
" Jadi Felix, siapa saja yang masuk ke tim milik Jun?" Suara seorang membuka pembicaraan setelah semua murid pergi dari aula menuju 'Lembah Naga' untuk memulai babak pertama Pertandingan Tim.
Yang di tanya pun menjelaskan siapa saja yang masuk ke tim Jun, jenis ras dan kategori yang mereka ikuti.
" Tim mereka cukup kuat, tapi aku khawatir mereka akan bentrok dengan tim milik Ricky," katanya sambil menghela nafas panjang. " Aku sudah lama memperhatikan anak itu yang nampak sangat membenci Jun."
" Ricky? Ricky Axelle? Putra semata wayang kepala keluarga Axelle?"
" Ya. Perlu diketahui mereka sama-sama dari ras vampir, berada di kelas yang sama juga, tapi Jun lah yang menjadi pusat fokus semua orang. Kurasa harga dirinya terluka karena dia keturunan dari salah satu Keluarga Agung. Seperti yang kau tau, terkadang keturunan Keluarga Agung memiliki gengsi yang tinggi." Terang Dean sambil menatap Felix yang tengah memegang daftar tim. " Ini akan menjadi bentrok paling besar bila keduanya saling bertemu. Ricky yang ingin mengalahkan Jun dengan segala cara yang ia punya, dan Jun yang pasti akan melawan serangan Ricky untuk melindungi teman-temannya."
"Biarpun begitu kita tidak bisa menghentikan kemungkinan itu meski kita tidak mau.."
"Kau benar. Dan ngomong-omong apa nama tim milik Jun?"
"Ah! Namanya Bintang Berjajar."
"Bintang Berjajar?"
•••
Pemburuan Naga adalah babak pertama Pertandingan Tim, dimana setiap tim harus membunuh naga di Lembah Naga.
Untuk membuktikan keaslian buruan, setiap tim harus mengambil 'Kristal Naga' yang berada di dahi mahluk itu. Setiap Kristl Naga juga memiliki poin yang berbeda, tergantung level naga yang berhasil mereka bunuh.
Awalnya Max merasa sangat tidak suka dengan Pemburuan Naga ini, sebab anak itu merasa bahwa hal ini terlalu jahat. Seekor naga juga mahluk hidup dan mereka punya perasaan juga. Jadi Max merasa bahwa babak kali ini terlalu kejam untuk mahluk yang satu ini.
" Kenapa kita harus membunuh naga untuk mendapat Kristal Naga? Bukankah ini terlalu kejam? Lagi pula untuk apa Kristal Naga?!" Max menyerukan pendapatnya saat mereka tengah memasuki Lembah.
" Kristal Naga itu seperti tenaga untuk mempertahankan pelindung Area Merah," terang Fiera. Sebagai anak kelas Bengkel, memahami cara kerja pelindung Area Merah adalah suatu keharusan. " Pelindung di Area Merah adalah kubah yang melindungi Area Merah dari serangan wilayah luar. Tapi karena seringnya ras luar Area Merah menyerang kubah, tenaga pelindung makin melemah hingga salah satu penyihir menemukan cara untuk memperkuat pelindung, yakni menggunakan Kristal Naga."
" Tapi bukankah itu tetap kejam?" Elak Max tidak suka, memang mereka hidup aman di Area Merah, tapi para naga di Lembah Naga bisa punah karena terus di buru.
" Semunya perlu pengorbanan, Max." Mendengar perkataan Mikael, Max langsung merengut lalu menatap Jun meminta pendapat akan para naga yang di buru demi memperkuat kubah. Tapi nampaknya si muka datar tidak mau berkomentar apapun untuk permasalahan ini.
" Sudah lah Max, ikuti saja aturan permaianan.." Rion berucap mengingatkan Max yang membuat si empu semakin mengerut, tapi karena memang ini adalah misi, jadi dengan terpaksa Max harus menelan pendapatnya yang mungkin terdengar konyol.
Dalam pencarian naga, Max merasa sangat bosan kerena belum juga melihat sosok gagah mahluk itu hingga ia memutuskan tuk bertanya pada Jun tentang perbedaan naga biasa dan naga dari ras binatang buas. Itung-itung sebagai tambahan informasi.
Tentu saja si muka datar tidak menolak permintaan Max. Dengan perlahan Jun mulai menerangkan perbedaan keduanya menurut informasi yang ia peroleh dari kerja kerasnya dalam membaca buku.
" Jadi ada kemungkinan naga biasa bisa seperti naga dari ras binatang buas? Itu terdengar keren, aku takjub dengan naga jenis seperti itu, setidaknya mereka memiliki motivasi menjadi lebih kuat," puji Max dengan mata penuh tekad. Jika naga biasa saja bisa menentang takdir unuk menjadi sekuat naga ras binatang buas, kenapa dia tidak bisa menetang batasannya dan menjadi sekuat Raja Melviano kan?
" Tapi itu sangat jarang, mungkin hanya ada satu setiap seratus tahun sekali.." Sela Mikael tenang yang di setujui oleh Kenan, Julius dan Ayna.
" Tapi ada kemungkinan!" balas Rion tidak mau kalah. "Di Area Merah juga ada sosok yang di sebut ras binatang buas. Tidah ada yang bisa menjelaskan alasan mereka bisa berada di Area Merah, padahal harusnya ras itu selalu berada di Ranger dan tidak pernah keluar dari tempat persembunyian. Jadi ada yang bisa menjelaskan kenapa ada mereka di Area Merah?" Tanya Rion sambil menatap Mikael, Kenan, Julius dan Ayna bergantian.
"Hanya ada dua kemungkinan. Pertama mereka adalah ras binatang buas yang tidak sengaja memasuki Area Merah sebelum kubah tercipta dan yang kedua adalah beberapa binatang di Area Merah melakukan hal yang di sebut 'Menentang Langit', itu membuat mereka terlihat seperti ras binatang buas. Kita sendiri tidak bisa membedakan antara mana yang ras binatang buas dan binatang biasa yang 'Menentang Langit'-kan?" Cerocos Rion panjang lebar.
Sebelum Ayna menyangkal perkataan Rion dengan agumennya, Dimas terlebih dahulu menyela si gadis yang selalu naik pitam bila sudah berdebat dengan Rion itu. " Sudahlah berhenti bedebat tentang ras binatang buas dan yang 'Menentang Langit', kita harus fokus memburu naga.." tegur Dimas yang membuat percikan api antara dua kubu perlahan memudar.
" Jun, apa ini salahku?" Bisik Max merasa bersalah, karena dirinya yang menanyakan tentang perbedaan bintang bisa dan ras binatang buas membuat susana tim jadi tegang begini. Jun pun menggelang kepalanya seolah mengatak 'ini bukan salahmu' pada Max.
Setelah cukup lama mereka menyusuri Lembah, tiba-tiba saja di tengah pencarian Jun menghentikan langkah kakinya yang di ikuti semua anggota tim saat melihat ketua mereka berhenti.
" Kau mendengar sesuatu?" tanya Ayna sambil merubah posisi dalam mode tempur.
Ekspresi anggota yang lain pun berbeda-beda kala mendengar perkataan Ayna dan posisi gadis itu yang nampak sangat waspada. Terutama ketika melihat kilatan tajam di mata si muka datar.
Fiera, gadis muka polos itu langsung bersembunyi di balik punggung Mikael. Kenan yang berubah tegang, Julius yang menatap Jun bingung, Dimas yang langsung di sembunyikan dalam perlindungan Rion dan Max yang hampir menangis karena takut.
Menatap anggota tim satu per satu sebelum si muka datar berucap pelan, "Sepertinya ada Tim lain yang tengah bertarung dengan seekor naga," katanya sambil menatap ke arah barat dengan ekspresi rumit. "Dan tim mereka berada di ambang kematian.."
•
•
•
•
•
•
•
Bersambung.