keempat anak buah Fex menoleh ke arah asal suara tersebut.


GLEK! "Bertemu dengan mereka lagi!" batin Rendra dengan Niko yang berada di belakangnya pun sedang celingak-celinguk, sama seperti dirinya sebelumnya.


BRUK! "Ada apa?" tanya Niko, saat tubuhnya bertabrakan dengan punggung Rendra.


Pandangannya menoleh ke arah depan, terdapat keempat orang berbadan besar sedang menatap dirinya dan Rendra dengan tatapan tajam nan sangar.


"Lepaskan!" teriak sebuah makhluk kecil berpakaian aneh di kedua tangan seorang pria bertato kalajengking.


"Makhluk aneh macam apa itu?" gumam Niko.


Pandangan Rendra teralihkan ke arah tubuh kecil Doc yang terluka akibat terkena gelang berhias gigi-gigi taring makhluk buas yang di kenakan pria bertato kalajengking tersebut.


"Lepaskan, Dia!" tegas Rendra, walaupun dirinya juga merasa keheranan dengan makhluk yang di gendong oleh pria tersebut.


TRING! TRANG!


"Kita harus segera kembali!" tegas pria bertampang bodoh saat mendengar suara alarm dari gelang mereka masing-masing.


Suara alarm tersebut menjadi tanda bahwa bos mereka memanggil mereka untuk kembali ke markas.


"Tidak akan aku biarkan! kalian pergi begitu saja!" tegas sesuatu bertubuh kecil yang secara tiba-tiba langsung melayangkan tendangan kedua kaki pendeknya ke arah wajah pria bertato kalajengking tersebut tanpa henti.


"Makhluk kecil merepotkan!" ucap pria bertato kepiting di dadanya, seraya menangkap kaki pendek Grumpy yang membuat tubuh kecil itu terbalik.


"Hey! lepaskan kakiku!" tegas Grumpy, sembari berusaha memukul wajah pria bertato kepiting itu dengan tangannya yang mungil.


"Lepaskan mereka! atau tidak ...!"


TLAKK!


BRUG!


Satu tangan pria bertato kepiting itu, menembakkan sebuah panah bius ke arah Rendra dan Niko dengan tepat sasaran hingga membuat mereka tidak sadarkan diri dengan hitungan detik saja.


Setelah melihat mereka tidak sadarkan diri di tanah, ke empat anak buah Fex segera berlari menuju mobil mereka masing-masing seraya menghempaskan tubuh Doc dan Grumpy ke dalam kandang.


BRUKH! "Akkh! dasar makhluk yang tak punya hati!" umpat Grumpy kepada mereka.


"Persiapkan diri kalian untuk bertemu majikan baru!" ujar pria bertato kalajengking acuh tak acuh ke arah mereka.


"Majikan baru?" batin Doc yang sedang menelaah perkataan pria bertato kalajengking tersebut.